Alergi Cat Rambut

Kulit & Kecantikan

Setiap orang memiliki reaksi alergi yang berbeda. Ada berbagai benda yang dapat membuat mereka terkena alergi. Salah satu alergi yang bisa terjadi adalah alergi cat rambut. Pada dasarnya, seseorang yang terkena alergi cat rambut disebabkan oleh penggunaan zat kimia tertentu. Alergi cat rambut tidak hanya terjadi di bagian kepala penderita, namun juga bisa terjadi di bagian pernafasan.

Dampak Pada Tubuh

Seseorang yang mengalami alergi cat rambut akan mengalami perubahan pada bagian tubuh tertentu. Hal tersebut membuat ketidaknyamanan pada penderita. Alergi cat rambut dipengaruhi oleh adanya kandungan Para-phenylenediamine (PPD).

Sebuah penelitian juga menyatakan bahwa prevalensi alergi cat rambut yang disebabkan oleh kandungan PPD di Asia mencapai 4,3%. Meskipun persentasenya kecil, hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa alergi cat rambut juga dipengaruhi oleh kandungan amonia, resorcinol, dan peroksida.

Jika seseorang memiliki reaksi alergi terhadap cat rambut, mereka menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Gatal.
  • Ruam.
  • Pembengkakan pada bagian mata, mulut, tangan, dan kaki.
  • Kesulitan bernafas.
  • Sakit perut.
  • Mual.
  • Muntah.

Selain gejala di atas, jika tubuh mengalami alergi cat rambut, PPD bereaksi dengan sistem pertahanan dan kekebalan tubuh. Hal tersebut dapat menyebabkan tubuh menghasilkan zat yang dapat memicu peradangan berupa sitokin.

Tidak hanya itu, jika tubuh terpapar zat PPD, tubuh akan mengeluarkan zat tertentu ke dalam aliran darah. Zat tersebut menghasilkan histamin pada tubuh. Histamin merupakan kandungan yang dapat menyebabkan alergi pada tubuh.

Cara Mengatasi Alergi

Seseorang bisa terkena alergi cat rambut 48 jam setelah menggunakan cat tersebut. Namun, sebagian orang bisa terkena alergi dalam waktu yang lebih singkat. Oleh karena itu, jika Anda menggunakan cat rambut dan terkena alergi terhadap cat tersebut, berikut adalah cara-cara yang sebaiknya Anda lakukan untuk mengatasi masalah tersebut:

  • Bilas rambut dan kulit kepala dengan shampo yang lembut atau tanpa busa, atau shampo yang menggunakan kortikosteroid. Hal tersebut dapat menghilangkan cat rambut dan mencegah alergi pada bagian kepala.
  • Gunakan larutan hidrogen peroksida pada kulit yang mengalami iritasi. Anda juga jangan menggunakan bahan tersebut jika Anda memiliki luka terbuka.
  • Gunakan larutan kalium permanganat ke dalam air untuk mencegah PPD bereaksi terhadap tubuh.
  • Gunakan campuran antara jeruk nipis dengan minyak zaitun untuk membuat kulit lembut dan mencegah kekeringan pada kulit.
  • Gunakan krim kortikosteroid untuk mengatasi gatal dan ruam pada kulit.
  • Gunakan obat antihistamin untuk mengurangi produksi histamin pada tubuh.

Pilihan Cat Rambut Yang Bisa Digunakan

Jika Anda ingin mengecat rambut, Anda sebaiknya hindari cat rambut yang menggunakan zat PPD dan gunakan alternatif sebagai berikut:

  • Tumbuhan

Anda bisa gunakan bahan-bahan alami yang berasal dari tumbuhan. Contoh-contoh tumbuhan yang bisa Anda gunakan adalah daun kembang sepatu dan daun narwastu. Selain tidak menimbulkan alergi pada tubuh, bahan yang berasal dari tumbuhan juga dapat menggelapkan warna pengguna. Jika Anda memiliki uban pada rambut, Anda bisa gunakan bahan tersebut.

  • Cat rambut tanpa PPD

Walaupun cat rambut PPD dapat membuat rambut terlihat alami, hal tersebut juga dapat membahayakan tubuh. Oleh karena itu, Anda sebaiknya gunakan cat rambut tanpa zat PPD. Anda bisa gunakan cat rambut yang mengandung zat para-toluenediamine sulfate (PTDS).

Kesimpulan

Alergi cat rambut dapat menyebabkan berbagai gejala pada tubuh, baik ringan maupun berat. Untuk mencegah masalah seperti ini, Anda sebaiknya lakukan cara-cara yang disebutkan di atas. Jika Anda telah mencoba cara-cara di atas, namun kondisi tubuh tidak membaik, Anda sebaiknya periksa ke dokter.

