Apa Penyebab Hidung Tersumbat dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Penyakit

Hidung tersumbat sering menjadi sebuah gejala adanya gangguan kesehatan seperti infeksi sinus. Selain itu, demam biasa juga terkadang dapat menyebabkan hidung tersumbat. Gejala lain kondisi ini di antaranya adalah rasa sakit pada sinus, penumpukan lendir di hidung, dan jaringan nasal yang membengkak. Perawatan alami rumahan biasanya cukup untuk meringankan gejala hidung tersumbat, khususnya apabila kondisi ini disebabkan oleh demam. Akan tetapi, apabila hidung tersumbat terjadi dalam waktu yang lama, Anda mungkin perlu mendapatkan perawatan medis khusus.

Penyebab hidung tersumbat

Hidung tersumbat terjadi ketika hidung menjadi meradang. Penyakit ringan seperti demam, flu, dan infeksi sinus biasanya menjadi penyebab hidung tersumbat. Dalam kasus ringan ini, hidung tersumbat akan sembuh kurang dari 1 minggu. Di sisi lain, apabila hidung tersumbat terjadi selama lebih dari 1 minggu, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius, contohnya karena alergi, polip hidung non-kanker yang tumbuh di rongga hidung, paparan terhadap zat kimia, iritasi lingkungan, sinusitis kronis, dan septum yang menyimpang. Hidung tersumbat juga dapat terjadi pada masa kehamilan, terutama pada akhir trimester pertama. Fluktuasi hormon dan peningkatan aliran darah pada saat kehamilan dapat menyebabkan hidung tersumbat. Perubahan-perubahan ini dapat memengaruhi selaput hidung, menyebabkan peradangan, kering, atau berdarah.

Kapan perlu ke dokter?

Perawatan alami “home remedies” biasanya dapat mengatasi hidung tersumbat yang disebabkan oleh penyakit ringan seperti demam dan flu. Alat seperti “humidifier” dapat menambah kelembapan pada udara dan mampu membantu memecah lendir dan meringankan peradangan di rongga hidung. Akan tetapi, apabila Anda menderita asma, konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan humidifier.

Namun terkadang, home remedies saja tidak cukup untuk mengatasi hidung tersumbat, terutama apabila gejala tersebut disebabkan oleh kondisi kesehatan lain. Dalam kasus ini, perawatan medis dapat dibutuhkan, terutama apabila kondisi hidung tersumbat menyakitkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Apabila Anda menderita gejala seperti hidung tersumbat yang bertahan selama lebih dari 10 hari, terdapat gejala lain seperti demam tinggi lebih dari 3 hari, lendir hijau yang disertai dengan nyeri sinus dan demam, serta sistem kekebalan tubuh yang lemah dan asma, hubungi dokter segera.

Hidung tersumbat juga lebih berbahaya pada bayi. Gejalanya dapat mengganggu makan bayi dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang fatal. Dalam kasus tertentu, hal ini dapat menyebabkan gangguan berbicara normal dan perkembangan kemampuan mendengar. Oleh karen hal ini, penting bagi Anda untuk menghubungi dokter anak apabila anak menderita hidung tersumbat.

Perawatan

Setelah dokter menentukan penyebab hidung tersumbat kronis, mereka akan merekomendasikan rencana perawatan, yang biasanya terdiri dari obat-obatan OTC resep untuk mengatasi gejala yang ditimbulkan. Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi hidung tersumbat di antaranya adalah:

  • Antihistamine oral untuk merawat alergi seperti loratadine dan cetirizine
  • Semprotan hidung yang mengandung antihistamine seperti azelastine
  • Steroid hidung seperti mometasone atau fluticasone
  • Antibiotik
  • Dekogestan yang diresepkan dokter atau OTC

Apabila Anda memiliki tumor atau polip hidung di rongga hidung atau sinus yang mencegah lendir keluar, dokter dapat merekomendasikan operasi untuk mengangkatnya. Hidung tersumbat jarang menyebabkan gangguan kesehatan yang serius dan umumnya disebabkan karena demam atau infeksi sinus. Gejala hidung tersumbat biasanya akan hilang dengan cepat apabila mendapatkan perawatan yang tepat. Apabila Anda menderita hidung tersumbat kronis, hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan, diagnosa, dan perawatan yang tepat.

Read More
Dampak Pengangguran Terhadap Kesehatan Mental

Dampak Pengangguran Terhadap Kesehatan Mental

Kesehatan Mental

Pada usia produktif yang seharusnya bekerja atau punya usaha tapi masih menganggur, pasti diselimuti kegalauan? Jadi pengangguran tidak hanya berdampak pada finansial saja, tetapi dampak pengangguran juga bisa merembet pada kondisi kesehatan mental seseorang yang mengalaminya. Seseorang dikatakan sebagai pengangguran bila masih berada dalam usia produktif, mampu bekerja jika diberi peluang, dan aktif mencari pekerjaan lewat berbagai platform. Orang yang sedang tidak memiliki pekerjaan, tapi juga tidak sedang mencari pekerjaan, tidak bisa dikatakan sebagai pengangguran.

Dalam jangka pendek, dampak pengangguran mungkin tidak akan terlalu terasa. Namun jika pekerjaan baru tidak kunjung datang dalam jangka waktu panjang, kesehatan mental pun bisa terganggu. Penelitian membuktikan, dampak pengangguran dalam jangka panjang bisa mengakibatkan stres hingga depresi. Bahkan, kondisi ini dapat berujung pada kematian, entah itu diakibatkan oleh munculnya berbagai penyakit fisik seperti serangan jantung maupun keinginan untuk bunuh diri. Dampak pengangguran ini bisa muncul karena berbagai hal, seperti berikut ini.

