Dampak Pengangguran Terhadap Kesehatan Mental

Dampak Pengangguran Terhadap Kesehatan Mental

Kesehatan Mental

Pada usia produktif yang seharusnya bekerja atau punya usaha tapi masih menganggur, pasti diselimuti kegalauan? Jadi pengangguran tidak hanya berdampak pada finansial saja, tetapi dampak pengangguran juga bisa merembet pada kondisi kesehatan mental seseorang yang mengalaminya. Seseorang dikatakan sebagai pengangguran bila masih berada dalam usia produktif, mampu bekerja jika diberi peluang, dan aktif mencari pekerjaan lewat berbagai platform. Orang yang sedang tidak memiliki pekerjaan, tapi juga tidak sedang mencari pekerjaan, tidak bisa dikatakan sebagai pengangguran.

Dalam jangka pendek, dampak pengangguran mungkin tidak akan terlalu terasa. Namun jika pekerjaan baru tidak kunjung datang dalam jangka waktu panjang, kesehatan mental pun bisa terganggu. Penelitian membuktikan, dampak pengangguran dalam jangka panjang bisa mengakibatkan stres hingga depresi. Bahkan, kondisi ini dapat berujung pada kematian, entah itu diakibatkan oleh munculnya berbagai penyakit fisik seperti serangan jantung maupun keinginan untuk bunuh diri. Dampak pengangguran ini bisa muncul karena berbagai hal, seperti berikut ini.

  1. Penurunan standar hidup

Menjadi pengangguran dipastikan membuat standar hidup menurun drastis. Apalagi jika tempat bekerja sebelumnya memberi fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari uang makan hingga jaminan asuransi.

  1. Rasa tidak aman terhadap kondisi finansial

Sekalipun bukanlah orang yang suka berfoya-foya, terjadinya penurunan pemasukan secara drastis sangat wajar membuat cemas. Rasa khawatir yang berlangsung terus-menerus bukan tidak mungkin akan menggoyahkan kesehatan mental.

  1. Penurunan kepercayaan diri

Pengangguran kerap identik sebagai orang yang tidak berguna. Bila berlangsung terus-menerus, stigma itu akan menurunkan kepercayaan diri.

  1. Merasa tidak punya teman

Dampak pengangguran juga akan terasa pada hubungan sosial, yakni ketika tidak lagi bisa bersosialisasi dengan rekan kerja secara intens. Di kemudian hari, sangat mungkin timbul perasaan tidak disenangi dan minder. Dampak pengangguran yang dirasakan seseorang mungkin berbeda-beda, karena banyak faktor. Misalnya dari segi gender, laki-laki cenderung lebih rentan stres karena kondisi finansial yang tidak lagi stabil setelah di-PHK, sedangkan wanita lebih rentan stress karena tidak lagi memiliki koneksi sosial.

  1. Menimbulkan Persepsi Negatif

Sebuah ulasan dalam jurnal “Procedia Engineering” menyebut, menganggur bisa menyebabkan persepsi negatif, yang dapat termanifestasi menjadi kecemasan, depresi, perasaan melankoli, rasa ketergantungan, ketidakmampuan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari, dan ketidakpuasan diri.

  1. Rusaknya Hubungan

Hubungan dengan pasangan, baik pacaran, tunangan, atau sudah menikah, bisa terpengaruh. Umumnya, dampaknya paling dirasakan oleh pasangan menikah karena bisa terjadi perceraian, khususnya bila pria yang terlalu lama menganggur.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) setidaknya terdapat 6,88 juta penduduk yang masuk kategori pengangguran di Indonesia. Jumlah ini meningkat sekitar 60.000 orang dibanding periode yang sama pada 2019. Sayangnya, tingkat pengangguran di Tanah Air tampaknya akan bertambah seiring dengan penurunan pertumbuhan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Kementerian Keuangan RI memprediksi kenaikan tingkat pengangguran akibat pandemi bisa mencapai 5,23 juta orang. Mendapatkan pekerjaan baru di era pandemi mungkin akan lebih sulit dibanding sebelumnya. Anda bahkan mungkin harus menurunkan standar gaji atau melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan passion terdahulu.

Read More
depresi hingga ingin bunuh diri

Ini Tanda Depresi yang Mengarah pada Keinginan Bunuh Diri

Kesehatan Mental

Depresi merupakan salah satu masalah kejiwaan yang paling umum terjadi. Sayangnya, kondisi ini masih kerap dipandang sebelah mata. Kesadaran untuk memeriksakan dan menjalani perawatan akibat depresi, juga masih rendah.

