Penelitian Mengenai Percobaan Bunuh Diri

Kesehatan Mental

Sebuah penelitian baru menunjukkan, orang melakukan percobaan bunuh diri karena mereka tidak dapat menahan rasa sakit psikologis mereka dan ragu apakah kondisi tersebut akan menjadi lebih baik.

Rasa sakit yang bercampur dengan rasa bersalah, amarah, dan penyesalan menghasilkan psikologis yang pahit, yang rasanya perlu waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk dihilangkan.

Mungkin tidak ada tanda peringatan yang jelas mengenai percobaan bunuh diri pada seseorang dan Anda mungkin bertanya-tanya petunjuk apa yang mungkin Anda lewatkan. Seringkali, banyak faktor bergabung untuk menuntun seseorang pada keputusan untuk bunuh diri.

Satu pertanyaan yang ditanyakan setiap orang tanpa kecuali adalah, kenapa? Mengapa teman, anak, orang tua, pasangan, atau saudara mereka bunuh diri? Bahkan ketika catatan yang menjelaskan alasan percobaan bunuh diri ditemukan, pertanyaan yang tertinggal biasanya tetap ada. 

Orang yang ingin atau melakukan percobaan bunuh diri pada umumnya, mereka merasa cukup putus asa sampai ingin mati, tetapi mengapa mereka merasakan itu? 

Berdasarkan hasil penelitian E. David Klonsky, psikolog di University of British Columbia di Kanada, terdapat dua motivasi yang diterapkan pada semua orang yang mencoba melakukan percobaan bunuh diri, antara lain rasa sakit psikologis yang tak tertahankan dan keputusasaan bahwa segala sesuatunya akan menjadi lebih baik.

Berikut hasil penemuan yang dapat diaplikasikan pada dokter yang mencoba mengidentifikasi pasien mana yang paling beresiko untuk bunuh diri:

  • Sakit yang hebat

Penelitian sebelumnya sering berfokus pada bagaimana demografi atau genetika dapat berperan dalam risiko bunuh diri. Misalnya, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak dengan autisme memiliki resiko bunuh diri yang lebih tinggi, dan penelitian terbaru menemukan peningkatan tajam angka bunuh diri di kalangan baby boomer. Depresi juga terkait dengan bunuh diri.

Tetapi generalisasi yang luas seperti itu tidak memberikan panduan yang berguna bagi dokter untuk mengidentifikasi pasien yang paling beresiko.

Untuk melakukannya, peneliti pertama-tama harus mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang membuat orang mencoba bunuh diri. Sebagian besar hasil penelitian menunjukkan banyak sekali, orang-orang mengatakan mereka mencoba bunuh diri karena tekanan psikologis yang tak tertahankan. Sebagian besar juga telah memikirkan tentang bunuh diri selama bertahun-tahun.

  • Keberanian

Namun, mungkin ada lebih perbedaan antara orang yang berpikir tentang bunuh diri dan orang yang melakukan percobaan bunuh diri. Penelitian lain menunjukkan bahwa orang yang menderita depresi yang tidak melakukan percobaan bunuh diri mungkin sama tidak bahagia dan putus asa, tetapi lebih takut akan gagasan itu daripada mereka yang mencoba bunuh diri.

Tetapi orang yang mencoba bunuh diri tidak begitu takut akan rasa sakit dan kematian.  Orang yang memiliki riwayat memotong diri sendiri, misalnya, mungkin tidak terlalu takut untuk mencoba bunuh diri dibandingkan mereka yang tidak. Oleh karena itu, rasa keterhubungan dengan orang lain dengan keluarga, komunitas, dengan teman  adalah faktor pelindung penting yang membuat orang terikat pada kehidupan dan ingin hidup meskipun mereka memiliki keputusasaan atau rasa sakit.

Percobaan bunuh diri merupakan hal yang serius. Jika Anda memiliki pikiran untuk bunuh diri atau orang yang Anda cintai berada dalam bahaya, segera caru bantuan dari ahli medis atau kesehatan mental.

Read More
Benarkan Pasif Agresif Termasuk Gangguan Kepribadian?

Benarkan Pasif Agresif Termasuk Gangguan Kepribadian?

