olahraga untuk anak autisme

Kenali Olahraga yang Cocok untuk Autisme

Parenting

Olahraga memiliki keuntungan tambahan bagi anak dengan autisme. Penelitian yang dimuat di jurnal kedokteran Developmental Medicine and Child Neurology, Inggris, menunjukkan 79 anak dengan autisme memiliki penurunan fungsi gerak. Hal itu bisa bertambah parah dengan gaya hidup tak aktif.

Penelitian menunjukkan aktivitas fisik selama 20 menit per hari dapat menurunkan perilaku negatif, hiperaktivitas, dan agresivitas bagi anak dengan autisme. Berolahraga tidak hanya membantu anak dengan autisme lebih peduli dengan lingkungannya, tapi juga menurunkan bobot yang berujung pada tingkat kesehatan yang lebih baik.

Semua olahraga pada dasarnya bagus. Namun, jika Anda bingung menentukan jenis olahraga paling tepat untuk mengajak anak Anda, Dokter Melly Budhiman dari Yayasan Autisme Indonesia bisa membantu Anda. Menurut dokter spesialis kejiwaan ini, pilihan terbaik bagi anak dengan autisme adalah melakukan kegiatan fisik di luar ruangan atau outbond.

Udara terbuka, yang bebas polusi, membantu regenerasi sel-sel saraf yang terbiasa menghirup udara dari pendingin udara yang bisa saja kotor atau tercampur zat-zat tertentu. Jika sudah berada di luar ruangan, Dokter Melly melanjutkan, bebaskan anak untuk memilih aktivitas yang dia sukai. Entah itu berlari-larian, memanjat pohon, dan sebagainya.

Saat anak tidak memiliki preferensi, orang tua bisa mengajaknya bermain sepeda. Dengan bersepeda, anak dengan autisme bisa mengasah keseimbangan dan fokus. “Keseimbangan anak jadi bagus, motorik kaki lebih bagus, begitu juga fokusnya, sehingga mereka menjadi lebih tenang,” ujar Dokter Melly.

Pilihan lain adalah berenang, yang menuntut gerak secara menyeluruh di hampir seluruh bagian badan. Saat si anak menyukai renang, ajari dia berenang dengan benar. Dokter Melly menyarankan anak dengan autisme menguasai renang gaya bebas. Dalam freestyle terdapat gerakan mengambil napas dengan kepala menoleh. “Napas dengan kepala miring itu merupakan olahraga otak,” kata dia.

Berikut sejumlah tips bagi orang tua yang ingin mengajak anak dengan autisme berolahraga

  • Konsultasikan rencana olahraga dengan dokter.
  • Mulai aktivitas dengan intensitas ringan dan lambat. Perhatikan baik-baik tanda-tanda kelelahan pada anak, misalnya, napas tersengal, kram otot, dan pusing.
  • Pastikan anak cukup tidur dan minum air putih sebelum berolahraga.
  • Jika anak menikmati olahraga dengan intensitas ringan, intensitas bisa ditingkatkan secara perlahan-lahan.
Read More
makanan untuk anak autisme

Menu Makanan yang Tepat bagi Anak dengan Autisme

Parenting

Autism Spectrum Disorders (ASD), yang lebih dikenal dengan autism, kini menjadi kondisi yang semakin banyak ditemui. Prevalensinya adalah satu banding 88 anak. Merea mengalami kelainan genetik sehingga menjalani gangguan tumbuh kembang, berupa kesulitan berkomunikasi, baik verbal maupun non verbal. Karena kondisi yang berbeda ini, anak dengan autisme membutuhkan perhatian lebih dari orang tua dan lingkungannya.

Perhatian lebih itu mencakup soal makanan. Anak dengan autisme perlu pola makan khusus dengan pemberian makanan yang tidak mengandung kasein dan gluten, dua jenis protein yang sulit dicerna tubuh. Keduanya biasa ditemukan di gandum, biji-bijian barley, gandum hitam, dan sejumlah merek oat. Susu, keju, yogurt, es krim, kebanyakan roti, sereal, pasta, dan mie, juga harus dihindari. Begitu juga hampir semua jenis makanan olahan seperti sosis, mentega, dan saus. Produk yang tanpa kandungan protein itu biasa mencantumkan “gluten free” dan “casein free” di label mereka.

Berbagai jenis makanan yang disebutkan di atas tidak termasuk jenis makanan yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia, kecuali mie. Maka, sebaiknya, para orang tua menghindari pemberian mie kepada anak dengan autisme.

Sebuah studi tentang gluten free pada anak dengan autisme menunjukkan hasil yang menggembirakan. Anak yang kerap melanggar pantangan gluten dan kasein sekali sebulan menunjukkan perbaikan yang lebih minim ketimbang mereka yang melanggar dua kali atau kurang dalam setahun.

Penelitian lanjutan di Denmark pada 2010 membuktikan anak dengan autisme berusia 4 sampai 11 tahun mengalami perbaikan setelah menjalani diet bebas gluten dan kasein (GFCF diet) selama 8, 12, dan 24 bulan.  Peneliti dari The Pennsylvania State University, Pennsylvania, Amerika Serikat mendapati para orang tua dari hampir 400 anak dengan autism mendapati anak-anak mereka mengalami perbaikan kondisi lewat GFCF diet. Perbaikan itu meliputi pengurangan hiperaktivitas dan tantrum, peningkatan kontak mata dan kemampuan bicara, dan perbaikan fisik seperti menurunnya gatal-gatal. Mereka yang mengalami perbaikan kondisi ini menjalani diet bebas gluten dan kasein secara ketat.

