Inilah Penyebab Bintik Merah di Kaki, Jangan Sepelekan!

Inilah Penyebab Bintik Merah di Kaki, Jangan Sepelekan!

Kesehatan Kulit

Bintik merah di kaki Anda bisa saja disebabkan oleh reaksi terhadap sesuatu, seperti jamur, serangga, atau kondisi kesehatan Anda sebelumnya. Kondisi ini tidak boleh Anda sepelekan, karena bisa mengindikasikan adanya kondisi serius yang sedang terjadi. Jika Anda mengalami bintik merah di kaki yang tidak kunjung hilang atau bahkan semakin parah, segeralah periksakan ke dokter untuk menentukan penyebab dan pengobatannya.

Penyebab munculnya bintik merah di kaki

Penyebab bintik merah di kaki Anda bisa saja karena:

  1. Gigitan serangga

Bintik-bintik merah di kaki dapat disebabkan oleh gigitan serangga, seperti chigger, nyamuk, atau semut api. Gigitan ini bisa menghasilkan satu atau beberapa benjolan merah di kulit Anda. Jika penyebabnya adalah gigitan serangga, Anda bisa menggunakan obat-obatan yang dijual bebas (OTC), seperti krim atau losion kortikosteroid, untuk meredakan rasa gatalnya.

  1. Psoriasis

Jika Anda memiliki riwayat psoriasis, maka bisa saja bintik merah di kaki Anda adalah gejala baru dari penyakit tersebut. Namun, jika Anda tidak memiliki riwayat psoriasis, bintik merah ini mungkin sebagai gejala awalnya. Umumnya, pemicu psoriasis meliputi udara yang kering, infeksi, tersengat sinar matahari, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Selain bintik merah, Anda mungkin juga merasakan gatal-gatal di kaki Anda.

  1. Penyakit tangan, kaki, dan mulut

Jika bintik merah di kaki muncul pada anak usia kurang dari 5 tahun, maka kemungkinan besar itu adalah penyakit tangan, kaki, dan mulut. Ini adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang ditularkan dari orang ke orang. Gejala lain yang mungkin akan dirasakan adalah demam, kurang nafsu makan, sakit tenggorokan, dan terasa sakit. Pengobatan umumnya bertujuan mengatasi gejalanya dengan obat pereda nyeri atau demam, seperti ibuprofen atau acetaminophen. 

  1. Lepuh

Jika bintik merah yang muncul berisi cairan bening atau darah, maka kemungkinan besar Anda mengalami lepuh. Ini terjadi akibat gesekan atau tekanan yang terjadi terus-terusan di kulit. Kaki yang melepuh bisa disebabkan oleh terbakar sinar matahari, berkeringat, memakai sepatu ketat, reaksi alergi, atau keracunan. Hal yang perlu Anda perhatikan adalah jangan pecahkan lepuh atau menarik kulit dari bagian atas melepuh, agar tidak semakin parah. 

  1. Reaksi alergi

Sudah bukan hal yang asing lagi jika melihat reaksi alergi berupa bintik-bintik merah di badan, ruam merah, bengkak, dan terasa gatal. Jika Anda mengalami bintik merah di kaki karena alergi, penting sekali untuk mengetahui pemicu reaksi alergi tersebut. Obat-obatan yang mungkin diresepkan oleh dokter Anda, termasuk fexofenadine, loratadine, diphenhydramine, brompheniramine, klorfeniramin, clemastine, atau cetirizine.

  1. Melanoma

Bintik merah di kaki Anda juga bisa mengindikasikan penyakit melanoma tahap awal. Jika Anda didiagnosis dokter mengalami melanoma dengan gejala seperti ini, maka ini adalah tahap yang paling bisa diobati. Periksakan diri Anda ke dokter secara teratur untuk kemungkinan tanda-tanda melanoma lainnya. Semakin cepat melanoma diobati, akan semakin baik tingkat kesembuhannya.

  1. Kaki atlet

Kaki atlet adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh infeksi jamur yang terjadi di antara jari-jari kaki dan kaki. Bagian ini akan tampak merah, bersisik, dan dapat terjadi hanya di satu titik atau menyebar ke seluruh bagian kaki. Ada beberapa cara mencegah kaki atlet, yaitu:

  1. Jangan memakai sepatu yang kesempitan.
  2. Keringkan kaki Anda setelah mencucinya.
  3. Pakailah sandal jepit di kamar mandi bersama.
  4. Jangan berbagi kaus kaki ataupun handuk.

Jika Anda mengalami kaki atlet yang ringan, dokter Anda mungkin merekomendasikan salep atau bedak antijamur yang dijual bebas. Namun, jika perawatan tersebut tidak efektif, dokter Anda mungkin meresepkan obat topikal atau pil antijamur untuk mengatasinya.

