Awas Penis Patah! Penyebab dan Gejalanya

Hidup Sehat Penyakit

Penis patah adalah salah satu kondisi yang paling ditakuti oleh kaum Adam. Meskipun jarang ditemukan, penis patah merupakan cidera yang mengkhawatirkan dan dapat terjadi saat Anda melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Berbeda dengan tulang yang patah, penis patah muncul karena dua daerah penis yang bertanggung jawab akan terjadinya ereksi, yaitu selubung penis dan korpora cavernosa pecah. Karena cidera ini dapat menyebabkan kerusakan pada fungsi kandung kemih dan reproduksi/seksual seorang pria dalam waktu yang lama, sangat penting bagi Anda untuk segera mendapatkan perawatan medis apabila Anda menderita penis patah. Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah, apa penyebab penis patah dan gejala apa saja yang muncul saat cidera ini terjadi? Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendalam.

Penyebab penis patah

Penis memiliki daerah jaringan yang berbentuk seperti spons yang disebut dengan korpus cavernosa. Saat seorang pria memiliki ereksi, darah yang ada di penis berpusat di daerah tersebut. Saat penis ereksi, satu atau kedua sisi korpus cavernosa dapat putus, sehingga menyebabkan penis patah. Penis patah pada umumnya hanya akan terjadi saat penis seorang pria mengalami ereksi. Penis yang lembek atau tidak mengalami ereksi biasanya tidak menyebabkan penis patah karena korpus cavernosa tidak mengalami pembesaran dibandingkan dengan penis yang ereksi. Dalam satu ulasan studi, penyebab utama penis patah di Amerika Serikat terjadi saat melakukan hubungan seksual. Cidera biasanya terjadi saat seorang pria melakukan dorongan saat berhubungan badan pada tulang kemaluan atau perineum, yang dapat menyebabkan korpus cavernosa patah atau putus. Tidak perlu hubungan yang kasar untuk mematahkan penis. Tidak berada pada posisi yang benar saat melakukan hubungan intim dapat menyebabkan penis mengenai tulang dan dengan dorongan yang keras dapat membuat penis patah. Selain itu, penis patah juga dapat terjadi akibat berguling di tempat tidur saat memiliki ereksi, terpukul benda saat ereksi, dan terjatuh menghantam tanah saat ereksi.

Gejala Penis Patah

Penis patah merupakan sebuah cidera yang sangat menyakitkan dan biasanya terjadi pada 2/3 bagian bawah penis. Gejala yang ditimbulkan saat seseorang menderita penis patah adalah penis yang berdarah, munculnya lebam berwarna kehitaman atau gelap pada bagian penis, memiliki masalah saat buang air kecil, Anda mendegar suara patah atau retak, tidak. bisa ereksi, rasa sakit mulai dari yang ringan hingga berat. Menurut penelitian, gejala penis patah yang tidak disertai dengan suara patah atau retak atau hilangnya kemampuan untuk ereksi dapat disebabkan karena cidera berbentuk lain.

Menurut dokter, penis patah biasanya akan membuat penis berbentuk seperti “kelainan bentuk terong”. Kondisi ini membuat penis terlihat bengkak dan berwarna ungu kehitaman. Gejala lain, yang jarang terjadi, saat penis patah termasuk pembengkakan pada skrotum dan darah pada urin. Kondisi lain yang memberikan gejala menyerupai penis patah adalah keusakan pada pembuluh darah dan arteri pada penis, dan rusaknya ligamen suspensori. Dokter dapat melakukan teknik penciteraan dan melakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan perbedaan antara kondisi-kondisi tersebut.

Apabila seorang pria mencurigai dirinya menderita penis patah, segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan secepatnya. Dokter menganggap penis patah merupakan sebuah kondisi darurat karena penis patah memiliki potensi dalam memberikan dampak terhadap kondisi kesehatan seksual seseorang, dan mengganggu fungsi kemih secara permanen. Apabila perawatan dapat didapatkan dengan cepat, dokter akan lebih mudah mengobatinya dan penderita penis dapat dapat sembuh dengan tuntas.