  1. Penurunan standar hidup

Menjadi pengangguran dipastikan membuat standar hidup menurun drastis. Apalagi jika tempat bekerja sebelumnya memberi fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari uang makan hingga jaminan asuransi.

  1. Rasa tidak aman terhadap kondisi finansial

Sekalipun bukanlah orang yang suka berfoya-foya, terjadinya penurunan pemasukan secara drastis sangat wajar membuat cemas. Rasa khawatir yang berlangsung terus-menerus bukan tidak mungkin akan menggoyahkan kesehatan mental.

  1. Penurunan kepercayaan diri

Pengangguran kerap identik sebagai orang yang tidak berguna. Bila berlangsung terus-menerus, stigma itu akan menurunkan kepercayaan diri.

  1. Merasa tidak punya teman

Dampak pengangguran juga akan terasa pada hubungan sosial, yakni ketika tidak lagi bisa bersosialisasi dengan rekan kerja secara intens. Di kemudian hari, sangat mungkin timbul perasaan tidak disenangi dan minder. Dampak pengangguran yang dirasakan seseorang mungkin berbeda-beda, karena banyak faktor. Misalnya dari segi gender, laki-laki cenderung lebih rentan stres karena kondisi finansial yang tidak lagi stabil setelah di-PHK, sedangkan wanita lebih rentan stress karena tidak lagi memiliki koneksi sosial.

  1. Menimbulkan Persepsi Negatif

Sebuah ulasan dalam jurnal “Procedia Engineering” menyebut, menganggur bisa menyebabkan persepsi negatif, yang dapat termanifestasi menjadi kecemasan, depresi, perasaan melankoli, rasa ketergantungan, ketidakmampuan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari, dan ketidakpuasan diri.

  1. Rusaknya Hubungan

Hubungan dengan pasangan, baik pacaran, tunangan, atau sudah menikah, bisa terpengaruh. Umumnya, dampaknya paling dirasakan oleh pasangan menikah karena bisa terjadi perceraian, khususnya bila pria yang terlalu lama menganggur.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) setidaknya terdapat 6,88 juta penduduk yang masuk kategori pengangguran di Indonesia. Jumlah ini meningkat sekitar 60.000 orang dibanding periode yang sama pada 2019. Sayangnya, tingkat pengangguran di Tanah Air tampaknya akan bertambah seiring dengan penurunan pertumbuhan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Kementerian Keuangan RI memprediksi kenaikan tingkat pengangguran akibat pandemi bisa mencapai 5,23 juta orang. Mendapatkan pekerjaan baru di era pandemi mungkin akan lebih sulit dibanding sebelumnya. Anda bahkan mungkin harus menurunkan standar gaji atau melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan passion terdahulu.

Read More
Rasa Nyeri Dada Tengah, Kenali 12 Penyebabnya

Rasa Nyeri Dada Tengah, Kenali 12 Penyebabnya

Penyakit

Pernahkah Anda mengalami nyeri dada tengah yang terasa hingga punggung? Biasanya kondisi ini disebabkan oleh berbagai kondisi seperti kondisi ringan hingga yang parah.

Untuk menentukan kondisi yang menyebabkan nyeri dada tersebut ringan atau serius, tentu harus mengetahui apa penyebabnya. 

Penyebab Nyeri Dada Tengah

Umumnya, masalah dada terasa nyeri di bagian tengah bahkan hingga punggung ini disebabkan oleh masalah organ tubuh bagian dalam, misalnya jantung maupun paru-paru. 

Kerap pula nyaeri dada tengah ini diikuti oleh sesak nafas, nyeri yang menjalar hingga ke leher dan punggung, serta rasa terbakar. Berikut penyebab nyeri dada tengah yang perlu Anda ketahui.

  1. Serangan Jantung

Serangan jantung merupakan kondisi ketika aliran darah ke jantung tersumbat karena plak di dinding pembuluh darah atau adanya bekuan darah. 

Lalu, ketika aliran darah tersumbat dan jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup, biasanya akan muncul rasa nyeri dada yang menjalar ke leher hingga punggung. Kondisi ini harus segera ditangani oleh dokter dengan segera karena merupakan kondisi darurat medis.

  1. Angin Duduk

Angin duduk atau dikenal dengan istilah angina, adalah rasa nyeri yang biasanya muncul dikarenakan jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup. Angina ini bisa terjadi ketika Anda memaksakan diri untuk beraktivitas fisik dan bahkan muncul saat Anda sedang beristirahat.

Angina ini juga memberikan efek rasa nyeri dada tengah yang juga menyebar ke leher dan punggung. Jika Anda mengalami angin duduk ini, haruslah waspada karena bisa jadi pertanda Anda berisiko terkena serangan jantung.

  1. Emboli Paru

Emboli paru adalah penyakit ketika pembuluh darah di paru-paru tersumbat akibat terlepasnya bekuan darah, lalu mengalir ke paru-paru dan terperangkap di salah satu pembuluh darahnya.

Biasanya rasa sakit akibat emboli paru ini terasa di bagian dada tengan hingga ke punggung dan bisa juga menyebar ke leher dan bahu.

  1. Perikarditis

Perikarditis adalah kondisi saat perikardium mengalami peradangan akibat infeksi atau penyakit autoimun. Rasa sakit yang terasa juga sama, nyeri dada tengah dan menyebar ke bagian leher, bahu kiri, hingga punggung.

  1. Aneurisma Aorta

Aneurisma aorta terjadi ketika dinding aorta melemah karena kondisi medis atau mengalami cedera. Jika ini terjadi, penderita akan merasa nyeri dada dan punggung. Bahkan jika aorta pecah, dapat mengancam keselamatan jiwa.