Kesehatan Mental

Belakangan ini mungkin Anda sering mendengar istilah pasif agresif, baik di lingkungan pertemanan maupun lingkungan pekerjaan. Namun, apa sebenarnya pasif agresif itu sendiri? Dan, benarkah hal tersebut termasuk dalam gangguan kepribadian?

Apa itu pasif agresif?

Perilaku pasif agresif adalah pola mengungkapkan perasaan negatif secara tidak langsung alih-alih menangani secara terbuka. Orang dengan perilaku ini secara teratur akan menunjukkan penolakan terhadap permintaan atau tuntutan dari keluarga dan individu lain sering kali menunda-nunda, mengungkapkan sifat cemburu, atau bertindak keras kepala. 

Tanda-tanda khusus dari perilaku ini meliputi: 

  • Membenci atau langsung menentang instruksi orang lain, meskipun mereka mungkin masih melakukan apa yang diperintahkan
  • Penundaan dan kesalahan yang disengaja sebagai tanggapan atas tuntutan orang lain
  • Sikap sinis, sarkastik, argumentatif atau bermusuhan
  • Sering mengeluh tentang perasaan kurang dihargai atau ditipu
  • Mengkritik orang lain

Meskipun perilaku ini dapat menjadi ciri dari berbagai kondisi kesehatan mental, namun itu tidak dianggap sebagai penyakit mental yang berbahaya. Akan tetapi, perilaku ini dapat mengganggu hubungan dan menyebabkan kesulitan dalam pekerjaan. Jadi, pasif agresif bukanlah penyakit mental. Tetapi, orang dengan kondisi kesehatan mental mungkin dapat bertindak seperti itu. 

Penyebab 

Kemarahan, frustasi, dan ketidaksenangan adalah emosi yang normal. Orang yang mengandalkan agresi pasif daripada komunikasi langsung untuk menunjukkan emosi ini sering kali tumbuh dalam keluarga di mana perilaku tersebut biasa terjadi. 

Atau, mereka mungkin bertindak seperti itu karena membantu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka mungkin melakukan untuk menghindari konfrontasi. Pasalnya, banyak orang hanya pasif agresif dalam beberapa situasi misalnya saja, di tempat kerja-tetapi tidak dalam situasi lain. Peneliti juga menghubungkan perilaku pasif-agresif dengan:

  • Gangguan kecemasan 
  • ADHD
  • Depresi
  • Penyalahgunaan zat
  • Gangguan kepribadian

Bagaimana mengatasinya?

Jadi, apa yang akan Anda lakukan jika berhadapan dengan teman, rekan kerja, atau bahkan dengan pasangan yang sering kali berperilaku pasif-agresif? Nah, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengenali tanda-tanda perilaku tersebut. Merajuk, memuji dengan kasar, menunda-nunda, menarik diri, dan menolak untuk berkomunikasi adalah tanda-tanda agresi pasif. 

Ketika orang lain bertindak seperti itu, cobalah untuk menahan amarah Anda. Sebaliknya, tunjukkan perasaan orang lain dengan cara yang tidak menghakimi. Jika Anda berurusan dengan seorang anak yang jelas-jelas kesal karena harus melakukan pekerjaan rumah atau melakukan hal lain. 

Kenali perilaku Anda

Memang lebih mudah mengenali perilaku agresivitas pasif orang lain, tetapi bagaimana jika perilaku tersebut terjadi pada diri Anda? Cobalah mundur selangkah dan lihat perilaku Anda sendiri dengan pandangan yang tidak memihak. 

  • Apakah Anda sering merajuk saat tidak bahagia dengan orang lain?
  • Apakah Anda menghindari orang yang membuat Anda kesal?
  • Apakah Anda pernah berhenti berbicara dengan orang lain saat Anda marah kepada mereka?
  • Apakah Anda menunda melakukan sesuatu sebagai cara untuk menghukum orang lain?
  • Apakah Anda terkadang menggunakan sarkasme untuk menghindari percakapan yang bermakna?

Jika Anda merasa bahwa perilaku pasif agresif dapat merusak hubungan Anda, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengubah cara Anda dalam berhubungan dengan seseorang. Berikut beberapa cara untuk mengatasi perilaku Anda. 

