8 Hal yang Sering Ditanyakan Tentang Antibiotik Anak

8 Hal yang Sering Ditanyakan Tentang Antibiotik Anak

Penyakit

Siapa yang tidak kenal dengan antibiotik? Obat ini sangat umum diresepkan ketika anak Anda mengalami demam, batuk, atau penyakit infeksi lainnya. Antibiotik diberikan ketika anak Anda mengalami penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, bukan virus. Jadi, antibiotik anak tidak dapat diresepkan untuk semua penyakit. Sebelum meresepkan antibiotik, dokter anak Anda akan mencari tahu apakah itu obat tersebut tepat untuk mengobati infeksi anak Anda.

8 Hal yang sering ditanyakan tentang antibiotik anak

American Academy of Pediatrics (AAP) telah merangkum beberapa pertanyaan umum tentang penggunaan antibiotik anak. Apa sajakah itu?

  1. Kenapa antibiotik anak tidak diberikan ketika sedang pilek?

Pilek disebabkan oleh infeksi virus, bukan bakteri. Antibiotik digunakan khusus untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Secara umum, gejala flu adalah pilek, batuk, dan hidung tersumbat. Kondisi ini dapat sembuh tanpa menggunakan obat apa pun.

  1. Bukankah beberapa gejala flu disebabkan oleh infeksi bakteri?

Dalam kebanyakan kasus, infeksi bakteri tidak dapat bergabung dengan infeksi virus. Jika dipaksakan minum antibiotik anak, dapat menyebabkan infeksi oleh bakteri yang sudah resisten. Selain itu, anak Anda mungkin akan mengalami diare atau efek samping lainnya.

  1. Bukankah pilek juga merupakan tanda infeksi bakteri?

Lendir kuning atau hijau yang keluar di hidung belum tentu menandakan anak Anda membutuhkan antibiotik. Selama itu gejala flu biasa, lendir dari hidung biasanya mengental dan berubah dari bening menjadi kuning atau hijau. Gejala pilek sering berlangsung selama 10 hari.

Adapun sinusitis juga menunjukkan gejala berupa pilek, tetapi peradangan pada sinus ini bisa disebabkan oleh bakteri. Meskipun virus atau alergi adalah penyebab utamanya. Anda mungkin akan melihat tanda-tanda tertentu bahwa bakteri mungkin adalah penyebab sinusitis anak Anda. 

Jika anak Anda menderita flu biasa disertai dengan batuk dan pilek yang berlangsung lebih dari 10 hari, atau mengeluarkan lendir kuning atau hijau kental dan demam tinggi dari selama 3 – 4 hari, kemungkinan besar penyebabnya adalah bakteri. Dokter anak Anda mungkin akan meresepkan antibiotik jika kondisinya memang seperti itu.

  1. Apakah antibiotik anak juga digunakan untuk infeksi telinga?

Sebagian besar infeksi telinga disebabkan oleh virus dan tidak memerlukan antibiotik. Namun, jika dokter anak Anda mencurigai adanya infeksi telinga oleh bakteri, mungkin akan meresepkan antibiotik anak. Tanda-tandanya meliputi demam tinggi, sakit telinga yang lebih parah, dan infeksi di kedua gendang telinga. 

  1. Bisakah antibiotik digunakan untuk mengobati semua sakit tenggorokan?

Jawabannya adalah tidak, karena lebih dari 80% sakit tenggorokan disebabkan oleh virus. Jika anak Anda mengalami sakit tenggorokan, pilek, dan batuk yang menggonggong, kemungkinan penyebabnya adalah virus. Antibiotik anak hanya boleh digunakan untuk mengobati sakit tenggorokan yang disebabkan oleh streptokokus grup A. Kondisi ini disebut juga dengan radang tenggorokan. Umumnya, dokter akan melakukan tes strep untuk memastikannya.

  1. Apakah antibiotik menyebabkan efek samping?

Efek samping dari antibiotik dapat terjadi pada 1 dari 10 anak yang mengonsumsinya, meliputi ruam, reaksi alergi, mual, diare, dan sakit perut. Jadi, pastikan Anda memberi tahu dokter jika anak Anda pernah mengalami gejala tersebut saat minum antibiotik sebelumnya.

  1. Berapa lama antibiotik bekerja?

Umumnya, infeksi yang disebabkan oleh bakteri akan membaik dalam waktu 48 hingga 72 jam setelah memulai antibiotik. Namun, jika ternyata tidak menunjukkan perbaikan dalam waktu tersebut, maka segera hubungi dokter untuk memeriksanya lebih lanjut. 

  1. Bagaimana bisa antibiotik menyebabkan bakteri resisten?

Ini terjadi ketika antibiotik anak digunakan secara tidak tepat. Penggunaan berulang dan penyalahgunaan antibiotik dapat menyebabkan bakteri resisten. Artinya, bakteri tidak dapat dimatikan oleh antibiotik yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi bakteri tersebut. Bakteri akan jadi lebih kebal dan dapat menyebar ke orang lain.

Tips menggunakan antibiotik anak dengan aman

Untuk memastikan antibiotik anak benar-benar aman dan bekerja secara efektif, terapkan beberapa tips berikut ini: 

  • Minum obat sesuai petunjuk dari dokter.
  • Jangan berikan antibiotik anak Anda untuk saudara atau temannya, karena belum tentu sama dan berisiko membahayakan kesehatan. 
  • Simpan antibiotik dan obat lainnya di tempat yang aman. 
  • Buang sisa antibiotik dan obat resep lainnya, jangan disimpan untuk diminum lagi. Anda juga bisa menyerahkannya ke rumah sakit agar dibuang sesuai dengan prosedur rumah sakit.
Read More
antibiotik untuk sipilis

Antibiotik untuk Sipilis, Efektifkah?