  1. Pleurisi

Pleurisi adalah peradangan pleura, yaitu membran dua lapis yang menyelimuti rongga dada dan paru-paru. Ketika kedua membran tersebut saling bergesekan, maka penderitanya akan merasa nyeri dada tengah dan ke punggung.

  1. Tukak Lambung

Tukak lambung adalah luka yang terjadi pada sistem pencernaan akibat infeksi bakteri Helicobacter pylori. Penderita tukak lambung akan merasa nyeri ulu hati di bagian dada dan perut.

  1. Batu Empedu

Batu empedu juga bisa membuat dada terasa nyeri. Batu empedu ini adalah kondisi di mana adanya penumpukan batu yang terbentuk di empedu.

  1. Nyeri Ulu Hati

Heartburn atau nyeri ulu hati adalah munculnya sensasi terbakar di bagian dada akibat naiknya asam lambung hingga ke kerongkongan.

  1. Cedera Otot

Nyeri dada tengah juga bisa disebabkan oleh cedera otot. Rasa nyeri akibat cedera otot ini akan terasa semakin memburuk ketika tubuh digerakkan.

  1. Pankreatitis

Pankreas merupakan organ tubuh yang bertugas memproduksi enzim pencernaan dan mengontrol gula darah. Pankreatitis adalah kondisi ketika organ tersebut terjadi peradangan. KOndisi ini akan menimbulkan rasa nyeri di perut, dada, hingga punggung.

  1. Kanker

Ternyata nyeri dada tengah juga bisa disebabkan oleh kanker paru-paru dan kanker payudara.

Read More
Kanker serviks merupakah salah satu jenis kanker yang sering terjadi dan menyebabkan kematian

Berikut 10 Gejala Kanker Serviks, Apakah Anda Mengalaminya?

Kesehatan Wanita

Kanker serviks merupakah salah satu jenis kanker yang sering terjadi dan menyebabkan kematian. Di Indonesia, kanker serviks masuk dalam urutan kedua dari 10 kanker yang banyak terjadi. Kasus kanker serviks akan berdampak besar pada kualitas hidup penderitanya, keluarganya, dan tentunya, tidak membutuhkan biaya yang sedikit. Oleh sebab itu, penting untuk Anda memahami penyebab dan gejala awal kanker serviks agar dapat melakukan pencegahan maupun pengobatan sejak dini. 

Mengenal kanker serviks

Kanker serviks adalah kanker yang menyerang sel-sel serviks di bawah rahim yang terhubung langsung dengan vagina. Kanker serviks terjadi saat sel-sel serviks yang sehat mengalami mutasi DNA. Hal ini akan membuat sel-sel sehat yang tumbuh dan berkembang biak pada kecepatan tertentu, akhirnya mati pada waktu yang ditentukan. 

Mutasi DNA akan menyebabkan pertumbuhan sel di luar kendali atau abnormal, dan parahnya, sel-sel ini tidak mati. Awalnya, sel-sel abnormal yang terakumulasi akan membentuk massa (tumor). Kemudian, sel kanker ini akan menyerang jaringan di sekitarnya dengan cara melepaskan ‘diri’ dari massa (tumor) untuk menyebar (bermetastasis) ke jaringan lain di tubuh.

Penyebab kanker serviks

Penyebab pasti kanker serviks sebenarnya belum diketahui, tetapi para ahli meyakini bahwa ada peran HPV dalam kasus ini. Strain human papillomavirus (HPV) menular secara seksual, seperti dari anal, oral, atau vaginal sex. National Cervical Cancer Coalition menyatakan bahwa 99 persen kanker serviks disebabkan oleh HPV.

Saat tubuh terinfeksi HPV, sistem imun tubuh akan menyerang virus tersebut. Sayangnya, pada sebagian kecil orang, virus ini dapat bertahan hingga bertahun-tahun lamanya dan menyebabkan sel serviks berubah menjadi sel kanker.

Faktor risiko kanker serviks

Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terserang kanker serviks pada perempuan, yaitu:

  • Suka berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seksual.
  • Melakukan aktivitas seksual pada usia dini dapat meningkatkan risiko HPV.
  • Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) lainnya, seperti gonore, HIV/AIDS, klamidia, dan sifilis dapat meningkatkan risiko HPV.
  • Lemahnya sistem kekebalan tubuh.
  • Kebiasaan merokok. 
  • Terpapar obat pencegah keguguran. Hal ini dikaitkan dengan seorang ibu yang mengonsumsi obat diethylstilbestrol (DES) saat hamil pada tahun 1950-an, maka Anda mungkin memiliki risiko jenis kanker serviks tertentu, yang disebut adenokarsinoma sel bening.

Tanda awal kanker serviks

Umumnya, gejala kanker serviks tidak akan muncul hingga berada di stadium lanjut. Tidak sedikit pula yang menganggap gejala awal kanker serviks ini berkaitan dengan kondisi lainnya, seperti siklus menstruasi atau infeksi saluran kemih. 

Berikut beberapa gejala awal yang terkait kanker serviks.

  1. Perdarahan abnormal, seperti perdarahan setelah menstruasi, melakukan hubungan seksual, melakukan pemeriksaan panggul, atau menopause.
  2. Keputihan yang tidak biasa, baik jumlah, konsistensi, warna, atau baunya.
  3. Mengalami nyeri di bagian panggul.

Beberapa gejala yang mungkin muncul saat kanker telah menyebar ke jaringan terdekat, seperti:

  1. Buang air kecil terlalu sering dan terasa sakit.
  2. Nyeri atau sakit punggung atau kaki bengkak.
  3. Diare, sembelit, atau perdarahan saat buang air besar.
  4. Tubuh lelah dan terasa sakit-sakit.
  5. Nafsu makan berkurang.
  6. Perut bengkak.
  7. Mual atau muntah.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, maka segera bicarakan dengan dokter Anda untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dengan kanker serviks.

