Cara Alami yang Dapat Menjadi Obat Konstipasi

Penyakit
Cara Alami yang Dapat Menjadi Obat Konstipasi

Sembelit atau konstipasi bisa jadi sangat menyiksa karena Anda akan sulit mengeluarkan feses. Bahkan dalam beberapa kasus, banyak orang yang mengalami sembelit tidak mampu buang air besar hingga berhari-hari ingin harus mendapatkan bantuan obat konstipasi. 

Anda bisa dikatakan mengalami konstipasi apabila intensitas buang air besar Anda kurang dari 3 kali seminggu. Konstipasi Anda pun tergolong parah dan mesti mendapat bantuan asupan obat konstipasi apabila kondisi sulit buang air besar ini sudah berlangsung lebih dari tiga minggu juga jika ada darah di feses. 

Penyebab Konstipasi 

Sebelum mengonsumsi obat konstipasi, Anda sebaiknya memahami terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab kondisi tersebut terjadi. Pasalnya, ada beberapa penyebab konstipasi yang merupakan buah dari gaya hidup yang kurang sehat. Jika konstipasi Anda bersumber dari sana, Anda bisa memperbaiki sistem pencernaan Anda agar lebih lancar dengan cara-cara alami. 

Namun, penyebab konstipasi bukan hanya terkait gaya hidup. Secara lebih lengkap, faktor pemicu sembelit menimpa seseorang karena faktor-faktor di bawah ini. 

  • Dehidrasi 

Cairan dalam tubuh bisa membantu proses aliran limbah makanan dalam tubuh. Sebaliknya ketika cairan kurang, aliran akan tersendat. 

  • Kurang Serat 

Orang yang kurang serat kurang memiliki kemampuan tubuh untuk mendorong buang air besar secara teratur. 

  • Kurang Gerak 

Feses membutuhkan gerakan tubuh untuk bisa mengalir keluar dengan lancar. Jika Anda kurang kurang, alhasil feses menjadi sulit untuk keluar. 

  • Usia Tua 

Risiko orang tua mengalami sembelit cukup besar. Ini berhubungan dengan kemampuan mobilitas mereka yang berkurang seiring bertambahnya usia. 

  • Penggunaan Obat

Beberapa jenis obat mudah memicu terjadinya konstipasi. Contoh jenis obat yang kerap menimbulkan sembelit, yakni antidepresan, antinyeri, serta suplemen zat besi. 

  • Iritasi Usus 

Kondisi iritasi usus membuat fungsi usus untuk mengalirkan limbah makanan menjadi terganggu sehingga memicu sembelit. 

Obat Alami 

Mengobati sembelit tidak harus dengan menggunakan obat-obatan kimia. Nyatanya perubahan gaya hidup dan pengonsumsian beberapa jenis bahan natural di bawah ini bisa menjadi obat konstipasi yang efektif. 

  • Perbanyak Asupan Serat 

Asupan serat dapat meningkatkan massa dan konsistensi gerakan usus. Kondisi ini membuat feses lebih mudah untuk dikeluarkan. Pastikan selalu kebutuhan serat harian minimal 25 gram terpenuhi. 

  • Tambah Asupan Cairan 

Hidrasi yang cukup sangat penting membantu usus untuk mengalirkan limbah makanan keluar menjadi feses. Ketika Anda mengalami sembelit, cobalah untuk menambah asupan cairan guna memastikan usus lebih mudah bergerak mengalirkan limbah makanan. 

  • Rutinkan Olahraga 

Kurang gerak menjadi pemicu terjadinya sembelit. Karena itu, para dokter menganjurkan agar para penderita konstipasi lebih rutin berolahraga guna mempermudah buang air besar. 

  •  Sering Minum Kopi

Kopi mengandung kafein yang dapat merangsang usus untuk mengalirkan limbah makanan. Kemampuan kafein pada kopi untuk mendorong feses bahkan lebih kuat daripada kemampuan air mineral mendorong limbah makanan tersebut. 

  • Jaga Asupan Probiotik 

Salah satu fungsi probiotik adalah menjaga keseimbangan bakteri jahat dan baik dalam usus. Dengan usus yang sehat, gejala konstipasi dapat dikurangi. Asupan probiotik juga dapat membuat feses lebih lembut sehingga lebih mudah dialirkan keluar. Beberapa jenis makanan yang mengandung probiotik tinggi, seperti bawang putih, buncis, pisang, dan daun bawang. 

  • Hindari Produk Susu

Tidak semua tubuh bisa menerima baik kandungan kalsium dari susu. Dalam banyak kasus, produk susu justru memengaruhi gerak usus menjadi lebih lamban dan membuat konstipasi kian parah. 

  • Buat Jadwal Konsisten 

Usahakan pergi ke kamar mandi tiap pagi agar tubuh meresponsnya sebagai tanda-tanda Anda hendak mengeluarkan feses. Tetap lakukan jadwal tersebut secara konsisten, bahkan ketika Anda sedang mengalami gejala sembelit. Cara ini bisa mencegah sembelit ringan berubah menjadi konstipasi kronis. 

Apabila cara-cara alami sudah dilakukan, namun Anda masih mengalami sembelit yang cukup parah, mengonsumsi obat konstipasi berbahan kimia dapat menjadi solusi lain. Namun, pastikan obat yang Anda minum sesuai dengan resep dokter.

Read More

6 Fakta Sindrom Cri Du Chat yang Langka

Penyakit

Belum terlalu banyak orang yang mengetahui mengenai sindrom cri du chat. Maklum saja, penyakit yang kerap menimbulkan komplikasi parah pada anak ini tergolong penyakit langka. Jenis penyakit ini sendiri merupakan bentuk kelainan genetik yang timbul pada bayi baru lahir karena tidak sempurnanya pembentukan kromosom nomor 5 di dalam tubuh.