Penyakit

Penisilin merupakan antibiotik untuk sipilis yang sampai saat ini masih dipercaya mampu memulihkan penyakit tersebut sesegera mungkin. Tentu saja pemulihan penderita sipilis dengan penggunaan antibiotik berkejaran dengan waktu. Semakin cepat waktu pengobatan dan pemberian antibiotik untuk sifilis, penderita akan lebih cepat pulih. Sementara itu, semakin lama waktu pengobatan dan pemberian antibiotik, penyakit sipilis yang diderita akan tergolong parah dan lama untuk dipulihkan.

Umumnya penisilin akan disuntikkan kepada pasien yang menderita sifilis dengan dosis tunggal atau cukup satu kali. Namun, kondisi tersebut hanya efektif menghasilkan manfaat pada pasien sifilis yang baru masuk stadium awal. Lain cerita jika pasien sipilis atau raja singa sudah terlambat dideteksi dan sudah mengakibatkan kerusakan organ. Pada pasien-pasien yang demikian diperlukan tambahan dosis antibiotik guna bisa memulihkan kondisinya.

Antibiotik untuk sipilis ini dapat diberikan kepada siapa saja. Bahkan, ibu hamil yang terbukti mengalami sipilis juga bisa mendapatkan pengobatan dengan suntikan penisilin. Bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita sipilis juga dianjurkan segera mendapat suntikan antibiotik guna menghindari kerusakan organ yang tidak diinginkan.

Setelah disuntik antibiotik penisilin, beberapa penderita sifilis bisa merasakan reaksi Jarisch-Herxheimer. Reaksi ini dapat menimbulkan gejala berupa demam, sakit kepala, dan nyeri otot atau nyeri sendi. Reaksi ini bukan kondisi yang serius dan biasanya hanya berlangsung selama satu hari.

Mengenal Sipilis

Sifilis merupakan salah satu jenis infeksi menular seksual. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Tanda pertama sifilis umumnya berupa luka kecil yang tidak menimbulkan rasa sakit. Luka ini bisa muncul di organ seksual, rektum, atau dalam mulut.

Gejala awal yang teramat minim ini membuat kebanyakan orang tidak menyadari dirinya terkena sipilis. Alhasil, ketika mereka menjumpai dokter dan terdiagnosis sipilis, tahapannya sudah lanjut dan harus mendapat suntikan antibiotik untuk sipilis dengan dosis yang lebih besar.

Sipilis bukanlah penyakit langka. Angka infeksinya mencapai 18 juta kasus di seluruh dunia. Sementara itu, infeksi menular seksual lainnya secara total mencapai 357 kasus. Artinya, hampir 5 persen penduduk dunia pernah menderita infeksi menular seksual, tidak terkecuali sipilis.

Dalam menentukan positif tidaknya seorang pasien menderita sipilis, dokter akan menguji sampel darah dan cairan serebrospinal.

Tes darah dilakukan unutk memastikan ada tidaknya antibodi yang diproduksi tubuh untuk melawan infeksi dari Treponema pallidum. Antibodi terhadap bakteri penyebab sifilis tetap berada di tubuh Anda selama bertahun-tahun sehingga tes ini dapat digunakan untuk menentukan infeksi saat ini atau sebelumnya. Sementara itu, tes cairan serebrospinal dilakukan jika diduga Anda mengalami komplikasi sistem saraf akibat sifilis.

Efek Samping Antibiotik

Bagaimanapun, penisilin yang merupakan antibiotik untuk sipilis merupakan obat keras. Obat ini akan cukup efektif memulihkan infeksi bakteri penyebab sipilis. Namun, waspadai pula efek samping yang bisa timbul dari penggunaannya.

Efek samping dari penggunaan penisilin bisa terjadi dalam 24 jam pertama setelah dimulainya terapi antibiotik. Efek samping tersebut dikenal sebagai reaksi Jarisch-Herxheimer. Reaksi ini menimbulkan demam akut yang sering disertai sakit kepala dan mialgia,

Reaksi Jarisch-Herxheimer sering dialami oleh orang-orang yang menderita sifilis dini. Reaksi inilah yang harus diantisipasi oleh pengguna antibiotik untuk sipilis bagi ibu hamil. Pasalnya, reaksi Jarisch-Herxheimer bisa memicu persalinan dini atau menyebabkan gawat janin pada wanita hamil.

Penanganan Penunjang

Antibiotik untuk sipilis memang dapat mematikan infeksi dari bakteri penyebab infeksi menular seksual ini. Akan tetapi, terapi penyakit raja singa ini juga mesti ditunjang dengan puasa aktivitas seksual. Penderita sipilis disarankan tidak melakukan hubungan seksual selama pengobatan dan terapi tengah berlangsung. Tujuannya untuk mencegah penularan.

Ketika sudah dinyatakan sembuh, bukan berarti penderita bisa bebas dari kontrol dokter. Penderita tetap diminta menjalani tes darah secara berkala. Tujuannya untuk memastikan infeksi bakteri tersebut sudah sembuh total.

Read More
ingus bau

Ingus Bau pada Anak Pertanda Benda Asing Masuk Hidung?

Penyakit

Gangguan kesehatan atau penyakit yang dialami anak-anak seringkali susah dideteksi, terlebih jika orang tua tidak mampu mencari tahu lebih dalam. Anak-anak terutama balita memiliki rasa penasaran yang cukup tinggi. Mereka mempunyai kebiasaan memasukkan benda asing ke mulut, bahkan hidung. Kondisi ini tidak bisa dianggap remeh karena dapat mengakibakan gangguan serius. Salah satu cara untuk mengetahui adanya benda asing masuk ke hidung yaitu keluarnya ingus yang beraorama tidak sedap.  

Apa saja tanda-tandanya?

Benda asing yang masuk hidung secara alami akan dilokalisir oleh tubuh dengan cara tubuh memproduksi lendir berlebihan, berwarna kehijauan, dan berbau busuk. Masuknya benda asing akan menyebabkan infeksi di dalam hidung. Kejadian ini biasanya terjadi pada anak-anak berumur 1-3 tahun karena rasa penasaran mereka yang masih cukup tinggi Beberapa kasus diantaranya ditemukan pada anak yang mengalami keterbelakangan mental.