Catatan

Gejala kanker serviks dapat lebih parah bergantung pada jaringan dan organ tempat sel kanker menyebar. Oleh sebab itu, disarankan kepada seluruh perempuan untuk menjalani pemeriksaan panggul dan tes Pap secara teratur. Hal ini dapat mendeteksi adanya kanker serviks pada tahap awal ketika masih dapat diobati.

Read More

Munculnya Undang-Undang Body Shaming, Bagaimana Seharusnya Netizen Bersikap?

Hidup Sehat

Body shaming memang menjadi isu yang penting saat ini. Pasalnya, banyak dampak negatif yang disebabkan karena body shaming terutama berkaitan mengenai kesehatan mental korban. Media sosial yang semakin ramai membuat body shaming semakin subur karena semua orang dengan mudah berlindung di balik gadget nya. 

body shaming

Pemerintah Indonesia pun akhirnya meberlakukan peraturan bagi pelaku body shaming yang diatur dalam Undang-Undang. 

Aturan Undang-undang body shaming di Indonesia

Undang-undang body shaming di media sosial merujuk pada UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau sering disebut UU ITE. Aturan ini kemudian mengalami penyempurnaan lewat UU No. 19 tahun 2016. 

Pasal 27 ayat (1) UU No. 11 tahun 2008 menyebutkan bahwa body shaming dikategorikan sebagai perbuatan yang melanggar kesusilaan. Pada pasal 27 (3) mengidentifikasi perbuatan body shaming sebagai penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. 

Hukuman body shaming terdapat pada pasal 45 ayat (1) dan (3). Pada pasal 45 ayat (1) yang menyebutkan bahwa pengunggah muatan yang melanggar kesusilaan bisa dipenjara maksimal 6 bulan dan/atau denda paling banyak 1 miliar. 

Sanksi lainnya yakni, bagi pelaku body shaming yang terbukti menghina dan/atau mencemarkan nama baik orang lain bisa dijatuhi hukuman penjara maksimal 4 tahun atau denda paling banyak 750 juta rupiah. 

Dengan adanya peraturan tersebut di Indonesia, siapapun bisa mengajukan pelaporan kasus body shaming. Jika semua unsur pidana telah terpenuh termasuk bukti-bukti yang berkaitan dengan pelaporan, pelaku dapat dijerat pidana sesuai dengan undang-undang yang berlaku. 

Adab bersikap di media sosial

Sebenarnya perilaku body shaming sudah tergolong pelanggaran norma kesopanan dan asusila sejak dahulu, namun sanksi dari pelanggaran terhadap norma tersebut tidak cukup kuat dan berdampak. Oleh karena itu, muncu lah sanksi hukum yang bersifat lebih mengikat dan nyata. Setelah munculnya undang-undang body shaming, sebaiknya Netizen lebih berhati-hati dalam berperilaku di media sosial. 

  1. Pikir dahulu sebelum berkomentar atau memposting

Seseorang hanya membutuhkan beberapa detik atau menit untuk berkomentar atau memposting sesuatu yang bersifat body shaming, namun efek yang ditimbulkan setelahnya sangatlah besar. Korban bisa merasa hilang kepercayaan diri, mengalami perubahan pola makan, depresi, bahkan sampai bunuh diri. 

Ada baiknya untuk memikirkan kalimat atau bahan postingan sebelum memindahkannya ke media sosial. Pemahaman ini harus ditanamkan sejak dini dan di segala kelompok usia. Mulai bekali anak-anak dan remaja dengan diskusi terbuka dan berikan contoh yang membuat anak-anak tersadar akan bahaya body shaming.  

  1. Menyadari perbedaan

Terdapat suatu kasus body shaming di media sosial yang dialami seorang pria asal Inggris. Korban mengalami fat shaming saat pergi dan menari dalam pesta. Namun, pelaku yang tidak bertanggungjwab merekan viedo korban dan mengunggahnya ke media sosial dengan keterangan mencemooh bentuk tubuh korban yang gemuk. 

Berbagai jenis body shaming bentuk tubuh, warna kulit, asal ras, dan sebagainya menjadi sasaran empuk pelaku yang tidak bertangungjwab. Padahal manusia diciptakan dengan kondisi yang unik dan berbeda-beda, bahkan termasuk pelaku itu sendiri. Sehingga tidak semua orang harus mengikuti standar tubuh yang dipersepsikan paling ideal. 

  1. Sadari kebijakan dan sistem media sosial terkait

Selain menyadari sanksi pidana yang disebutkan dalam undang-undang body shaming, kesadaran tentang protokol, tipe netizen, dan etika penggunaan media sosial juga perlu disadari. Sebagian besar media sosial memiliki kebijakan dan sistem pelaporan ujaran kebencian termasuk body shaming

Undang-undang body shaming bukan sekadar aturan di atas kertas, melainkan penertiban etika sopan santun dan adab yang seharusnya dimiliki setiap orang secara alamiah. Dengan adanya peraturan ini diharapkan pengguna media sosial semakin bijak dalam berselancar di dunia maya. 

Read More

Hati-hati, Ini Beberapa Efek Samping Mentimun bagi Ibu Hamil

Hidup Sehat

Air mentimun merupakan pilihan minuman populer untuk ibu hamil. Mentimun mengadung sumber nutrisi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan ibu dan janin, seperti kalium, mangan, fosfor, dan asam pantotenat.

Mentimun juga kaya serat dan rendah kalori. Sekitar 95% mentimun terdiri dari air, sehingga sangat bagus untuk menghidrasi ibu hamil.