  • Tingkatkan kesadaran diri Anda. Tindakan pasif agresif terkadang berasal dari kurangnya pemahaman yang baik tentang mengapa Anda kesal atau apa yang Anda rasakan. Mulailah untuk memperhatikan apa yang sedang terjadi saat Anda bereaksi terhadap orang dan situasi yang berbeda. 
  • Beri diri Anda waktu untuk membuat perubahan. Mengenali perilaku Anda sendiri adalah langkah awal yang baik menuju perubahan, tetapi mengubah pola dan reaksi Anda dapat memakan waktu.
  • Berlatihlah mengekspresikan diri Anda. Memahami emosi Anda dan belajar mengekspresikan perasaan dengan tepat adalah langkah penting untuk mengakhiri perilaku tersebut. Konflik adalah bagian hidup yang tidak dapat dihindari, tetapi mengetahui cara menyatakan perasaan dengan benar lebih efektif dan dapat menghasilkan resolusi yang lebih baik. 

Seperti yang kita ketahui bersama, perilaku pasif agresif bisa merusak, tetapi kemungkinan besar kita semua dapat merespon dengan cara seperti itu. Meskipun begitu, perilaku ini dapat menjadi ciri dari berbagai kondisi kesehatan mental, seperti ADHD, gangguan kecemasan, serta depresi. Jika perilaku ini semakin memburuk dan merusak hubungan pertemanan serta dengan rekan kerja, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan ahlinya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Read More
Dampak Pengangguran Terhadap Kesehatan Mental

Dampak Pengangguran Terhadap Kesehatan Mental

Kesehatan Mental

Pada usia produktif yang seharusnya bekerja atau punya usaha tapi masih menganggur, pasti diselimuti kegalauan? Jadi pengangguran tidak hanya berdampak pada finansial saja, tetapi dampak pengangguran juga bisa merembet pada kondisi kesehatan mental seseorang yang mengalaminya. Seseorang dikatakan sebagai pengangguran bila masih berada dalam usia produktif, mampu bekerja jika diberi peluang, dan aktif mencari pekerjaan lewat berbagai platform. Orang yang sedang tidak memiliki pekerjaan, tapi juga tidak sedang mencari pekerjaan, tidak bisa dikatakan sebagai pengangguran.

Dalam jangka pendek, dampak pengangguran mungkin tidak akan terlalu terasa. Namun jika pekerjaan baru tidak kunjung datang dalam jangka waktu panjang, kesehatan mental pun bisa terganggu. Penelitian membuktikan, dampak pengangguran dalam jangka panjang bisa mengakibatkan stres hingga depresi. Bahkan, kondisi ini dapat berujung pada kematian, entah itu diakibatkan oleh munculnya berbagai penyakit fisik seperti serangan jantung maupun keinginan untuk bunuh diri. Dampak pengangguran ini bisa muncul karena berbagai hal, seperti berikut ini.

  1. Penurunan standar hidup

Menjadi pengangguran dipastikan membuat standar hidup menurun drastis. Apalagi jika tempat bekerja sebelumnya memberi fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari uang makan hingga jaminan asuransi.

  1. Rasa tidak aman terhadap kondisi finansial

Sekalipun bukanlah orang yang suka berfoya-foya, terjadinya penurunan pemasukan secara drastis sangat wajar membuat cemas. Rasa khawatir yang berlangsung terus-menerus bukan tidak mungkin akan menggoyahkan kesehatan mental.

  1. Penurunan kepercayaan diri

Pengangguran kerap identik sebagai orang yang tidak berguna. Bila berlangsung terus-menerus, stigma itu akan menurunkan kepercayaan diri.

  1. Merasa tidak punya teman

Dampak pengangguran juga akan terasa pada hubungan sosial, yakni ketika tidak lagi bisa bersosialisasi dengan rekan kerja secara intens. Di kemudian hari, sangat mungkin timbul perasaan tidak disenangi dan minder. Dampak pengangguran yang dirasakan seseorang mungkin berbeda-beda, karena banyak faktor. Misalnya dari segi gender, laki-laki cenderung lebih rentan stres karena kondisi finansial yang tidak lagi stabil setelah di-PHK, sedangkan wanita lebih rentan stress karena tidak lagi memiliki koneksi sosial.