Benda asing akan dibungkus mineral kalsium sehingga terbentuk rhinolit jika berada di dalam hidung dalam waktu yang lama. Benda asing yang masuk hidung bisa berupa manik-manik, kelereng, batu kecil, atau bahkan koin. Berdasarkan Journal Hindiawi, rinolit mungkin akan bertambah besar jika tidak segera dikeluarkan dan mengakibatkan keluhan yang lebih berat seperti nyeri wajah, sakit kepala, dan gangguan pernapasan. Jika terdapat benda asing masuk hidung, anak akan menunjukkan ketidaknyamanan dengan tanda-tanda berikut ini:

  • Mengaku sulit bernafas
  • Nafas bunyi atau berisik
  • Nyeri sekitar hidung
  • Hidung meler terus menerus, biasanya hanya terjadi pada salah satu lubang hidung
  • Ingus bau
  • Mimisan

Bagaimana cara mengeluarkan benda asing?

Orang tua sebaiknya tidak panik saat mengetahui terdapat benda asing masuk ke dalam hidung anak serta usahakan untuk tidak mengambil benda mengguanakan cotton buds atau benda panjang lainnya karena bisa mengakibatkan benda masuk terlalu dalam. Berikut ini cara yang bisa dilakukan orang tua:

  1. Cek apakah terdapat benda asing di dalam hidung. Anda bisa menanyakan kepada anak benda apa yang telah dimasukkan. Jika benda tersebut mengandung bahan kimia, seperti baterai segera bawa ke rumah sakit karena akan mengakibatkan keracunan dalam waktu singkat.
  2. Tenangkan anak dan ajari cara bernafas menggunakan mulut. Kebanyakan anak justru menghirup lebih dalam jika mengetahui ada yang mengganjal di dalam rongga hidung mereka. Peluk anak dan jelaskan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
  3. Minta anak duduk dan mencondongkan badan ke depan. Sebaiknya tidak meminta anak berbaring. Dengan mencondongkan badan ke depan, gaya gravitasi akan membantu mengeluarkan benda asing.
  4. Lakukan pengecekan secara visual. Gunakan senter untuk penerangan. Jika tidak menemukan benda apapun di dalam hidung, segera hubungi dokter untuk tindakan lanjutan.
  5. Minta anak untuk meniup lewat hidung. Anda bisa membantunya dengan menutup lubang hidung satunya.
  6. Mencoba mengeluarkan benda dengan penjempit tumpul dan lembut. Hal ini dilakukan jika Anda menemukan benda berukuran cukup besar di dalam hidung. Hindari jika benda asing berukuran kecil karena dapat semakin mendorongnya masuk lebih dalam.

Cara-cara tersebut mungkin akan berhasil untuk kondisi tertentu, tapi akan lebih aman jika memeriksakannya ke dokter. Apabila terjadi rinolith berukuran besar, dokter akan melakukan pemindaian melalui endoskopi, kemudian dilanjutkan operasi jika diagnosa telah terbukti.

Ciri-ciri penyakit berdasarkan warna ingus Ingus yang berwarna bening dan jernih merupakan lendir normal, meskipun tergantung berapa banyaknya lendir yang dihasilkan. Meskipun warna ingus bening tidak selamanya menjamin kesehatan Anda, beberapa kasus menunjukkan ingus bening menjadi pertanda alergi sinusitis jika disertai keluhan lainnya. Apabila berwarna putih atau kuning kehijauan, artinya Anda sedang flu. Warna merah atau oranye kecoklatan menandakan iritasi atau luka di dalam saluran pernapasan. Warna hitam menandakan Anda merupakan perokok aktif. 

Read More

Apa Penyebab Hidung Tersumbat dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Penyakit

Hidung tersumbat sering menjadi sebuah gejala adanya gangguan kesehatan seperti infeksi sinus. Selain itu, demam biasa juga terkadang dapat menyebabkan hidung tersumbat. Gejala lain kondisi ini di antaranya adalah rasa sakit pada sinus, penumpukan lendir di hidung, dan jaringan nasal yang membengkak. Perawatan alami rumahan biasanya cukup untuk meringankan gejala hidung tersumbat, khususnya apabila kondisi ini disebabkan oleh demam. Akan tetapi, apabila hidung tersumbat terjadi dalam waktu yang lama, Anda mungkin perlu mendapatkan perawatan medis khusus.

Penyebab hidung tersumbat

Hidung tersumbat terjadi ketika hidung menjadi meradang. Penyakit ringan seperti demam, flu, dan infeksi sinus biasanya menjadi penyebab hidung tersumbat. Dalam kasus ringan ini, hidung tersumbat akan sembuh kurang dari 1 minggu. Di sisi lain, apabila hidung tersumbat terjadi selama lebih dari 1 minggu, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius, contohnya karena alergi, polip hidung non-kanker yang tumbuh di rongga hidung, paparan terhadap zat kimia, iritasi lingkungan, sinusitis kronis, dan septum yang menyimpang. Hidung tersumbat juga dapat terjadi pada masa kehamilan, terutama pada akhir trimester pertama. Fluktuasi hormon dan peningkatan aliran darah pada saat kehamilan dapat menyebabkan hidung tersumbat. Perubahan-perubahan ini dapat memengaruhi selaput hidung, menyebabkan peradangan, kering, atau berdarah.

Kapan perlu ke dokter?

Perawatan alami “home remedies” biasanya dapat mengatasi hidung tersumbat yang disebabkan oleh penyakit ringan seperti demam dan flu. Alat seperti “humidifier” dapat menambah kelembapan pada udara dan mampu membantu memecah lendir dan meringankan peradangan di rongga hidung. Akan tetapi, apabila Anda menderita asma, konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan humidifier.

Namun terkadang, home remedies saja tidak cukup untuk mengatasi hidung tersumbat, terutama apabila gejala tersebut disebabkan oleh kondisi kesehatan lain. Dalam kasus ini, perawatan medis dapat dibutuhkan, terutama apabila kondisi hidung tersumbat menyakitkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Apabila Anda menderita gejala seperti hidung tersumbat yang bertahan selama lebih dari 10 hari, terdapat gejala lain seperti demam tinggi lebih dari 3 hari, lendir hijau yang disertai dengan nyeri sinus dan demam, serta sistem kekebalan tubuh yang lemah dan asma, hubungi dokter segera.