Namun dibalik segudang manfaat timun, ternyata ada efek samping yang jarang diketahui, lho. Berikut ini efek samping mentimun yang bisa merugikan saat dikonsumsi selama masa kehamilan.

  • Meningkatkan gas di perut

Peningkatan gas di perut adalah hal yang umum terjadi ketika Anda mengonsumsi mentimun selama masa kehamilan. Hal ini dikarenakan biji mentimun mengandung senyawa beracun bernama cucurbitacin.

Gas perut yang berlebih dapat menyebabkan sendawa serta gangguan pencernaan terutama pada pemilik perut sensitif.

  • Sering buang air kecil

Mentimun kaya akan serat, sehingga mengonsumsi timun terlalu banyak memicu peningkatan buang air kecil. Hal ini jelas membuat ibu hamil tidak nyaman, terlebih jika sudah memasuki trimester akhir.

  • Dapat memicu reaksi alergi

Beberapa orang dapat alergi terhadap mentimun. Jika Anda alergi terhadap buah hijau ini, tidak disarankan mengonsumsinya sama sekali.

Mengonsumsi timun dapat menyebabkan reaksi alergi seperti gatal-gatal dan bengkak di area tubuh tertentu.

  • Efek toksisitas atau keracunan

Dari makanan yang sehat, timun bisa berubah menjadi membahayakan. Faktanya, mentimun mengandung dua zat beracun yaitu cucurbitacins dan tetracyclic triterpenoids.

Ketika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, racun ini akan menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan kematian baik pada ibu hamil atau janin yang dikandung.

Jika Anda pernah mendapatkan timun dengan rasa yang sangat pahit, hal itu menandakan kadar racun pada timun tersebut tinggi.

  • Berisiko tinggi terkontaminasi pestisida

Timun masuk ke dalam daftar 10 besar buah yang berisiko tinggi terpapar pestisida. Paparan pestisida sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh, terutama bagi ibu hamil.  

Untuk menghindari efek ini, pilihlah timun organik. Cuci bersih dan gosok kulit timun secara perlahan menggunakan sabun khusus atau air mengalir. Kupas kulit mentimun sebelum mengonsumsinya.

  • Dapat menyebabkan hiperkalemia

Timun merupakan sumber kalium, mineral penting yang sangat dibutuhkan tubuh. Salah satu fungsi kalium adalah mengatur keseimbangan hormon dan meningkatkan mood pada ibu hamil.

Jika dikonsumsi dalam jumlah yang pas, kalium juga bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh serta mengatasi ketidaknyamanan akibat masa kehamilan. Dosis kalium yang direkomendasikan untuk ibu hamil adalah 4.700 mg.

Ketika Anda melebihi batas rekomendasi yang disarankan, efek samping mentimun yang ditimbulkan adalah hiperkalemia. Hiperkalemia adalah kondisi dimana tubuh seseorang memiliki kadar kalium elektrolit yang tinggi.

Cara aman mengonsumsi mentimun selama masa kehamilan

Ketika hendak membeli mentimun, pilihlah timun yang kaku dengan permukaan kulit yang mulus. Selain itu, pilihlah timun dengan warna yang lebih gelap. Semakin gelap warna kulitnya, maka semakin tinggi kandungan nutrisinya.

Cuci bersih mentimun dengan sabun khusus atau air mengalir, dan gosok secara perlahan. Kupas kulit mentimun sebelum dikonsumsi untuk menghidari kontaminasi pestisida.

Setelahnya, Anda bisa memakannya secara langsung atau mengolahnya menjadi jus, air timun, atau acar. Anda juga bisa menambahkannya ke dalam salad atau roti lapis agar lebih bergizi.

Simpan ketimun di dalam ziplock atau kantong sayuran khusus, lalu masukkan ke dalam kulkas, bukan freezer. Menyimpan timun di dalam wadah dapat menjaga kelembabannya dalam waktu lama dan menghindari dari kulit timun yang mengeriput.

Mentimun aman dikonsumsi ibu hamil di malam hari. Namun ingat bahwa timun kaya akan serat sehingga efek samping mentimun yang bisa terjadi adalah buang air kecil yang lebih sering.

Untuk mencegah hal tersebut, hindari mengonsumsi timun 3 hingga 4 jam sebelum tidur.

Read More

Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 16 Minggu

Kesehatan Wanita
Hamil 16 minggu ditandai dengan berkurangnya gejala kehamilan dan perkembangan pesat pada janin

Saat memasuki usia kehamilan 16 minggu, biasanya tonjolan perut sudah mulai terlihat jelas. Dalam periode ini, baik ibu dan janin juga akan mengalami beberapa perubahan fisik yang perlu Anda ketahui. Gejala-gejala yang Anda rasakan pada masa awal kehamilan pun mungkin mulai berkurang. Tetapi, bukan berarti tidak ada gejala lainnya yang akan terasa. Pasalnya, hormon kehamilan masih akan membawa banyak hal baru pada tubuh Anda hingga masa akhir kehamilan. Tidak hanya itu, ada beberapa hal lainnya yang bisa terjadi dalam hamil 16 minggu.

Saat hamil 16 minggu, ukuran janin masih sangat mungil. Ia memiliki panjang sekitar 12,4 cm jika diukur dari kepala hingga bokongnya. Sementara untuk ukuran panjang dari kepala hingga tumit kaki, kurang lebih ukuran janin adalah 18 cm dengan berat sekitar 144 gram. 

Pada hamil 16 minggu ini, selain jantung yang mulai berdetak lebih kuat, indra pengecap bayi juga mulai berkembang. Dengan mulai berfungsinya indra perasa, bayi di dalam kandungan sudah bisa mengecap rasa cairan ketuban yang masuk ke dalam mulutnya. Rasa pada air ketuban akan serupa dengan jenis makanan yang Anda konsumsi. Bayi pun mulai mengenali jenis-jenis rasa seiring semakin banyaknya variasi makanan yang dikonsumsi.