Read More

Penyebab dan Perawatan Rambut Rontok

Penyakit

Menurut Akademi Dermatologi Amerika, terdapat lebih dari 80 juta pria dan wanita yang menderita rambut rontok bawaan atau biasa disebut dengan istilah alopecia. Alopecia dapat berdampak pada rambut di kepala Anda atau di bagian tubuh lain. Rambut rontok ini sering terjadi pada orang dewasa. Namun rambut rontok berlebih juga dapat terjadi pada anak-anak. Pada umumnya, seseorang akan kehilangan rambut 50 hingga 100 helai rambut setiap harinya. Dan ini merupakan sebuah kondisi yang normal. Rambut baru akan mengganti rambut yang hilang. Namun pada beberapa orang, rambut akan berhenti tumbuh dan menyebabkan kebotakan. Tergantung pada penyebabnya, rambut rontok dapat menjadi sebuah kondisi yang permanen ataupun sementara. Apabila Anda merasa kehilangan rambut lebih daripada biasanya, diskusikan dengan dokter. Dokter akan memeriksa dan mendiagnosa penyebab rambut rontok serta merekomendasikan rencana perawatan yang dibutuhkan.

Penyebab rambut rontok

Dokter ahli kulit akan menentukan penyebab utama rambut rontok. BIasanya, yang sering umum terjadi, rambut rontok pada pria dan wanita disebabkan karena kebotakan turun-menurun. Apabila Anda memiliki riwayat kebotakan pada keluarga, Anda mungkin akan memiliki risiko kerontokan rambut jenis ini. Beberapa hormon sex juga dapat memicu rambut rontok bawaan dan hal ini dapat dimulai saat seseorang menginjak pubertas. Selain itu, penyakit-penyakit serius, operasi, dan kejadian traumatis dapat memicu rambut rontok. Akan tetapi, biasanya rambut akan tumbuh dengan sendirinya tanpa perlu adanya perawatan.

Perubahan hormon juga dapat menyebabkan rambut rontok sementara. Perubahan hormon dapat terjadi pada ibu hamil, ibu melahirkan, berhenti menggunakan pil KB, dan menopause. Apabila Anda menderita penyakit tertentu, obat-obatan untuk mengobati penyakit tersebut dapat menyebabkan rambut rontok. Penyakit tersebut seperti penyakit thyroid, penyakit alopecia (penyakit autoimun yang menyerang folikel rambut) dan infeksi kulit kepala. Penyakit-penyakit yang dapat meninggalkan bekas luka seperti lichen planus dapat menyebabkan kerontokan rambut secara permanen akibat luka yang ditimbulkan. Rambut rontok juga dapat disebabkan oleh pengobatan untuk penyakit kanker, tekanan darah tinggi, arthritis, depresi, dan gangguan jantung. Syok emosi dan fisik dapat memicu rambut rontok, seperti kehilangan anggota keluarga, turunnya berat badan dengan drastic, dan demam tinggi. Kekurangan protein, zat besi, dan nutrisi lain juga dapat menyebabkan rambut semakin menipis.

Perawatan rambut rontok

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi rambut rontok dan menstimulasi pertumbuhan rambut kembali. Salah satunya adalah dengan makan makanan dengan gizi yang lengkap serta seimbang. Beberapa vitamin yang penting untuk pertumbuhan rambut, seperti:

  • Vitamin C. Vitamin ini penting untuk membangun kolagen, jaringan penghubung kulit yang ditemukan di folikel rambut. Makanan yang banyak mengandung vitamin C seperti buah sitrus, brokoli, dan stroberi.
  • Vitamin B. Vitamin kompleks ini dapat meningkatkan kesehatan metabolisme, dan menjaga kesehatan kulit dan rambut. Vitamin B banyak ditemukan di sayuran berdaun gelap, kacang-kacangan, polong-polongan, dan alpukat.
  • Vitamin E. Vitamin ini mengandung antioksidan ampuh yang dapat menyehatkan kulit kepala. Makanan-makanan yang kaya vitamin E seperti biji bunga matahari, bayam, minyak zaitun, brokoli, dan udang.