  1. Menimbulkan Persepsi Negatif

Sebuah ulasan dalam jurnal “Procedia Engineering” menyebut, menganggur bisa menyebabkan persepsi negatif, yang dapat termanifestasi menjadi kecemasan, depresi, perasaan melankoli, rasa ketergantungan, ketidakmampuan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari, dan ketidakpuasan diri.

  1. Rusaknya Hubungan

Hubungan dengan pasangan, baik pacaran, tunangan, atau sudah menikah, bisa terpengaruh. Umumnya, dampaknya paling dirasakan oleh pasangan menikah karena bisa terjadi perceraian, khususnya bila pria yang terlalu lama menganggur.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) setidaknya terdapat 6,88 juta penduduk yang masuk kategori pengangguran di Indonesia. Jumlah ini meningkat sekitar 60.000 orang dibanding periode yang sama pada 2019. Sayangnya, tingkat pengangguran di Tanah Air tampaknya akan bertambah seiring dengan penurunan pertumbuhan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Kementerian Keuangan RI memprediksi kenaikan tingkat pengangguran akibat pandemi bisa mencapai 5,23 juta orang. Mendapatkan pekerjaan baru di era pandemi mungkin akan lebih sulit dibanding sebelumnya. Anda bahkan mungkin harus menurunkan standar gaji atau melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan passion terdahulu.

Read More

Tidak Hanya Anak-Anak, Orang Dewasa juga Rawan Terkena Bullying di Tempat Kerja

Kesehatan Mental
waspada perilaku bullying di tempat kerja

Mungkin sebagian besar orang akan beranggapan bahwa tindakan bullying umumnya dialami oleh anak-anak. Kenyataannya, banyak juga orang dewasa yang menjadi korban bullying di tempat kerja. Serupa dengan bentuk tindakan bullying pada anak, bullying di tempat kerja juga dapat berbentuk verbal maupun fisik. Contoh sederhananya, yaitu ketika seseorang diberikan beban kerja secara berlebihan, menerima gosip atau rumor yang tidak benar, atau bisa juga menerima kritik tanpa disertai dengan alasan yang jelas.

Berdasarkan sebuah survei yang dilakukan, bullying di tempat kerja biasanya dilakukan oleh pria dan menyasar target wanita. Dari survey ini diketahui, bahwa kantor tempat bekerja belum memberikan sanksi atau hukuman yang tegas pada para perundung. Hanya sekitar 11 persen perundung yang diberikan hukuman, namun mereka tetap diberikan kesempatan mempertahankan posisinya.

Apa saja tanda seseorang mengalami bullying di tempat kerja?

Meskipun memang terdapat pendapat atau persepsi yang cukup subjektif mengenai tanda seseorang mengalami bullying di tempat kerja, namun secara garis besar, terdapat tipe dan definisi yang dapat Anda waspadai, antara lain:

  • Instansi atau kelembagaan

Tindakan bullying jenis instansi atau kelembagaan ini terjadi saat tempat kerja membiarkan adanya perilaku penindasan di antara karyawannya. Jenis bullying di tempat kerja ini dapat berupa pemecatan dengan alasan karyawan melawan, menargetkan output pekerjaan secara tidak wajar, dan jam kerja yang berlebihan.

  • Verbal

Bentuk bullying di tempat kerja secara verbal biasanya diterima dapat bentuk ejekan, lelucon satu pihak, gosip, penghinaan, atau penyalahgunaan lisan lainnya. Sebagai contoh, Anda mendengar rumor atau gosip tentang diri Anda sendiri yang dianggap oleh orang-orang melanggar norma masyarakat, sehingga Anda dikucilkan dari pergaulan kolega di kantor.

  • Prestasi atau raihan kerja

Tipe bullying di kantor seperti ini terjadi ketika hasil kerja, prestasi, maupun raihan target Anda dicuri, diklaim, atau dirusak oleh pihak lain.

  • Intimidasi

Bentuk intimidasi yang Anda terima dari bos maupun kolega Anda dapat berupa ancaman maupun pengucilan sosial. Kemungkinan besar hal ini terjadi ketika Anda menolak permintaan tertentu dari atasan Anda.

  • Pembalasan dendam

Tipe bullying di tempat kerja yang satu ini, merujuk pada kondisi, seperti ketika atasan Anda menolak untuk mempromosikan Anda, karena Anda pernah berdebat atau berselisih paham dengan yang bersangkutan. 