Kepala dan tubuh bayi mulai mengalami perkembangan. Posisi kepalanya mulai tegak segaris dengan badan. Tengkorak, tulang rangka, dan otot-otot janin juga terus tumbuh. Pada minggu ini kemungkinan besar mata bayi di bawah kelopak mulai bergerak. Saat mulai bisa menggerakkan matanya, bayi akan mulai menyentuh kelopak matanya. Selain itu, tangan bayi juga sudah bisa mulai mengepal,dan mungkin akan mulai sering melakukan gerakan meninju. 

Kemampuan mendengarnya masih dalam tahap perkembangan. Namun, pada usia hamil 16 minggu ini, bayi dalam kandungan dapat mulai mendengar suara-suara walaupun masih sangat terbatas. Di sisi lain, rambut-rambut halus mulai tumbuh di alis, bibir atas, dan dagunya.Janin pada usia kehamilan 14-19 minggu biasanya sangat aktif karena masih terdapat banyak ruang baginya untuk bergerak. Kemungkinan besar Anda juga akan mulai merasakan gerakannya pada masa hamil 16 minggu ini. 

Hal yang harus diwaspadai saat hamil 16 minggu

Jika di usia kehamilan 16 minggu Anda belum pernah merasakan gerakan bayi, tidak perlu khawatir karena tidak jarang gerakan bayi baru terasa beberapa minggu kemudian. Anda harus waspada kondisi ini jika sampai terjadi pendarahan vagina. Segera kunjungi instalasi gawat darurat di pusat layanan kesehatan terdekat. Demikian juga jika Anda mengalami mual atau muntah yang membuat asupan nutrisi Anda terganggu atau muncul gejala dehidrasi. Selain itu, hal lain yang patut diwaspadai saat hamil 16 minggu, di antaranya keluar cairan vagina, pingsan, tekanan darah rendah, sakit bahu, tekanan pada rektum, serta nyeri atau kram panggul yang tak tertahankan. Selain gejala tersebut, sebagian ibu hamil juga mungkin masih merasakan gejala-gejala yang lebih dahulu muncul pada minggu-minggu sebelumnya. Misalnya seperti mual, penciuman yang sensitif, moodyngidam, keluar cairan berwarna putih susu atau bercak ringan.

Read More

Janin Aktif Bergerak dari Waktu ke Waktu, Pertanda Apa?

Hidup Sehat

Tentu, Anda setuju dengan pernyataan bahwa janin aktif bergerak adalah pertanda janin ‘hidup’ dan sehat di dalam kandungan. Hanya saja, terkadang pergerakan janin ini tidak beraturan atau hanya bergerak ke salah satu sisi perut. Apakah ini artinya posisi janin salah di dalam rahim? Ternyata, tidak.

Gerakan janin sebenarnya mengacu pada gerakan otot bayi yang sedang berkembang di dalam rahim ibu. Gerakan ini dapat berupa gerakan refleks atau muncul sebagai respons terhadap suara atau sentuhan pada perut ibu.

Variasi gerakan janin di dalam rahim sangat banyak. Ada yang merasakan gerakan janin seperti mengepak, lalu menendang. Ada pula yang merasakan gerakan janin berguling atau menggeliat dan cegukan. Oleh sebab itu, gerakan janin dapat dibedakan menjadi gerakan lemah, kuat, dan berguling.

Tanda bila janin aktif bergerak dari waktu ke waktu

Pergerakan janin dari waktu ke waktu semakin dapat dirasakan oleh sang Ibu. Bahkan, janin aktif bergerak dapat menjadi indikator perkembangan janin di setiap usia kehamilan. Berikut pertanda janin aktif bergerak dari waktu ke waktu di dalam rahim ibu.

  1. Kurang dari 9 minggu: semua anggota tubuh janin aktif bergerak bersama, karena sarafnya masih berkembang. Embrio akan melengkungkan kepala dan punggungnya.
  2. Usia 10 minggu setelah pembuahan: anggota tubuh janin aktif bergerak secara terpisah, kadang-kadang suka melakukan gerakan yang mengejutkan.
  3. Usia 11 minggu: bayi sudah bisa membuka mulut dan menghisap jari-jarinya.
  4. Usia 12 minggu: diduga dapat melihat bayi menelan cairan ketuban.
  5. Usia 13 minggu: bayi dengan cepat menggerakkan lengan dan kakinya, melakukan tendangan dan pukulan, dan sudah bisa merespons sentuhan kulit.
  6. Minggu ke 14 – 20, dapat terjadi suatu peristiwa yang disebut quickening. Inilah yang menjadi persepsi pertama tentang gerakan janin oleh ibu.
  7. Minggu ke 20 – 36, semua jenis gerakan janin akan terasa, mulai dari gerakan lemah, kuat, dan berguling. Janin aktif bergerak dengan semua sendi dan tulang belakangnya, sehingga dapat memastikan perkembangan sendi janin baik dan sehat.
  8. Minggu ke 28, semua bayi akan menunjukkan refleks kaget. Janin aktif bergerak dengan mendekatkan kedua lengan dan kakinya ke dada, saat tiba-tiba dikejutkan oleh suara keras, gerakan tiba-tiba, atau ibu terjatuh.
  9. Usia kehamilan trimester ketiga, janin aktif bergerak seperti mengayuh sepeda dengan kedua kakinya. Hal ini justru penting untuk membantu membalikkan posisi bayi agar persalinan normal. Di usia ini pula, pergerakan janin agak terbatas karena terbatasnya ruang sementara ukuran janin semakin membesar.