Belum ada penelitan yang secara tegas membuktikan korelasi gluten-kasein dan perbaikan kondisi ASD. Namun, para pakar kesehatan menunjuk pada sifat gluten dan kasein yang sulit terurai, sehingga mengendap di usus dan saluran darah. Istilahnya, usus bocor atau leaky guts. Jika kondisi itu terjadi, kedua protein itu bisa mencapai sistem otak sehingga mempengaruhi kemampuan bicara dan social seseorang.

Teori lain yang diyakini para pakar kesehatan adalah anak dengan autism—karena sebab yang belum diketahui—tidak cocok dengan gluten dan kasein, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi tubuhnya. Hal itu didukung fakta selama anak tidak terpapar kedua protein tersebut, anak itu cenderung lebih kalem, peka terhadap sekitar, tidur lebih nyaman, dan meraih progres lebih banyak saat terapi.

Menjalani diet bebas gluten dan kasein bisa menjadi momen yang menantang bagi para orang tua anak dengan autisme. Anak dengan ASD cenderung doyan makanan olahan, seperti sosis, keripik dalam kemasan, dan sebagainya. Sayur dan buah tidak termasuk dalam menu favorit mereka. Mereka biasanya juga makan dengan menu yang itu-itu saja dan menolak makanan baru. Kombinasi menu lama dengan GFCF bisa menjadi pilihan di masa awal menjalani diet bebas gluten dan kasein.

Perlu diketahui, diet GFCF tidak berlaku sama pada semua anak dengan autisme. Ada yang mengalami perbaikan dalam hitungan pekan, ada yang butuh berbulan-bulan. Maka, para orang tua perlu berkonsultasi dengan dokter soal diet yang cocok bagi anak dengan ASD.

Read More
price harm cedera sepak bola

PRICE dan HARM: Teknik Atasi Cedera Sepak Bola

Olahraga

Cedera dalam dunia sepak bola memang sering terjadi. Banyak kasus cedera sering dialami pada tubuh bagian bawah, yaitu pinggul, lutut,paha, betis, tulang kering, pergelangan kaki, dan lain sebagainya. Cedera-cedera tersebut diakibatkan oleh banyak hal, seperti berlari, loncat, menjegal, maupun menendang. Anda dapat mengalami cedera karena menggunakan otot yang sama secara berulang-ulang.

Berikut adalah jenis cedera sepak bola yang paling sering dialami:

– Pergelangan kaki yang terkilir

Bermain sepak bola mengharuskan Anda untuk melakukan banyak aktivitas berlari. Berlari dengan cepat pada permukaan yang tidak rata membuat ligamen harus yang menyeimbangkan kaki Anda dengan peregangan otot yang berlebihan sehingga menyebabkan pergelangan kaki melengkung kedalam atau keluar.

– Otot hamstring yang terkilir

Hamstring adalah tiga otot terbesar dan terkuat pada paha belakang Anda. Jika hamstring tidak memiliki cukup kekuatan, makan otot ini menjadi cepat lelah dan mengakibatkan cedera. Untuk mencegahnya, pastikan Anda melakukan pemanasan atau peregangan dan gunakan foam roller secara teratur.  Foam roller merupakan alat berbentuk silindris yang digunakan sebagai alat pemijat dan dapat mengurangi rasa sakit atau otot kaku. Alat ini juga bisa membantu dalam latihan penguatan hamstring.

– Cedera otot pangkal paha

Ketika Anda melompat, berlari dan menendang bola – otot paha sering menjadi kaku dan cedera sehingga pada akhirnya menimbulkan ketegangan pada otot pangkal paha.  Untuk menghindarinya, lakukan peregangan bagian paha dalam secara teratur  dan lakukan latihan yang menguatkan bagian otot di area tersebut seperti side bridge dan side lunges pada latihan rutin Anda.

– Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL)

Bagian ACL memang sangat penting untuk menstabilkan ligamen. Penanganannya ialah melalui operasi, fisioterapi dan rehabilitasi yang intensif.

Anda dapat melakukan penanganan awal pada cedera dengan metode “PRICE” dan “HARM” dibawah ini.  Tetapi, jika gejala bertambah parah, konsultasikan ke fisioterapis Anda.

Lakukan “PRICE”, Protect, Rest, Ice, Compress, Elevate:

  • Protect (Perlindungan). Lindungi bagian yang cedera agar tidak terjadi cedera lebih parah. Gunakan alat bantu jika diperlukan.
  • Rest (Istirahat). Istirahatkan bagian tubuh yang cedera selama tiga hari pertama. Setelah itu, coba gerakan kembali bagian tersebut sedikit demi sedikit agar tidak kehilangan kekuatan otot.
  • Ice (Es). Kompres dengan es bagian yang cedera. Hal ini dapat mengurangi pembengkakan dan memar. Lakukan 20 menit setiap dua sampai tiga jam. Jangan tempelkan es secara langsung ke kulit, gunakan handuk tipis yang bersih.
  • Compress (Menekan). Gunakan perban elastik untuk membatasi gerak dan mengurangi bengkak. Jangan pakai perban ketika Anda tidur.
  • Elevate (Naikkan). Posisikan bagian tubuh yang cedera diatas level jantung Anda. Selalu berikan tumpuan seperti bantal atau menaikkan kaki diatas sofa.

