penyebab refluks asam lambung

Refluks Asam Lambung dan Penyebabnya

Penyakit

Penyebab refluks asam lambung memang tidak dapat diketahui secara pasti karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Refluks bisa terjadi karena asam lambung yang naik sampai ke kerongkongan dan berikut adalah beberapa kemungkinan penyebabnya:

  • Kelainan pada perut

Perut yang memiliki kondisi abnormal seperti hiatal hernia dapat menyebabkan refluks asam lambung berkepanjangan. Kelainan ini terjadi ketika LES berada di atas perut padahal seharusnya di bagian bawah. Karena katup LES tidak berada di tempatnya, asam lambung yang seharusnya dihentikan tetap naik menuju ke bagian dada dan menyebabkan nyeri.

  • Kehamilan

Pada wanita hamil, kerap kali ditemui refluks asam lambung karena hormon yang meningkat dan tekanan yang terjadi di bagian perut akibat janin yang berkembang. Pada semester ketiga biasanya kondisi ini akan semakin terasa dan baru hilang sesaat sebelum waktu melahirkan.

  • Merokok

Merokok dapat melemahkan otot-otot pada katup LES sehingga tidak berfungsi semestinya. Selain itu, merokok juga merusak membrane mucus dan otot pada kerongkongan. Kebiasaan merokok juga mengurangi produksi air liur yang penting untuk menetralkan asam lambung.

Makanan pemicu refluks asam lambung

Makan dalam porsi besar kemudian berbaring tidur dapat menyebabkan rasa panas akibat asam lambung yang naik. Selain itu, batuk kering dan susah menelan juga merupakan baghian dari akibat refluks asam lambung. Berikut adalah makanan yang sering menyebabkan refluks asam lambung:

  • Alkohol. Selain meningkatkan produksi asam lambung, minuman beralkohol juga menyebabkan kanker tenggorokan. Semakin tinggi tingkat konsumsinya, semakin besar risikonya. Terutama jika kebiasaan ini dibarengi dengan merokok.
  • Minuman berkarbonasi
  • Cokelat
  • Buah-buahan sitrus seperti lemon dan jeruk
  • Minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi
  • Makanan berlemak dan makanan yang digoreng
  • Tomat, saus spageti, salsa dan pizza
  • Bawang putih dan bawang bombai
  • Mint
  • Makanan pedas

Beberapa penyebab umum refluks asam lambung lainnya yaitu:

  • Kegemukan dan obesitas
  • Makan makanan berat dan berbaring setelahnya
  • Makan sesaat sebelum tidur
  • Konsumsi obat aspirin atau ibuprofen yang dapat melemaskan otot.

Gejala asam lambung dapat terjadi sewaktu-waktu terlebih jika pola gaya hidup yang diterapkan kurang sehat. Dengan menerapkan gaya hidup sehat dan menghindari stress, penyakit asam lambung sangat mungkin untuk dihindari.

Read More
tips meredakan efek samping kanker

Tips Meredakan Berbagai Efek Samping Kanker

Penyakit

Efek samping kanker pada penderita kanker umumnya terlihat sama, terlepas dari gejala atau jenis kanker yang dimiliki. Sebelum membahas lebih lanjut tentang efek samping kanker, sebaiknya dipahami terlebih dahulu gejala-gejala kanker. Pada dasarnya, gejala kanker dirasakan berbeda-beda, tergantung pada letak kanker, seberapa besar kanker, dan organ yang terdampak dari kanker tersebut.

Meski penyakitnya berbeda bagi setiap orang, beberapa gejalanya memiliki kesamaan, seperti kelelahan, sakit, dan mual. Apa pun efek samping yang dialami, Anda dapat meredakannya. Bicaralah pada dokter Anda mengenai obat dan cara-cara lainnya untuk meredakan efek samping dari gejala tersebut.

