Penyakit Kawasaki, Penyakit Langka Yang Menyerang Anak

Penyakit

Pernahkah Anda mendengar sebuah penyakit yang bernama penyakit Kawasaki? Penyakit ini merupakan sebuah sindrom langka yang tidak diketahui asal usulnya dan menyerang anak-anak. Pada penyakit ini, pembuluh darah menjadi meradang dan memengaruhi arteri. Apabila tidak dirawat dan diobati, penyakit ini memiliki efek jangka panjang pada kesehatan jantung. Menurut Lembaga Penyakti Kawasaki, sekitar 80 persen penderita penyakit ini adalah anak-anak yang berumur kurang dari 5 tahun. Pada anak-anak yang lebih tua dan remaja, penyakit ini jarang ditemukan.

Penyakit Kawasaki juga jarang ditemukan pada bayi berusia di bawah 6 bulan. Hal ini dikarenakan pada usia tersebut bayi masih dilindungi oleh antibodi dari ibu. Di Amerika Serikat sendiri, sekitar 19 dari 100 ribu anak-anak didiagnosa menderita penyakit Kawasaki setiap tahunnya. Pada penyakit ini, peradangan terjadi di dinding arteri di seluruh tubuh, termasuk arteri koroner yang bertanggung jawab untuk memasok darah ke otot-otot jantung. Penyakit ini juga memengaruhi kelenjar getah bening dan selaput kulit dan mukosa di dalam hidung, mulut, dan tenggorokan. Oleh sebab itu, penyakit Kawasaki juga sering disebut dengan nama sindrom kelenjar getah bening mukokutan. Penyakit ini tidak menular.

Gejala penyakit Kawasaki

Penting untuk mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Tanda dan gejala penyakit Kawasaki akan berkembang dalam 3 tahap, yaitu:

  • Fase akut atau fase 1

Gejala akan muncul sejak hari pertama hingga ke-11. Gejala ini akan muncul dengan tiba-tiba dengan intensitas yang tinggi, seperti demam atau suhu tubuh yang tinggi (hingga 40 derajat Celsius) selama 5 hari. Obat -obatan OTC seperti ibuprofen dan paracetamol tidak menurunkan demam ini.

Gejala yang lain seperti mata memerah, berair, pedih, dan gatal (conjungtivitis); radang tenggorokan; bibir kering, retak, dan bengkak; lidah yang bengkak, merah, dan terkadang muncul benjolan-benjolan kecil di bagian belakang; kelenjar getah bening yang bengkak; ruam pada tangan, kaki, dan torso; dan ruam pada telapak tangan dan telapak kaki yang ditemani dengan pengelupasan kulit.

  • Fase sub-akut atau fase 2

Dalam fase ini, gejala akan muncul sejak hari ke-12 hingga 21. Gejala yang muncul tidak terlalu parah apabila dibandingkan dengan fase 1. Namun, gejala ini dapat bertahan lebih lama dengan suhu tubuh yang kembali ke suhu normal. Gejala yang ditimbulkan di antaranya adalah mengelupasnya kulit jari tangan dan jari kaki, muntah, diare, sakit perut, sakit persendian, persendian yang bengkak, sakit kuning, dan hilangnya nafsu makan. Pada fase ini, komplikasi dapat terjadi dan anak akan merasakan rasa sakit yang lebih parah.

  • Fase ke 3

Fase ini bertahan dari hari ke 22 hingga hari ke 60. Gejala-gejala sebelumnya mulai mereda, dan pasien akan mulai sembuh hingga tanda-tanda penyakit benar-benar hilang. Kekhawatiran yang utama adalah penyakit Kawasaki dapat memengaruhi pembuluh yang ada di sekitar jantung, sehingga pasien harus mendapatkan evaluasi lanjutan dengan mendapatkan metode echocardiogram.

Penyebab penyakit Kawasaki

Hingga saat ini, para ahli masih belum tahu apa yang menyebabkan penyakit Kawasaki. Salah satu kemungkinan terbesar adalah adanya sebuah respon tidak normal terhadap virus yang biasanya tidak memberikan reaksi pada orang lain. Gejala-gejala penyakit Kawasaki mirip dengan kondisi yang disebabkan oleh infeksi atau virus, namun tidak ada bakteri atau virus tertentu yang berhasil diidentifikasi. Ada pula kemungkinan adanya gangguan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan yang sehat karena menganggapnya sebagai patogen, organisme yang menyebabkan penyakit.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*