Yang tidak boleh dilakukan, “HARM”:

  • Heat (Hawa Panas). Jangan mandi air panas, lakukan sauna, atau mengompresnya dengan kompres karena hawa panas dapat meningkatkan aliran darah yang akan memperburuk pembengkakan.
  • Alcohol (Alkohol). Konsumsi alkohol dapat meningkatkan pendarahan dan pembengkakan area yang cedera.
  • Running (Lari). Berlari atau melakukan aktivitas berat lain dapat menyebabkan cedera lebih parah.
  • Massage (Pijat). Memijat bagian yang cedera tidak disarankan karena dapat memperparah pendarahan dan pembengkakan.

Read More
penyebab refluks asam lambung

Refluks Asam Lambung dan Penyebabnya

Penyakit

Penyebab refluks asam lambung memang tidak dapat diketahui secara pasti karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Refluks bisa terjadi karena asam lambung yang naik sampai ke kerongkongan dan berikut adalah beberapa kemungkinan penyebabnya:

  • Kelainan pada perut

Perut yang memiliki kondisi abnormal seperti hiatal hernia dapat menyebabkan refluks asam lambung berkepanjangan. Kelainan ini terjadi ketika LES berada di atas perut padahal seharusnya di bagian bawah. Karena katup LES tidak berada di tempatnya, asam lambung yang seharusnya dihentikan tetap naik menuju ke bagian dada dan menyebabkan nyeri.

  • Kehamilan

Pada wanita hamil, kerap kali ditemui refluks asam lambung karena hormon yang meningkat dan tekanan yang terjadi di bagian perut akibat janin yang berkembang. Pada semester ketiga biasanya kondisi ini akan semakin terasa dan baru hilang sesaat sebelum waktu melahirkan.

  • Merokok

Merokok dapat melemahkan otot-otot pada katup LES sehingga tidak berfungsi semestinya. Selain itu, merokok juga merusak membrane mucus dan otot pada kerongkongan. Kebiasaan merokok juga mengurangi produksi air liur yang penting untuk menetralkan asam lambung.

Makanan pemicu refluks asam lambung

Makan dalam porsi besar kemudian berbaring tidur dapat menyebabkan rasa panas akibat asam lambung yang naik. Selain itu, batuk kering dan susah menelan juga merupakan baghian dari akibat refluks asam lambung. Berikut adalah makanan yang sering menyebabkan refluks asam lambung:

  • Alkohol. Selain meningkatkan produksi asam lambung, minuman beralkohol juga menyebabkan kanker tenggorokan. Semakin tinggi tingkat konsumsinya, semakin besar risikonya. Terutama jika kebiasaan ini dibarengi dengan merokok.
  • Minuman berkarbonasi
  • Cokelat
  • Buah-buahan sitrus seperti lemon dan jeruk
  • Minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi
  • Makanan berlemak dan makanan yang digoreng
  • Tomat, saus spageti, salsa dan pizza
  • Bawang putih dan bawang bombai
  • Mint
  • Makanan pedas

Beberapa penyebab umum refluks asam lambung lainnya yaitu:

  • Kegemukan dan obesitas
  • Makan makanan berat dan berbaring setelahnya
  • Makan sesaat sebelum tidur
  • Konsumsi obat aspirin atau ibuprofen yang dapat melemaskan otot.

Gejala asam lambung dapat terjadi sewaktu-waktu terlebih jika pola gaya hidup yang diterapkan kurang sehat. Dengan menerapkan gaya hidup sehat dan menghindari stress, penyakit asam lambung sangat mungkin untuk dihindari.

Read More
doms nyeri pasca olahraga

Nyeri Setelah Olahraga? Mungkin Anda terkena DOMS!

Olahraga

Delayed onset muscle soreness (DOMS) merujuk pada rasa sakit yang didapat dari olahraga yang baru dilakukan atau dengan intensitas yang lebih tinggi.  Berikut ini ada beberapa tips untuk menghindari, mengurangi dan menangani nyeri otot setelah berolahraga.

Kenapa Saya Merasakan DOMS?

Anda bisa saja merasakan DOMS jika memulai jenis olahraga baru, atau mengubah pola olahraga yang sudah dijalani menjadi lebih intens. Nyeri yang Anda alami merupakan tanda bahwa tubuh Anda sedang beradaptasi terhadap aktivitas olahraga yang Anda lakukan. Jika dilakukan dalam jangka panjang, otot Anda akan menjadi lebih kuat.

DOMS bisa terasa selama sekitar dua sampai tiga hari, tergantung dari intensitasnya. Jika sudah terbiasa, rasa nyeri akan berkurang. Tetapi, jika Anda terus menambah intensitasnya, rasa nyeri itu akan tetap muncul. Ini adalah bagian dari proses membangun kekuatan otot, jadi tidak perlu dicemaskan.

Ssemua orang bisa merasakan nyeri setelah berolahraga, bahkan jika Anda sudah sering olahraga sekalipun. Terutama, jika Anda menambah intensitas olahraga, Anda akan mengalami DOMS.

Apa saja jenis olahraga yang mengakibatkan DOMS?