Nama sindrom cri du chat diambil dari bahasa Prancis yang berarti tangisan kucing. Diberi nama demikian karena bayi yang menderita sindrom ini memang terlahir dengan suara tangisan yang cukup unik. Sepintas, suara tangisan anak bayi tersebut terdengar seperti erangan anak kucing. Walapun terdengar menggemaskan, nyatanya sindrom ini tidak bisa dipandang sebelah mata sebab bisa membuat bayi yang lahir tidak bisa menjalankan kehidupannya dengan normal.

Membuka wawasan mengenai sindrom cri du chat menjadi penting guna bisa lebih mewaspadai akan penyakit langka yang satu ini. Berikut adalah beberapa fakta yang perlu Anda ketahui mengetahui sindrom cri du chat.

  1. Penyakit Sangat Langka

Sindrom cri du chat bukan hanya tergolong sebagai penyakit langka, melainkan bisa dibilang amat langka. Kelangkaan tersebut terlihat dari sedikitnya penderita ini. Dari sekitar 50.000 kelahiran, umumnya hanya ada satu kasus kelahiran dengan kelainan genetik akibat kromosom nomor 5 ini.

  • Gangguan Pita Suara

Suara tangisan bayi yang seperti kucing pada sindrom cri du chat bukan tanpa sebab. Suara tangisan tersebut timbul akibat adanya suatu masalah di bagian pita suaranya. Anak-anak yang lahir dengan sindrom ini memiliki pita suara yang tidak sempurna sehingga hanya mampu mengeluarkan suara yang melengking seperti erangan kucing.

  • Wajah Tak Biasa

Bukan hanya suara yang seperti kucing, bayi yang terlahir dengan penyakit langka ini bisa segera diidentifikasi dari bentuk wajahnya. Wajah bayi-bayi yang memiliki sindrom cri du chat umumnya memiliki dagung yang sangat lancip. Tidak hanya itu, mata bayi tersebut akan tampak sangat lebar dengan lipatan yang terlihat jelas di bagian atas mata sehingga terlihat amat sayu. Ciri lainnya adalah bagian telinga bayi tampak lebih rendah dari posisi normal. Kondisi tersebut membuat wajah bayi terlihat tidak proporsional.

  • Organ Tubuh Tak Optimal

Suara melengking yang seperti erangan kucing sebenarnya tidak berbahaya. Bahaya lain yang mesti diwaspadai dari bayi yang lahir dengan sindrom cri du chat adalah tidak optimalnya fungsi organ-organ tubuh vital bagian dalam. Cacat jantung hingga kelainan ginjal kerap mengiringi kelahiran dari bayi yang memiliki sindrom cri du chat. Tidak optimalnya kinerja organ-organ tubuh tersebut tak jarang membuat usia bayi yang memiliki kelainan genetik ini menjadi tak panjang.

  • Tak Bisa Dicegah

Penyakit ini masih tergolong sangat langka sehingga penelitian menyeluruh mengenai sindrom cri du chat sulit dilakukan. Penyebab sindrom ini pun hanya bisa dikatakan karena adanya kelainan kromosom nomor 5 tanpa alasan yang lebih jelas. Keterbatasan informasi ini pada akhirnya membuat pencegahan terhadap kelahiran dengan sindrom cri du chat sulit dilakukan.

  • Harapan Ada

Rata-rata usia bayi yang lahir dengan sindrom cri du chat sangat pendek. Pasalnya ketika usianya belum genap satu tahun, berbagai komplikasi penyakit akibat tidak optimalnya fungsi organ tubuh mulai berdatangan. Akan tetapi, harapan tetap ada. Jika bayi tersebut belum menunjukkan gejala komplikasi sampai usia di atas satu tahun, artinya kemungkinan dia bisa hidup lebih panjang dan menjalani hari dengan lebih normal bisa diupayakan.

***

Mengetahui fakta mengenai sindrom cri du chat memang tampak mengerikan. Tapi dengan fakta-fakta tersebut, setidaknya ada bisa melakukan persiapan dan penanganan segera apabila menjumpai kasus penyakit yang sangat langka ini.

Read More

Mengenal Pankreatitis Kronis

Penyakit
Pankreatitis kronis umumnya didefinisikan sebagai proses inflamasi pankreas yang terus-menerus dan kronis

Pankreatitis kronis umumnya didefinisikan sebagai proses inflamasi pankreas yang terus-menerus dan kronis, ditandai oleh perubahan morfologis yang tidak dapat diubah.

Pankreas adalah organ yang terletak di belakang perut Anda. Pankreas membuat enzim, yang merupakan protein khusus yang membantu mencerna makanan Anda. Hal ini juga membuat hormon yang mengontrol kadar gula dalam aliran darah Anda.

Pankreatitis terjadi ketika pankreas Anda meradang. Pankreatitis dianggap akut ketika peradangan datang tiba-tiba dan hanya berlangsung dalam waktu singkat. Namun dianggap kronis ketika terus datang kembali atau ketika peradangan tidak sembuh selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Pankreatitis kronis dapat menyebabkan jaringan parut dan kerusakan permanen.  Batu dan kista kalsium dapat berkembang di pankreas Anda, yang dapat menyumbat saluran, atau tabung, yang membawa enzim pencernaan dan jus ke perut Anda.  

Penyumbatan dapat menurunkan kadar enzim dan hormon pankreas, yang akan membuat tubuh Anda lebih sulit untuk mencerna makanan dan mengatur gula darah Anda. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, termasuk kekurangan gizi dan diabetes.