Apabila Anda mendapatkan cukup nutrisi dari makanan-makanan tersebut di atas, konsultasikan dengan dokter perlu tidaknya Anda membutuhkan suplemen. Dokter akan mendiskusikan pilihan dan rekomendasi dosis terbaik untuk Anda. Jangan pernah menambahkan suplemen bernutrisi apapun pada rutinitas Anda tanpa pengawasan dokter. Diet yang tepat dan gaya hidup sehat dapat membantu Anda mengatasi rambut rontok.

Read More
penyebab refluks asam lambung

Refluks Asam Lambung dan Penyebabnya

Penyakit

Penyebab refluks asam lambung memang tidak dapat diketahui secara pasti karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Refluks bisa terjadi karena asam lambung yang naik sampai ke kerongkongan dan berikut adalah beberapa kemungkinan penyebabnya:

  • Kelainan pada perut

Perut yang memiliki kondisi abnormal seperti hiatal hernia dapat menyebabkan refluks asam lambung berkepanjangan. Kelainan ini terjadi ketika LES berada di atas perut padahal seharusnya di bagian bawah. Karena katup LES tidak berada di tempatnya, asam lambung yang seharusnya dihentikan tetap naik menuju ke bagian dada dan menyebabkan nyeri.

  • Kehamilan

Pada wanita hamil, kerap kali ditemui refluks asam lambung karena hormon yang meningkat dan tekanan yang terjadi di bagian perut akibat janin yang berkembang. Pada semester ketiga biasanya kondisi ini akan semakin terasa dan baru hilang sesaat sebelum waktu melahirkan.

  • Merokok

Merokok dapat melemahkan otot-otot pada katup LES sehingga tidak berfungsi semestinya. Selain itu, merokok juga merusak membrane mucus dan otot pada kerongkongan. Kebiasaan merokok juga mengurangi produksi air liur yang penting untuk menetralkan asam lambung.

Makanan pemicu refluks asam lambung

Makan dalam porsi besar kemudian berbaring tidur dapat menyebabkan rasa panas akibat asam lambung yang naik. Selain itu, batuk kering dan susah menelan juga merupakan baghian dari akibat refluks asam lambung. Berikut adalah makanan yang sering menyebabkan refluks asam lambung:

  • Alkohol. Selain meningkatkan produksi asam lambung, minuman beralkohol juga menyebabkan kanker tenggorokan. Semakin tinggi tingkat konsumsinya, semakin besar risikonya. Terutama jika kebiasaan ini dibarengi dengan merokok.
  • Minuman berkarbonasi
  • Cokelat
  • Buah-buahan sitrus seperti lemon dan jeruk
  • Minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi
  • Makanan berlemak dan makanan yang digoreng
  • Tomat, saus spageti, salsa dan pizza
  • Bawang putih dan bawang bombai
  • Mint
  • Makanan pedas

Beberapa penyebab umum refluks asam lambung lainnya yaitu:

  • Kegemukan dan obesitas
  • Makan makanan berat dan berbaring setelahnya
  • Makan sesaat sebelum tidur
  • Konsumsi obat aspirin atau ibuprofen yang dapat melemaskan otot.

Gejala asam lambung dapat terjadi sewaktu-waktu terlebih jika pola gaya hidup yang diterapkan kurang sehat. Dengan menerapkan gaya hidup sehat dan menghindari stress, penyakit asam lambung sangat mungkin untuk dihindari.

Read More
tips meredakan efek samping kanker

Tips Meredakan Berbagai Efek Samping Kanker

Penyakit

Efek samping kanker pada penderita kanker umumnya terlihat sama, terlepas dari gejala atau jenis kanker yang dimiliki. Sebelum membahas lebih lanjut tentang efek samping kanker, sebaiknya dipahami terlebih dahulu gejala-gejala kanker. Pada dasarnya, gejala kanker dirasakan berbeda-beda, tergantung pada letak kanker, seberapa besar kanker, dan organ yang terdampak dari kanker tersebut.

Meski penyakitnya berbeda bagi setiap orang, beberapa gejalanya memiliki kesamaan, seperti kelelahan, sakit, dan mual. Apa pun efek samping yang dialami, Anda dapat meredakannya. Bicaralah pada dokter Anda mengenai obat dan cara-cara lainnya untuk meredakan efek samping dari gejala tersebut.

