penyebab batuk

Kenali Penyebab Batuk dan Perawatannya agar Bisa Sembuh Lebih Cepat

Penyakit

Batuk pilek umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1 minggu. Meski begitu, batuk pilek terkadang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Para ahli mengatakan, lebih dari 30 juta kunjungan pada dalam setahun karena batuk. Lalu, bagaimana cara mengobati batuk yang mengganggu? Langkah pertama yaitu mengetahui penyebab batuk dan perhatikan beberapa tips di bawah ini!

Penyebab Batuk

Sebenarnya batuk juga baik untuk kesehatan tubuh. Penyakit ini dapat mengeluarkan kotoran dari paru-paru dan tenggorokan. Umumnya, virus menjadi penyebab utama Anda terkena batuk dan flu. Lalu, apa saja penyebab batuk selain karena virus?

  1. Alergi dan asma. Memiliki alergi terhadap sesuatu disertai asma dapat menyebabkan paru-paru bereaksi berlebihan dan kemudian menyebabkan batuk.
  2. Iritasi. Selain alergi, udara dingin, asap rokok atau bau parfum yang kuat juga dapat memicu timbulnya penyakit ini.
  3. Postnasal Drip (Ingus). Ketika hidung tersumbat, lendir akan menetes dari hidung ke tenggorokan sehingga membuat batuk. Postnasal drip bisa disebabkan karena  pilek, infeksi sinus, alergi dan masalah lainnya.
  4. Asam Lambung. Penyebab batuk lainnya bisa dikarenakan Anda mengalami sakit maag. Asam lambung yang kembali ke tenggorokan dapat mengiritasi tenggorokan dan membuat Anda batuk.
  5. Penyebab lainnya. Penyebab batuk lainnya bisa disebabkan karena peradangan paru-paru, sleep apnea, dan dipicu oleh efek samping obat.

Cara Mengobati Batuk

Salah satu cara agar batuk cepat sembuh adalah dengan mencari tahu terlebih dahulu apa penyebab batuk yang Anda alami. Kemudian, Anda bisa mengikuti cara di bawah ini!

  1. Obat-obatan. Hal pertama yang bisa Anda lakukan yaitu meminum obat. Obat batuk yang dijual bebas di pasaran dapat membantu meringankan batuk.
  2. Pengobatan rumah. Perawatan batuk yang kedua yaitu dengan membuat obat herbal dari bahan rumahan. Anda dapat meminum air hangat, menghirup udara yang hangat, lembap, dan meminum obat batuk. Anda juga bisa menambahkan sesendok madu pada teh panas.
  3. Menghindari pemicu batuk. Jika Anda memiliki alergi atau asma, hindari pemicu alergi tersebut. Jauhkan hewan peliharaan dari kamar tidur Anda. Gunakan AC untuk menyaring udara yang tidak sehat. Dengan menjauhi hal-hal yang dapat memicu batuk, Anda pun akan mulai merasa lebih baik.
  4. Perawatan untuk masalah lain. Batuk yang dipicu oleh asma, refluks asam, sleep apnea, dan kondisi medis lainnya memerlukan perawatan khusus seperti obat-obatan.
  5. Waktu. Umumnya virus merupakan penyebab batuk yang paling biasa terjadi. Terkadang, batuk bisa bertahan beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan setelah virus hilang. Namun, seiring berjalannya waktu batuk pun akan sembuh.

Kapan Waktu yang Tepat Pergi Ke Dokter?                                     

Setelah mengetahui penyebab dan bagaimana perawatan batuk agar cepat sembuh, Anda tetap harus berkonsultasi ke dokter. Tujuannya, mendapatkan penanganan lebih tepat dan cepat. Waktu yang tepat untuk pergi ke dokter adalah jika batuk Anda tidak membaik setelah 1 minggu.

Anda juga harus segera membuat janji dengan dokter jika batuk mengganggu kehidupan sehari-hari atau jika Anda mengalami gejala seperti: sulit bernapas, sakit dada, sakit maag, batuk darah, demam, berkeringat di malam hari, dan kesulitan tidur.

Read More
tips agar tidak cedera saat bermain sepakbola

Agar Cedera Tak Berulang, Ini Dia yang Harus Dilakukan Para Pemain Sepakbola

Olahraga

Cedera merupakan bagian tak terpisahkan dari aktivitas fisik seperti olahraga sepak bola. Hal ini semakin didukung dengan angka kasus cedera yang terus meningkat meskipun beragam fasilitas kesehatan dan edukasi pengetahuan dalam penanganan dan antisipasi cedera telah dilakukan. Beberapa cedera, khususnya pada otot hamstring dan ligamen lutut, malah semakin bertambah terus.

Hal ini tentu harus diperhatikan dengan baik, sebab bukan hanya berpengaruh pada kondisi kesehatan pemain tetapi juga pada keberhasilan tim dalam meraih kemenangan. Pasalnya, tingkat cedera memberikan dampak negatif pada keberhasilan tim. Anda dapat mengamatinya pada juara Liga Primer Inggris 2016, Leicester City, dengan angka pemain yang mengalami cedera relatif sedikit. Di sisi lain, Arsenal secara konsisten memiliki tingkat cedera tinggi masih berjuang untuk memenangkan liga sejak 2003-04.

