Makan Honeycomb, Menyehatkan atau Malah Berbahaya?

Hidup Sehat

Manusia telah membudidayakan lebah dan mengonsumsi madunya selama ribuan tahun. Bahkan banyak orang gemar mengonsumsi honeycomb atau sarang madu. Banyak manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi honeycomb, seperti menurunkan risiko infeksi hingga hati dan jantung yang lebih sehat. Akan tetapi, mengonsumsi madu langsung dari sarangnya memiliki risiko kesehatannya sendiri. Artikel ini akan membahas pro dan kontra mengonsumsi honeycomb bagi kesehatan tubuh.

Honeycomb kaya akan nutrisi menyehatkan

Honeycomb kaya akan karbohidrat dan antioksidan. Selain itu, honeycomb juga mengandung nutrisi lain dalam jumlah yang lumayan banyak, seperti protein, vitamin, dan mineral, namun terdiri dari 95-99% air dan gula. Karena madu dari honeycomb sama sekali belum diolah, madu tersebut mengandung enzim seperti glucose oxidase yang memberi madu sifat antimikroba dan antibakteri. Enzim-enzim tersebut akan hancur akibat proses pemanasan dan penyaringan yang dilakukan untuk menghasilkan madu-madu komersil. Selain itu, madu mentah juga tidak mengandung pemanis seperti sirup jagung tinggi fruktosa dan lebih banyak mengandung antioksidan apabila dibandingkan dengan madu olahan.

Antioksidan merupakan senyawa tanaman yang bermanfaat dan baik untuk kesehatan tubuh. Selain itu, antioksidan juga dapat melindungi tubuh dari penyakit. Kadar antioksidan dalam madu mentah sebesar 4,3 kali lebih tinggi dari madu olahan. Polifenol merupakan jenis antioksidan utama pada madu. Penelitian menyatakan bahwa antioksidan dapat mengurangi risiko diabetes, dementia, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker. Honeycomb juga mengandung lilin lebah, yang menyediakan asam lemak rantai panjang yang baik untuk kesehatan jantung, dan alkohol. Senyawa-senyawa tersebut dapat membantu mengurangi kadar kolesterol di dalam tubuh.

Mendukung kesehatan jantung

Manfaat honeycomb yang lain adalah kemampuannya dalam mendukung kesehatan jantung. Banyak penelitian menunjukkan bahwa asam lemak rantai panjang dan alkohol yang banyak ditemukan di lilin lebah dapat mengurangi kadar kolesterol darah yang tinggi, yang mana merupakan faktor risiko utama penyebab penyakit jantung. Misalnya saja, satu tinjauan studi menyatakan bahwa alkohol lilin lebah dapat menurunkan kadar kolesterol jahat LDL sebesar 29%, di saat yang bersamaan menaikkan kadar kolesterol baik HDL sebesar 8-15%. Akan tetapi, studi pada tinjauan atau review tersebut menggunakan terisolasi dalam kadar yang tinggi dan berasal dari lilin lebah, membuatnya sulit untuk diketahui apakah lilin lebah dari honeycomb dalam jumlah yang kecil akan memberikan efek yang serupa. Meskipun demikian, madu mungkin memiliki kemampuan menurunkan kolesterolnya sendiri.

Satu buah studi kecil memberikan pesertanya 70 gram gula atau madu setiap harinya. Setelah 30 hari, mereka yang menerima madu mengalami kenaikan kolesterol HDL baik sebesar 3.3% dan menurunkan kolesterol LDL jahat sebesar 5.8%. Selain itu, mengganti gula dengan madu juga dapat menurunkan kadar triglyceride sebesar 19%. Selain itu, antioksidan dalam madu juga dapat membantu memperbesar arteri yang menuju ke arah jantung Anda.  Hal ini akan meningkatkan aliran darah dan menurunkan tekanan darah, berpotensi untuk mengurangi risiko penyumbatan darah, serangan jantung, dan stroke.

Honeycomb atau sarang madu merupakan produk lebah alami yang terdiri dari ruang sel berbentuk heksagonal yang seperti lilin dan mengandung madu mentah. Madu dan sarangnya dapat dimakan dan mengandung banyak manfaat kesehatan bagi tubuh, seperti melawan infeksi dan meningkatkan kesehatan jantung. Meskipun demikian, honeycomb kaya akan kandungan gula, sehingga Anda harus mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*