Kelelahan

Merasakan kelelahan dirasa wajar-wajar saja dialami siapapun, namun kelelahan karena efek samping kanker sedikit berbeda. Kelelahan ini membuat Anda merasa lelah bahkan hanya untuk bangun dari tempat tidur. Untuk mengatasinya, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  • Jangan terlalu memaksakan. Lakukanlah apa yang mampu Anda lakukan. Selebihnya, mintalah bantuan kepada keluarga atau teman untuk membantu Anda.
  • Beristirahatlah selama 20 menit pada siang hari untuk mengumpulkan kembali energi Anda
  • Berolahraga. Olahraga dapat membantu Anda mendapatkan energi lebih banyak. Berjalan atau bersepeda secara rutin selama 15 menit setiap harinya cukup untuk membantu Anda
  • Makan dengan teratur. Konsumsilah makanan-makanan sehat seperti sayur & buah serta perbanyaklah mengonsumsi protein.

Rasa Sakit

Ketika kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain, beberapa bagian tubuh seperti saraf, sendi, tulang, dan juga organ-organ tubuh mulai merasakan rasa sakit. Pengobatan seperti kemoterapi, radiasi dan juga operasi juga bisa menimbulkan rasa sakit pada penderita kanker. Rasa sakit tersebut dapat dirasakan dalam waktu yang cepat atau dalam waktu yang cukup lama. Rasa sakit tersebut juga bervariasi dari yang ringan hingga yang sangat parah.

Jika Anda merasa kesakitan, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik sebelum rasa sakit tersebut makin memburuk.

Untuk mengatasi rasa sakit akibat dari efek samping kanker tersebut, lakukanlah hal-hal berikut ini:

  • Letakkan sekantong es untuk meredakan rasa sakit
  • Lakukan pemijatan atau akupuntur
  • Meditasi atau teknik relaksasi lainnya
  • Obat penghilang rasa sakit yang dapat dibeli di toko-toko obat. Namun, konsultasikan dokter Anda terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat tersebut.

Pusing dan Muntah

Berdasarkan WebMD, sekitar 8 dari 10 pasien penderita kanker pasti merasakan pusing dan muntah akibat efek samping kemoterapi dan radiasi. Hal ini tentu akan menyulitkan Anda, terlebih muntah yang terlalu sering tentu dapat membuat tubuh Anda dehidrasi.

Obat yang disebut antiemetik mampu mengatasi mual yang Anda rasakan. Minumlah pada waktu-waktu tertentu dalam sehari atau saat Anda merasa sakit. Ketika Anda mengalami mual dan merasa ingin muntah, makanlah makanan yang tawar seperti roti bakar atau nasi. Selain itu, masaklah dalam porsi yang lebih kecil dan hindari makanan yang membuat Anda merasa sakit.

Anemia

Efek samping lainnya dari kanker adalah menurunnya jumlah sel darah merah yang sehat di tubuh Anda sehingga menyebabkan terjadinya anemia. Anemia dapat menyebabkan gejala-gejala sepert kelelahan, sesak napas, detak jantung yang cepat, pusing, dan kulit yang pucat.

Salah satu cara mengatasi anemia adalah dengan makan lebih banyak makanan kaya akan zat besi, seperti sayuran berdaun hijau gelap, kacang-kacangan, kentang manis dan daging.

Read More
diare saat liburan

Waspadai Diare Pelancong Bagi Anda yang Hobi Jalan-jalan

Penyakit

Diare pelancong merupakan sebuah kondisi masalah pencernaan berupa diare yang terjadi pada para pelancong saat sedang melakukan perjalanan. Biasanya, penyebabnya adalah infeksi usus yang terjadi akibat makan atau minum dari makanan atau air yang terkontaminasi. Pengolahan makanan yang tidak bersih dan steril dapat berisiko menularkan infeksi kepada orang yang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Daerah-daerah tujuan wisata, di mana terdapat risiko infeksi diare tinggi adalah beberapa negara-negara berkembang di Afrika, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Asia. Risiko infeksi bervariasi tergantung pada jenis paparan makanan, jenis makanan, hingga higienitas dari makanan dan minumannya. Penyebab paling umum yang mengakibatkan hal ini adalah infeksi bakteri yang disebut E. Coli.