Kelelahan

Merasakan kelelahan dirasa wajar-wajar saja dialami siapapun, namun kelelahan karena efek samping kanker sedikit berbeda. Kelelahan ini membuat Anda merasa lelah bahkan hanya untuk bangun dari tempat tidur. Untuk mengatasinya, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  • Jangan terlalu memaksakan. Lakukanlah apa yang mampu Anda lakukan. Selebihnya, mintalah bantuan kepada keluarga atau teman untuk membantu Anda.
  • Beristirahatlah selama 20 menit pada siang hari untuk mengumpulkan kembali energi Anda
  • Berolahraga. Olahraga dapat membantu Anda mendapatkan energi lebih banyak. Berjalan atau bersepeda secara rutin selama 15 menit setiap harinya cukup untuk membantu Anda
  • Makan dengan teratur. Konsumsilah makanan-makanan sehat seperti sayur & buah serta perbanyaklah mengonsumsi protein.

Rasa Sakit

Ketika kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain, beberapa bagian tubuh seperti saraf, sendi, tulang, dan juga organ-organ tubuh mulai merasakan rasa sakit. Pengobatan seperti kemoterapi, radiasi dan juga operasi juga bisa menimbulkan rasa sakit pada penderita kanker. Rasa sakit tersebut dapat dirasakan dalam waktu yang cepat atau dalam waktu yang cukup lama. Rasa sakit tersebut juga bervariasi dari yang ringan hingga yang sangat parah.

Jika Anda merasa kesakitan, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik sebelum rasa sakit tersebut makin memburuk.

Untuk mengatasi rasa sakit akibat dari efek samping kanker tersebut, lakukanlah hal-hal berikut ini:

  • Letakkan sekantong es untuk meredakan rasa sakit
  • Lakukan pemijatan atau akupuntur
  • Meditasi atau teknik relaksasi lainnya
  • Obat penghilang rasa sakit yang dapat dibeli di toko-toko obat. Namun, konsultasikan dokter Anda terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat tersebut.

Pusing dan Muntah

Berdasarkan WebMD, sekitar 8 dari 10 pasien penderita kanker pasti merasakan pusing dan muntah akibat efek samping kemoterapi dan radiasi. Hal ini tentu akan menyulitkan Anda, terlebih muntah yang terlalu sering tentu dapat membuat tubuh Anda dehidrasi.

Obat yang disebut antiemetik mampu mengatasi mual yang Anda rasakan. Minumlah pada waktu-waktu tertentu dalam sehari atau saat Anda merasa sakit. Ketika Anda mengalami mual dan merasa ingin muntah, makanlah makanan yang tawar seperti roti bakar atau nasi. Selain itu, masaklah dalam porsi yang lebih kecil dan hindari makanan yang membuat Anda merasa sakit.

Anemia

Efek samping lainnya dari kanker adalah menurunnya jumlah sel darah merah yang sehat di tubuh Anda sehingga menyebabkan terjadinya anemia. Anemia dapat menyebabkan gejala-gejala sepert kelelahan, sesak napas, detak jantung yang cepat, pusing, dan kulit yang pucat.

Salah satu cara mengatasi anemia adalah dengan makan lebih banyak makanan kaya akan zat besi, seperti sayuran berdaun hijau gelap, kacang-kacangan, kentang manis dan daging.

Read More
diare saat liburan

Waspadai Diare Pelancong Bagi Anda yang Hobi Jalan-jalan

Penyakit

Diare pelancong merupakan sebuah kondisi masalah pencernaan berupa diare yang terjadi pada para pelancong saat sedang melakukan perjalanan. Biasanya, penyebabnya adalah infeksi usus yang terjadi akibat makan atau minum dari makanan atau air yang terkontaminasi. Pengolahan makanan yang tidak bersih dan steril dapat berisiko menularkan infeksi kepada orang yang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Daerah-daerah tujuan wisata, di mana terdapat risiko infeksi diare tinggi adalah beberapa negara-negara berkembang di Afrika, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Asia. Risiko infeksi bervariasi tergantung pada jenis paparan makanan, jenis makanan, hingga higienitas dari makanan dan minumannya. Penyebab paling umum yang mengakibatkan hal ini adalah infeksi bakteri yang disebut E. Coli.

