Benarkan Pasif Agresif Termasuk Gangguan Kepribadian?

Benarkan Pasif Agresif Termasuk Gangguan Kepribadian?

Kesehatan Mental

Belakangan ini mungkin Anda sering mendengar istilah pasif agresif, baik di lingkungan pertemanan maupun lingkungan pekerjaan. Namun, apa sebenarnya pasif agresif itu sendiri? Dan, benarkah hal tersebut termasuk dalam gangguan kepribadian?

Apa itu pasif agresif?

Perilaku pasif agresif adalah pola mengungkapkan perasaan negatif secara tidak langsung alih-alih menangani secara terbuka. Orang dengan perilaku ini secara teratur akan menunjukkan penolakan terhadap permintaan atau tuntutan dari keluarga dan individu lain sering kali menunda-nunda, mengungkapkan sifat cemburu, atau bertindak keras kepala. 

Tanda-tanda khusus dari perilaku ini meliputi: 

  • Membenci atau langsung menentang instruksi orang lain, meskipun mereka mungkin masih melakukan apa yang diperintahkan
  • Penundaan dan kesalahan yang disengaja sebagai tanggapan atas tuntutan orang lain
  • Sikap sinis, sarkastik, argumentatif atau bermusuhan
  • Sering mengeluh tentang perasaan kurang dihargai atau ditipu
  • Mengkritik orang lain

Meskipun perilaku ini dapat menjadi ciri dari berbagai kondisi kesehatan mental, namun itu tidak dianggap sebagai penyakit mental yang berbahaya. Akan tetapi, perilaku ini dapat mengganggu hubungan dan menyebabkan kesulitan dalam pekerjaan. Jadi, pasif agresif bukanlah penyakit mental. Tetapi, orang dengan kondisi kesehatan mental mungkin dapat bertindak seperti itu. 

Penyebab 

Kemarahan, frustasi, dan ketidaksenangan adalah emosi yang normal. Orang yang mengandalkan agresi pasif daripada komunikasi langsung untuk menunjukkan emosi ini sering kali tumbuh dalam keluarga di mana perilaku tersebut biasa terjadi. 

Atau, mereka mungkin bertindak seperti itu karena membantu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka mungkin melakukan untuk menghindari konfrontasi. Pasalnya, banyak orang hanya pasif agresif dalam beberapa situasi misalnya saja, di tempat kerja-tetapi tidak dalam situasi lain. Peneliti juga menghubungkan perilaku pasif-agresif dengan:

  • Gangguan kecemasan 
  • ADHD
  • Depresi
  • Penyalahgunaan zat
  • Gangguan kepribadian

Bagaimana mengatasinya?

Jadi, apa yang akan Anda lakukan jika berhadapan dengan teman, rekan kerja, atau bahkan dengan pasangan yang sering kali berperilaku pasif-agresif? Nah, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengenali tanda-tanda perilaku tersebut. Merajuk, memuji dengan kasar, menunda-nunda, menarik diri, dan menolak untuk berkomunikasi adalah tanda-tanda agresi pasif. 

Ketika orang lain bertindak seperti itu, cobalah untuk menahan amarah Anda. Sebaliknya, tunjukkan perasaan orang lain dengan cara yang tidak menghakimi. Jika Anda berurusan dengan seorang anak yang jelas-jelas kesal karena harus melakukan pekerjaan rumah atau melakukan hal lain. 

Kenali perilaku Anda

Memang lebih mudah mengenali perilaku agresivitas pasif orang lain, tetapi bagaimana jika perilaku tersebut terjadi pada diri Anda? Cobalah mundur selangkah dan lihat perilaku Anda sendiri dengan pandangan yang tidak memihak. 

  • Apakah Anda sering merajuk saat tidak bahagia dengan orang lain?
  • Apakah Anda menghindari orang yang membuat Anda kesal?
  • Apakah Anda pernah berhenti berbicara dengan orang lain saat Anda marah kepada mereka?
  • Apakah Anda menunda melakukan sesuatu sebagai cara untuk menghukum orang lain?
  • Apakah Anda terkadang menggunakan sarkasme untuk menghindari percakapan yang bermakna?

Jika Anda merasa bahwa perilaku pasif agresif dapat merusak hubungan Anda, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengubah cara Anda dalam berhubungan dengan seseorang. Berikut beberapa cara untuk mengatasi perilaku Anda. 

  • Tingkatkan kesadaran diri Anda. Tindakan pasif agresif terkadang berasal dari kurangnya pemahaman yang baik tentang mengapa Anda kesal atau apa yang Anda rasakan. Mulailah untuk memperhatikan apa yang sedang terjadi saat Anda bereaksi terhadap orang dan situasi yang berbeda. 
  • Beri diri Anda waktu untuk membuat perubahan. Mengenali perilaku Anda sendiri adalah langkah awal yang baik menuju perubahan, tetapi mengubah pola dan reaksi Anda dapat memakan waktu.
  • Berlatihlah mengekspresikan diri Anda. Memahami emosi Anda dan belajar mengekspresikan perasaan dengan tepat adalah langkah penting untuk mengakhiri perilaku tersebut. Konflik adalah bagian hidup yang tidak dapat dihindari, tetapi mengetahui cara menyatakan perasaan dengan benar lebih efektif dan dapat menghasilkan resolusi yang lebih baik. 

Seperti yang kita ketahui bersama, perilaku pasif agresif bisa merusak, tetapi kemungkinan besar kita semua dapat merespon dengan cara seperti itu. Meskipun begitu, perilaku ini dapat menjadi ciri dari berbagai kondisi kesehatan mental, seperti ADHD, gangguan kecemasan, serta depresi. Jika perilaku ini semakin memburuk dan merusak hubungan pertemanan serta dengan rekan kerja, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan ahlinya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*