Seberapa sering janin aktif bergerak di dalam rahim?

Setelah Anda merasakan gerakan janin pertama kalinya, yaitu sekitar 20 – 24 minggu, maka gerakan janin seterusnya akan lebih mudah Anda rasakan. Namun, Anda mungkin tidak selalu bisa merasakannya, terutama bila sedang sibuk atau tidak memperhatikan perut.

Janin aktif bergerak pada waktu-waktu tertentu, terutama pada saat Anda tidur, dan janin akan tidur pada saat Anda bangun. Biasanya, bayi yang belum lahir akan tidur setiap 20 – 40 menit sekali (kadang-kadang hingga 90 menit). Ini akan membuat janin tidak bergerak selama mereka tidur. Selain itu, posisi duduk atau berdiri akan lebih sulit melihat gerakan janin dibandingkan saat Anda berbaring dan memperhatikannya.

Janin akan semakin aktif bergerak setelah memasuki periode kehamilan trimester ketiga. Namun, menjelang proses persalinan tiba (setelah 36 minggu), pergerakan janin mungkin akan terasa berbeda, karena hanya ada sedikit ruang baginya untuk bergerak. Perlu digarisbawahi, janin aktif bergerak dapat menjadi tanda bahwa kondisinya sehat di dalam rahim.

Catatan

Mungkin tidak semua ibu dapat merasakan janin aktif bergerak di dalam rahimnya. Jika Anda tidak merasakan gerakan apa pun dari janin hingga usia kehamilan 24 minggu, segeralah temui dokter atau bidan Anda. Begitu pula, jika Anda merasa bahwa pergerakan janin kurang kuat atau jarang terjadi. Dokter atau bidan mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan kondisi janin di dalam kandungan.

Read More

7 Bahaya Sedot Lemak Bagi Tubuh

Hidup Sehat

Tiap orang memiliki tubuh impian masing-masing. Kebanyakan tentu menginginkan tubuh yang sehat dan tidak mengandung banyak lemak. Berbagai cara dilakukan untuk mengurangi lemak dalam tubuh seperti diet makanan, olahraga, juga sedot lemak. Cara ketiga cukup banyak dipilih karena mudah dan cepat. Bagian tubuh yang biasa mendapat penanganan berupa sedot lemak yaitu perut, bokong, paha, leher, betis, bahkan dagu. Untuk harga, operasi sedot lemak bisa berkisar dari 28 juta rupiah hingga 49 juta rupiah. Anda tertarik mencobanya? Tunggu dulu.

bahaya sedot lemak

Sebaiknya Anda memahami bahaya sedot lemak sebelum memutuskan menggunakan treatment tersebut. Bahaya sedot lemak bervariasi, ada yang ringan ada yang berat, ada yang permanen ada juga yang bersifat sementara. Berikut ini 7 bahaya sedot lemak bagi tubuh.

  1. Iritasi saraf dan mati rasa

Salah satu bahaya sedot lemak adalah iritasi pada saraf. Iritasi yang terjadi hanya bersifat sementara. Bahaya sedot lemak yang lain yaitu mati rasa pada bagian tubuh yang disedot lemaknya. Dalam kasus tertentu, mati rasa bisa bersifat permanen.

  • Elastisitas kulit memburuk

Proses sedot lemak bisa saja tidak sempurna. Kasus yang umum terjadi yaitu pembuangan lemak tidak merata. Hal tersebut menyebabkan elastisitas kulit memburuk. Hasilnya pun kulit terlihat layu, bergelombang, dan kendur. Lebih bahaya lagi, hal ini bisa bersifat permanen.   

  • Organ dalam rusak

Sedot lemak juga bisa berbahaya bagi organ dalam. Kasusnya memang cukup jarang, namun tetap ada kemungkinan kerusakan organ dalam karena sedot lemak. Pada proses sedot lemak, terdapat alat bernama kanula yang digunakan. Bentuknya berupa tabung tipis. Kanula yang menusuk organ dalam bisa membahayakan. Jika hal ini terjadi, maka operasi darurat harus segera dilaksanakan.

  • Infeksi kulit

Bahaya sedot lemak lainnya adalah infeksi kulit. Dibandingkan bahaya lain, infeksi kulit lebih jarang terjadi. Akan tetapi, kemungkinan terjadi infeksi kulit tetap ada. Bahaya sedot lemak berupa infeksi kulit ini bisa menyebabkan kematian.

  • Emboli lemak

Apakah Anda pernah mendengar emboli lemak? Kondisi ini merupakan salah satu bahaya sedot lemak yang mungkin terjadi. Emboli lemak merupakan potongan-potongan lemak kendur terpecah lalu terperangkap di dalam pembuluh darah, kemudian berkumpul di paru-paru dan menuju otak. Emboli lemak ini cukup berbahaya sebab bisa menyumbat aliran darah.  

  • Keracunan obat anestesi

Saat proses operasi sedot lemak, penghilang rasa sakit yang digunakan yaitu obat bius. Biasanya obat bius yang digunakan adalah lidocaine dalam bentuk injeksi. Obat bius ini aman digunakan, namun tetap ada kemungkinan terjadinya keracunan. Apabila hal tersebut terjadi, maka bisa menyebabkan masalah pada sistem saraf otak dan jantung. 

  • Timbulnya seroma

Setelah operasi sedot lemak selesai dilakukan, bahaya yang mungkin muncul adalah timbulnya kantong cairan atau seroma. Meski bersifat sementara, seroma yang muncul tetap harus ditangani dengan cara memasukkan jarum untuk mengeringkan cairan yang ada. Seroma sendiri biasanya terbentuk di bawah kulit.

