Perbedaan Normal Facelift dan Mini Facelift

Kesehatan Kulit
Prosedur mini facelift mampu mengencangkan kulit leher.

Elastisitas kulit wajah akan menurun secara alami seiring dengan pertambahan usia, kulit otomatis akan mengendur, bahkan terlihat menggelambir. Kondisi ini tentu memengaruhi rasa percaya diri seseorang dan akan mencari berbagai cara untuk dapat mengatasinya. Salah satunya menggunakan prosedur normal facelift dan mini facelift.

Facelift merupakan salah satu prosedur medis yang bisa mengatasi kondisi fisik, disebut juga dengan bedah plastik. Prosedur ini sebelumnya hanya dilakukan untuk mengencangkan kulit, namun seiring perkembangan zaman dan teknologi, digunakan juga sebagai cara untuk mereposisi otot, kulit dan lemak tubuh.

Normal Facelift

Dikenal juga sebagai prosedur tarik wajah, merupakan tindakan medis untuk kecantikan dengan tujuan menciptakan tampilan lebih awet muda. Prosedur ini mampu digunakan untuk mengencangkan kulit yang kendur dan menggelambir yang terdapat di sekitar rahang bawah. Selain itu, juga bisa dipakai untuk menghilangkan kerutan pada sekitar mulut, hidung dan kulit berlemak di leher.

Prosedur ini sebelumnya hanya digunakan untuk mengencangkan kulit, tetapi juga bisa sekaligus untuk mengembalikan posisi otot, kulit dan lemak seperti semula.  Facelift bisa dikombinasikan dengan pembedahan kosmetik lain, seperti misalnya untuk menarik dahi, pipi, alis hingga kelopak mata.

Sebelum prosedur dilakukan, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan pasien, mulai dari tekanan darah, konsumsi obat-obatan hingga alergi, keloid dan kondisi kulit. Setelah itu pasien dan dokter akan melakukan diskusi mengenai apa saja yang akan dilakukan untuk operasi. Konsultasi ini sekaligus mengenai jenis obat bius yang dipakai, proses pemulihan dan risiko komplikasi.

Perlu diketahui bahwa operasi ini dilakukan sebagai prosedur rawat jalan, artinya sangat memungkinkan melibatkan bius lokal dan obat penenang. Prosedur yang dilakukan bisa memakan waktu dua sampai lima jam, setelah prosedur selesai pasien juga diperbolehkan pulang di hari yang sama.

Mini Facelift

Merupakan prosedur bedah kosmetik yang bertujuan untuk mengangkat dan mengencangkan kulit kendur pada wajah dan leher. Prosedur ini merupakan versi modifikasi dari prosedur facelift tradisional, dengan melibatkan sayatan yang lebih kecil sehingga nantinya lebih sedikit pula jaringan yang dipotong.

Prosedur ini sering digunakan untuk menciptakan penampilan yang lebih halus dan awet muda. Perlu diketahui bahwa kulit tubuh mengalami penuaan seiring berjalannya waktu pada area wajah dan kulit leher. Termasuk kondisi di mana alis terkulai, terbentuk kantung di sekitar kelopak mata atas dan bawah, kulit kendur, pengurangan lemak di sekitar pipi hingga munculnya kerutan.

Terjadinya penuaan kulit umumnya mulai berkembang ketika seseorang menginjak usia 30-an, lalu perubahan yang terjadi semakin lebih jelas di usia 40-an hingga 50-an. Proses terjadinya penuaan bisa berlangsung lebih cepat jika seseorang menjalani gaya hidup tidak sehat seperti merokok, terlalu sering stres, kurang mendapat nutrisi yang seimbang hingga kurang tidur.

Mini Facelift merupakan jenis perawatan yang ideal untuk seseorang yang ingin mengembalikan tanda-tanda penuaan atau ingin mencapai penampilan yang lebih mudah  tanpa prosedur facelift tradisional atau normal. Sebelum melakukan prosedur, dokter biasanya akan memberitahu secara umum mengenai persiapan yang harus dilakukan pasien, seperti berikut ini.

  • Hindari pemakaian riasan dan perhiasan ketika bertemu dengan dokter, karena kondisi ini dapat menyulitkan dokter dalam menilai kondisi pasien secara akurat.
  • Meminta seseorang untuk mengantar pulang dari rumah sakit, selalu informasikan ke dokter mengenai obat-obatan yang dikonsumsi, termasuk suplemen dan herbal.
  • Hentikan kebiasaan merokok bagi perokok aktif, dilakukan selama empat hingga enam minggu sebelum operasi dilakukan.
Read More