Hati-hati, Ini Beberapa Efek Samping Mentimun bagi Ibu Hamil

Hidup Sehat

Air mentimun merupakan pilihan minuman populer untuk ibu hamil. Mentimun mengadung sumber nutrisi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan ibu dan janin, seperti kalium, mangan, fosfor, dan asam pantotenat.

Mentimun juga kaya serat dan rendah kalori. Sekitar 95% mentimun terdiri dari air, sehingga sangat bagus untuk menghidrasi ibu hamil.

Namun dibalik segudang manfaat timun, ternyata ada efek samping yang jarang diketahui, lho. Berikut ini efek samping mentimun yang bisa merugikan saat dikonsumsi selama masa kehamilan.

  • Meningkatkan gas di perut

Peningkatan gas di perut adalah hal yang umum terjadi ketika Anda mengonsumsi mentimun selama masa kehamilan. Hal ini dikarenakan biji mentimun mengandung senyawa beracun bernama cucurbitacin.

Gas perut yang berlebih dapat menyebabkan sendawa serta gangguan pencernaan terutama pada pemilik perut sensitif.

  • Sering buang air kecil

Mentimun kaya akan serat, sehingga mengonsumsi timun terlalu banyak memicu peningkatan buang air kecil. Hal ini jelas membuat ibu hamil tidak nyaman, terlebih jika sudah memasuki trimester akhir.

  • Dapat memicu reaksi alergi

Beberapa orang dapat alergi terhadap mentimun. Jika Anda alergi terhadap buah hijau ini, tidak disarankan mengonsumsinya sama sekali.

Mengonsumsi timun dapat menyebabkan reaksi alergi seperti gatal-gatal dan bengkak di area tubuh tertentu.

  • Efek toksisitas atau keracunan

Dari makanan yang sehat, timun bisa berubah menjadi membahayakan. Faktanya, mentimun mengandung dua zat beracun yaitu cucurbitacins dan tetracyclic triterpenoids.

Ketika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, racun ini akan menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan kematian baik pada ibu hamil atau janin yang dikandung.

Jika Anda pernah mendapatkan timun dengan rasa yang sangat pahit, hal itu menandakan kadar racun pada timun tersebut tinggi.

  • Berisiko tinggi terkontaminasi pestisida

Timun masuk ke dalam daftar 10 besar buah yang berisiko tinggi terpapar pestisida. Paparan pestisida sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh, terutama bagi ibu hamil.  

Untuk menghindari efek ini, pilihlah timun organik. Cuci bersih dan gosok kulit timun secara perlahan menggunakan sabun khusus atau air mengalir. Kupas kulit mentimun sebelum mengonsumsinya.

  • Dapat menyebabkan hiperkalemia

Timun merupakan sumber kalium, mineral penting yang sangat dibutuhkan tubuh. Salah satu fungsi kalium adalah mengatur keseimbangan hormon dan meningkatkan mood pada ibu hamil.

Jika dikonsumsi dalam jumlah yang pas, kalium juga bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh serta mengatasi ketidaknyamanan akibat masa kehamilan. Dosis kalium yang direkomendasikan untuk ibu hamil adalah 4.700 mg.

Ketika Anda melebihi batas rekomendasi yang disarankan, efek samping mentimun yang ditimbulkan adalah hiperkalemia. Hiperkalemia adalah kondisi dimana tubuh seseorang memiliki kadar kalium elektrolit yang tinggi.

Cara aman mengonsumsi mentimun selama masa kehamilan

Ketika hendak membeli mentimun, pilihlah timun yang kaku dengan permukaan kulit yang mulus. Selain itu, pilihlah timun dengan warna yang lebih gelap. Semakin gelap warna kulitnya, maka semakin tinggi kandungan nutrisinya.

Cuci bersih mentimun dengan sabun khusus atau air mengalir, dan gosok secara perlahan. Kupas kulit mentimun sebelum dikonsumsi untuk menghidari kontaminasi pestisida.

Setelahnya, Anda bisa memakannya secara langsung atau mengolahnya menjadi jus, air timun, atau acar. Anda juga bisa menambahkannya ke dalam salad atau roti lapis agar lebih bergizi.

Simpan ketimun di dalam ziplock atau kantong sayuran khusus, lalu masukkan ke dalam kulkas, bukan freezer. Menyimpan timun di dalam wadah dapat menjaga kelembabannya dalam waktu lama dan menghindari dari kulit timun yang mengeriput.

Mentimun aman dikonsumsi ibu hamil di malam hari. Namun ingat bahwa timun kaya akan serat sehingga efek samping mentimun yang bisa terjadi adalah buang air kecil yang lebih sering.

Untuk mencegah hal tersebut, hindari mengonsumsi timun 3 hingga 4 jam sebelum tidur.

Read More