Nama Anak Perempuan dan Laki-Laki: Bagaimanakah Pengaruhnya?

Parenting

Setiap anak yang lahir tentunya diberi nama sesuai dengan keinginan orang tua. Ada yang memberi nama kepada anaknya untuk mengartikan sesuatu, namun juga ada nama anak yang diberikan berdasarkan kenangan dari seseorang. Bagi sebagian orang tua, baik nama anak perempuan maupun laki-laki sebenarnya mengandung makna tertentu.

Nama anak tidak hanya mengartikan sesuatu, namun juga menentukan kepribadian dan masa depannya. Sebagian orang tua mungkin merasa sulit untuk menentukan nama yang tepat untuk anaknya yang baru lahir atau akan lahir. Hal ini berlaku seumur hidupnya sehingga orang tua perlu berhati-hati memilih nama untuk anaknya.

Perbandingan Antara Zaman Dahulu Dengan Zaman Sekarang

Sebagian orang tua menamai anak mereka berdasarkan saran dari orang tua, namun juga ada yang menamai anak mereka sesuai nama-nama tokoh dunia yang berpengaruh. Sebagian orang tua juga mengharapkan nama anaknya unik dan modern.

Sekitar 20 tahun yang lalu, nama-nama yang paling umum di Indonesia adalah Ayu, Reza, dan Putri. Nama-nama ini tidak hanya merupakan nama yang umum, namun juga dianggap sebagai nama yang paling relevan pada zamannya. Pelafalan pada nama-nama ini justru tidak sulit dan memiliki makna yang bagus.

Walaupun demikian, nama-nama seperti ini semakin jarang didengar di sekolah-sekolah zaman sekarang. Ayu, Reza, dan Putri mungkin sudah menikah dan memiliki anak sendiri sehingga nama yang diberikan merupakan pemberian dari orang tua milenial. Banyak orang-orang tua milenial yang terobsesi untuk memberikan nama anak mereka seunik dan modern mungkin.

Dibandingkan dengan zaman dahulu, orang tua ingin punya anak dengan nama yang sederhana dan dapat berbaur di lingkungannya. Orang-orang tua milenial ingin memberi nama anak yang menonjol, karena mereka khawatir dengan menggunakan nama yang biasa sehingga anak mereka akan menjadi orang yang biasa.

Hal tersebut juga menunjukkan perubahan dengan budaya dengan beberapa faktor. Salah satunya termasuk pengenalan statistik nama bayi dan maraknya penggunaan media sehingga nama-nama yang terdaftar lebih bervariasi dibandingkan dengan zaman dahulu.

Tren penamaan seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga terjadi di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Inggris. Orang tua berpikir bahwa pemberian nama anak yang autentik menunjukkan status sosial seseorang. Oleh karena itu, orang tua ingin membuat nama anak perempuan dan laki-laki mereka selangka mungkin.

Pelafalan Nama Anak

Menurut sebuah studi dari Columbia University, nama anak perempuan dan laki-laki dapat dibedakan sesuai pelafalan. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa setiap orang menilai kesan gender berdasarkan fonemnya. Fonem adalah satuan bunyi terkecil yang dapat menunjukkan kontras makna seperti perbandingan kata ‘bara’ dan ‘para.’

Fonem meliputi konsonan voiced dan unvoiced. Konsonan voiced merupakan sebuah kata yang diucapkan dengan mengeluarkan getaran di pita suara, sedangkan unvoiced merupakan sebuah kata yang diucapkan dan tidak mengeluarkan getaran di pita suara. Dengan kata lain, konsonan voiced memberikan kesan keras, sedangkan unvoiced memberikan kesan lembut. Contoh-contoh huruf yang memberikan kesan keras adalah d dan z. Contoh-contoh huruf yang memberikan kesan lembut adalah f dan s.

Jadi, Anda dapat menentukan citra anak sesuai jenis kelaminnya. Jika Anda ingin kesan lembut pada anak perempuan Anda, maka Anda sebaiknya namai anak Anda dengan fonem p, k, t, ch, f, th, s, sh, atau h. Jika Anda ingin kesan keras pada anak laki-laki Anda, Anda sebaiknya menggunakan fonem b, g, d, j, v, atau z.

Nama anak perempuan dan laki-laki tidak hanya dipakai untuk menunjukkan keunikan dan penyesuaiannya dengan zaman sekarang, namun juga dapat menunjukkan sifat mereka sebagai seseorang.

Read More