Pada pankreatitis kronis awal, Anda mungkin tidak merasakan gejala apa pun. Perubahan pankreas Anda bisa menjadi sangat lanjut sebelum Anda mulai merasa tidak sehat. Ketika gejala muncul, mereka mungkin termasuk:

  • Nyeri di perut bagian atas
  • Diare
  • Tinja berlemak, yang longgar, pucat, dan tidak mudah luntur
  • Mual dan muntah
  • Sesak nafas
  • Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan
  • Haus dan kelelahan yang berlebihan

Anda mungkin mengalami gejala yang lebih parah ketika penyakit ini berkembang, seperti:

  • Cairan pankreas di perut Anda
  • Penyakit kuning, yang ditandai dengan perubahan warna kekuningan di mata dan kulit Anda
  • Pendarahan di dalam
  • Penyumbatan usus

Gejala menyakitkan dapat bertahan selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari.  Beberapa orang menemukan bahwa makan atau minum dapat memperburuk rasa sakit mereka. Saat penyakit berkembang, rasa sakitnya bisa menjadi konstan.

Tes pencitraan adalah cara yang paling dapat diandalkan untuk membuat diagnosis mengenai pankreatitis kronis. Dokter Anda mungkin meminta agar penelitian berikut dilakukan pada perut Anda untuk mencari tanda-tanda peradangan, seperti:

  • Sinar X
  • USG
  • CT scan
  • Scan MRI

Perawatan untuk pankreatitis kronis berfokus pada mengurangi rasa sakit Anda dan meningkatkan fungsi pencernaan Anda.  Kerusakan pankreas Anda tidak dapat diurungkan, tetapi dengan perawatan yang tepat, Anda dapat mengelola banyak gejala Anda. Perawatan untuk pankreatitis dapat mencakup pengobatan, terapi endoskopi, atau operasi.

Read More

Selain Eritema Multiformis, Kondisi Serupa Banyak Jenisnya

Penyakit

Eritema multiformis merupakan kondisi timbulnya ruam yang sering kali disebabkan oleh infeksi atau pengobatan. Eritema multiformis ditandai dengan munculnya lesi kulit kemerahan. Kondisi ini bersifat akut, tidak menular, dan biasanya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa menimbulkan komplikasi. Munculnya eritema bisa diakibatkan oleh reaksi peradangan akibat paparan sinar matahari, alergi terhadap beberapa jenis zat atau obat-obatan, hingga terinfeksi.

Ada beberapa jenis eritema dengan penyebab dan gejala yang berbeda-beda. Penanganan untuk setiap jenis eritema juga bisa berbeda, tergantung penyebabnya.

Jenis-Jenis Eritema

1. Eritema nodosum

Eritema nodosum adalah tipe eritema yang muncul akibat peradangan pada lapisan lemak di bawah kulit. Eritema nodosum dapat menimbulkan bercak-bercak kemerahan pada tungkai bawah yang terasa nyeri ketika ditekan. Bercak kemerahan akibat eritema nodosum kadang juga bisa muncul di paha dan lengan.

Eritema nodosum bisa terjadi tanpa sebab yang jelas. Namun, munculnya eritema nodosum sering kali disebabkan oleh beberapa kondisi berikut ini:

  • Infeksi jamur dan bakteri, misalnya pada penyakit lepra, tuberkulosis, dan infeksi bakteri streptokokus.
  • Penyakit kanker, seperti leukemia dan limfoma.
  • Penyakit radang usus, misalnya penyakit Crohn atau kolitis ulserativa.
  • Sarkoidosis.
  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti pil KB, antibiotik, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), bromida, dan asam salisilat.
  • Kehamilan.

Eritema nodosum lazimnya akan hilang sendiri dalam waktu 3-6 minggu. Akan tetapi, pada kasus tertentu, eritema nodosum bisa menetap atau hilang-timbul selama bertahun-tahun.

2. Eritema multiformis

Eritema multiformis adalah penyakit peradangan pada kulit yang biasanya dipicu oleh infeksi atau efek samping obat-obatan. Eritema mutiformis terbagi menjadi dua jenis, yaitu eritema multiformis minor dan eritema multiformis mayor.

Eritema multiformis minor biasanya ditandai dengan gejala berupa munculnya bercak kemerahan yang melepuh di kulit.

Sedangkan eritema multiformis mayor ditandai dengan munculnya bercak kemerahan dan lepuhan di kulit yang disertai demam tinggi serta nyeri otot dan sendi. Selain di kulit, lepuhan dan bercak eritema multiformis mayor juga bisa muncul di mulut, konjungtiva (lapisan dalam kelopak mata), hidung, vagina, atau anus.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya eritema multiformis, antara lain:

  • Infeksi virus, seperti virus herpes simpleks, virus hepatitis, HIV, dan adenovirus.
  • Penyakit akibat infeksi bakteri, seperti difteri, pneumonia, lepra, gonore, limfogranuloma venereum, dan demam tifoid.
  • Infeksi jamur dan parasit, seperti infeksi jamur kulit, toksoplasmosis, dan trikomoniasis.
  • Reaksi alergi obat yang parah, misalnya sindrom Stevens-Johnson.
  • Penyakit tertentu, seperti radang usus atau lupus eritematosus sistemik.

3. Eritema infektiosum

Eritema infektiosum adalah penyakit yang menimbulkan bercak kemerahan pada kulit akibat infeksi virus parvovirus B19. Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan cairan atau lendir dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi.

Penyakit ini umumnya menyerang pada anak-anak usia 5-15 tahun, namun bisa juga dialami oleh orang dewasa. Eritema infektiosum dapat menimbulkan beberapa gejala, antara lain demam, hidung meler, sakit kepala, ruam atau bercak merah di pipi, dan pembengkakan serta nyeri sendi.

Penanganan Eritema Berdasarkan Jenisnya

1. Penanganan eritema nodosum

Gejala eritema nodosum sering kali dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu 3-6 minggu. Namun, penyakit yang menjadi penyebabnya tetap perlu diketahui agar dapat diobati.