Hidung tersumbat juga lebih berbahaya pada bayi. Gejalanya dapat mengganggu makan bayi dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang fatal. Dalam kasus tertentu, hal ini dapat menyebabkan gangguan berbicara normal dan perkembangan kemampuan mendengar. Oleh karen hal ini, penting bagi Anda untuk menghubungi dokter anak apabila anak menderita hidung tersumbat.

Perawatan

Setelah dokter menentukan penyebab hidung tersumbat kronis, mereka akan merekomendasikan rencana perawatan, yang biasanya terdiri dari obat-obatan OTC resep untuk mengatasi gejala yang ditimbulkan. Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi hidung tersumbat di antaranya adalah:

  • Antihistamine oral untuk merawat alergi seperti loratadine dan cetirizine
  • Semprotan hidung yang mengandung antihistamine seperti azelastine
  • Steroid hidung seperti mometasone atau fluticasone
  • Antibiotik
  • Dekogestan yang diresepkan dokter atau OTC

Apabila Anda memiliki tumor atau polip hidung di rongga hidung atau sinus yang mencegah lendir keluar, dokter dapat merekomendasikan operasi untuk mengangkatnya. Hidung tersumbat jarang menyebabkan gangguan kesehatan yang serius dan umumnya disebabkan karena demam atau infeksi sinus. Gejala hidung tersumbat biasanya akan hilang dengan cepat apabila mendapatkan perawatan yang tepat. Apabila Anda menderita hidung tersumbat kronis, hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan, diagnosa, dan perawatan yang tepat.

Read More
Rasa Nyeri Dada Tengah, Kenali 12 Penyebabnya

Rasa Nyeri Dada Tengah, Kenali 12 Penyebabnya

Penyakit

Pernahkah Anda mengalami nyeri dada tengah yang terasa hingga punggung? Biasanya kondisi ini disebabkan oleh berbagai kondisi seperti kondisi ringan hingga yang parah.

Untuk menentukan kondisi yang menyebabkan nyeri dada tersebut ringan atau serius, tentu harus mengetahui apa penyebabnya. 

Penyebab Nyeri Dada Tengah

Umumnya, masalah dada terasa nyeri di bagian tengah bahkan hingga punggung ini disebabkan oleh masalah organ tubuh bagian dalam, misalnya jantung maupun paru-paru. 

Kerap pula nyaeri dada tengah ini diikuti oleh sesak nafas, nyeri yang menjalar hingga ke leher dan punggung, serta rasa terbakar. Berikut penyebab nyeri dada tengah yang perlu Anda ketahui.

  1. Serangan Jantung

Serangan jantung merupakan kondisi ketika aliran darah ke jantung tersumbat karena plak di dinding pembuluh darah atau adanya bekuan darah. 

Lalu, ketika aliran darah tersumbat dan jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup, biasanya akan muncul rasa nyeri dada yang menjalar ke leher hingga punggung. Kondisi ini harus segera ditangani oleh dokter dengan segera karena merupakan kondisi darurat medis.

  1. Angin Duduk

Angin duduk atau dikenal dengan istilah angina, adalah rasa nyeri yang biasanya muncul dikarenakan jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup. Angina ini bisa terjadi ketika Anda memaksakan diri untuk beraktivitas fisik dan bahkan muncul saat Anda sedang beristirahat.

Angina ini juga memberikan efek rasa nyeri dada tengah yang juga menyebar ke leher dan punggung. Jika Anda mengalami angin duduk ini, haruslah waspada karena bisa jadi pertanda Anda berisiko terkena serangan jantung.

  1. Emboli Paru

Emboli paru adalah penyakit ketika pembuluh darah di paru-paru tersumbat akibat terlepasnya bekuan darah, lalu mengalir ke paru-paru dan terperangkap di salah satu pembuluh darahnya.

Biasanya rasa sakit akibat emboli paru ini terasa di bagian dada tengan hingga ke punggung dan bisa juga menyebar ke leher dan bahu.

  1. Perikarditis

Perikarditis adalah kondisi saat perikardium mengalami peradangan akibat infeksi atau penyakit autoimun. Rasa sakit yang terasa juga sama, nyeri dada tengah dan menyebar ke bagian leher, bahu kiri, hingga punggung.

  1. Aneurisma Aorta

Aneurisma aorta terjadi ketika dinding aorta melemah karena kondisi medis atau mengalami cedera. Jika ini terjadi, penderita akan merasa nyeri dada dan punggung. Bahkan jika aorta pecah, dapat mengancam keselamatan jiwa.

  1. Pleurisi

Pleurisi adalah peradangan pleura, yaitu membran dua lapis yang menyelimuti rongga dada dan paru-paru. Ketika kedua membran tersebut saling bergesekan, maka penderitanya akan merasa nyeri dada tengah dan ke punggung.

  1. Tukak Lambung

Tukak lambung adalah luka yang terjadi pada sistem pencernaan akibat infeksi bakteri Helicobacter pylori. Penderita tukak lambung akan merasa nyeri ulu hati di bagian dada dan perut.

  1. Batu Empedu

Batu empedu juga bisa membuat dada terasa nyeri. Batu empedu ini adalah kondisi di mana adanya penumpukan batu yang terbentuk di empedu.

  1. Nyeri Ulu Hati

Heartburn atau nyeri ulu hati adalah munculnya sensasi terbakar di bagian dada akibat naiknya asam lambung hingga ke kerongkongan.

  1. Cedera Otot

Nyeri dada tengah juga bisa disebabkan oleh cedera otot. Rasa nyeri akibat cedera otot ini akan terasa semakin memburuk ketika tubuh digerakkan.