Gejala Diare Pelancong
Ada beberapa gejala khas yang sering dialami para wisatawan, di antaranya adalah:

  • Keluhan diare mendadak
  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Kembung
  • Kebutuhan mendesak harus buang air besar
  • Malaise (tubuh terasa lemah atau tidak nyaman)
  • Terasa gas di perut menyakitkan
  • Kram perut
  • Kehilangan selera makan

Diare pelancong ini biasanya berlangsung dalam waktu yang sebentar dan tidak permanan. Yang paling lama berkisar antara 3 hingga 7 hari dan jarang mengancam jiwa.

Penanganan Diare Pelancong
Seperti halnya penyakit pada umumnya, upaya terbaik untuk menangani diare yang terjadi saat berada di perjalanan adalah dengan berkonsultasi dengan dokter dibandingkan dengan mencoba mengobatinya sendiri.

Pepto-Bismol merupakan salah satu obat yang cukup direkomendasikan untuk  mengurangi diare dan mengurangi gejala dengan cepat. Obat yang mudah ditemukan di apotek ini juga tampaknya efektif untuk mencegah diare, tetapi tidak boleh dikonsumsi lebih dari tiga minggu.

Efek samping dari mengonsumsi Pepto-Bismol cukup beragam, antara lain adalah menghitamnya lidah dan feses sementara, rasa mual, konstipasi, dan terkadang terasa ada bunyi dering di telinga. Jangan mengonsumsi Pepto-Bismol jika Anda memiliki alergi aspirin, insufisiensi ginjal, asam urat, atau jika Anda mengonsumsi antikoagulan, probenecid (Benemid, Probalan), atau metotreksat (Rheumatrex).

Dalam perawatan diare pelancong juga membutuhkan asupan cairan dan garam untuk menggantikan kandungannya yang hilang dalam tubuh yang hilang akibat diare. Untuk kembali menghidrasi tubuh, cara paling baik yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan larutan rehidrasi oral seperti larutan oralit.

Kapan Harus Memeriksakan Diri Dokter Saat Mengalami Diare Pelancong?
Pada dasarnya, diare pelancong dapat sembuh dengan sendirinya karena tidak disebabkan oleh infeksi yang serius. Akan tetapi, bukan tidak mungkin diare pelancong juga dapat menjadi sesuatu hal yang serius. Anda tetap perlu melakukan pemeriksaan ke dokter jika:

  • Diare parah, berdarah, atau tidak sembuh dalam beberapa hari
  • Diare disertai dengan demam dan meriang
  • Kesulitan mendapat asupan cairan untuk mencegah dehidrasi

Cara Mencegah Diare Pelancong
Di daerah dengan sanitasi yang buruk, Anda harus lebih waspada saat akan mengonsumsi makanan atau minuman. Misalnya, hanya minuman tertentu yang aman untuk diminum, seperti air matang, minuman panas (seperti kopi atau teh) yang dibuat dengan air matang, minuman berkarbonasi kaleng atau botol, bir, dan anggur. Hindari es, karena biasanya es dibuat dari air yang terkontaminasi.

Selain itu, akan lebih aman jika Anda minum dari kaleng atau botol yang belum dibuka dibandingkan dengan menuangkannya dari wadah yang tidak diketahui kebersihannya. Pasalnya, wadah air baik itu teko atau botol minuman mungkin juga terkontaminasi.

Jika Anda berpergian ke daerah yang sulit mendapatkan air kemasan yang higienis, cobalah untuk selalu merebus dahulu air sebelum diminum untuk memastikan seluruh kuman dan bakteri di dalamnya sudah mati.


Makanan yang Harus Dihindari Pelancong

Tidak hanya minuman, beberapa makanan juga harus dipilih dengan hati-hati. Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang harus Anda hindari:

  • Salad
  • Sayuran dan buah mentah. Pastikan untuk mencuci dan mengupasnya terlebih dahulu.
  • Susu dan produk susu yang tidak dipasteurisasi
  • Daging mentah dan kerang
  • Makanan yang sudah dimasak dan masih panas biasanya aman.

Selain itu, waspadai juga beberapa jenis ikan yang tidak dijamin aman, bahkan ketika dimasak karena memiliki kandungan racun dalam dagingnya. Sebut saja ikan karang tropis, kakap merah, amberjack, dan kerapu. Berhati-hatilah pada makanan yang memang tidak biasa Anda makan.

