diare saat liburan

Waspadai Diare Pelancong Bagi Anda yang Hobi Jalan-jalan

Penyakit

Diare pelancong merupakan sebuah kondisi masalah pencernaan berupa diare yang terjadi pada para pelancong saat sedang melakukan perjalanan. Biasanya, penyebabnya adalah infeksi usus yang terjadi akibat makan atau minum dari makanan atau air yang terkontaminasi. Pengolahan makanan yang tidak bersih dan steril dapat berisiko menularkan infeksi kepada orang yang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Daerah-daerah tujuan wisata, di mana terdapat risiko infeksi diare tinggi adalah beberapa negara-negara berkembang di Afrika, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Asia. Risiko infeksi bervariasi tergantung pada jenis paparan makanan, jenis makanan, hingga higienitas dari makanan dan minumannya. Penyebab paling umum yang mengakibatkan hal ini adalah infeksi bakteri yang disebut E. Coli.

Gejala Diare Pelancong
Ada beberapa gejala khas yang sering dialami para wisatawan, di antaranya adalah:

  • Keluhan diare mendadak
  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Kembung
  • Kebutuhan mendesak harus buang air besar
  • Malaise (tubuh terasa lemah atau tidak nyaman)
  • Terasa gas di perut menyakitkan
  • Kram perut
  • Kehilangan selera makan

Diare pelancong ini biasanya berlangsung dalam waktu yang sebentar dan tidak permanan. Yang paling lama berkisar antara 3 hingga 7 hari dan jarang mengancam jiwa.

Penanganan Diare Pelancong
Seperti halnya penyakit pada umumnya, upaya terbaik untuk menangani diare yang terjadi saat berada di perjalanan adalah dengan berkonsultasi dengan dokter dibandingkan dengan mencoba mengobatinya sendiri.

Pepto-Bismol merupakan salah satu obat yang cukup direkomendasikan untuk  mengurangi diare dan mengurangi gejala dengan cepat. Obat yang mudah ditemukan di apotek ini juga tampaknya efektif untuk mencegah diare, tetapi tidak boleh dikonsumsi lebih dari tiga minggu.

Efek samping dari mengonsumsi Pepto-Bismol cukup beragam, antara lain adalah menghitamnya lidah dan feses sementara, rasa mual, konstipasi, dan terkadang terasa ada bunyi dering di telinga. Jangan mengonsumsi Pepto-Bismol jika Anda memiliki alergi aspirin, insufisiensi ginjal, asam urat, atau jika Anda mengonsumsi antikoagulan, probenecid (Benemid, Probalan), atau metotreksat (Rheumatrex).

Dalam perawatan diare pelancong juga membutuhkan asupan cairan dan garam untuk menggantikan kandungannya yang hilang dalam tubuh yang hilang akibat diare. Untuk kembali menghidrasi tubuh, cara paling baik yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan larutan rehidrasi oral seperti larutan oralit.

Kapan Harus Memeriksakan Diri Dokter Saat Mengalami Diare Pelancong?
Pada dasarnya, diare pelancong dapat sembuh dengan sendirinya karena tidak disebabkan oleh infeksi yang serius. Akan tetapi, bukan tidak mungkin diare pelancong juga dapat menjadi sesuatu hal yang serius. Anda tetap perlu melakukan pemeriksaan ke dokter jika:

  • Diare parah, berdarah, atau tidak sembuh dalam beberapa hari
  • Diare disertai dengan demam dan meriang
  • Kesulitan mendapat asupan cairan untuk mencegah dehidrasi

Cara Mencegah Diare Pelancong
Di daerah dengan sanitasi yang buruk, Anda harus lebih waspada saat akan mengonsumsi makanan atau minuman. Misalnya, hanya minuman tertentu yang aman untuk diminum, seperti air matang, minuman panas (seperti kopi atau teh) yang dibuat dengan air matang, minuman berkarbonasi kaleng atau botol, bir, dan anggur. Hindari es, karena biasanya es dibuat dari air yang terkontaminasi.

Selain itu, akan lebih aman jika Anda minum dari kaleng atau botol yang belum dibuka dibandingkan dengan menuangkannya dari wadah yang tidak diketahui kebersihannya. Pasalnya, wadah air baik itu teko atau botol minuman mungkin juga terkontaminasi.

Jika Anda berpergian ke daerah yang sulit mendapatkan air kemasan yang higienis, cobalah untuk selalu merebus dahulu air sebelum diminum untuk memastikan seluruh kuman dan bakteri di dalamnya sudah mati.


Makanan yang Harus Dihindari Pelancong

Tidak hanya minuman, beberapa makanan juga harus dipilih dengan hati-hati. Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang harus Anda hindari:

  • Salad
  • Sayuran dan buah mentah. Pastikan untuk mencuci dan mengupasnya terlebih dahulu.
  • Susu dan produk susu yang tidak dipasteurisasi
  • Daging mentah dan kerang
  • Makanan yang sudah dimasak dan masih panas biasanya aman.

Selain itu, waspadai juga beberapa jenis ikan yang tidak dijamin aman, bahkan ketika dimasak karena memiliki kandungan racun dalam dagingnya. Sebut saja ikan karang tropis, kakap merah, amberjack, dan kerapu. Berhati-hatilah pada makanan yang memang tidak biasa Anda makan.

Read More