  1. Pankreatitis

Pankreas merupakan organ tubuh yang bertugas memproduksi enzim pencernaan dan mengontrol gula darah. Pankreatitis adalah kondisi ketika organ tersebut terjadi peradangan. KOndisi ini akan menimbulkan rasa nyeri di perut, dada, hingga punggung.

  1. Kanker

Ternyata nyeri dada tengah juga bisa disebabkan oleh kanker paru-paru dan kanker payudara.

Read More

Cara Alami yang Dapat Menjadi Obat Konstipasi

Penyakit
Cara Alami yang Dapat Menjadi Obat Konstipasi

Sembelit atau konstipasi bisa jadi sangat menyiksa karena Anda akan sulit mengeluarkan feses. Bahkan dalam beberapa kasus, banyak orang yang mengalami sembelit tidak mampu buang air besar hingga berhari-hari ingin harus mendapatkan bantuan obat konstipasi. 

Anda bisa dikatakan mengalami konstipasi apabila intensitas buang air besar Anda kurang dari 3 kali seminggu. Konstipasi Anda pun tergolong parah dan mesti mendapat bantuan asupan obat konstipasi apabila kondisi sulit buang air besar ini sudah berlangsung lebih dari tiga minggu juga jika ada darah di feses. 

Penyebab Konstipasi 

Sebelum mengonsumsi obat konstipasi, Anda sebaiknya memahami terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab kondisi tersebut terjadi. Pasalnya, ada beberapa penyebab konstipasi yang merupakan buah dari gaya hidup yang kurang sehat. Jika konstipasi Anda bersumber dari sana, Anda bisa memperbaiki sistem pencernaan Anda agar lebih lancar dengan cara-cara alami. 

Namun, penyebab konstipasi bukan hanya terkait gaya hidup. Secara lebih lengkap, faktor pemicu sembelit menimpa seseorang karena faktor-faktor di bawah ini. 

  • Dehidrasi 

Cairan dalam tubuh bisa membantu proses aliran limbah makanan dalam tubuh. Sebaliknya ketika cairan kurang, aliran akan tersendat. 

  • Kurang Serat 

Orang yang kurang serat kurang memiliki kemampuan tubuh untuk mendorong buang air besar secara teratur. 

  • Kurang Gerak 

Feses membutuhkan gerakan tubuh untuk bisa mengalir keluar dengan lancar. Jika Anda kurang kurang, alhasil feses menjadi sulit untuk keluar. 

  • Usia Tua 

Risiko orang tua mengalami sembelit cukup besar. Ini berhubungan dengan kemampuan mobilitas mereka yang berkurang seiring bertambahnya usia. 

  • Penggunaan Obat

Beberapa jenis obat mudah memicu terjadinya konstipasi. Contoh jenis obat yang kerap menimbulkan sembelit, yakni antidepresan, antinyeri, serta suplemen zat besi. 

  • Iritasi Usus 

Kondisi iritasi usus membuat fungsi usus untuk mengalirkan limbah makanan menjadi terganggu sehingga memicu sembelit. 

Obat Alami 

Mengobati sembelit tidak harus dengan menggunakan obat-obatan kimia. Nyatanya perubahan gaya hidup dan pengonsumsian beberapa jenis bahan natural di bawah ini bisa menjadi obat konstipasi yang efektif. 

  • Perbanyak Asupan Serat 

Asupan serat dapat meningkatkan massa dan konsistensi gerakan usus. Kondisi ini membuat feses lebih mudah untuk dikeluarkan. Pastikan selalu kebutuhan serat harian minimal 25 gram terpenuhi. 

  • Tambah Asupan Cairan 

Hidrasi yang cukup sangat penting membantu usus untuk mengalirkan limbah makanan keluar menjadi feses. Ketika Anda mengalami sembelit, cobalah untuk menambah asupan cairan guna memastikan usus lebih mudah bergerak mengalirkan limbah makanan. 

  • Rutinkan Olahraga 

Kurang gerak menjadi pemicu terjadinya sembelit. Karena itu, para dokter menganjurkan agar para penderita konstipasi lebih rutin berolahraga guna mempermudah buang air besar. 

  •  Sering Minum Kopi

Kopi mengandung kafein yang dapat merangsang usus untuk mengalirkan limbah makanan. Kemampuan kafein pada kopi untuk mendorong feses bahkan lebih kuat daripada kemampuan air mineral mendorong limbah makanan tersebut. 

  • Jaga Asupan Probiotik 

Salah satu fungsi probiotik adalah menjaga keseimbangan bakteri jahat dan baik dalam usus. Dengan usus yang sehat, gejala konstipasi dapat dikurangi. Asupan probiotik juga dapat membuat feses lebih lembut sehingga lebih mudah dialirkan keluar. Beberapa jenis makanan yang mengandung probiotik tinggi, seperti bawang putih, buncis, pisang, dan daun bawang. 

  • Hindari Produk Susu

Tidak semua tubuh bisa menerima baik kandungan kalsium dari susu. Dalam banyak kasus, produk susu justru memengaruhi gerak usus menjadi lebih lamban dan membuat konstipasi kian parah. 

  • Buat Jadwal Konsisten 

Usahakan pergi ke kamar mandi tiap pagi agar tubuh meresponsnya sebagai tanda-tanda Anda hendak mengeluarkan feses. Tetap lakukan jadwal tersebut secara konsisten, bahkan ketika Anda sedang mengalami gejala sembelit. Cara ini bisa mencegah sembelit ringan berubah menjadi konstipasi kronis. 

Apabila cara-cara alami sudah dilakukan, namun Anda masih mengalami sembelit yang cukup parah, mengonsumsi obat konstipasi berbahan kimia dapat menjadi solusi lain. Namun, pastikan obat yang Anda minum sesuai dengan resep dokter.

Read More

6 Fakta Sindrom Cri Du Chat yang Langka

Penyakit

Belum terlalu banyak orang yang mengetahui mengenai sindrom cri du chat. Maklum saja, penyakit yang kerap menimbulkan komplikasi parah pada anak ini tergolong penyakit langka. Jenis penyakit ini sendiri merupakan bentuk kelainan genetik yang timbul pada bayi baru lahir karena tidak sempurnanya pembentukan kromosom nomor 5 di dalam tubuh.