Segala bentuk olahraga yang mengakibatkan otot Anda “memanjang” dan bekerja lebih keras dari keadaan normal. Beberapa jenis yang umum antara lain:

  • Latihan kekuatan, contohnya, ketika Anda melakukan angkat beban, otot Anda akan memanjang.
  • Berjalan, jogging, dan berlari.
  • Anda juga bisa merasakan DOMS sesudah melakukan aerobik.

Apakah Ini DOMS Atau Hal Lainnya?

Penting untuk mengetahui perbedaan antara DOMS dan nyeri akibat terkilir atau cedera. Hentikan olahraga jika Anda mengalami rasa sakit yang tiba-tiba selama menjalani olahraga, karena bisa saja ini merupakan cedera otot yang membutuhkan penanganan berbeda.

Bagaimana Cara Mengurangi DOMS?

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi DOMS. Berikut tipsnya

· Lakukan secara bertahap

Jika Anda sedang mencoba jenis olahraga yang baru, lakukan penambahan intensitas secara bertahap agar otot tidak “kaget” dengan jenis latihan yang baru.

· Biarkan otot Anda sembuh

Aktivitas ringan tidak akan menganggu waktu penyembuhan Anda, tetapi jika otot Anda terasa sangat sakit, istirahatkan diri Anda sebelum memulai latihan rutin lagi. Jika Anda tetap ingin melakukannya, coba tipe latihan yang berbeda, yang tidak terlalu berat untuk otot Anda.

· Pemanasan dan pendinginan

Sebelum melakukan olahraga, pastikan Anda melakukan pemanasan dan pendinginan untuk meregangkan otot-otot. Hal ini tidak secara langsung mengurangi DOMS, tetapi akan membantu menyiapkan otot Anda untuk waktu latihan selanjutnya.

Apalagi yang bisa membantu?

· Kantung es

Kompres bagian yang nyeri dengan es selama 10 menit. Gunakan handuk tipis untuk membungkus es, jangan letakkan es secara langsung ke kulit

· Penekanan

Gunakan bahan-bahan untuk dililitkan pada bagian yang nyeri. Hal ini dapat meningkatkan aliran darah dan mengurangi peradangan otot.

· Foam rolling

Foam rolling dapat memberikan Anda tekanan yang mirip dengan pijatan. Hal ini dapat membantu mengurangi DOMS.

Read More
depresi hingga ingin bunuh diri

Ini Tanda Depresi yang Mengarah pada Keinginan Bunuh Diri

Kesehatan Mental

Depresi merupakan salah satu masalah kejiwaan yang paling umum terjadi. Sayangnya, kondisi ini masih kerap dipandang sebelah mata. Kesadaran untuk memeriksakan dan menjalani perawatan akibat depresi, juga masih rendah.

Padahal, pada keadaan yang parah, depresi dapat memicu timbulnya keinginan bunuh diri. Bunuh diri bisa dicegah, asal Anda menyadari hal-hal yang harus diwaspadai. Karena itu, hilangkan stigma, dan kenali lebih jauh mengenai depresi serta tanda-tandanya.

Kenali Tanda yang Muncul pada Penderita Depresi

Tidak semua penderita depresi memiliki pengalaman yang sama dalam penyakit ini. Meski begitu, terdapat beberapa tanda dan gejala yang bisa dikenali, Pada penderita depresi, tanda dan gejala ini tidak hanya muncul sesekali, melainkan terus-menerus, selama beberapa minggu atau bulan.

Selain itu, tanda dan gejala yang muncul juga cukup parah, hingga dapat mengganggu kehidupan sosial, pekerjaan, serta hubungan dengan keluarga. Beberapa kondisi yang dapat dilihat sebagai tanda dan gejala depresi adalah:

  • Suasana hati yang buruk, atau kesedihan yang dirasakan terus-menerus
  • Merasa tidak ada harapan atau pertolongan yang bisa didapatkan
  • Memiliki rasa percaya diri yang rendah, selalu ingin menangis, dan diliputi rasa bersalah
  • Tidak memiliki motivasi dan daya tarik terhadap sesuatu
  • Selalu merasa cemas
  • Memiliki keinginan untuk bunuh diri, atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri

Secara fisik, depresi juga dapat menimbulkan dampak pada tubuh, di antaranya:

  • Bergerak atau berbicara lebih lambat dari biasanya
  • Perubahan berat badan (penurunan maupun kenaikan berat badan), dan nafsu makan
  • Konstipasi
  • Rasa nyeri dan sakit yang tidak bisa dijelaskan asalnya
  • Kekurangan energi dan kehilangan libido
  • Perubahan siklus menstruasi
  • Mengalami gangguan tidur

Kenali Tanda-tanda Ingin Bunuh Diri

Pada kondisi yang parah, depresi dapat memicu munculnya keinginan bunuh diri. Orang yang ingin bunuh diri tidak melihat mati sebagai tujuan. Tujuan utamanya adalah untuk menghilangkan rasa sakit yang dirasakan.

Karena itu, jangan pernah menganggap keinginan untuk bunuh diri hanya sebagai ancaman. Jika Anda menemui tanda-tanda seperti di bawah ini pada seseorang, segera berikan pendampingan serta cari bantuan profesional.

