Alergi Cat Rambut

Kulit & Kecantikan

Setiap orang memiliki reaksi alergi yang berbeda. Ada berbagai benda yang dapat membuat mereka terkena alergi. Salah satu alergi yang bisa terjadi adalah alergi cat rambut. Pada dasarnya, seseorang yang terkena alergi cat rambut disebabkan oleh penggunaan zat kimia tertentu. Alergi cat rambut tidak hanya terjadi di bagian kepala penderita, namun juga bisa terjadi di bagian pernafasan.

Dampak Pada Tubuh

Seseorang yang mengalami alergi cat rambut akan mengalami perubahan pada bagian tubuh tertentu. Hal tersebut membuat ketidaknyamanan pada penderita. Alergi cat rambut dipengaruhi oleh adanya kandungan Para-phenylenediamine (PPD).

Sebuah penelitian juga menyatakan bahwa prevalensi alergi cat rambut yang disebabkan oleh kandungan PPD di Asia mencapai 4,3%. Meskipun persentasenya kecil, hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa alergi cat rambut juga dipengaruhi oleh kandungan amonia, resorcinol, dan peroksida.

Jika seseorang memiliki reaksi alergi terhadap cat rambut, mereka menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Gatal.
  • Ruam.
  • Pembengkakan pada bagian mata, mulut, tangan, dan kaki.
  • Kesulitan bernafas.
  • Sakit perut.
  • Mual.
  • Muntah.

Selain gejala di atas, jika tubuh mengalami alergi cat rambut, PPD bereaksi dengan sistem pertahanan dan kekebalan tubuh. Hal tersebut dapat menyebabkan tubuh menghasilkan zat yang dapat memicu peradangan berupa sitokin.

Tidak hanya itu, jika tubuh terpapar zat PPD, tubuh akan mengeluarkan zat tertentu ke dalam aliran darah. Zat tersebut menghasilkan histamin pada tubuh. Histamin merupakan kandungan yang dapat menyebabkan alergi pada tubuh.

Cara Mengatasi Alergi

Seseorang bisa terkena alergi cat rambut 48 jam setelah menggunakan cat tersebut. Namun, sebagian orang bisa terkena alergi dalam waktu yang lebih singkat. Oleh karena itu, jika Anda menggunakan cat rambut dan terkena alergi terhadap cat tersebut, berikut adalah cara-cara yang sebaiknya Anda lakukan untuk mengatasi masalah tersebut:

  • Bilas rambut dan kulit kepala dengan shampo yang lembut atau tanpa busa, atau shampo yang menggunakan kortikosteroid. Hal tersebut dapat menghilangkan cat rambut dan mencegah alergi pada bagian kepala.
  • Gunakan larutan hidrogen peroksida pada kulit yang mengalami iritasi. Anda juga jangan menggunakan bahan tersebut jika Anda memiliki luka terbuka.
  • Gunakan larutan kalium permanganat ke dalam air untuk mencegah PPD bereaksi terhadap tubuh.
  • Gunakan campuran antara jeruk nipis dengan minyak zaitun untuk membuat kulit lembut dan mencegah kekeringan pada kulit.
  • Gunakan krim kortikosteroid untuk mengatasi gatal dan ruam pada kulit.
  • Gunakan obat antihistamin untuk mengurangi produksi histamin pada tubuh.

Pilihan Cat Rambut Yang Bisa Digunakan

Jika Anda ingin mengecat rambut, Anda sebaiknya hindari cat rambut yang menggunakan zat PPD dan gunakan alternatif sebagai berikut:

  • Tumbuhan

Anda bisa gunakan bahan-bahan alami yang berasal dari tumbuhan. Contoh-contoh tumbuhan yang bisa Anda gunakan adalah daun kembang sepatu dan daun narwastu. Selain tidak menimbulkan alergi pada tubuh, bahan yang berasal dari tumbuhan juga dapat menggelapkan warna pengguna. Jika Anda memiliki uban pada rambut, Anda bisa gunakan bahan tersebut.

  • Cat rambut tanpa PPD

Walaupun cat rambut PPD dapat membuat rambut terlihat alami, hal tersebut juga dapat membahayakan tubuh. Oleh karena itu, Anda sebaiknya gunakan cat rambut tanpa zat PPD. Anda bisa gunakan cat rambut yang mengandung zat para-toluenediamine sulfate (PTDS).

Kesimpulan

Alergi cat rambut dapat menyebabkan berbagai gejala pada tubuh, baik ringan maupun berat. Untuk mencegah masalah seperti ini, Anda sebaiknya lakukan cara-cara yang disebutkan di atas. Jika Anda telah mencoba cara-cara di atas, namun kondisi tubuh tidak membaik, Anda sebaiknya periksa ke dokter.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*