Mengapa Keguguran Tanpa Kuret Bisa Terjadi? Simak Ciri-Cirinya

Uncategorized

Sebanyak 50% perempuan yang mengalami keguguran tidak melalui proses kuret. Biasanya, keguguran tanpa kuret terjadi di kehamilan kurang dari 10 minggu, pendapat lain ada yang menyebutkan kurang dari 12 minggu. Jika lebih dari itu kemungkinan rahim harus dikuret untuk mengeluarkan sisa-sisa kehamilan.  

Penyebab keguguran tanpa kuret

Sebagian besar keguguran terjadi karena jumlah kromosom yang tidak normal sehingga janin tidak bisa berkembang sempurna. Secara umum, penyebab keguguran diantaranya:

  • Ketidaknormalan kadar hormon ibu
  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Paparan racun dari lingkungan atau tempat kerja, seperti radiasi
  • Infeksi 
  • Ketidaknormalan kondisi rahim
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu

Perilaku kurang sehat juga bisa menyebabkan keguguran seperti merokok, mengonsumsi alkohol, atau penggunaan obat-obatan terlarang (narkotika). Kandungan nikotin dan bahan kimia lain dalam rokok bisa mengakibatkan janin kekurangan oksigen. 

Meskipun demikian, Anda tidak perlu menyalahkan diri sendiri karena keguguran di awal kehamilan. Peristiwa tersebut sejatinya di luar kontrol manusia. Anda sebaiknya tetap menjaga kesehatan mental, salah satunya melalui pemberian dukungan dari pasangan atau orang-orang terdekat. 

Bagaimana ciri-cirinya?

Ciri-ciri keguguran yang terjadi di setiap perempuan berbeda-beda, tingkat kesakitannya pun tidak bisa disamaratakan. Beberapa perempuan mengalami kram dan nyeri perut seperti menstruasi namun lebih parah. Bercak merah atau pendarahan dari vagina disertai gumpalan yang lebih banyak dan lebih lama juga bisa terjadi. Gumpalan tersebut kemungkinan merupakan jaringan janin yang gagal berkembang. 

Perempuan dengan kehamilan sehat juga ada yang mengalami kram dan pendarahan, namun tidak terjadi keguguran. Ciri-ciri fisik tidak bisa dijadikan acuan apakah perempuan tersebut keguguran atau tidak. Sebaiknya lakukan pemeriksaan dokter untuk dicek menggunakan USG agar lebih jelas. 

Kapan harus menemui dokter?

Jika janin terbukti masih di dalam rahim dan belum keluar, sementara dokter telah mendiagnosis terjadinya keguguran, maka dokter akan memberikan hormon prostalgandin yang memicu terjadinya keguguran. Beberapa jam kemudian akan keluar gumpalan-gumpalan disertai darah serta kram perut.

Setidaknya Anda harus melakukan pengecekan kondisi kesehatan lagi dalam rentang waktu kurang dari 6 minggu pasca keguguran. Dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk melakukan beberapa tes seperti:

  • Golongan resus- jika Anda memiliki resus negatif kemungkinan dokter akan merekomendasikan injeksi anti-D
  • Kadar hemoglobin darah- jika Anda terbukti mengalami anemia (kekurangan kadar hemoglobin) dokter akan menyarankan melakukan diet dan memberikan tablet zat besi

Diet anemia harus mengandung makanan dan minuman tinggi zat besi, seng, asam folat, vitamin A, serta vitamin C. Hindari konsumsi te bersamaan dengan makanan dan minuman tersebut karena akan menghambat penyerapannya.  

Kapan kemungkinan bisa hamil lagi? 

Kesuburan akan kembali secepatnya pasca keguguran sehingga kehamilan bisa saja terjadi. Akan tetapi, kehamilan dengan jarak yang dekat setelah keguguran akan meningkatkan risiko Anda mengalami keguguran lagi. 

Dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan, sebaiknya tunda melakukan hubungan seks setidaknya selama 2 minggu setelah keguguran. Gunakan alat kontrasepsi jika Anda belum siap hamil. 

Kehamilan setelah keguguran harus direncanakan dengan benar. Pastikan Anda dan pasangan telah siap secara fisik dan mental. Dokter akan memberikan dukungan emosional dan informasi mengenai rencana kehamilan nanti jika sudah siap. Selain itu, pola hidup sehat juga harus dilakukan untuk membantu memulihkan keadaan serta mempersiapkan kehamilan berikutnya.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*