Padahal, pada keadaan yang parah, depresi dapat memicu timbulnya keinginan bunuh diri. Bunuh diri bisa dicegah, asal Anda menyadari hal-hal yang harus diwaspadai. Karena itu, hilangkan stigma, dan kenali lebih jauh mengenai depresi serta tanda-tandanya.

Kenali Tanda yang Muncul pada Penderita Depresi

Tidak semua penderita depresi memiliki pengalaman yang sama dalam penyakit ini. Meski begitu, terdapat beberapa tanda dan gejala yang bisa dikenali, Pada penderita depresi, tanda dan gejala ini tidak hanya muncul sesekali, melainkan terus-menerus, selama beberapa minggu atau bulan.

Selain itu, tanda dan gejala yang muncul juga cukup parah, hingga dapat mengganggu kehidupan sosial, pekerjaan, serta hubungan dengan keluarga. Beberapa kondisi yang dapat dilihat sebagai tanda dan gejala depresi adalah:

  • Suasana hati yang buruk, atau kesedihan yang dirasakan terus-menerus
  • Merasa tidak ada harapan atau pertolongan yang bisa didapatkan
  • Memiliki rasa percaya diri yang rendah, selalu ingin menangis, dan diliputi rasa bersalah
  • Tidak memiliki motivasi dan daya tarik terhadap sesuatu
  • Selalu merasa cemas
  • Memiliki keinginan untuk bunuh diri, atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri

Secara fisik, depresi juga dapat menimbulkan dampak pada tubuh, di antaranya:

  • Bergerak atau berbicara lebih lambat dari biasanya
  • Perubahan berat badan (penurunan maupun kenaikan berat badan), dan nafsu makan
  • Konstipasi
  • Rasa nyeri dan sakit yang tidak bisa dijelaskan asalnya
  • Kekurangan energi dan kehilangan libido
  • Perubahan siklus menstruasi
  • Mengalami gangguan tidur

Kenali Tanda-tanda Ingin Bunuh Diri

Pada kondisi yang parah, depresi dapat memicu munculnya keinginan bunuh diri. Orang yang ingin bunuh diri tidak melihat mati sebagai tujuan. Tujuan utamanya adalah untuk menghilangkan rasa sakit yang dirasakan.

Karena itu, jangan pernah menganggap keinginan untuk bunuh diri hanya sebagai ancaman. Jika Anda menemui tanda-tanda seperti di bawah ini pada seseorang, segera berikan pendampingan serta cari bantuan profesional.

  1. Terus Berbicara Mengenai Kematian

Beberapa orang berbicara secara terbuka mengenai keinginannya untuk bunuh diri, atau selalu membicarakan tentang sesuatu yang berhubungan dengan kematian. Mereka bisa jadi telah mencari tahu berbagai cara untuk bunuh diri, atau bahkan membeli peralatan untuk menjalankan keinginan tersebut.

  • Telah Membuat Rencana untuk Bunuh Diri

Orang yang ingin bunuh diri mungkin telah mempersiapkan tahapan-tahapan tertentu, seperti membuat surat wasiat, memberikan barang-barang miliknya, dan mengucapkan selamat tinggal pada orang-orang di sekitarnya.

  • Menjauh dari Orang Sekitar

Ketika seseorang tiba-tiba menjauhkan diri dari teman dekat, keluarga, serta kehilangan ketertarikan dalam berbagai kegiatan dan menjadi penyendiri, maka kondisi tersebut bisa jadi merupakan tanda munculnya keinginan untuk bunuh diri.

  • Terlihat Menderita

Orang yang ingin bunuh diri menyampaikan rasa sakit begitu hebat, yang dirasakannya. Selain itu, juga muncul pemikiran bahwa dirinya merupakan beban bagi orang lain.

  • Suasana Hati dan Pola Tidur Tidak Teratur

Orang yang depresi umumnya merasakan marah, sedih, cemas, mudah kesal, dan agresif. Namun, ketika perilakunya tiba-tiba berubah menjadi tenang, maka pikiran untuk bunuh diri bisa jadi telah muncul. Pola tidur orang yang ingin bunuh diri juga dapat berubah menjadi jauh lebih sering, atau malah berkurang drastis.

Jika Anda melihat tanda-tanda depresi, yang bahkan mengarah kepada keinginan untuk bunuh diri, maka segera bantu penderitanya untuk mencari bantuan profesional. Jangan pernah meremehkan depresi serta tanda ingin bunuh diri. Dengan begitu, bisa jadi Anda telah menyelamatkan nyawanya.

Read More