Untuk meredakan gejala eritema nodosum, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk:

  • Lebih banyak beristirahat.
  • Memposisikan kaki lebih tinggi daripada dada saat berbaring atau tidur.
  • Mengenakan perban atau stoking khusus.
  • Mengompres bercak kemerahan dengan kain yang dibasahi air dingin.
  • Mengonsumsi antiradang yang dapat mengurangi nyeri, seperti ibuprofen, colchicine, dan kalium iodide. Jika pengobatan tersebut tidak membuahkan hasil, dokter mungkin akan memberikan obat kortikosteroid. Obat-obatan tersebut bisa diperoleh dengan resep dokter.

2. Penanganan eritema multiformis

Sama seperti eritema nodosum, pengobatan eritoma multiformis juga dilakukan berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Misalkan jika eritema disebabkan oleh alergi obat, maka dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk berhenti mengonsumsi obat tersebut.

Selain itu, untuk membantu meringankan gejala yang Anda rasakan, dokter dapat memberikan beberapa jenis obat-obatan, seperti:

  • Obat antihistamin untuk mengurangi gatal.
  • Obat antiradang, seperti paracetamol, untuk meredakan nyeri dan demam. Untuk mengatasi peradangan yang berat, dokter dapat memberikan obat kortikosteroid.
  • Obat kumur untuk meringankan luka di mulut.
  • Obat antibakteri, antijamur, atau antivirus, sesuai penyebab infeksi yang mendasarinya.

Jika gejala semakin berat atau muncul tanda dan gejala eritema multiformis mayor, segeralah periksakan ke dokter agar dapat diberikan perawatan yang tepat.

3. Penanganan eritoma infektiosum

Eritema infektiosum biasanya akan hilang dengan sendirinya. Penderitanya pun biasanya akan sembuh dan pulih sepenuhnya. Dokter mungkin hanya akan meresepkan obat penurun demam dan pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen.

***

Apabila eritema multiformis diduga terjadi akibat infeksi, penanganan yang tepat akan bergantung dari hasil pemeriksaan darah atau kultur. Bila infeksi terbukti disebabkan oleh virus herpes simpleks, dokter juga dapat menangani infeksi tersebut untuk mencegah berulangnya keluhan.

Read More

Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Splenomegali

Penyakit

Splenomegali merupakan sebuah kondisi yang terjadi saat limpa Anda membesar. Kondisi ini sering dikenal dengan sebutan pembesaran limpa. Limpa merupakan bagian dari sitem limfatik yang membantu sistem kekebalan tubuh dalam menyimpan sel darah putih dan membantu produksi antibodi. Organ penting ini terletak di bawan tulang rusuk kiri, dan memiliki peran yang sangat penting dalam menyaring bakteri yang tertutup antibodi, memproses ulang sel-sel darah merah yang tua, serta mendaur ulang zat besi dalam hemoglobin. Limpa sangat penting dibutuhkan tubuh untuk melawan infeksi karena limpa merupakan sumber 2 jenis sel darah putih, sel B dan sel T. Sel-sel darah putih tersebut melindungi tubuh dari bakteri dan infeksi.

Gejala splenomegali yang perlu diwaspadai

Beberapa orang dengan splenomegali atau pembesaran limpa tidak menunjukkan gejala apapun, dan kondisi ini baru akan ditemukan saat pasien menjalani pemeriksaan fisik rutin. Apabila Anda memiliki tubuh yang kurus, sangat mungkin Anda dapat merasakan adanya pembesaran limpa lewat kulit tubuh yang terlihat benjol di bagian bawah tulang rusuk. Selain itu, gejala umum splenomegali adalah timbulnya rasa sakit atau tidak nyaman di bagian kiri atas perut, tempat di mana limpa berada.

Anda juga akan merasa kenyang meskipun hanya makan dalam jumlah yang sedikit. Hal ini biasanya terjadi ketika limpa membesar dan menekan lambung. Apabila limpa menekan organ tubuh lain, hal ini dapat memengaruhi aliran darah ke limpa, sehingga dapat membuat limpat tidak mampu menyaring darah dengan baik. Selain itu, apabila menjadi terlalu besar, limpa dapat membersihkan sel darah merah dari darah dalam jumlah yang terlalu banyak. Tidak memiliki cukup sel darah merah dapat menyebabkan sebuah kondisi yang bernama anemia. Di sisi lain, apabila limpa tidak mampu menciptakan sel darah putih dalam jumlah yang cukup karena pembesaran, Anda akan lebih mudah dan rentan terkena infeksi.

Penyebab splenomegali

Beberapa penyakit dan kondisi medis tertentu dapat menyebabkan pembesaran limpa. Infeksi, contohnya mononucleosis, merupakan salah satu penyebab utama splenomegali. Gangguan pada hati, misalnya akibat fibrosis kistik dan sirosis, juga dapat menyebabkan pembesaran limpa. Penyebab lain splenomegali adalah rheumatoid arthritis, yang menyebabkan peradangan pada sistem limfik. Karena limpa adalah bagian dari sistem limfik, peradangan tersebut dapat menyebabkan limpa menjadi membesar.

Faktor risiko dan komplikasi

Setiap orang, tidak peduli jenis kelamin ataupun usia, dapat menderita pembesaran limpa. Namun, mereka yang memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena splenomegali di antaranya adalah:

  • Anak-anak dan remaja yang menderita infeksi seperti mononucleosis
  • Orang-orang yang menderita penyakit Gaucher, penyakit Niemann-Pick, dan beberapa gangguan metabolisme turunan yang memengaruhi hati dan limpa
  • Orang-orang yang hidup atau bepergian ke daerah-daerah di mana penyakit malaria umum dijumpai.

Splenomegali memiliki risiko komplikasi yang cukup parah, di antaranya adalah infeksi. Limpa yang membesar dapat mengurangi jumlah sel darah merah sehat, platelet, dan sel darah putih di aliran darah, yang dapat menyebabkan infeksi, pendarahan, serta anemia. Selain infeksi, limpa yang membesar membuatnya rentan rusak atau pecah. Bahkan limpa yang sehat sangat lembut dan mudah cidera, terutama apabila seseorang mengalami kecelakaan kendaraan bermotor. Kemungkinan untuk rusak dan cidera meningkat apabila limpa Anda membesar akibat splenomegali. Limpa yang rusak atau cidera dapat menyebabkan pendarahan ke dalam rongga perut yang mengancam jiwa.

