7 Bahaya Sedot Lemak Bagi Tubuh

Hidup Sehat

Tiap orang memiliki tubuh impian masing-masing. Kebanyakan tentu menginginkan tubuh yang sehat dan tidak mengandung banyak lemak. Berbagai cara dilakukan untuk mengurangi lemak dalam tubuh seperti diet makanan, olahraga, juga sedot lemak. Cara ketiga cukup banyak dipilih karena mudah dan cepat. Bagian tubuh yang biasa mendapat penanganan berupa sedot lemak yaitu perut, bokong, paha, leher, betis, bahkan dagu. Untuk harga, operasi sedot lemak bisa berkisar dari 28 juta rupiah hingga 49 juta rupiah. Anda tertarik mencobanya? Tunggu dulu.

bahaya sedot lemak

Sebaiknya Anda memahami bahaya sedot lemak sebelum memutuskan menggunakan treatment tersebut. Bahaya sedot lemak bervariasi, ada yang ringan ada yang berat, ada yang permanen ada juga yang bersifat sementara. Berikut ini 7 bahaya sedot lemak bagi tubuh.

  1. Iritasi saraf dan mati rasa

Salah satu bahaya sedot lemak adalah iritasi pada saraf. Iritasi yang terjadi hanya bersifat sementara. Bahaya sedot lemak yang lain yaitu mati rasa pada bagian tubuh yang disedot lemaknya. Dalam kasus tertentu, mati rasa bisa bersifat permanen.

  • Elastisitas kulit memburuk

Proses sedot lemak bisa saja tidak sempurna. Kasus yang umum terjadi yaitu pembuangan lemak tidak merata. Hal tersebut menyebabkan elastisitas kulit memburuk. Hasilnya pun kulit terlihat layu, bergelombang, dan kendur. Lebih bahaya lagi, hal ini bisa bersifat permanen.   

  • Organ dalam rusak

Sedot lemak juga bisa berbahaya bagi organ dalam. Kasusnya memang cukup jarang, namun tetap ada kemungkinan kerusakan organ dalam karena sedot lemak. Pada proses sedot lemak, terdapat alat bernama kanula yang digunakan. Bentuknya berupa tabung tipis. Kanula yang menusuk organ dalam bisa membahayakan. Jika hal ini terjadi, maka operasi darurat harus segera dilaksanakan.

  • Infeksi kulit

Bahaya sedot lemak lainnya adalah infeksi kulit. Dibandingkan bahaya lain, infeksi kulit lebih jarang terjadi. Akan tetapi, kemungkinan terjadi infeksi kulit tetap ada. Bahaya sedot lemak berupa infeksi kulit ini bisa menyebabkan kematian.

  • Emboli lemak

Apakah Anda pernah mendengar emboli lemak? Kondisi ini merupakan salah satu bahaya sedot lemak yang mungkin terjadi. Emboli lemak merupakan potongan-potongan lemak kendur terpecah lalu terperangkap di dalam pembuluh darah, kemudian berkumpul di paru-paru dan menuju otak. Emboli lemak ini cukup berbahaya sebab bisa menyumbat aliran darah.  

  • Keracunan obat anestesi

Saat proses operasi sedot lemak, penghilang rasa sakit yang digunakan yaitu obat bius. Biasanya obat bius yang digunakan adalah lidocaine dalam bentuk injeksi. Obat bius ini aman digunakan, namun tetap ada kemungkinan terjadinya keracunan. Apabila hal tersebut terjadi, maka bisa menyebabkan masalah pada sistem saraf otak dan jantung. 

  • Timbulnya seroma

Setelah operasi sedot lemak selesai dilakukan, bahaya yang mungkin muncul adalah timbulnya kantong cairan atau seroma. Meski bersifat sementara, seroma yang muncul tetap harus ditangani dengan cara memasukkan jarum untuk mengeringkan cairan yang ada. Seroma sendiri biasanya terbentuk di bawah kulit.

Itulah 7 bahaya yang mungkin terjadi setelah Anda melakukan operasi sedot lemak. Untuk lebih amannya, sebaiknya  Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika ingin melakukan sedot lemak. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi karena sedot lemak. Anda juga bisa mengurangi lemak dalam tubuh dengan berbagai cara lain seperti diet makanan atau olahraga secara teratur, agar terhindar dari bahaya sedot lemak.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*