  1. Terus Berbicara Mengenai Kematian

Beberapa orang berbicara secara terbuka mengenai keinginannya untuk bunuh diri, atau selalu membicarakan tentang sesuatu yang berhubungan dengan kematian. Mereka bisa jadi telah mencari tahu berbagai cara untuk bunuh diri, atau bahkan membeli peralatan untuk menjalankan keinginan tersebut.

  • Telah Membuat Rencana untuk Bunuh Diri

Orang yang ingin bunuh diri mungkin telah mempersiapkan tahapan-tahapan tertentu, seperti membuat surat wasiat, memberikan barang-barang miliknya, dan mengucapkan selamat tinggal pada orang-orang di sekitarnya.

  • Menjauh dari Orang Sekitar

Ketika seseorang tiba-tiba menjauhkan diri dari teman dekat, keluarga, serta kehilangan ketertarikan dalam berbagai kegiatan dan menjadi penyendiri, maka kondisi tersebut bisa jadi merupakan tanda munculnya keinginan untuk bunuh diri.

  • Terlihat Menderita

Orang yang ingin bunuh diri menyampaikan rasa sakit begitu hebat, yang dirasakannya. Selain itu, juga muncul pemikiran bahwa dirinya merupakan beban bagi orang lain.

  • Suasana Hati dan Pola Tidur Tidak Teratur

Orang yang depresi umumnya merasakan marah, sedih, cemas, mudah kesal, dan agresif. Namun, ketika perilakunya tiba-tiba berubah menjadi tenang, maka pikiran untuk bunuh diri bisa jadi telah muncul. Pola tidur orang yang ingin bunuh diri juga dapat berubah menjadi jauh lebih sering, atau malah berkurang drastis.

Jika Anda melihat tanda-tanda depresi, yang bahkan mengarah kepada keinginan untuk bunuh diri, maka segera bantu penderitanya untuk mencari bantuan profesional. Jangan pernah meremehkan depresi serta tanda ingin bunuh diri. Dengan begitu, bisa jadi Anda telah menyelamatkan nyawanya.

Read More
tips meredakan efek samping kanker

Tips Meredakan Berbagai Efek Samping Kanker

Penyakit

Efek samping kanker pada penderita kanker umumnya terlihat sama, terlepas dari gejala atau jenis kanker yang dimiliki. Sebelum membahas lebih lanjut tentang efek samping kanker, sebaiknya dipahami terlebih dahulu gejala-gejala kanker. Pada dasarnya, gejala kanker dirasakan berbeda-beda, tergantung pada letak kanker, seberapa besar kanker, dan organ yang terdampak dari kanker tersebut.

Meski penyakitnya berbeda bagi setiap orang, beberapa gejalanya memiliki kesamaan, seperti kelelahan, sakit, dan mual. Apa pun efek samping yang dialami, Anda dapat meredakannya. Bicaralah pada dokter Anda mengenai obat dan cara-cara lainnya untuk meredakan efek samping dari gejala tersebut.

Kelelahan

Merasakan kelelahan dirasa wajar-wajar saja dialami siapapun, namun kelelahan karena efek samping kanker sedikit berbeda. Kelelahan ini membuat Anda merasa lelah bahkan hanya untuk bangun dari tempat tidur. Untuk mengatasinya, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  • Jangan terlalu memaksakan. Lakukanlah apa yang mampu Anda lakukan. Selebihnya, mintalah bantuan kepada keluarga atau teman untuk membantu Anda.
  • Beristirahatlah selama 20 menit pada siang hari untuk mengumpulkan kembali energi Anda
  • Berolahraga. Olahraga dapat membantu Anda mendapatkan energi lebih banyak. Berjalan atau bersepeda secara rutin selama 15 menit setiap harinya cukup untuk membantu Anda
  • Makan dengan teratur. Konsumsilah makanan-makanan sehat seperti sayur & buah serta perbanyaklah mengonsumsi protein.

Rasa Sakit

Ketika kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain, beberapa bagian tubuh seperti saraf, sendi, tulang, dan juga organ-organ tubuh mulai merasakan rasa sakit. Pengobatan seperti kemoterapi, radiasi dan juga operasi juga bisa menimbulkan rasa sakit pada penderita kanker. Rasa sakit tersebut dapat dirasakan dalam waktu yang cepat atau dalam waktu yang cukup lama. Rasa sakit tersebut juga bervariasi dari yang ringan hingga yang sangat parah.

Jika Anda merasa kesakitan, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik sebelum rasa sakit tersebut makin memburuk.

Untuk mengatasi rasa sakit akibat dari efek samping kanker tersebut, lakukanlah hal-hal berikut ini:

  • Letakkan sekantong es untuk meredakan rasa sakit
  • Lakukan pemijatan atau akupuntur
  • Meditasi atau teknik relaksasi lainnya
  • Obat penghilang rasa sakit yang dapat dibeli di toko-toko obat. Namun, konsultasikan dokter Anda terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat tersebut.

Pusing dan Muntah

Berdasarkan WebMD, sekitar 8 dari 10 pasien penderita kanker pasti merasakan pusing dan muntah akibat efek samping kemoterapi dan radiasi. Hal ini tentu akan menyulitkan Anda, terlebih muntah yang terlalu sering tentu dapat membuat tubuh Anda dehidrasi.