Nama sindrom cri du chat diambil dari bahasa Prancis yang berarti tangisan kucing. Diberi nama demikian karena bayi yang menderita sindrom ini memang terlahir dengan suara tangisan yang cukup unik. Sepintas, suara tangisan anak bayi tersebut terdengar seperti erangan anak kucing. Walapun terdengar menggemaskan, nyatanya sindrom ini tidak bisa dipandang sebelah mata sebab bisa membuat bayi yang lahir tidak bisa menjalankan kehidupannya dengan normal.

Membuka wawasan mengenai sindrom cri du chat menjadi penting guna bisa lebih mewaspadai akan penyakit langka yang satu ini. Berikut adalah beberapa fakta yang perlu Anda ketahui mengetahui sindrom cri du chat.

  1. Penyakit Sangat Langka

Sindrom cri du chat bukan hanya tergolong sebagai penyakit langka, melainkan bisa dibilang amat langka. Kelangkaan tersebut terlihat dari sedikitnya penderita ini. Dari sekitar 50.000 kelahiran, umumnya hanya ada satu kasus kelahiran dengan kelainan genetik akibat kromosom nomor 5 ini.

  • Gangguan Pita Suara

Suara tangisan bayi yang seperti kucing pada sindrom cri du chat bukan tanpa sebab. Suara tangisan tersebut timbul akibat adanya suatu masalah di bagian pita suaranya. Anak-anak yang lahir dengan sindrom ini memiliki pita suara yang tidak sempurna sehingga hanya mampu mengeluarkan suara yang melengking seperti erangan kucing.

  • Wajah Tak Biasa

Bukan hanya suara yang seperti kucing, bayi yang terlahir dengan penyakit langka ini bisa segera diidentifikasi dari bentuk wajahnya. Wajah bayi-bayi yang memiliki sindrom cri du chat umumnya memiliki dagung yang sangat lancip. Tidak hanya itu, mata bayi tersebut akan tampak sangat lebar dengan lipatan yang terlihat jelas di bagian atas mata sehingga terlihat amat sayu. Ciri lainnya adalah bagian telinga bayi tampak lebih rendah dari posisi normal. Kondisi tersebut membuat wajah bayi terlihat tidak proporsional.

  • Organ Tubuh Tak Optimal

Suara melengking yang seperti erangan kucing sebenarnya tidak berbahaya. Bahaya lain yang mesti diwaspadai dari bayi yang lahir dengan sindrom cri du chat adalah tidak optimalnya fungsi organ-organ tubuh vital bagian dalam. Cacat jantung hingga kelainan ginjal kerap mengiringi kelahiran dari bayi yang memiliki sindrom cri du chat. Tidak optimalnya kinerja organ-organ tubuh tersebut tak jarang membuat usia bayi yang memiliki kelainan genetik ini menjadi tak panjang.

  • Tak Bisa Dicegah

Penyakit ini masih tergolong sangat langka sehingga penelitian menyeluruh mengenai sindrom cri du chat sulit dilakukan. Penyebab sindrom ini pun hanya bisa dikatakan karena adanya kelainan kromosom nomor 5 tanpa alasan yang lebih jelas. Keterbatasan informasi ini pada akhirnya membuat pencegahan terhadap kelahiran dengan sindrom cri du chat sulit dilakukan.

  • Harapan Ada

Rata-rata usia bayi yang lahir dengan sindrom cri du chat sangat pendek. Pasalnya ketika usianya belum genap satu tahun, berbagai komplikasi penyakit akibat tidak optimalnya fungsi organ tubuh mulai berdatangan. Akan tetapi, harapan tetap ada. Jika bayi tersebut belum menunjukkan gejala komplikasi sampai usia di atas satu tahun, artinya kemungkinan dia bisa hidup lebih panjang dan menjalani hari dengan lebih normal bisa diupayakan.

***

Mengetahui fakta mengenai sindrom cri du chat memang tampak mengerikan. Tapi dengan fakta-fakta tersebut, setidaknya ada bisa melakukan persiapan dan penanganan segera apabila menjumpai kasus penyakit yang sangat langka ini.

Read More

Mengenal Pankreatitis Kronis

Penyakit
Pankreatitis kronis umumnya didefinisikan sebagai proses inflamasi pankreas yang terus-menerus dan kronis

Pankreatitis kronis umumnya didefinisikan sebagai proses inflamasi pankreas yang terus-menerus dan kronis, ditandai oleh perubahan morfologis yang tidak dapat diubah.

Pankreas adalah organ yang terletak di belakang perut Anda. Pankreas membuat enzim, yang merupakan protein khusus yang membantu mencerna makanan Anda. Hal ini juga membuat hormon yang mengontrol kadar gula dalam aliran darah Anda.

Pankreatitis terjadi ketika pankreas Anda meradang. Pankreatitis dianggap akut ketika peradangan datang tiba-tiba dan hanya berlangsung dalam waktu singkat. Namun dianggap kronis ketika terus datang kembali atau ketika peradangan tidak sembuh selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Pankreatitis kronis dapat menyebabkan jaringan parut dan kerusakan permanen.  Batu dan kista kalsium dapat berkembang di pankreas Anda, yang dapat menyumbat saluran, atau tabung, yang membawa enzim pencernaan dan jus ke perut Anda.  

Penyumbatan dapat menurunkan kadar enzim dan hormon pankreas, yang akan membuat tubuh Anda lebih sulit untuk mencerna makanan dan mengatur gula darah Anda. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, termasuk kekurangan gizi dan diabetes.