Read More
penyebab batuk

Kenali Penyebab Batuk dan Perawatannya agar Bisa Sembuh Lebih Cepat

Penyakit

Batuk pilek umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1 minggu. Meski begitu, batuk pilek terkadang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Para ahli mengatakan, lebih dari 30 juta kunjungan pada dalam setahun karena batuk. Lalu, bagaimana cara mengobati batuk yang mengganggu? Langkah pertama yaitu mengetahui penyebab batuk dan perhatikan beberapa tips di bawah ini!

Penyebab Batuk

Sebenarnya batuk juga baik untuk kesehatan tubuh. Penyakit ini dapat mengeluarkan kotoran dari paru-paru dan tenggorokan. Umumnya, virus menjadi penyebab utama Anda terkena batuk dan flu. Lalu, apa saja penyebab batuk selain karena virus?

  1. Alergi dan asma. Memiliki alergi terhadap sesuatu disertai asma dapat menyebabkan paru-paru bereaksi berlebihan dan kemudian menyebabkan batuk.
  2. Iritasi. Selain alergi, udara dingin, asap rokok atau bau parfum yang kuat juga dapat memicu timbulnya penyakit ini.
  3. Postnasal Drip (Ingus). Ketika hidung tersumbat, lendir akan menetes dari hidung ke tenggorokan sehingga membuat batuk. Postnasal drip bisa disebabkan karena  pilek, infeksi sinus, alergi dan masalah lainnya.
  4. Asam Lambung. Penyebab batuk lainnya bisa dikarenakan Anda mengalami sakit maag. Asam lambung yang kembali ke tenggorokan dapat mengiritasi tenggorokan dan membuat Anda batuk.
  5. Penyebab lainnya. Penyebab batuk lainnya bisa disebabkan karena peradangan paru-paru, sleep apnea, dan dipicu oleh efek samping obat.

Cara Mengobati Batuk

Salah satu cara agar batuk cepat sembuh adalah dengan mencari tahu terlebih dahulu apa penyebab batuk yang Anda alami. Kemudian, Anda bisa mengikuti cara di bawah ini!

  1. Obat-obatan. Hal pertama yang bisa Anda lakukan yaitu meminum obat. Obat batuk yang dijual bebas di pasaran dapat membantu meringankan batuk.
  2. Pengobatan rumah. Perawatan batuk yang kedua yaitu dengan membuat obat herbal dari bahan rumahan. Anda dapat meminum air hangat, menghirup udara yang hangat, lembap, dan meminum obat batuk. Anda juga bisa menambahkan sesendok madu pada teh panas.
  3. Menghindari pemicu batuk. Jika Anda memiliki alergi atau asma, hindari pemicu alergi tersebut. Jauhkan hewan peliharaan dari kamar tidur Anda. Gunakan AC untuk menyaring udara yang tidak sehat. Dengan menjauhi hal-hal yang dapat memicu batuk, Anda pun akan mulai merasa lebih baik.
  4. Perawatan untuk masalah lain. Batuk yang dipicu oleh asma, refluks asam, sleep apnea, dan kondisi medis lainnya memerlukan perawatan khusus seperti obat-obatan.
  5. Waktu. Umumnya virus merupakan penyebab batuk yang paling biasa terjadi. Terkadang, batuk bisa bertahan beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan setelah virus hilang. Namun, seiring berjalannya waktu batuk pun akan sembuh.

Kapan Waktu yang Tepat Pergi Ke Dokter?                                     

Setelah mengetahui penyebab dan bagaimana perawatan batuk agar cepat sembuh, Anda tetap harus berkonsultasi ke dokter. Tujuannya, mendapatkan penanganan lebih tepat dan cepat. Waktu yang tepat untuk pergi ke dokter adalah jika batuk Anda tidak membaik setelah 1 minggu.

Anda juga harus segera membuat janji dengan dokter jika batuk mengganggu kehidupan sehari-hari atau jika Anda mengalami gejala seperti: sulit bernapas, sakit dada, sakit maag, batuk darah, demam, berkeringat di malam hari, dan kesulitan tidur.

Read More