Obat yang disebut antiemetik mampu mengatasi mual yang Anda rasakan. Minumlah pada waktu-waktu tertentu dalam sehari atau saat Anda merasa sakit. Ketika Anda mengalami mual dan merasa ingin muntah, makanlah makanan yang tawar seperti roti bakar atau nasi. Selain itu, masaklah dalam porsi yang lebih kecil dan hindari makanan yang membuat Anda merasa sakit.

Anemia

Efek samping lainnya dari kanker adalah menurunnya jumlah sel darah merah yang sehat di tubuh Anda sehingga menyebabkan terjadinya anemia. Anemia dapat menyebabkan gejala-gejala sepert kelelahan, sesak napas, detak jantung yang cepat, pusing, dan kulit yang pucat.

Salah satu cara mengatasi anemia adalah dengan makan lebih banyak makanan kaya akan zat besi, seperti sayuran berdaun hijau gelap, kacang-kacangan, kentang manis dan daging.

Read More
diare saat liburan

Waspadai Diare Pelancong Bagi Anda yang Hobi Jalan-jalan

Penyakit

Diare pelancong merupakan sebuah kondisi masalah pencernaan berupa diare yang terjadi pada para pelancong saat sedang melakukan perjalanan. Biasanya, penyebabnya adalah infeksi usus yang terjadi akibat makan atau minum dari makanan atau air yang terkontaminasi. Pengolahan makanan yang tidak bersih dan steril dapat berisiko menularkan infeksi kepada orang yang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Daerah-daerah tujuan wisata, di mana terdapat risiko infeksi diare tinggi adalah beberapa negara-negara berkembang di Afrika, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Asia. Risiko infeksi bervariasi tergantung pada jenis paparan makanan, jenis makanan, hingga higienitas dari makanan dan minumannya. Penyebab paling umum yang mengakibatkan hal ini adalah infeksi bakteri yang disebut E. Coli.

Gejala Diare Pelancong
Ada beberapa gejala khas yang sering dialami para wisatawan, di antaranya adalah:

  • Keluhan diare mendadak
  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Kembung
  • Kebutuhan mendesak harus buang air besar
  • Malaise (tubuh terasa lemah atau tidak nyaman)
  • Terasa gas di perut menyakitkan
  • Kram perut
  • Kehilangan selera makan

Diare pelancong ini biasanya berlangsung dalam waktu yang sebentar dan tidak permanan. Yang paling lama berkisar antara 3 hingga 7 hari dan jarang mengancam jiwa.

Penanganan Diare Pelancong
Seperti halnya penyakit pada umumnya, upaya terbaik untuk menangani diare yang terjadi saat berada di perjalanan adalah dengan berkonsultasi dengan dokter dibandingkan dengan mencoba mengobatinya sendiri.

Pepto-Bismol merupakan salah satu obat yang cukup direkomendasikan untuk  mengurangi diare dan mengurangi gejala dengan cepat. Obat yang mudah ditemukan di apotek ini juga tampaknya efektif untuk mencegah diare, tetapi tidak boleh dikonsumsi lebih dari tiga minggu.

Efek samping dari mengonsumsi Pepto-Bismol cukup beragam, antara lain adalah menghitamnya lidah dan feses sementara, rasa mual, konstipasi, dan terkadang terasa ada bunyi dering di telinga. Jangan mengonsumsi Pepto-Bismol jika Anda memiliki alergi aspirin, insufisiensi ginjal, asam urat, atau jika Anda mengonsumsi antikoagulan, probenecid (Benemid, Probalan), atau metotreksat (Rheumatrex).

Dalam perawatan diare pelancong juga membutuhkan asupan cairan dan garam untuk menggantikan kandungannya yang hilang dalam tubuh yang hilang akibat diare. Untuk kembali menghidrasi tubuh, cara paling baik yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan larutan rehidrasi oral seperti larutan oralit.

Kapan Harus Memeriksakan Diri Dokter Saat Mengalami Diare Pelancong?
Pada dasarnya, diare pelancong dapat sembuh dengan sendirinya karena tidak disebabkan oleh infeksi yang serius. Akan tetapi, bukan tidak mungkin diare pelancong juga dapat menjadi sesuatu hal yang serius. Anda tetap perlu melakukan pemeriksaan ke dokter jika:

  • Diare parah, berdarah, atau tidak sembuh dalam beberapa hari
  • Diare disertai dengan demam dan meriang
  • Kesulitan mendapat asupan cairan untuk mencegah dehidrasi

Cara Mencegah Diare Pelancong
Di daerah dengan sanitasi yang buruk, Anda harus lebih waspada saat akan mengonsumsi makanan atau minuman. Misalnya, hanya minuman tertentu yang aman untuk diminum, seperti air matang, minuman panas (seperti kopi atau teh) yang dibuat dengan air matang, minuman berkarbonasi kaleng atau botol, bir, dan anggur. Hindari es, karena biasanya es dibuat dari air yang terkontaminasi.

Selain itu, akan lebih aman jika Anda minum dari kaleng atau botol yang belum dibuka dibandingkan dengan menuangkannya dari wadah yang tidak diketahui kebersihannya. Pasalnya, wadah air baik itu teko atau botol minuman mungkin juga terkontaminasi.

Jika Anda berpergian ke daerah yang sulit mendapatkan air kemasan yang higienis, cobalah untuk selalu merebus dahulu air sebelum diminum untuk memastikan seluruh kuman dan bakteri di dalamnya sudah mati.