Read More

Mengupayakan Kesembuhan Otitis Eksterna dari Rumah

Penyakit

Otitis eksterna atau sering disebut swimmer’s ear ini merupakan gangguan kesehatan atau penyakit telinga yang sangat umum terjadi. Banyak sekali orang yang mengeluhkan rasa sakit yang teramat sangat di telinga mereka. Bahkan ada klaim bahwa infeksi telinga ini menyerang hingga jutaan orang pada tiap tahunnya.

Jumlah orang yang terinfeksi bakteri penyebab otitis eksterna ini akan meningkat pada musim panas maupun di beberapa negara yang memiliki iklim tropis. Meski dapat menyerang siapa saja, tetapi kondisi ini cenderung anak-anak karena saluran telinganya lebih sempit.

Seseorang dapat terserang otitis eksterna lantaran mereka lengah terhadap kebersihan telinganya. Kondisi telinga yang lembap dan kotor memungkinkan terjadi penumpukan bakteri di sana. Selanjutnya, bakteri tersebut akan mulai melancarkan aksinya di kulit dalam telinga.

Orang yang terserang otitis eksterna mulanya akan merasakan sensasi penuh atau tersumbat di telinga yang dapat menyebabkan suara teredam. Jika tidak diatasi pada saat itu yang terjadi selanjutnya adalah mereka akan mulai merasakan sakit, terjadi pembengkakan, dan terkadang keluar air.

Tak jarang juga diiringi dengan dering di telinga yang terserang bakteri tersebut. Kondisi ini dikenal sebagai tinitus. Untungnya, gejala otitis eksterna, termasuk gangguan pendengaran, bersifat sementara dan dapat mereda dengan pengobatan.

Selain meminta bantuan tenaga medis, seseorang yang terserang otitis eksterna juga dapat melakukan upaya pengobatan sendiri di rumah. Caranya cukup sederhana dan tidak memerlukan alat atau “obat” yang tak terjangkau. Anda hanya perlu mengetahui apa-apa saja yang diperlukan, seperti:

  • Menggunakan Cuka dan Alkohol

Campurkan cuka putih dengan alkohol, kemudian tuangkan satu sendok teh larutan tersebut ke setiap telinga dan biarkan cairan mengalir keluar lagi. Campuran ini punya fungsi yang mirip dengan obat tetes telinga. Namun, ada baiknya Anda konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika ingin menggunakan obat tetes buatan ini. Dokter perlu memastikan keadaan gendang telinga Anda akan baik-baik saja setelah diteteskan obat alami ini.

  • Tetes Bawang Putih

Bakteri alami yang terdapat dalam bawang putih juga bisa membantu dalam mencegah otitis eksterna. Namun, perlu diingat bahwa obat alami ini tidak boleh digunakan jika gendang telinga rusak atau adanya cairan mengalir dari telinga. Sebaiknya diskusikan perawatan ini dengan dokter terlebih dahulu.

  • Terapi Panas

Untuk mengurangi rasa sakit akibat otitis eksterna, kamu bisa menyediakan botol yang berisi air panas. Letakkan botol air panas dalam keadaan tertutup ke area telinga, kemudian tekan secara lembut.

***

Seperti kata orang bijak bahwa mencegah jauh lebik baik daripada mengobati, tak ada salahnya Anda melakukan beberapa hal sebagai upaya pencegahan dari penyakit yang bisa menyebabkan seseorang kehilangan kemampuan pendengaran sementara ini:

  • Menjaga Telinga tetap Kering

Keringkan telinga sampai bersih setelah berenang, mandi, atau terkena uap air. Usap perlahan secara lembut menggunakan handuk atau kain lembut. Angkat kepala ke samping untuk membantu mengalirkan air dari saluran telinga. Kamu juga dapat mengeringkan telinga dengan alat pengering rambut, pastikan suhunya rendah dan letakkan sekitar 0,3 meter dari telinga.

  • Hindari Meletakan Benda Asing ke Telinga

Jangan pernah mencoba menggaruk atau menggali kotoran telinga dengan benda-benda seperti kapas, klip kertas, atau jepit rambut. Barang-barang ini dapat mengiritasi kulit tipis di dalam telinga bahkan menghancurkan kulit. Hindari juga kebiasaan menggaruk telinga bagian dalam dengan menggunakan jari untuk mencegah infeksi atau kondisi otitis eksterna.

  • Lindungi Telinga dari Iritasi

Letakkan bola kapas di telinga saat kamu sedang menggunakan produk seperti semprotan rambut atau pewarna rambut. Gunakan juga penutup kepala yang sesuai saat berenang dan mandi untuk mencegah masuknya air ke dalam telinga dan menyebabkan iritasi. Iritasi inilah “jalan masuk” bakteri atau kuman penyebab otitis eksterna.

Read More

Pengobatan Dermatitis Numularis yang Perlu Diketahui

Penyakit
Dermatitis numular adalah penyakit kronis (jangka panjang) yang ditandai dengan bercak-bercak berbentuk koin pada permukaan kulit.

Salah satu jenis peradangan yang terjadi pada kulit berbentuk koin atau oval dengan ditandai ruam kulit yang terasa gatal disertai kondisi melepuh kecil, keropeng dan kulit bersisik disebut dengan dermatitis numularis. Kondisi ini juga dikenal dengan nama eksim nummular dan eksim diskoid, pada umumnya penyakit ini menyerang orang yang sudah berumur 55 hingga 65 tahun.