Inilah beberapa penyebab munculnya bintik merah di kaki Anda dan cara mengatasinya. Bagi orang awam, ini mungkin hal yang sepele atau sekedar gigitan serangga biasa. Padahal, bisa menjadi pertanda adanya suatu kondisi yang lebih serius. Jika Anda merasakan bintik merah di kaki tidak kunjung hilang, semakin parah, dan disertai gejala lainnya, maka periksakan ke dokter untuk ditangani dengan tepat.

Read More

Pengobatan Dermatitis Numularis yang Perlu Diketahui

Penyakit
Dermatitis numular adalah penyakit kronis (jangka panjang) yang ditandai dengan bercak-bercak berbentuk koin pada permukaan kulit.

Salah satu jenis peradangan yang terjadi pada kulit berbentuk koin atau oval dengan ditandai ruam kulit yang terasa gatal disertai kondisi melepuh kecil, keropeng dan kulit bersisik disebut dengan dermatitis numularis. Kondisi ini juga dikenal dengan nama eksim nummular dan eksim diskoid, pada umumnya penyakit ini menyerang orang yang sudah berumur 55 hingga 65 tahun.

Dalam melakukan diagnosa terhadap penyakit ini, para dokter biasanya akan bertanya mengenai gejala dan riwayat penyakit. Selain itu, dokter juga akan mencari faktor risiko yang meningkatkan seseorang mengalami kondisi ini. Tes alergi akan disarankan oleh dokter jika diperlukan, tujuannya untuk memastikan apakah kulit alergi terhadap sesuatu yang memicu penyakit ini.

Pengobatan Dermatitis Numularis

Pemeriksaan penunjang yang lain bisa dilakukan guna membantu memastikan diagnosis yang telah dilakukan oleh dokter. Seperti misalnya, pada kasus dengan gejala tidak seperti seharusnya atau menyerupai penyakit lain. Dalam kondisi ini biasanya pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah swab cairan pada lesi kulit yang kemudian diperiksa di bawah mikroskop.

Pengobatan penyakit ini bertujuan untuk mengurangi peradangan yang ada dan juga gejala yang menyebabkan gatal serta nyeri. Cara pengobatan yang dilakukan adalah penggunaan obat, berikut ini beberapa obat trapi yang bisa digunakan untuk mengurangi peradangan disertai semua gejala yang timbul pada penyakit ini.

  • Kortikosteroid, penggunaan obat ini bisa dalam bentuk salep atau krim, merupakan pilihan pertama dan paling utama dalam mengurangi peradangan penyakit ini.
  • Fototerapi, biasanya menggunakan sinar UVB terhadap kasus dengan lesi yang luas dan tidak kunjung sembuh dalam kurun waktu yang lama ketika memakai obat salep atau krim.
  • Modulator sistem imun seperti tacrolimus dan pimecrolimus juga bisa dipakai untuk mengurangi peradangan yang muncul.
  • Antihistamin, misalnya seperti cetirizine bisa digunakan untuk mengurangi rasa dan gejala gatal hingga meredakan respons terhadap alergi.
  • Antibiotik salep, bisa diberikan ketika muncul infeksi sekunder yang ditimbulkan bakteri, salep yang dipakai tidak boleh mengandung neocimin karena merupakan penyebab peradangan.
  • Pemberian pelembab kulit, hal ini sangat bermanfaat dan membantu karena bisa menjaga kulit yang rusak dan mencegah timbulnya iritasi.

Cara Pencegahan

Penyebab dari kondisi ini memang tidak diketahui secara pasti, meski demikian bukan berarti kondisi ini tidak bisa dicegah. Seseorang bisa mencegah dirinya terkena penyakit ini dengan menerapkan beberapa langkah pencegahan, cara di bawah ini bisa diterapkan bagi mereka yang rentan terkena risiko dan yang sama sekali tidak memiliki risiko.

  • Menggunakan pelembab secara teratur segera setelah mandi, lakukan cara ini minimal satu kali dalam sehari.
  • Hindari bahan-bahan yang menjadi penyebab munculnya iritasi kulit, seperti cairan pembersih kerak, sabun untuk mencuci pakaian hingga bahan kimia lain.

Bercak dermatitis numularis secara umum banyak ditemukan pada bagian paha dan betis, tetapi kondisi ini juga bisa muncul di area tubuh lain. Selain itu, ukurannya juga berbeda-beda mulai dari dua hingga 10 cm. Selain itu, kondisi ini juga muncul dengan warna yang berbeda mulai dari merah muda, merah hingga coklat.

Awal mula kondisi ini muncul dengan tanda bintik-bintik berwarna merah seperti luka melepuh yang kemudian menyatu menjadi bercak merah yang lebih besar, biasanya muncul menyerupai bentuk koin. Seiring berjalannya waktu, bercak tersebut akan mengering menjadi sisik hingga mengelupas dan pada bagian tengah bercak akan berwarna putih menyerupai kurap.

Read More