Tindakan bullying di tempat kerja dapat dilakukan, baik oleh atasan maupun kolega kerja Anda. Namun, memang secara umum, atasan cenderung melakukan bullying, karena memiliki kuasa lebih besar jika dibanding dengan diri Anda. Di bawah ini, terdapat contoh lain dari tanda bullying di tempat kerja yang mungkin terjadi:

  • Tidak diikutsertakan pada acara kantor atau topik pembicaraan yang menyangkut pekerjaan Anda.
  • Saat Anda memasuki ruangan, kolega Anda akan tiba-tiba berhenti mengobrol atau bahkan menjauhi Anda dan keluar ruangan.
  • Tidak jarang, Anda akan diberikan pekerjaan yang berada di luar tanggung jawab Anda tanpa adanya instruksi dan penjelasan sebelumnya.
  • Merasa gelisah dan murung setiap kali Anda berangkat kerja.
  • Hilangnya barang-barang pribadi Anda, baik itu dokumen kerja maupun barang lain.
  • Adanya rasa takut dan ragu, jika secara tiba-tiba dipindahkan atau bahkan dipecat dari pekerjaan Anda.
  • Diminta untuk melakukan pekerjaan sulit atau tidak begitu penting dan akan menerima kritikan jika tidak dapat menyelesaikannya. 
Read More

Cara Cepat Menghafal dalam Belajar, Berikut Kiat-kiatnya!

Kesehatan Mental

Banyak orang mencari-cari cara cepat menghafal sebab ingatan manusia diklasifikasikan menjadi dua jenis, yakni ingatan jangka pendek dan jangka panjang. Terkadang, hal yang seharusnya bisa kita ingat dalam jangka panjang, malah tersimpan dalam memori di ingatan jangka pendek. Tidak heran, jika Anda seringkali lupa dan butuh waktu lama untuk mengingat-ingat memori tersebut.

Jika Anda ingin menghafal sesuatu dengan cepat dan menyeluruh, pengulangan tidak akan mengingatkan sesuatu. Masalahnya adalah, mengingat sesuatu membutuhkan pembelajaran dan kita semua belajar dengan cara yang berbeda.

Lantas, apa dan bagaimana sih kiat mudah dan cepat menghafal?

Ketahui Gaya Belajar Anda

Pertama-tama untuk menemukan cara cepat menghafal, pastikan Anda mengetahui gaya belajar Anda. Apakah Anda seorang pembelajar dengan metode auditori, visual, atau eksperimental?

Jika Anda seorang pembelajar auditori, maka cara paling efektif bagi kalian untuk memahami informasi adalah dengan mendengarkannya. Sementara pembelajar visual menyukai melihat sesuatu yang menarik sebelum mulai mempelajarinya. Jenis pembelajaran eksperimental lebih mirip dengan belajar dari peristiwa dan pengalaman (melakukan sesuatu dengan materi).

Sebagian besar dari kita adalah kombinasi dari setidaknya dua kategori di atas, berikut merupakan langkah yang paling cocok untuk gaya belajar Anda yang paling menyenangkan sehingga dapat mulai menghafal hal-hal dengan cepat dan efisien.

1. Persiapan

Untuk mengoptimalkan proses menghafal Anda, perhatikan lingkungan mana yang Anda pilih. Bagi kebanyakan orang, mereka akan memilih area dengan sedikit gangguan, meskipun beberapa orang berhasil belajar di area publik. Ketahui kondisi yang paling kondusif untuk proses pembelajaran Anda.

Kemampuan kita untuk mengingat informasi berasal dari kekuatan antara neuron dalam pikiran kita, yang dihubungkan oleh sinapsis. Semakin Anda menjalankan sinaps (pengulangan), maka semakin kuat ingatan yang kita miliki dan menghasilkan kemampuan untuk menghafal.

Salah satu kunci untuk memperkuat ingatan adalah melatih fokus. Cobalah mengurangi melakukan hal-hal yang bisa mengalihkan fokus Anda. Media sosial biasanya menjadi pengalih fokus yang paling kuat. Berbagai studi sudah membuktikan bahwa media sosial memang bisa mengurangi kemampuan fokus kita. Cobalah untuk membuat situasi yang kondusif saat kita latihan menghafal dan jauhkan dari hal yang bisa mendistraksi.