Dalam melakukan diagnosa terhadap penyakit ini, para dokter biasanya akan bertanya mengenai gejala dan riwayat penyakit. Selain itu, dokter juga akan mencari faktor risiko yang meningkatkan seseorang mengalami kondisi ini. Tes alergi akan disarankan oleh dokter jika diperlukan, tujuannya untuk memastikan apakah kulit alergi terhadap sesuatu yang memicu penyakit ini.

Pengobatan Dermatitis Numularis

Pemeriksaan penunjang yang lain bisa dilakukan guna membantu memastikan diagnosis yang telah dilakukan oleh dokter. Seperti misalnya, pada kasus dengan gejala tidak seperti seharusnya atau menyerupai penyakit lain. Dalam kondisi ini biasanya pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah swab cairan pada lesi kulit yang kemudian diperiksa di bawah mikroskop.

Pengobatan penyakit ini bertujuan untuk mengurangi peradangan yang ada dan juga gejala yang menyebabkan gatal serta nyeri. Cara pengobatan yang dilakukan adalah penggunaan obat, berikut ini beberapa obat trapi yang bisa digunakan untuk mengurangi peradangan disertai semua gejala yang timbul pada penyakit ini.

  • Kortikosteroid, penggunaan obat ini bisa dalam bentuk salep atau krim, merupakan pilihan pertama dan paling utama dalam mengurangi peradangan penyakit ini.
  • Fototerapi, biasanya menggunakan sinar UVB terhadap kasus dengan lesi yang luas dan tidak kunjung sembuh dalam kurun waktu yang lama ketika memakai obat salep atau krim.
  • Modulator sistem imun seperti tacrolimus dan pimecrolimus juga bisa dipakai untuk mengurangi peradangan yang muncul.
  • Antihistamin, misalnya seperti cetirizine bisa digunakan untuk mengurangi rasa dan gejala gatal hingga meredakan respons terhadap alergi.
  • Antibiotik salep, bisa diberikan ketika muncul infeksi sekunder yang ditimbulkan bakteri, salep yang dipakai tidak boleh mengandung neocimin karena merupakan penyebab peradangan.
  • Pemberian pelembab kulit, hal ini sangat bermanfaat dan membantu karena bisa menjaga kulit yang rusak dan mencegah timbulnya iritasi.

Cara Pencegahan

Penyebab dari kondisi ini memang tidak diketahui secara pasti, meski demikian bukan berarti kondisi ini tidak bisa dicegah. Seseorang bisa mencegah dirinya terkena penyakit ini dengan menerapkan beberapa langkah pencegahan, cara di bawah ini bisa diterapkan bagi mereka yang rentan terkena risiko dan yang sama sekali tidak memiliki risiko.

  • Menggunakan pelembab secara teratur segera setelah mandi, lakukan cara ini minimal satu kali dalam sehari.
  • Hindari bahan-bahan yang menjadi penyebab munculnya iritasi kulit, seperti cairan pembersih kerak, sabun untuk mencuci pakaian hingga bahan kimia lain.

Bercak dermatitis numularis secara umum banyak ditemukan pada bagian paha dan betis, tetapi kondisi ini juga bisa muncul di area tubuh lain. Selain itu, ukurannya juga berbeda-beda mulai dari dua hingga 10 cm. Selain itu, kondisi ini juga muncul dengan warna yang berbeda mulai dari merah muda, merah hingga coklat.

Awal mula kondisi ini muncul dengan tanda bintik-bintik berwarna merah seperti luka melepuh yang kemudian menyatu menjadi bercak merah yang lebih besar, biasanya muncul menyerupai bentuk koin. Seiring berjalannya waktu, bercak tersebut akan mengering menjadi sisik hingga mengelupas dan pada bagian tengah bercak akan berwarna putih menyerupai kurap.

Read More

Penyakit Kawasaki, Penyakit Langka Yang Menyerang Anak

Penyakit

Pernahkah Anda mendengar sebuah penyakit yang bernama penyakit Kawasaki? Penyakit ini merupakan sebuah sindrom langka yang tidak diketahui asal usulnya dan menyerang anak-anak. Pada penyakit ini, pembuluh darah menjadi meradang dan memengaruhi arteri. Apabila tidak dirawat dan diobati, penyakit ini memiliki efek jangka panjang pada kesehatan jantung. Menurut Lembaga Penyakti Kawasaki, sekitar 80 persen penderita penyakit ini adalah anak-anak yang berumur kurang dari 5 tahun. Pada anak-anak yang lebih tua dan remaja, penyakit ini jarang ditemukan.

Penyakit Kawasaki juga jarang ditemukan pada bayi berusia di bawah 6 bulan. Hal ini dikarenakan pada usia tersebut bayi masih dilindungi oleh antibodi dari ibu. Di Amerika Serikat sendiri, sekitar 19 dari 100 ribu anak-anak didiagnosa menderita penyakit Kawasaki setiap tahunnya. Pada penyakit ini, peradangan terjadi di dinding arteri di seluruh tubuh, termasuk arteri koroner yang bertanggung jawab untuk memasok darah ke otot-otot jantung. Penyakit ini juga memengaruhi kelenjar getah bening dan selaput kulit dan mukosa di dalam hidung, mulut, dan tenggorokan. Oleh sebab itu, penyakit Kawasaki juga sering disebut dengan nama sindrom kelenjar getah bening mukokutan. Penyakit ini tidak menular.

Gejala penyakit Kawasaki

Penting untuk mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Tanda dan gejala penyakit Kawasaki akan berkembang dalam 3 tahap, yaitu:

  • Fase akut atau fase 1

Gejala akan muncul sejak hari pertama hingga ke-11. Gejala ini akan muncul dengan tiba-tiba dengan intensitas yang tinggi, seperti demam atau suhu tubuh yang tinggi (hingga 40 derajat Celsius) selama 5 hari. Obat -obatan OTC seperti ibuprofen dan paracetamol tidak menurunkan demam ini.