Gejala Diare Pelancong
Ada beberapa gejala khas yang sering dialami para wisatawan, di antaranya adalah:

  • Keluhan diare mendadak
  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Kembung
  • Kebutuhan mendesak harus buang air besar
  • Malaise (tubuh terasa lemah atau tidak nyaman)
  • Terasa gas di perut menyakitkan
  • Kram perut
  • Kehilangan selera makan

Diare pelancong ini biasanya berlangsung dalam waktu yang sebentar dan tidak permanan. Yang paling lama berkisar antara 3 hingga 7 hari dan jarang mengancam jiwa.

Penanganan Diare Pelancong
Seperti halnya penyakit pada umumnya, upaya terbaik untuk menangani diare yang terjadi saat berada di perjalanan adalah dengan berkonsultasi dengan dokter dibandingkan dengan mencoba mengobatinya sendiri.

Pepto-Bismol merupakan salah satu obat yang cukup direkomendasikan untuk  mengurangi diare dan mengurangi gejala dengan cepat. Obat yang mudah ditemukan di apotek ini juga tampaknya efektif untuk mencegah diare, tetapi tidak boleh dikonsumsi lebih dari tiga minggu.

Efek samping dari mengonsumsi Pepto-Bismol cukup beragam, antara lain adalah menghitamnya lidah dan feses sementara, rasa mual, konstipasi, dan terkadang terasa ada bunyi dering di telinga. Jangan mengonsumsi Pepto-Bismol jika Anda memiliki alergi aspirin, insufisiensi ginjal, asam urat, atau jika Anda mengonsumsi antikoagulan, probenecid (Benemid, Probalan), atau metotreksat (Rheumatrex).

Dalam perawatan diare pelancong juga membutuhkan asupan cairan dan garam untuk menggantikan kandungannya yang hilang dalam tubuh yang hilang akibat diare. Untuk kembali menghidrasi tubuh, cara paling baik yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan larutan rehidrasi oral seperti larutan oralit.

Kapan Harus Memeriksakan Diri Dokter Saat Mengalami Diare Pelancong?
Pada dasarnya, diare pelancong dapat sembuh dengan sendirinya karena tidak disebabkan oleh infeksi yang serius. Akan tetapi, bukan tidak mungkin diare pelancong juga dapat menjadi sesuatu hal yang serius. Anda tetap perlu melakukan pemeriksaan ke dokter jika:

  • Diare parah, berdarah, atau tidak sembuh dalam beberapa hari
  • Diare disertai dengan demam dan meriang
  • Kesulitan mendapat asupan cairan untuk mencegah dehidrasi

Cara Mencegah Diare Pelancong
Di daerah dengan sanitasi yang buruk, Anda harus lebih waspada saat akan mengonsumsi makanan atau minuman. Misalnya, hanya minuman tertentu yang aman untuk diminum, seperti air matang, minuman panas (seperti kopi atau teh) yang dibuat dengan air matang, minuman berkarbonasi kaleng atau botol, bir, dan anggur. Hindari es, karena biasanya es dibuat dari air yang terkontaminasi.

Selain itu, akan lebih aman jika Anda minum dari kaleng atau botol yang belum dibuka dibandingkan dengan menuangkannya dari wadah yang tidak diketahui kebersihannya. Pasalnya, wadah air baik itu teko atau botol minuman mungkin juga terkontaminasi.

Jika Anda berpergian ke daerah yang sulit mendapatkan air kemasan yang higienis, cobalah untuk selalu merebus dahulu air sebelum diminum untuk memastikan seluruh kuman dan bakteri di dalamnya sudah mati.


Makanan yang Harus Dihindari Pelancong

Tidak hanya minuman, beberapa makanan juga harus dipilih dengan hati-hati. Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang harus Anda hindari:

  • Salad
  • Sayuran dan buah mentah. Pastikan untuk mencuci dan mengupasnya terlebih dahulu.
  • Susu dan produk susu yang tidak dipasteurisasi
  • Daging mentah dan kerang
  • Makanan yang sudah dimasak dan masih panas biasanya aman.

Selain itu, waspadai juga beberapa jenis ikan yang tidak dijamin aman, bahkan ketika dimasak karena memiliki kandungan racun dalam dagingnya. Sebut saja ikan karang tropis, kakap merah, amberjack, dan kerapu. Berhati-hatilah pada makanan yang memang tidak biasa Anda makan.