Makanan yang Harus Dihindari Pelancong

Tidak hanya minuman, beberapa makanan juga harus dipilih dengan hati-hati. Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang harus Anda hindari:

  • Salad
  • Sayuran dan buah mentah. Pastikan untuk mencuci dan mengupasnya terlebih dahulu.
  • Susu dan produk susu yang tidak dipasteurisasi
  • Daging mentah dan kerang
  • Makanan yang sudah dimasak dan masih panas biasanya aman.

Selain itu, waspadai juga beberapa jenis ikan yang tidak dijamin aman, bahkan ketika dimasak karena memiliki kandungan racun dalam dagingnya. Sebut saja ikan karang tropis, kakap merah, amberjack, dan kerapu. Berhati-hatilah pada makanan yang memang tidak biasa Anda makan.

Read More
penyebab batuk

Kenali Penyebab Batuk dan Perawatannya agar Bisa Sembuh Lebih Cepat

Penyakit

Batuk pilek umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1 minggu. Meski begitu, batuk pilek terkadang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Para ahli mengatakan, lebih dari 30 juta kunjungan pada dalam setahun karena batuk. Lalu, bagaimana cara mengobati batuk yang mengganggu? Langkah pertama yaitu mengetahui penyebab batuk dan perhatikan beberapa tips di bawah ini!

Penyebab Batuk

Sebenarnya batuk juga baik untuk kesehatan tubuh. Penyakit ini dapat mengeluarkan kotoran dari paru-paru dan tenggorokan. Umumnya, virus menjadi penyebab utama Anda terkena batuk dan flu. Lalu, apa saja penyebab batuk selain karena virus?

  1. Alergi dan asma. Memiliki alergi terhadap sesuatu disertai asma dapat menyebabkan paru-paru bereaksi berlebihan dan kemudian menyebabkan batuk.
  2. Iritasi. Selain alergi, udara dingin, asap rokok atau bau parfum yang kuat juga dapat memicu timbulnya penyakit ini.
  3. Postnasal Drip (Ingus). Ketika hidung tersumbat, lendir akan menetes dari hidung ke tenggorokan sehingga membuat batuk. Postnasal drip bisa disebabkan karena  pilek, infeksi sinus, alergi dan masalah lainnya.
  4. Asam Lambung. Penyebab batuk lainnya bisa dikarenakan Anda mengalami sakit maag. Asam lambung yang kembali ke tenggorokan dapat mengiritasi tenggorokan dan membuat Anda batuk.
  5. Penyebab lainnya. Penyebab batuk lainnya bisa disebabkan karena peradangan paru-paru, sleep apnea, dan dipicu oleh efek samping obat.

Cara Mengobati Batuk

Salah satu cara agar batuk cepat sembuh adalah dengan mencari tahu terlebih dahulu apa penyebab batuk yang Anda alami. Kemudian, Anda bisa mengikuti cara di bawah ini!

  1. Obat-obatan. Hal pertama yang bisa Anda lakukan yaitu meminum obat. Obat batuk yang dijual bebas di pasaran dapat membantu meringankan batuk.
  2. Pengobatan rumah. Perawatan batuk yang kedua yaitu dengan membuat obat herbal dari bahan rumahan. Anda dapat meminum air hangat, menghirup udara yang hangat, lembap, dan meminum obat batuk. Anda juga bisa menambahkan sesendok madu pada teh panas.
  3. Menghindari pemicu batuk. Jika Anda memiliki alergi atau asma, hindari pemicu alergi tersebut. Jauhkan hewan peliharaan dari kamar tidur Anda. Gunakan AC untuk menyaring udara yang tidak sehat. Dengan menjauhi hal-hal yang dapat memicu batuk, Anda pun akan mulai merasa lebih baik.
  4. Perawatan untuk masalah lain. Batuk yang dipicu oleh asma, refluks asam, sleep apnea, dan kondisi medis lainnya memerlukan perawatan khusus seperti obat-obatan.
  5. Waktu. Umumnya virus merupakan penyebab batuk yang paling biasa terjadi. Terkadang, batuk bisa bertahan beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan setelah virus hilang. Namun, seiring berjalannya waktu batuk pun akan sembuh.

Kapan Waktu yang Tepat Pergi Ke Dokter?                                     

Setelah mengetahui penyebab dan bagaimana perawatan batuk agar cepat sembuh, Anda tetap harus berkonsultasi ke dokter. Tujuannya, mendapatkan penanganan lebih tepat dan cepat. Waktu yang tepat untuk pergi ke dokter adalah jika batuk Anda tidak membaik setelah 1 minggu.

Anda juga harus segera membuat janji dengan dokter jika batuk mengganggu kehidupan sehari-hari atau jika Anda mengalami gejala seperti: sulit bernapas, sakit dada, sakit maag, batuk darah, demam, berkeringat di malam hari, dan kesulitan tidur.

Read More
tips agar tidak cedera saat bermain sepakbola

Agar Cedera Tak Berulang, Ini Dia yang Harus Dilakukan Para Pemain Sepakbola

Olahraga

Cedera merupakan bagian tak terpisahkan dari aktivitas fisik seperti olahraga sepak bola. Hal ini semakin didukung dengan angka kasus cedera yang terus meningkat meskipun beragam fasilitas kesehatan dan edukasi pengetahuan dalam penanganan dan antisipasi cedera telah dilakukan. Beberapa cedera, khususnya pada otot hamstring dan ligamen lutut, malah semakin bertambah terus.

