Bahaya Garam Himalaya: Apa Dampaknya Bagi Tubuh?

Hidup Sehat

Setiap orang memiliki selera makanan yang berbeda. Ada yang suka campur dengan bahan lain, namun ada yang ingin mengkonsumsi makanan dengan seadanya tanpa bahan tambahan. Contoh bahan tambahan yang dapat digunakan adalah garam Himalaya. Banyak orang berpikir bahwa garam Himalaya lebih sehat dari garam biasa, namun bahaya garam Himalaya perlu diperhatikan.

Garam Himalaya merupakan jenis garam yang memiliki warna merah muda yang terlihat seperti es krim stroberi jika dituangkan ke dalam mangkuk kecil. Garam Himalaya tidak berasal dari laut, namun berasal dari pegunungan di Pakistan. Garam Himalaya memiliki kandungan zat besi oksida sehingga warna yang tampak adalah merah muda.

Seseorang dapat mengkonsumsi garam Himalaya karena pada umumnya sama seperti garam lain, namun diklaim lebih sehat. Garam Himalaya sebenarnya merupakan bahan yang alami dimana garam jenis ini telah melalui beberapa kali proses penyaringan sebelum dikonsumsi manusia.

Banyak orang klaim bahwa garam Himalaya dapat memberikan manfaat bagi tubuh karena terdapat mineral yang tidak hilang dari proses penyaringan, namun belum tentu memberikan manfaat bagi tubuh secara maksimal.

Apa Dampaknya Bagi Tubuh?

Selain itu, manusia perlu waspada terhadap bahaya garam Himalaya, karena alasan sebagai berikut:

  1. Tubuh kekurangan yodium

Garam yang beredar di supermarket pada umumnya telah melalui proses penyaringan beberapa kali sehingga dapat dijual kepada konsumen. Selain itu, garam diperkaya yodium demi menjaga kondisi tubuh.

Garam Himalaya juga terdapat yodium, namun jumlahnya kurang memenuhi kebutuhan manusia. Yodium berperan penting bagi tubuh, yaitu menjaga kesehatan kelenjar tiroid dan metabolisme sel. Jika manusia kekurangan yodium, mereka kemungkinan akan mengalami penyakit gondok atau pembesaran kelenjar tiroid pada bagian leher.

  • Memperberat kinerja ginjal dan jantung

Jika manusia mengkonsumsi bahan yang mengandung natrium secara berlebihan, termasuk garam Himalaya, maka ginjal akan coba mengeluarkannya melalui urine. Hal tersebut akan mengakibatkan kerja ginjal lebih berat dari biasa.

Jika ginjal pada tubuh dibebani natrium, sisanya akan menumpuk di cairan yang ada di antara sel-sel tubuh. Hal ini dapat memicu volume air dan darah di dalam tubuh meningkat sehingga jantung dan pembuluh darah perlu bekerja lebih keras untuk memompanya. Hal ini juga dapat mengakibatkan seseorang mengalami tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, penyakit jantung, dan stroke.

  • Meningkatkan risiko obesitas

Selain gula, garam yang dikonsumsi, termasuk garam Himalaya, jika dikonsumsi secara berlebihan, dapat menimbulkan obesitas. Asupan sebanyak 1 gram lebih dari yang dianjurkan dapat memicu risiko obesitas setidaknya 25%. Hal ini dapat terjadi baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

  • Memicu penyakit lain

Garam biasa atau garam Himalaya dapat memicu kerusakan hati, osteoporosis, dan penyakit autoimun jika dikonsumsi secara berlebihan.

Untuk mencegah masalah yang disebutkan di atas, manusia perlu membatasi penggunaan garam setiap hari. Untuk menjaga kesehatan, orang-orang perlu konsumsi baik garam biasa maupun garam Himalaya, maksimal sebanyak 2.300 mg per hari, atau batasnya setara dengan satu sendok teh. Jika orang mengalami hipertensi, maka jumlah asupan maksimal yang bisa dikonsumsi adalah 1.500 mg per hari.

Bahaya garam Himalaya perlu Anda waspadai, karena dapat memicu penyakit mematikan seperti hipertensi atau penyakit jantung. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menjaga asupan makanan bergizi untuk mencegah risiko penyakit mematikan. Walaupun memberikan manfaat bagi tubuh, Anda tetap perlu batasi jumlah yang dianjurkan dokter.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*