Pada pankreatitis kronis awal, Anda mungkin tidak merasakan gejala apa pun. Perubahan pankreas Anda bisa menjadi sangat lanjut sebelum Anda mulai merasa tidak sehat. Ketika gejala muncul, mereka mungkin termasuk:

  • Nyeri di perut bagian atas
  • Diare
  • Tinja berlemak, yang longgar, pucat, dan tidak mudah luntur
  • Mual dan muntah
  • Sesak nafas
  • Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan
  • Haus dan kelelahan yang berlebihan

Anda mungkin mengalami gejala yang lebih parah ketika penyakit ini berkembang, seperti:

  • Cairan pankreas di perut Anda
  • Penyakit kuning, yang ditandai dengan perubahan warna kekuningan di mata dan kulit Anda
  • Pendarahan di dalam
  • Penyumbatan usus

Gejala menyakitkan dapat bertahan selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari.  Beberapa orang menemukan bahwa makan atau minum dapat memperburuk rasa sakit mereka. Saat penyakit berkembang, rasa sakitnya bisa menjadi konstan.

Tes pencitraan adalah cara yang paling dapat diandalkan untuk membuat diagnosis mengenai pankreatitis kronis. Dokter Anda mungkin meminta agar penelitian berikut dilakukan pada perut Anda untuk mencari tanda-tanda peradangan, seperti:

  • Sinar X
  • USG
  • CT scan
  • Scan MRI

Perawatan untuk pankreatitis kronis berfokus pada mengurangi rasa sakit Anda dan meningkatkan fungsi pencernaan Anda.  Kerusakan pankreas Anda tidak dapat diurungkan, tetapi dengan perawatan yang tepat, Anda dapat mengelola banyak gejala Anda. Perawatan untuk pankreatitis dapat mencakup pengobatan, terapi endoskopi, atau operasi.

Read More

Selain Eritema Multiformis, Kondisi Serupa Banyak Jenisnya

Penyakit

Eritema multiformis merupakan kondisi timbulnya ruam yang sering kali disebabkan oleh infeksi atau pengobatan. Eritema multiformis ditandai dengan munculnya lesi kulit kemerahan. Kondisi ini bersifat akut, tidak menular, dan biasanya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa menimbulkan komplikasi. Munculnya eritema bisa diakibatkan oleh reaksi peradangan akibat paparan sinar matahari, alergi terhadap beberapa jenis zat atau obat-obatan, hingga terinfeksi.

Ada beberapa jenis eritema dengan penyebab dan gejala yang berbeda-beda. Penanganan untuk setiap jenis eritema juga bisa berbeda, tergantung penyebabnya.

Jenis-Jenis Eritema

1. Eritema nodosum

Eritema nodosum adalah tipe eritema yang muncul akibat peradangan pada lapisan lemak di bawah kulit. Eritema nodosum dapat menimbulkan bercak-bercak kemerahan pada tungkai bawah yang terasa nyeri ketika ditekan. Bercak kemerahan akibat eritema nodosum kadang juga bisa muncul di paha dan lengan.

Eritema nodosum bisa terjadi tanpa sebab yang jelas. Namun, munculnya eritema nodosum sering kali disebabkan oleh beberapa kondisi berikut ini:

  • Infeksi jamur dan bakteri, misalnya pada penyakit lepra, tuberkulosis, dan infeksi bakteri streptokokus.
  • Penyakit kanker, seperti leukemia dan limfoma.
  • Penyakit radang usus, misalnya penyakit Crohn atau kolitis ulserativa.
  • Sarkoidosis.
  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti pil KB, antibiotik, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), bromida, dan asam salisilat.
  • Kehamilan.

Eritema nodosum lazimnya akan hilang sendiri dalam waktu 3-6 minggu. Akan tetapi, pada kasus tertentu, eritema nodosum bisa menetap atau hilang-timbul selama bertahun-tahun.

2. Eritema multiformis

Eritema multiformis adalah penyakit peradangan pada kulit yang biasanya dipicu oleh infeksi atau efek samping obat-obatan. Eritema mutiformis terbagi menjadi dua jenis, yaitu eritema multiformis minor dan eritema multiformis mayor.

Eritema multiformis minor biasanya ditandai dengan gejala berupa munculnya bercak kemerahan yang melepuh di kulit.

Sedangkan eritema multiformis mayor ditandai dengan munculnya bercak kemerahan dan lepuhan di kulit yang disertai demam tinggi serta nyeri otot dan sendi. Selain di kulit, lepuhan dan bercak eritema multiformis mayor juga bisa muncul di mulut, konjungtiva (lapisan dalam kelopak mata), hidung, vagina, atau anus.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya eritema multiformis, antara lain:

  • Infeksi virus, seperti virus herpes simpleks, virus hepatitis, HIV, dan adenovirus.
  • Penyakit akibat infeksi bakteri, seperti difteri, pneumonia, lepra, gonore, limfogranuloma venereum, dan demam tifoid.
  • Infeksi jamur dan parasit, seperti infeksi jamur kulit, toksoplasmosis, dan trikomoniasis.
  • Reaksi alergi obat yang parah, misalnya sindrom Stevens-Johnson.
  • Penyakit tertentu, seperti radang usus atau lupus eritematosus sistemik.

3. Eritema infektiosum

Eritema infektiosum adalah penyakit yang menimbulkan bercak kemerahan pada kulit akibat infeksi virus parvovirus B19. Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan cairan atau lendir dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi.

Penyakit ini umumnya menyerang pada anak-anak usia 5-15 tahun, namun bisa juga dialami oleh orang dewasa. Eritema infektiosum dapat menimbulkan beberapa gejala, antara lain demam, hidung meler, sakit kepala, ruam atau bercak merah di pipi, dan pembengkakan serta nyeri sendi.

Penanganan Eritema Berdasarkan Jenisnya

1. Penanganan eritema nodosum

Gejala eritema nodosum sering kali dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu 3-6 minggu. Namun, penyakit yang menjadi penyebabnya tetap perlu diketahui agar dapat diobati.

Untuk meredakan gejala eritema nodosum, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk:

  • Lebih banyak beristirahat.
  • Memposisikan kaki lebih tinggi daripada dada saat berbaring atau tidur.
  • Mengenakan perban atau stoking khusus.
  • Mengompres bercak kemerahan dengan kain yang dibasahi air dingin.
  • Mengonsumsi antiradang yang dapat mengurangi nyeri, seperti ibuprofen, colchicine, dan kalium iodide. Jika pengobatan tersebut tidak membuahkan hasil, dokter mungkin akan memberikan obat kortikosteroid. Obat-obatan tersebut bisa diperoleh dengan resep dokter.