Read More

Mengapa Keguguran Tanpa Kuret Bisa Terjadi? Simak Ciri-Cirinya

Uncategorized

Sebanyak 50% perempuan yang mengalami keguguran tidak melalui proses kuret. Biasanya, keguguran tanpa kuret terjadi di kehamilan kurang dari 10 minggu, pendapat lain ada yang menyebutkan kurang dari 12 minggu. Jika lebih dari itu kemungkinan rahim harus dikuret untuk mengeluarkan sisa-sisa kehamilan.  

Penyebab keguguran tanpa kuret

Sebagian besar keguguran terjadi karena jumlah kromosom yang tidak normal sehingga janin tidak bisa berkembang sempurna. Secara umum, penyebab keguguran diantaranya:

  • Ketidaknormalan kadar hormon ibu
  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Paparan racun dari lingkungan atau tempat kerja, seperti radiasi
  • Infeksi 
  • Ketidaknormalan kondisi rahim
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu

Perilaku kurang sehat juga bisa menyebabkan keguguran seperti merokok, mengonsumsi alkohol, atau penggunaan obat-obatan terlarang (narkotika). Kandungan nikotin dan bahan kimia lain dalam rokok bisa mengakibatkan janin kekurangan oksigen. 

Meskipun demikian, Anda tidak perlu menyalahkan diri sendiri karena keguguran di awal kehamilan. Peristiwa tersebut sejatinya di luar kontrol manusia. Anda sebaiknya tetap menjaga kesehatan mental, salah satunya melalui pemberian dukungan dari pasangan atau orang-orang terdekat. 

Bagaimana ciri-cirinya?

Ciri-ciri keguguran yang terjadi di setiap perempuan berbeda-beda, tingkat kesakitannya pun tidak bisa disamaratakan. Beberapa perempuan mengalami kram dan nyeri perut seperti menstruasi namun lebih parah. Bercak merah atau pendarahan dari vagina disertai gumpalan yang lebih banyak dan lebih lama juga bisa terjadi. Gumpalan tersebut kemungkinan merupakan jaringan janin yang gagal berkembang. 

Perempuan dengan kehamilan sehat juga ada yang mengalami kram dan pendarahan, namun tidak terjadi keguguran. Ciri-ciri fisik tidak bisa dijadikan acuan apakah perempuan tersebut keguguran atau tidak. Sebaiknya lakukan pemeriksaan dokter untuk dicek menggunakan USG agar lebih jelas. 

Kapan harus menemui dokter?

Jika janin terbukti masih di dalam rahim dan belum keluar, sementara dokter telah mendiagnosis terjadinya keguguran, maka dokter akan memberikan hormon prostalgandin yang memicu terjadinya keguguran. Beberapa jam kemudian akan keluar gumpalan-gumpalan disertai darah serta kram perut.

Setidaknya Anda harus melakukan pengecekan kondisi kesehatan lagi dalam rentang waktu kurang dari 6 minggu pasca keguguran. Dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk melakukan beberapa tes seperti:

  • Golongan resus- jika Anda memiliki resus negatif kemungkinan dokter akan merekomendasikan injeksi anti-D
  • Kadar hemoglobin darah- jika Anda terbukti mengalami anemia (kekurangan kadar hemoglobin) dokter akan menyarankan melakukan diet dan memberikan tablet zat besi

Diet anemia harus mengandung makanan dan minuman tinggi zat besi, seng, asam folat, vitamin A, serta vitamin C. Hindari konsumsi te bersamaan dengan makanan dan minuman tersebut karena akan menghambat penyerapannya.  

Kapan kemungkinan bisa hamil lagi? 

Kesuburan akan kembali secepatnya pasca keguguran sehingga kehamilan bisa saja terjadi. Akan tetapi, kehamilan dengan jarak yang dekat setelah keguguran akan meningkatkan risiko Anda mengalami keguguran lagi. 

Dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan, sebaiknya tunda melakukan hubungan seks setidaknya selama 2 minggu setelah keguguran. Gunakan alat kontrasepsi jika Anda belum siap hamil. 

Kehamilan setelah keguguran harus direncanakan dengan benar. Pastikan Anda dan pasangan telah siap secara fisik dan mental. Dokter akan memberikan dukungan emosional dan informasi mengenai rencana kehamilan nanti jika sudah siap. Selain itu, pola hidup sehat juga harus dilakukan untuk membantu memulihkan keadaan serta mempersiapkan kehamilan berikutnya.

