Ketika Anestesi Umum Berujung pada Hal-Hal yang Tidak Diinginkan

Hidup Sehat

Dalam beberapa prosedur medis, utamanya operasi, dibutuhkan sebuah anestesi. Anestesi dapat dimengerti sebagai pembiusan. Ada dua macam anestesi, yakni lokal dan anestesi umum. Yang disebut terakhir dikenal juga dengan bius total. Dua jenis itu memungkinkan pasien tidak merasakan apa yang tengah terjadi pada dirinya.

Namun, pernahkah Anda berpikiran bahwa ada kondisi-kondisi di mana anestesi umum tidak berjalan dengan baik sehingga berujung dengan kondisi “yang menyeramkan”? Ya, nyatanya anestesi umum bisa saja gagal.

Kegagalan atau keberhasilan anestesi umum tidak dapat dipisahkan. Pasalnya, anestesi adalah sebuah sistem yang saling berkaitan. Sistem ini dapat terdiri dari manusia dan juga komponen-komponen teknik, yang dikenal dengan istilah “sistem manusia-mesin (Man-machine system).

Dalam sistem anestesia yang termasuk komponen adalah ahli anestesi, pasien, mesin anestesi, mesin pemantau, personil ruang operasi (ahli bedah, perawat, teknisi), peralatan ruang operasi, dan fasilitas lain juga kebijaksanaan pihak rumah sakit.

Kesemua komponen tersebut harus dipertimbangkan sebagai suatu penyebab timbulnya faktor yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh sistem.

Telah banyak penelitian yang berusaha untuk menentukan kejadian komplikasi akibat anestesi umum. Dari sana, didapat tiga kemungkinan terbesar yang dapat menyebabkan semua itu terjadi. Di antaranya:

  • Kesalahan Manusiawi

Tidak dapat dimungkiri jika manusia adalah tempatnya kesalahan. Oleh karenanya timbul istilah “manusiawi” dalam setiap kekeliruan yang dibuat oleh seorang manusia. Hal ini memang terdengar seperti sebuah pembelaan, tetapi begitulah adanya.

Yang dianggap “manusiawi” di sini adalah kekeliruan perencanaan karena adanya penyebab kurangnya pengetahuan sehingga timbul kegagalan bereaksi terhadap suatu kondisi yang di luar kebiasaan atau hukum yang dianut.

Selain itu juga termasuk di sini adalah kesalahan pelaksanaan yang biasanya akibat ketidakjelasan instruksi. Juga kesalahan karena kegagalan ingatan atau lupa. Ada pendapat yang beranggapan bahwa untuk meningkatkan keamanan dalam anestesia umum secara efektif adalah dengan menghilangkan “kesalahan manusiawi” ini, walaupun hal ini tidak mungkin karena kesalahan adalah karakteristik yang normal untuk manusia.

  • Faktor Manusia

Tak jauh beda dengan fator pertama, tetapi di sini yang dimaksud dengan “faktor manusia” adalah keadaan di mana timbulnya suatu kejadian kritis karena kegagalan bereaksi terhadap informasi yang timbul.

Faktor manusia yang banyak diteliti adalah “kelelahan”. Dikatakan bahwa tidak ada seorang anestesiolog yang boleh dan/atau diwajibkan melakukan rutinitas yang panjang pada keesokan harinya apabila sepanjang malam sebelumnya ia terjaga atau bertugas.

Faktor lainya adalah ketergesa-gesaan, kurang hati-hati, kurang perhatian, faktor usia, komunikasi yang buruk dengan tim, faktor visual, faktor mental dan fisik, ketakutan sampai faktor kurangnya konsentrasi karena masalah pribadi.

  • Kemungkinan Faktor Lain

Dalam anestesi umum, faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab timbulnya suatu kejadian kritis atau bahkan kematian di antaranya adalah faktor pasien, prosedur operasi, dan anestesia itu sendiri.

Dipandang dalam suatu sistem yang kompleks antara manusia dan teknologi seperti anestesi, terdapat dua katagori kegagalan: aktif dan laten. Kegagalan aktif melibatkan reaksi dari operator (anestesiolog) pada suatu sistem yang kompleks di mana ia bekerja. Sedangkan kegagalan laten, adalah suatu kegagalan yang sudah ada dalam sistem itu sendiri.

***

Kecelakaan dalam anestesia umum dapat dikategorikan sebagai tindakan yang dapat dicegah dan tidak dapat dicegah. Beberapa hal yang tidak diinginkan, sebagai contoh, seperti sindrom kematian mendadak, reaksi obat yang mematikan, atau hasil yang buruk yang terjadi meskipun menggunakan manajemen yang tepat.

Namun, penelitian dari anestesia yang terkait bahwa kematian atau nyaris celaka sebagian besar dapat dicegah. Kuncinya adalah, petugas terkait dalam prosedur anestesi umum diwajibkan untuk selalu berpegang pada prinsip-prinsip keselamatan pasien.

Read More