2. Rekam Apa yang Anda Hafalkan

Jika kamu diharuskan mengingat apa-apa yang dikatakan oleh seseorang, usahakan untuk merekamnya dalam bentuk suara. Pilihlah pelajaran yang perlu Anda hafalkan, rangkum, dan rekam dengan suara di kaset atau ponsel dan dengarkan rekaman tersebut sesering mungkin. Cara ini sangat efektif bagi mereka yang terbiasa belajar dengan cara mendengar.

3. Tulis Semua yang Perlu Anda Hafal

Tulis dan tulis ulang semua informasi di atas kertas. Terbukti secara ilmiah bahwa menulis dengan tangan (bukan pada komputer, misalnya) membantu otak kita untuk memperbaiki data dengan lebih baik.

Teknik ini juga akan membantu Anda menjadi lebih akrab dengan apa yang ingin dihafal. Menulis ditambah dengan mendengarkan apa yang tengah Anda pelajari diyakini menjadi salah satu cara cepat menghafal.

4. Membaca Ulang Catatan

Anda bisa membaca ulang berkali-kali catatan yang sudah dibuat agar gagasan dalam catatan tersebut bisa tertanam dalam-dalam di pikiran. Jika sudah merasa bisa menghafalnya di luar kepala, cobalah bicarakan catatan tersebut dengan lantang tanpa harus melihat teks yang telah dibuat.

Ini akan membuat semua pengetahuan yang telah dipelajari tetap dalam ingatan. Tetapi jangan pernah beranjak ke bagian informasi selanjutnya sampai benar-benar telah menghafal atau menguasai satu informasi tertentu.

5. Sharing Hafalan dengan Orang Lain

Berbicara sendiri di depan kaca atau dengan memperagakan seolah-olah sedang mengajar akan membantu seseorang untuk mengingat lebih kuat dan membuat otak tidak mudah lupa. Mungkin Anda juga bisa meminta bantuan teman agar materi yang kamu serap itu sudah bisa dipahami dengan baik.

Cobalah jelaskan kepada teman mengenai apa yang saja baru dipelajari supaya bisa mempertajam ingatan Anda. Berdiskusi pun nyatanya bisa semakin memperkuat ingatan seseorang terhadap suatu hal. Jadi, belajar tanpa diskusi itu sebenarnya kurang efektif untuk menanamkan pemahaman ke dalam ingatan.

6. Memiliki Motivasi Lebih

Stres yang membuat kita menjadi semakin sehat dan pintar adalah dengan memaksakan diri terutama melalui semangat dan motivasi. Stres akan menyebabkan hormon adrenalin kita terpompa sehingga kemampuan yang kita miliki akan keluar semuanya.

Begitu juga jika kamu ingin cepat menghafal, Anda harus memiliki motivasi yang bisa mendorong dan mengeluarkan semua kekuatan otakmu.

Itulah beberapa tips cara cepat menghafal saat belajar yang bisa Anda coba untuk membantu memudahkan dalam menghafal sesuatu. Otak kita sebenarnya bisa dibayangkan sebagai hardisk komputer yang bisa menanamkan ingatan yang sangat banyak jumlahnya. Akan tetapi, kita perlu memanejemen diri agar apa yang kita hafalkan itu tidak termasuk ke dalam temporary files yang bisa terhapus sewaktu-waktu.

Read More
depresi hingga ingin bunuh diri

Ini Tanda Depresi yang Mengarah pada Keinginan Bunuh Diri

Kesehatan Mental

Depresi merupakan salah satu masalah kejiwaan yang paling umum terjadi. Sayangnya, kondisi ini masih kerap dipandang sebelah mata. Kesadaran untuk memeriksakan dan menjalani perawatan akibat depresi, juga masih rendah.

Padahal, pada keadaan yang parah, depresi dapat memicu timbulnya keinginan bunuh diri. Bunuh diri bisa dicegah, asal Anda menyadari hal-hal yang harus diwaspadai. Karena itu, hilangkan stigma, dan kenali lebih jauh mengenai depresi serta tanda-tandanya.

