Pengobatan Dermatitis Numularis yang Perlu Diketahui

Penyakit
Dermatitis numular adalah penyakit kronis (jangka panjang) yang ditandai dengan bercak-bercak berbentuk koin pada permukaan kulit.

Salah satu jenis peradangan yang terjadi pada kulit berbentuk koin atau oval dengan ditandai ruam kulit yang terasa gatal disertai kondisi melepuh kecil, keropeng dan kulit bersisik disebut dengan dermatitis numularis. Kondisi ini juga dikenal dengan nama eksim nummular dan eksim diskoid, pada umumnya penyakit ini menyerang orang yang sudah berumur 55 hingga 65 tahun.

Dalam melakukan diagnosa terhadap penyakit ini, para dokter biasanya akan bertanya mengenai gejala dan riwayat penyakit. Selain itu, dokter juga akan mencari faktor risiko yang meningkatkan seseorang mengalami kondisi ini. Tes alergi akan disarankan oleh dokter jika diperlukan, tujuannya untuk memastikan apakah kulit alergi terhadap sesuatu yang memicu penyakit ini.

Pengobatan Dermatitis Numularis

Pemeriksaan penunjang yang lain bisa dilakukan guna membantu memastikan diagnosis yang telah dilakukan oleh dokter. Seperti misalnya, pada kasus dengan gejala tidak seperti seharusnya atau menyerupai penyakit lain. Dalam kondisi ini biasanya pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah swab cairan pada lesi kulit yang kemudian diperiksa di bawah mikroskop.

Pengobatan penyakit ini bertujuan untuk mengurangi peradangan yang ada dan juga gejala yang menyebabkan gatal serta nyeri. Cara pengobatan yang dilakukan adalah penggunaan obat, berikut ini beberapa obat trapi yang bisa digunakan untuk mengurangi peradangan disertai semua gejala yang timbul pada penyakit ini.

  • Kortikosteroid, penggunaan obat ini bisa dalam bentuk salep atau krim, merupakan pilihan pertama dan paling utama dalam mengurangi peradangan penyakit ini.
  • Fototerapi, biasanya menggunakan sinar UVB terhadap kasus dengan lesi yang luas dan tidak kunjung sembuh dalam kurun waktu yang lama ketika memakai obat salep atau krim.
  • Modulator sistem imun seperti tacrolimus dan pimecrolimus juga bisa dipakai untuk mengurangi peradangan yang muncul.
  • Antihistamin, misalnya seperti cetirizine bisa digunakan untuk mengurangi rasa dan gejala gatal hingga meredakan respons terhadap alergi.
  • Antibiotik salep, bisa diberikan ketika muncul infeksi sekunder yang ditimbulkan bakteri, salep yang dipakai tidak boleh mengandung neocimin karena merupakan penyebab peradangan.
  • Pemberian pelembab kulit, hal ini sangat bermanfaat dan membantu karena bisa menjaga kulit yang rusak dan mencegah timbulnya iritasi.

Cara Pencegahan

Penyebab dari kondisi ini memang tidak diketahui secara pasti, meski demikian bukan berarti kondisi ini tidak bisa dicegah. Seseorang bisa mencegah dirinya terkena penyakit ini dengan menerapkan beberapa langkah pencegahan, cara di bawah ini bisa diterapkan bagi mereka yang rentan terkena risiko dan yang sama sekali tidak memiliki risiko.

  • Menggunakan pelembab secara teratur segera setelah mandi, lakukan cara ini minimal satu kali dalam sehari.
  • Hindari bahan-bahan yang menjadi penyebab munculnya iritasi kulit, seperti cairan pembersih kerak, sabun untuk mencuci pakaian hingga bahan kimia lain.

Bercak dermatitis numularis secara umum banyak ditemukan pada bagian paha dan betis, tetapi kondisi ini juga bisa muncul di area tubuh lain. Selain itu, ukurannya juga berbeda-beda mulai dari dua hingga 10 cm. Selain itu, kondisi ini juga muncul dengan warna yang berbeda mulai dari merah muda, merah hingga coklat.

Awal mula kondisi ini muncul dengan tanda bintik-bintik berwarna merah seperti luka melepuh yang kemudian menyatu menjadi bercak merah yang lebih besar, biasanya muncul menyerupai bentuk koin. Seiring berjalannya waktu, bercak tersebut akan mengering menjadi sisik hingga mengelupas dan pada bagian tengah bercak akan berwarna putih menyerupai kurap.

Read More