Read More
penyebab batuk

Kenali Penyebab Batuk dan Perawatannya agar Bisa Sembuh Lebih Cepat

Penyakit

Batuk pilek umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1 minggu. Meski begitu, batuk pilek terkadang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Para ahli mengatakan, lebih dari 30 juta kunjungan pada dalam setahun karena batuk. Lalu, bagaimana cara mengobati batuk yang mengganggu? Langkah pertama yaitu mengetahui penyebab batuk dan perhatikan beberapa tips di bawah ini!

Penyebab Batuk

Sebenarnya batuk juga baik untuk kesehatan tubuh. Penyakit ini dapat mengeluarkan kotoran dari paru-paru dan tenggorokan. Umumnya, virus menjadi penyebab utama Anda terkena batuk dan flu. Lalu, apa saja penyebab batuk selain karena virus?

  1. Alergi dan asma. Memiliki alergi terhadap sesuatu disertai asma dapat menyebabkan paru-paru bereaksi berlebihan dan kemudian menyebabkan batuk.
  2. Iritasi. Selain alergi, udara dingin, asap rokok atau bau parfum yang kuat juga dapat memicu timbulnya penyakit ini.
  3. Postnasal Drip (Ingus). Ketika hidung tersumbat, lendir akan menetes dari hidung ke tenggorokan sehingga membuat batuk. Postnasal drip bisa disebabkan karena  pilek, infeksi sinus, alergi dan masalah lainnya.
  4. Asam Lambung. Penyebab batuk lainnya bisa dikarenakan Anda mengalami sakit maag. Asam lambung yang kembali ke tenggorokan dapat mengiritasi tenggorokan dan membuat Anda batuk.
  5. Penyebab lainnya. Penyebab batuk lainnya bisa disebabkan karena peradangan paru-paru, sleep apnea, dan dipicu oleh efek samping obat.

Cara Mengobati Batuk

Salah satu cara agar batuk cepat sembuh adalah dengan mencari tahu terlebih dahulu apa penyebab batuk yang Anda alami. Kemudian, Anda bisa mengikuti cara di bawah ini!

  1. Obat-obatan. Hal pertama yang bisa Anda lakukan yaitu meminum obat. Obat batuk yang dijual bebas di pasaran dapat membantu meringankan batuk.
  2. Pengobatan rumah. Perawatan batuk yang kedua yaitu dengan membuat obat herbal dari bahan rumahan. Anda dapat meminum air hangat, menghirup udara yang hangat, lembap, dan meminum obat batuk. Anda juga bisa menambahkan sesendok madu pada teh panas.
  3. Menghindari pemicu batuk. Jika Anda memiliki alergi atau asma, hindari pemicu alergi tersebut. Jauhkan hewan peliharaan dari kamar tidur Anda. Gunakan AC untuk menyaring udara yang tidak sehat. Dengan menjauhi hal-hal yang dapat memicu batuk, Anda pun akan mulai merasa lebih baik.
  4. Perawatan untuk masalah lain. Batuk yang dipicu oleh asma, refluks asam, sleep apnea, dan kondisi medis lainnya memerlukan perawatan khusus seperti obat-obatan.
  5. Waktu. Umumnya virus merupakan penyebab batuk yang paling biasa terjadi. Terkadang, batuk bisa bertahan beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan setelah virus hilang. Namun, seiring berjalannya waktu batuk pun akan sembuh.

Kapan Waktu yang Tepat Pergi Ke Dokter?                                     

Setelah mengetahui penyebab dan bagaimana perawatan batuk agar cepat sembuh, Anda tetap harus berkonsultasi ke dokter. Tujuannya, mendapatkan penanganan lebih tepat dan cepat. Waktu yang tepat untuk pergi ke dokter adalah jika batuk Anda tidak membaik setelah 1 minggu.

Anda juga harus segera membuat janji dengan dokter jika batuk mengganggu kehidupan sehari-hari atau jika Anda mengalami gejala seperti: sulit bernapas, sakit dada, sakit maag, batuk darah, demam, berkeringat di malam hari, dan kesulitan tidur.

Read More