Di sisi lain, turnamen sepak bola seperti Euro 2018 sebenarnya dapat meningkatkan risiko cedera bagi pemain karena padatnya jadwal pertandingan. Jika begitu kasusnya, apa yang bisa dilakukan?

Gerakan dan Keterampilan

Para pemain sepak bola paling sering mengalami cedera saat melakukan gerakan nonkontak, seperti misalnya ketika mengubah arah atau berlari. Cedera ini biasanya terjadi akibat sebuah kecelakaan yang secara langsung jaringan yang tidak lagi mampu menahan beban. Biasanya, cedera ini paling sering terjadi berupa keseleo lutut dan pergelangan kaki.

Selain itu, saat pemain mempelajari sebuah teknik atau keterampilan baru, mereka akan berusaha untuk menguasai cara melakukan gerakan sebelum akhirnya berlanjut pada tantangan dan kompleksitas. Berlari dan mengubah arah biasanya tidak termasuk dalam daftar keterampilan sepak bola, melainkan cara menendang atau menyundul bola. Itulah sebabnya lari dan mengubah arah kerap menjadi penyebab pemain mengalami cedera. Pasalnya, mereka tidak terlalu memperhatikan teknik dan cara yang benar dalam melakukannya.

Seorang pesepak bola pemula biasanya akan belajar menendang dan mengoper bola. Kemudian dilanjutkan dengan kompleksitas, seperti mendekati bola dan merebut bola dari kaki lawan. Tanpa disadari, itulah yang menambah kemampuan seorang pesepak bola, di mana mereka mulai bermain di bawah tekanan selama pertandingan.

Di sisi lain, manusia memilih untuk bergerak dengan cara termudah. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketika orang-orang berjalan dengan cara teratur, mereka cenderung akan menyempurnakan teknik mereka untuk meningkatkan efisiensi gerakan mereka. Meskipun begitu, pastikan untuk tetap fokus agar dapat mengurangi risiko cedera. Ini juga yang terjadi dengan kasus teknik berlari dan mengubah arah. Jika pemain dan pelatih mereka menerapkan pengembangan keterampilan tambahan yang sama untuk gerakan dasar ini seperti yang mereka fokuskan pada teknik menendang bola, tingkat kasus cedera mungkin dapat diminimalisir.


Riwayat Cedera
Setiap orang tahu cara mereka bergerak, baik saat menggunakan otot-otot dan mengarahkan beban pada bagian anggota tubuh, dapat berpotensi menyebabkan cedera nonkontak. Hal inilah yang kerap terjadi pada para pemain sepak bola yang mengalami cedera ringan karena kesalahan kecil ketika berlari atau mengubah arah. Meskipun terkesan sederhana, pemain yang kembali bermain setelah mengalami cedera ringan memiliki risiko cedera yang lebih tinggi daripada risiko cedera yang sebenarnya. Itulah penyebabnya mengapa sangat penting bagi para pemain sepak bola untuk memerhatikan teknik gerakan mereka.

Sebut saja dalam pertandingan Euro 2016, banyak tim yang memilih riwayat cedera, seperti Joe Ledley dan Ryan Bertrand. Untuk pemain seperti ini, pastikan untuk tetap memperhatikan segala risiko cedera ringan agar tidak berdampak pada terjadinya cedera serius dari tiap gerakan yang dilakukan.

Pencegahan Cedera Pemain Sepak Bola
Para peneliti telah mengembangkan skema pelatihan ulang yang berhasil mengurangi risiko cedera ataupun potensi cedera kembali. Sayangnya, skema ini sering membutuhkan beberapa minggu untuk bekerja. Beberapa klinik olahraga juga menawarkan analisis untuk rincian pergerakan yang menggunakan kamera khusus untuk memberikan data mengenai cedera pemain. Data inilah yang nantinya dapat menentukan rencana pelatihan ulang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing pemain. Namun, perlu diingat bahwa hal ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan tentunya akan membuat para pemain untuk rehat sejenak dari lapangan.

Persoalan waktu ini kadang-kadang dapat berarti bahwa seorang pemain sudah tidak lagi dapat bermain dalam turnamen. Akan tetapi, setiap kasus akan tergantung pada apakah cedera yang terjadi berhubungan dan berpengaruh langsung dengan kemampuan gerakan. Jika demikian, mereka akan berisiko mengalami cedera lebih lanjut jika tidak ditangani dan diobati pada waktu yang tepat.

Kondisi ini dapat menjadi tantangan bagi para pemain sepak bola untuk membuat latihan pergerakan sebagai bagian dari pemulihan cedera. Oleh sebab itu, menghindari cedera berulang merupakan hal penting yang harus diperhatikan para pemain sepakbola.

Read More