2. Penanganan eritema multiformis

Sama seperti eritema nodosum, pengobatan eritoma multiformis juga dilakukan berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Misalkan jika eritema disebabkan oleh alergi obat, maka dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk berhenti mengonsumsi obat tersebut.

Selain itu, untuk membantu meringankan gejala yang Anda rasakan, dokter dapat memberikan beberapa jenis obat-obatan, seperti:

  • Obat antihistamin untuk mengurangi gatal.
  • Obat antiradang, seperti paracetamol, untuk meredakan nyeri dan demam. Untuk mengatasi peradangan yang berat, dokter dapat memberikan obat kortikosteroid.
  • Obat kumur untuk meringankan luka di mulut.
  • Obat antibakteri, antijamur, atau antivirus, sesuai penyebab infeksi yang mendasarinya.

Jika gejala semakin berat atau muncul tanda dan gejala eritema multiformis mayor, segeralah periksakan ke dokter agar dapat diberikan perawatan yang tepat.

3. Penanganan eritoma infektiosum

Eritema infektiosum biasanya akan hilang dengan sendirinya. Penderitanya pun biasanya akan sembuh dan pulih sepenuhnya. Dokter mungkin hanya akan meresepkan obat penurun demam dan pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen.

***

Apabila eritema multiformis diduga terjadi akibat infeksi, penanganan yang tepat akan bergantung dari hasil pemeriksaan darah atau kultur. Bila infeksi terbukti disebabkan oleh virus herpes simpleks, dokter juga dapat menangani infeksi tersebut untuk mencegah berulangnya keluhan.

Read More

Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Splenomegali

Penyakit

Splenomegali merupakan sebuah kondisi yang terjadi saat limpa Anda membesar. Kondisi ini sering dikenal dengan sebutan pembesaran limpa. Limpa merupakan bagian dari sitem limfatik yang membantu sistem kekebalan tubuh dalam menyimpan sel darah putih dan membantu produksi antibodi. Organ penting ini terletak di bawan tulang rusuk kiri, dan memiliki peran yang sangat penting dalam menyaring bakteri yang tertutup antibodi, memproses ulang sel-sel darah merah yang tua, serta mendaur ulang zat besi dalam hemoglobin. Limpa sangat penting dibutuhkan tubuh untuk melawan infeksi karena limpa merupakan sumber 2 jenis sel darah putih, sel B dan sel T. Sel-sel darah putih tersebut melindungi tubuh dari bakteri dan infeksi.

Gejala splenomegali yang perlu diwaspadai

Beberapa orang dengan splenomegali atau pembesaran limpa tidak menunjukkan gejala apapun, dan kondisi ini baru akan ditemukan saat pasien menjalani pemeriksaan fisik rutin. Apabila Anda memiliki tubuh yang kurus, sangat mungkin Anda dapat merasakan adanya pembesaran limpa lewat kulit tubuh yang terlihat benjol di bagian bawah tulang rusuk. Selain itu, gejala umum splenomegali adalah timbulnya rasa sakit atau tidak nyaman di bagian kiri atas perut, tempat di mana limpa berada.

Anda juga akan merasa kenyang meskipun hanya makan dalam jumlah yang sedikit. Hal ini biasanya terjadi ketika limpa membesar dan menekan lambung. Apabila limpa menekan organ tubuh lain, hal ini dapat memengaruhi aliran darah ke limpa, sehingga dapat membuat limpat tidak mampu menyaring darah dengan baik. Selain itu, apabila menjadi terlalu besar, limpa dapat membersihkan sel darah merah dari darah dalam jumlah yang terlalu banyak. Tidak memiliki cukup sel darah merah dapat menyebabkan sebuah kondisi yang bernama anemia. Di sisi lain, apabila limpa tidak mampu menciptakan sel darah putih dalam jumlah yang cukup karena pembesaran, Anda akan lebih mudah dan rentan terkena infeksi.

Penyebab splenomegali

Beberapa penyakit dan kondisi medis tertentu dapat menyebabkan pembesaran limpa. Infeksi, contohnya mononucleosis, merupakan salah satu penyebab utama splenomegali. Gangguan pada hati, misalnya akibat fibrosis kistik dan sirosis, juga dapat menyebabkan pembesaran limpa. Penyebab lain splenomegali adalah rheumatoid arthritis, yang menyebabkan peradangan pada sistem limfik. Karena limpa adalah bagian dari sistem limfik, peradangan tersebut dapat menyebabkan limpa menjadi membesar.

Faktor risiko dan komplikasi

Setiap orang, tidak peduli jenis kelamin ataupun usia, dapat menderita pembesaran limpa. Namun, mereka yang memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena splenomegali di antaranya adalah:

  • Anak-anak dan remaja yang menderita infeksi seperti mononucleosis
  • Orang-orang yang menderita penyakit Gaucher, penyakit Niemann-Pick, dan beberapa gangguan metabolisme turunan yang memengaruhi hati dan limpa
  • Orang-orang yang hidup atau bepergian ke daerah-daerah di mana penyakit malaria umum dijumpai.

Splenomegali memiliki risiko komplikasi yang cukup parah, di antaranya adalah infeksi. Limpa yang membesar dapat mengurangi jumlah sel darah merah sehat, platelet, dan sel darah putih di aliran darah, yang dapat menyebabkan infeksi, pendarahan, serta anemia. Selain infeksi, limpa yang membesar membuatnya rentan rusak atau pecah. Bahkan limpa yang sehat sangat lembut dan mudah cidera, terutama apabila seseorang mengalami kecelakaan kendaraan bermotor. Kemungkinan untuk rusak dan cidera meningkat apabila limpa Anda membesar akibat splenomegali. Limpa yang rusak atau cidera dapat menyebabkan pendarahan ke dalam rongga perut yang mengancam jiwa.

Read More