Itulah 7 bahaya yang mungkin terjadi setelah Anda melakukan operasi sedot lemak. Untuk lebih amannya, sebaiknya  Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika ingin melakukan sedot lemak. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi karena sedot lemak. Anda juga bisa mengurangi lemak dalam tubuh dengan berbagai cara lain seperti diet makanan atau olahraga secara teratur, agar terhindar dari bahaya sedot lemak.

Read More

Cara Alami yang Dapat Menjadi Obat Konstipasi

Penyakit
Cara Alami yang Dapat Menjadi Obat Konstipasi

Sembelit atau konstipasi bisa jadi sangat menyiksa karena Anda akan sulit mengeluarkan feses. Bahkan dalam beberapa kasus, banyak orang yang mengalami sembelit tidak mampu buang air besar hingga berhari-hari ingin harus mendapatkan bantuan obat konstipasi. 

Anda bisa dikatakan mengalami konstipasi apabila intensitas buang air besar Anda kurang dari 3 kali seminggu. Konstipasi Anda pun tergolong parah dan mesti mendapat bantuan asupan obat konstipasi apabila kondisi sulit buang air besar ini sudah berlangsung lebih dari tiga minggu juga jika ada darah di feses. 

Penyebab Konstipasi 

Sebelum mengonsumsi obat konstipasi, Anda sebaiknya memahami terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab kondisi tersebut terjadi. Pasalnya, ada beberapa penyebab konstipasi yang merupakan buah dari gaya hidup yang kurang sehat. Jika konstipasi Anda bersumber dari sana, Anda bisa memperbaiki sistem pencernaan Anda agar lebih lancar dengan cara-cara alami. 

Namun, penyebab konstipasi bukan hanya terkait gaya hidup. Secara lebih lengkap, faktor pemicu sembelit menimpa seseorang karena faktor-faktor di bawah ini. 

  • Dehidrasi 

Cairan dalam tubuh bisa membantu proses aliran limbah makanan dalam tubuh. Sebaliknya ketika cairan kurang, aliran akan tersendat. 

  • Kurang Serat 

Orang yang kurang serat kurang memiliki kemampuan tubuh untuk mendorong buang air besar secara teratur. 

  • Kurang Gerak 

Feses membutuhkan gerakan tubuh untuk bisa mengalir keluar dengan lancar. Jika Anda kurang kurang, alhasil feses menjadi sulit untuk keluar. 

  • Usia Tua 

Risiko orang tua mengalami sembelit cukup besar. Ini berhubungan dengan kemampuan mobilitas mereka yang berkurang seiring bertambahnya usia. 

  • Penggunaan Obat

Beberapa jenis obat mudah memicu terjadinya konstipasi. Contoh jenis obat yang kerap menimbulkan sembelit, yakni antidepresan, antinyeri, serta suplemen zat besi. 

  • Iritasi Usus 

Kondisi iritasi usus membuat fungsi usus untuk mengalirkan limbah makanan menjadi terganggu sehingga memicu sembelit. 

Obat Alami 

Mengobati sembelit tidak harus dengan menggunakan obat-obatan kimia. Nyatanya perubahan gaya hidup dan pengonsumsian beberapa jenis bahan natural di bawah ini bisa menjadi obat konstipasi yang efektif. 

  • Perbanyak Asupan Serat 

Asupan serat dapat meningkatkan massa dan konsistensi gerakan usus. Kondisi ini membuat feses lebih mudah untuk dikeluarkan. Pastikan selalu kebutuhan serat harian minimal 25 gram terpenuhi. 

  • Tambah Asupan Cairan 

Hidrasi yang cukup sangat penting membantu usus untuk mengalirkan limbah makanan keluar menjadi feses. Ketika Anda mengalami sembelit, cobalah untuk menambah asupan cairan guna memastikan usus lebih mudah bergerak mengalirkan limbah makanan. 

  • Rutinkan Olahraga 

Kurang gerak menjadi pemicu terjadinya sembelit. Karena itu, para dokter menganjurkan agar para penderita konstipasi lebih rutin berolahraga guna mempermudah buang air besar. 

  •  Sering Minum Kopi

Kopi mengandung kafein yang dapat merangsang usus untuk mengalirkan limbah makanan. Kemampuan kafein pada kopi untuk mendorong feses bahkan lebih kuat daripada kemampuan air mineral mendorong limbah makanan tersebut. 

  • Jaga Asupan Probiotik 

Salah satu fungsi probiotik adalah menjaga keseimbangan bakteri jahat dan baik dalam usus. Dengan usus yang sehat, gejala konstipasi dapat dikurangi. Asupan probiotik juga dapat membuat feses lebih lembut sehingga lebih mudah dialirkan keluar. Beberapa jenis makanan yang mengandung probiotik tinggi, seperti bawang putih, buncis, pisang, dan daun bawang. 

  • Hindari Produk Susu

Tidak semua tubuh bisa menerima baik kandungan kalsium dari susu. Dalam banyak kasus, produk susu justru memengaruhi gerak usus menjadi lebih lamban dan membuat konstipasi kian parah. 

  • Buat Jadwal Konsisten 

Usahakan pergi ke kamar mandi tiap pagi agar tubuh meresponsnya sebagai tanda-tanda Anda hendak mengeluarkan feses. Tetap lakukan jadwal tersebut secara konsisten, bahkan ketika Anda sedang mengalami gejala sembelit. Cara ini bisa mencegah sembelit ringan berubah menjadi konstipasi kronis. 

Apabila cara-cara alami sudah dilakukan, namun Anda masih mengalami sembelit yang cukup parah, mengonsumsi obat konstipasi berbahan kimia dapat menjadi solusi lain. Namun, pastikan obat yang Anda minum sesuai dengan resep dokter.

Read More