Gejala yang lain seperti mata memerah, berair, pedih, dan gatal (conjungtivitis); radang tenggorokan; bibir kering, retak, dan bengkak; lidah yang bengkak, merah, dan terkadang muncul benjolan-benjolan kecil di bagian belakang; kelenjar getah bening yang bengkak; ruam pada tangan, kaki, dan torso; dan ruam pada telapak tangan dan telapak kaki yang ditemani dengan pengelupasan kulit.

  • Fase sub-akut atau fase 2

Dalam fase ini, gejala akan muncul sejak hari ke-12 hingga 21. Gejala yang muncul tidak terlalu parah apabila dibandingkan dengan fase 1. Namun, gejala ini dapat bertahan lebih lama dengan suhu tubuh yang kembali ke suhu normal. Gejala yang ditimbulkan di antaranya adalah mengelupasnya kulit jari tangan dan jari kaki, muntah, diare, sakit perut, sakit persendian, persendian yang bengkak, sakit kuning, dan hilangnya nafsu makan. Pada fase ini, komplikasi dapat terjadi dan anak akan merasakan rasa sakit yang lebih parah.

  • Fase ke 3

Fase ini bertahan dari hari ke 22 hingga hari ke 60. Gejala-gejala sebelumnya mulai mereda, dan pasien akan mulai sembuh hingga tanda-tanda penyakit benar-benar hilang. Kekhawatiran yang utama adalah penyakit Kawasaki dapat memengaruhi pembuluh yang ada di sekitar jantung, sehingga pasien harus mendapatkan evaluasi lanjutan dengan mendapatkan metode echocardiogram.

Penyebab penyakit Kawasaki

Hingga saat ini, para ahli masih belum tahu apa yang menyebabkan penyakit Kawasaki. Salah satu kemungkinan terbesar adalah adanya sebuah respon tidak normal terhadap virus yang biasanya tidak memberikan reaksi pada orang lain. Gejala-gejala penyakit Kawasaki mirip dengan kondisi yang disebabkan oleh infeksi atau virus, namun tidak ada bakteri atau virus tertentu yang berhasil diidentifikasi. Ada pula kemungkinan adanya gangguan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan yang sehat karena menganggapnya sebagai patogen, organisme yang menyebabkan penyakit.

Read More

Inilah Ciri-Ciri Kolesterol Tinggi Yang Perlu Diwaspadai

Penyakit

Setiap orang perlu konsumsi makanan yang sehat untuk mencegah kolesterol tinggi di dalam tubuh. Jika manusia memiliki kolesterol tinggi, maka akan memiliki dampak buruk pada tubuh seperti penyakit jantung dan stroke. Ciri-ciri kolesterol tinggi juga dapat dideteksi melalui tes darah.

Jenis Kolesterol

Secara keseluruhan, kolesterol dibagi menjadi dua jenis, antara lain:

  • Low-density lipoprotein (LDL)

LDL adalah kolesterol jahat yang menyebabkan penutupan arteri pembuluh darah.

  • High-density lipoprotein (HDL)

HDL adalah kolesterol baik yang berperan dalam menghilangkan kolesterol jahat.

Kadar Kolesterol

Orang-orang dapat mengetahui hasil kolesterol yang ada pada tubuh melalui informasi sebagai berikut:

  • LDL

Jika manusia memiliki jumlah kolesterol jahat sebanyak 129 mg/dL atau kurang, maka mereka aman dari penyakit yang disebabkan kolesterol tinggi. Jika jumlah kolesterol jahat mereka berkisar antara 130 hingga 159 mg/dL, mereka perlu waspada. Jika jumlah kolesterol mereka 160 mg/dL atau lebih, mereka berpotensi mengalami penyakit yang disebabkan kolesterol tinggi.

  • HDL

Jika manusia memiliki kolesterol baik sebanyak 60 mg/dL atau lebih, mereka akan terlindungi dari penyakit tersebut. Jika kolesterol manusia berada di antara 40 hingga 59 mg/dL, mereka masih aman dari penyakit kolesterol, namun perlu waspada. Jika kolesterol mereka di bawah 40 mg/dL, maka risikonya besar terhadap penyakit kolesterol.

Jumlah kolesterol baik dan jahat juga ditentukan oleh usia, riwayat medis keluarga, dan pola makan. Manusia perlu menjaga tubuh agar kolesterol baik berada di tingkat yang tinggi dan kolesterol jahat berada di tingkat yang rendah.

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Terjadi?

Ketika seseorang mengalami kolesterol tinggi, gejala tidak akan muncul secara tiba-tiba, namun dalam waktu tertentu dapat membuat seseorang mengalami masalah pada tubuh seperti nyeri di dada. Ciri-ciri kolesterol tinggi juga dapat memicu terjadinya impotensi dan xanthoma.

Manusia bisa mengalami impotensi atau disfungsi ereksi dimana kolesterol tinggi berdampak pada pembuluh arteri dan menurunkan gairah seksual. Xanthoma terjadi ketika manusia mengalami pertumbuhan lemak pada bagian bawah kulit dan dapat terjadi di seluruh bagian tubuh seperti siku dan lutut.

Kolesterol dibutuhkan untuk membentuk sel tubuh yang sehat. Banyak makanan yang mengandung kolesterol tinggi sehingga dapat memicu gangguan kesehatan seperti penyakit jantung.

Jika manusia mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi, kolesterol tinggi dapat terjadi dimana kadar lemak trigliserida dan kolesterol jahat menumpuk di dinding pembuluh darah arteri sehingga menyebabkan penyempitan dan penyumbatan pada pembuluh darah. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko kematian.

Selain makanan, kolesterol tinggi juga dapat disebabkan oleh faktor keturunan dan pola makan yang tidak teratur. Orang-orang yang mengkonsumsi makanan secara berlebihan juga dapat memicu obesitas sehingga dapat mengakibatkan kolesterol tinggi. Masalah tersebut tidak akan teratasi jika manusia kurang atau tidak berolahraga.