Kenali Tanda yang Muncul pada Penderita Depresi

Tidak semua penderita depresi memiliki pengalaman yang sama dalam penyakit ini. Meski begitu, terdapat beberapa tanda dan gejala yang bisa dikenali, Pada penderita depresi, tanda dan gejala ini tidak hanya muncul sesekali, melainkan terus-menerus, selama beberapa minggu atau bulan.

Selain itu, tanda dan gejala yang muncul juga cukup parah, hingga dapat mengganggu kehidupan sosial, pekerjaan, serta hubungan dengan keluarga. Beberapa kondisi yang dapat dilihat sebagai tanda dan gejala depresi adalah:

  • Suasana hati yang buruk, atau kesedihan yang dirasakan terus-menerus
  • Merasa tidak ada harapan atau pertolongan yang bisa didapatkan
  • Memiliki rasa percaya diri yang rendah, selalu ingin menangis, dan diliputi rasa bersalah
  • Tidak memiliki motivasi dan daya tarik terhadap sesuatu
  • Selalu merasa cemas
  • Memiliki keinginan untuk bunuh diri, atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri

Secara fisik, depresi juga dapat menimbulkan dampak pada tubuh, di antaranya:

  • Bergerak atau berbicara lebih lambat dari biasanya
  • Perubahan berat badan (penurunan maupun kenaikan berat badan), dan nafsu makan
  • Konstipasi
  • Rasa nyeri dan sakit yang tidak bisa dijelaskan asalnya
  • Kekurangan energi dan kehilangan libido
  • Perubahan siklus menstruasi
  • Mengalami gangguan tidur

Kenali Tanda-tanda Ingin Bunuh Diri

Pada kondisi yang parah, depresi dapat memicu munculnya keinginan bunuh diri. Orang yang ingin bunuh diri tidak melihat mati sebagai tujuan. Tujuan utamanya adalah untuk menghilangkan rasa sakit yang dirasakan.

Karena itu, jangan pernah menganggap keinginan untuk bunuh diri hanya sebagai ancaman. Jika Anda menemui tanda-tanda seperti di bawah ini pada seseorang, segera berikan pendampingan serta cari bantuan profesional.

  1. Terus Berbicara Mengenai Kematian

Beberapa orang berbicara secara terbuka mengenai keinginannya untuk bunuh diri, atau selalu membicarakan tentang sesuatu yang berhubungan dengan kematian. Mereka bisa jadi telah mencari tahu berbagai cara untuk bunuh diri, atau bahkan membeli peralatan untuk menjalankan keinginan tersebut.

  • Telah Membuat Rencana untuk Bunuh Diri

Orang yang ingin bunuh diri mungkin telah mempersiapkan tahapan-tahapan tertentu, seperti membuat surat wasiat, memberikan barang-barang miliknya, dan mengucapkan selamat tinggal pada orang-orang di sekitarnya.

  • Menjauh dari Orang Sekitar

Ketika seseorang tiba-tiba menjauhkan diri dari teman dekat, keluarga, serta kehilangan ketertarikan dalam berbagai kegiatan dan menjadi penyendiri, maka kondisi tersebut bisa jadi merupakan tanda munculnya keinginan untuk bunuh diri.

  • Terlihat Menderita

Orang yang ingin bunuh diri menyampaikan rasa sakit begitu hebat, yang dirasakannya. Selain itu, juga muncul pemikiran bahwa dirinya merupakan beban bagi orang lain.

  • Suasana Hati dan Pola Tidur Tidak Teratur

Orang yang depresi umumnya merasakan marah, sedih, cemas, mudah kesal, dan agresif. Namun, ketika perilakunya tiba-tiba berubah menjadi tenang, maka pikiran untuk bunuh diri bisa jadi telah muncul. Pola tidur orang yang ingin bunuh diri juga dapat berubah menjadi jauh lebih sering, atau malah berkurang drastis.

Jika Anda melihat tanda-tanda depresi, yang bahkan mengarah kepada keinginan untuk bunuh diri, maka segera bantu penderitanya untuk mencari bantuan profesional. Jangan pernah meremehkan depresi serta tanda ingin bunuh diri. Dengan begitu, bisa jadi Anda telah menyelamatkan nyawanya.

Read More