Hal ini tentu harus diperhatikan dengan baik, sebab bukan hanya berpengaruh pada kondisi kesehatan pemain tetapi juga pada keberhasilan tim dalam meraih kemenangan. Pasalnya, tingkat cedera memberikan dampak negatif pada keberhasilan tim. Anda dapat mengamatinya pada juara Liga Primer Inggris 2016, Leicester City, dengan angka pemain yang mengalami cedera relatif sedikit. Di sisi lain, Arsenal secara konsisten memiliki tingkat cedera tinggi masih berjuang untuk memenangkan liga sejak 2003-04.

Di sisi lain, turnamen sepak bola seperti Euro 2018 sebenarnya dapat meningkatkan risiko cedera bagi pemain karena padatnya jadwal pertandingan. Jika begitu kasusnya, apa yang bisa dilakukan?

Gerakan dan Keterampilan

Para pemain sepak bola paling sering mengalami cedera saat melakukan gerakan nonkontak, seperti misalnya ketika mengubah arah atau berlari. Cedera ini biasanya terjadi akibat sebuah kecelakaan yang secara langsung jaringan yang tidak lagi mampu menahan beban. Biasanya, cedera ini paling sering terjadi berupa keseleo lutut dan pergelangan kaki.

Selain itu, saat pemain mempelajari sebuah teknik atau keterampilan baru, mereka akan berusaha untuk menguasai cara melakukan gerakan sebelum akhirnya berlanjut pada tantangan dan kompleksitas. Berlari dan mengubah arah biasanya tidak termasuk dalam daftar keterampilan sepak bola, melainkan cara menendang atau menyundul bola. Itulah sebabnya lari dan mengubah arah kerap menjadi penyebab pemain mengalami cedera. Pasalnya, mereka tidak terlalu memperhatikan teknik dan cara yang benar dalam melakukannya.

Seorang pesepak bola pemula biasanya akan belajar menendang dan mengoper bola. Kemudian dilanjutkan dengan kompleksitas, seperti mendekati bola dan merebut bola dari kaki lawan. Tanpa disadari, itulah yang menambah kemampuan seorang pesepak bola, di mana mereka mulai bermain di bawah tekanan selama pertandingan.

Di sisi lain, manusia memilih untuk bergerak dengan cara termudah. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketika orang-orang berjalan dengan cara teratur, mereka cenderung akan menyempurnakan teknik mereka untuk meningkatkan efisiensi gerakan mereka. Meskipun begitu, pastikan untuk tetap fokus agar dapat mengurangi risiko cedera. Ini juga yang terjadi dengan kasus teknik berlari dan mengubah arah. Jika pemain dan pelatih mereka menerapkan pengembangan keterampilan tambahan yang sama untuk gerakan dasar ini seperti yang mereka fokuskan pada teknik menendang bola, tingkat kasus cedera mungkin dapat diminimalisir.


Riwayat Cedera
Setiap orang tahu cara mereka bergerak, baik saat menggunakan otot-otot dan mengarahkan beban pada bagian anggota tubuh, dapat berpotensi menyebabkan cedera nonkontak. Hal inilah yang kerap terjadi pada para pemain sepak bola yang mengalami cedera ringan karena kesalahan kecil ketika berlari atau mengubah arah. Meskipun terkesan sederhana, pemain yang kembali bermain setelah mengalami cedera ringan memiliki risiko cedera yang lebih tinggi daripada risiko cedera yang sebenarnya. Itulah penyebabnya mengapa sangat penting bagi para pemain sepak bola untuk memerhatikan teknik gerakan mereka.

Sebut saja dalam pertandingan Euro 2016, banyak tim yang memilih riwayat cedera, seperti Joe Ledley dan Ryan Bertrand. Untuk pemain seperti ini, pastikan untuk tetap memperhatikan segala risiko cedera ringan agar tidak berdampak pada terjadinya cedera serius dari tiap gerakan yang dilakukan.

Pencegahan Cedera Pemain Sepak Bola
Para peneliti telah mengembangkan skema pelatihan ulang yang berhasil mengurangi risiko cedera ataupun potensi cedera kembali. Sayangnya, skema ini sering membutuhkan beberapa minggu untuk bekerja. Beberapa klinik olahraga juga menawarkan analisis untuk rincian pergerakan yang menggunakan kamera khusus untuk memberikan data mengenai cedera pemain. Data inilah yang nantinya dapat menentukan rencana pelatihan ulang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing pemain. Namun, perlu diingat bahwa hal ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan tentunya akan membuat para pemain untuk rehat sejenak dari lapangan.

Persoalan waktu ini kadang-kadang dapat berarti bahwa seorang pemain sudah tidak lagi dapat bermain dalam turnamen. Akan tetapi, setiap kasus akan tergantung pada apakah cedera yang terjadi berhubungan dan berpengaruh langsung dengan kemampuan gerakan. Jika demikian, mereka akan berisiko mengalami cedera lebih lanjut jika tidak ditangani dan diobati pada waktu yang tepat.

Kondisi ini dapat menjadi tantangan bagi para pemain sepak bola untuk membuat latihan pergerakan sebagai bagian dari pemulihan cedera. Oleh sebab itu, menghindari cedera berulang merupakan hal penting yang harus diperhatikan para pemain sepakbola.

Read More