Cara Untuk Mencegah Kolesterol Tinggi

Ada berbagai cara yang dapat Anda lakukan jika Anda mengalami gangguan pada tubuh yang disebabkan oleh kolesterol tinggi. Ciri-ciri kolesterol tinggi dapat diatasi dengan cara berikut:

  • Anda perhatikan pola makan Anda. Konsumsi makanan yang sehat seperti buah dan sayuran, serta kurangi produk hewani. Ada baiknya jika Anda konsumsi cemilan sehat jika Anda ingin diet, karena mengandung rendah kalori dan dapat mengurangi kolesterol.
  • Anda juga perlu rajin berolahraga selama setidaknya 30 menit yang dilakukan lima kali setiap minggu. Anda juga dapat melakukan aerobik setidaknya tiga kali seminggu. Jika perlu, Anda ajak teman atau keluarga untuk melakukan aktivitas fisik setiap pagi.
  • Anda juga perlu hilangkan kebiasaan merokok atau minum alkohol, karena kedua hal tersebut dapat meningkatkan kolesterol di dalam tubuh.

Itulah ciri-ciri kolesterol tinggi yang perlu Anda pahami. Cara untuk mengatasi masalah tersebut mudah dengan konsumsi makanan sehat, rajin berolahraga, dan jangan melakukan kebiasaan buruk seperti merokok atau alkohol. Anda juga sebaiknya periksa kolesterol secara rutin untuk memantau kondisi tubuh Anda.

Read More

Waktu Terbaik Minum Kopi

Penyakit
Minum kopi di waktu terbaik sekitar pukul 09.30 dan 11.30 dapat memberikan manfaat untuk kesehatan.

Kopi sudah ada sejak lama dan dikenal dapat mengakibatkan berbagai penyakit, dari menghambat pertumbuhan Anda hingga menyebabkan penyakit jantung. Namun, menurut beberapa penelitian, kopi juga dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan penting. Lalu kapan waktu terbaik untuk minum kopi?

Kopi sendiri mengandung sejumlah nutrisi yang bermanfaat, termasuk riboflavin (vitamin B-2), niasin (vitamin B-3), magnesium, kalium, dan berbagai senyawa fenolik, atau antioksidan. Manfaat kesehatan potensial yang terkait dengan minum kopi meliputi perlindungan terhadap diabetes tipe 2, penyakit Parkinson, penyakit hati, dan kanker hati serta mendorong kesehatan hati Anda. Berikut manfaat dari minum kopi lainnya:

  • Menurunkan resiko penyakit diabetes tipe 2

Untuk beberapa alasan, peminum kopi memiliki risiko diabetes tipe 2 yang berkurang secara signifikan.

Hasil penelitian mengamati bahwa orang yang minum kopi paling banyak memiliki risiko 23-50% lebih rendah terkena penyakit diabetes tipe 2. Hasil dari penelitian juga menunjukkan pengurangan resiko diabetes setinggi 67%.

  • Menjaga Anda dari penyakit Alzheimer dan Demensia 

Penyakit Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif yang paling umum dan penyebab utama demensia di seluruh dunia. Namun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penyakit tersebut terjadi.

Hal ini termasuk seperti konsumsi makanan sehat dan berolahraga. Namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa peminum kopi memiliki risiko penyakit Alzheimer hingga 65% lebih rendah.

  • Menurunkan resiko Anda terhadap penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson adalah kondisi neurodegeneratif kedua yang paling umum terjadi setelah Alzheimer. Hal ini disebabkan oleh kematian neuron penghasil dopamin di otak Anda. 

Penelitian menunjukkan bahwa peminum kopi memiliki risiko penyakit Parkinson yang jauh lebih rendah, dengan pengurangan risiko berkisar antara 32-60%. Dalam hal ini, kafein itu sendiri tampaknya bermanfaat, karena orang yang minum kopi tanpa kafein tidak memiliki resiko lebih rendah terkena Parkinson.

  • Dapat membantu Anda membakar lemak

Kafein ditemukan di hampir setiap suplemen pembakar lemak. Kafein sendiri adalah salah satu dari beberapa zat alami yang terbukti dapat membantu pembakaran lemak. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan metabolisme Anda hingga 3-11%. Penelitian lain menunjukkan bahwa kafein secara spesifik dapat meningkatkan pembakaran lemak sebanyak 10% pada orang gemuk dan 29% pada orang kurus. Sehingga sebelum melakukan rutinitas olahraga menjadi waktu terbaik Anda minum kopi, untuk memaksimalkan pembakaran lemak.

  • Kopi dan kanker hati

Peneliti dari Italia menemukan bahwa konsumsi kopi menurunkan risiko kanker hati sekitar 40%.  Beberapa hasil menunjukkan bahwa orang yang minum tiga gelas per hari mungkin memiliki risiko 50% lebih rendah.

  • Melindungi hati Anda

Hati Anda adalah organ luar biasa yang melakukan ratusan fungsi penting. Beberapa penyakit umum terutama mempengaruhi hati, termasuk hepatitis, penyakit hati berlemak dan lainnya. Menariknya, kopi dapat melindungi Anda terhadap sirosis. Hasil penelitian membuktikan orang yang minum 4 cangkir atau lebih kopi per hari memiliki risiko hingga 80% lebih rendah terhadap penyakit yang mempengaruhi hati.

Kopi merupakan minuman yang sangat populer di seluruh dunia yang menawarkan sejumlah manfaat kesehatan yang mengesankan. Bahkan, kopi dipercaya dapat meningkatkan umur panjang.

Namun, penelitian menyimpulkan bahwa jumlah yang “aman” bagi Anda untuk minum kopi adalah tiga hingga empat cangkir kopi per hari.  Lalu waktu terbaik untuk rata-rata orang untuk minum kopi berkafein adalah antara pukul 9.30 dan 11.30 pagi.


Read More