Read More

Apa Penyebab Hidung Tersumbat dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Penyakit

Hidung tersumbat sering menjadi sebuah gejala adanya gangguan kesehatan seperti infeksi sinus. Selain itu, demam biasa juga terkadang dapat menyebabkan hidung tersumbat. Gejala lain kondisi ini di antaranya adalah rasa sakit pada sinus, penumpukan lendir di hidung, dan jaringan nasal yang membengkak. Perawatan alami rumahan biasanya cukup untuk meringankan gejala hidung tersumbat, khususnya apabila kondisi ini disebabkan oleh demam. Akan tetapi, apabila hidung tersumbat terjadi dalam waktu yang lama, Anda mungkin perlu mendapatkan perawatan medis khusus.

Penyebab hidung tersumbat

Hidung tersumbat terjadi ketika hidung menjadi meradang. Penyakit ringan seperti demam, flu, dan infeksi sinus biasanya menjadi penyebab hidung tersumbat. Dalam kasus ringan ini, hidung tersumbat akan sembuh kurang dari 1 minggu. Di sisi lain, apabila hidung tersumbat terjadi selama lebih dari 1 minggu, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius, contohnya karena alergi, polip hidung non-kanker yang tumbuh di rongga hidung, paparan terhadap zat kimia, iritasi lingkungan, sinusitis kronis, dan septum yang menyimpang. Hidung tersumbat juga dapat terjadi pada masa kehamilan, terutama pada akhir trimester pertama. Fluktuasi hormon dan peningkatan aliran darah pada saat kehamilan dapat menyebabkan hidung tersumbat. Perubahan-perubahan ini dapat memengaruhi selaput hidung, menyebabkan peradangan, kering, atau berdarah.

Kapan perlu ke dokter?

Perawatan alami “home remedies” biasanya dapat mengatasi hidung tersumbat yang disebabkan oleh penyakit ringan seperti demam dan flu. Alat seperti “humidifier” dapat menambah kelembapan pada udara dan mampu membantu memecah lendir dan meringankan peradangan di rongga hidung. Akan tetapi, apabila Anda menderita asma, konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan humidifier.

Namun terkadang, home remedies saja tidak cukup untuk mengatasi hidung tersumbat, terutama apabila gejala tersebut disebabkan oleh kondisi kesehatan lain. Dalam kasus ini, perawatan medis dapat dibutuhkan, terutama apabila kondisi hidung tersumbat menyakitkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Apabila Anda menderita gejala seperti hidung tersumbat yang bertahan selama lebih dari 10 hari, terdapat gejala lain seperti demam tinggi lebih dari 3 hari, lendir hijau yang disertai dengan nyeri sinus dan demam, serta sistem kekebalan tubuh yang lemah dan asma, hubungi dokter segera.

Hidung tersumbat juga lebih berbahaya pada bayi. Gejalanya dapat mengganggu makan bayi dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang fatal. Dalam kasus tertentu, hal ini dapat menyebabkan gangguan berbicara normal dan perkembangan kemampuan mendengar. Oleh karen hal ini, penting bagi Anda untuk menghubungi dokter anak apabila anak menderita hidung tersumbat.

Perawatan

Setelah dokter menentukan penyebab hidung tersumbat kronis, mereka akan merekomendasikan rencana perawatan, yang biasanya terdiri dari obat-obatan OTC resep untuk mengatasi gejala yang ditimbulkan. Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi hidung tersumbat di antaranya adalah:

  • Antihistamine oral untuk merawat alergi seperti loratadine dan cetirizine
  • Semprotan hidung yang mengandung antihistamine seperti azelastine
  • Steroid hidung seperti mometasone atau fluticasone
  • Antibiotik
  • Dekogestan yang diresepkan dokter atau OTC

Apabila Anda memiliki tumor atau polip hidung di rongga hidung atau sinus yang mencegah lendir keluar, dokter dapat merekomendasikan operasi untuk mengangkatnya. Hidung tersumbat jarang menyebabkan gangguan kesehatan yang serius dan umumnya disebabkan karena demam atau infeksi sinus. Gejala hidung tersumbat biasanya akan hilang dengan cepat apabila mendapatkan perawatan yang tepat. Apabila Anda menderita hidung tersumbat kronis, hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan, diagnosa, dan perawatan yang tepat.

Read More
Dampak Pengangguran Terhadap Kesehatan Mental

Dampak Pengangguran Terhadap Kesehatan Mental

Kesehatan Mental

Pada usia produktif yang seharusnya bekerja atau punya usaha tapi masih menganggur, pasti diselimuti kegalauan? Jadi pengangguran tidak hanya berdampak pada finansial saja, tetapi dampak pengangguran juga bisa merembet pada kondisi kesehatan mental seseorang yang mengalaminya. Seseorang dikatakan sebagai pengangguran bila masih berada dalam usia produktif, mampu bekerja jika diberi peluang, dan aktif mencari pekerjaan lewat berbagai platform. Orang yang sedang tidak memiliki pekerjaan, tapi juga tidak sedang mencari pekerjaan, tidak bisa dikatakan sebagai pengangguran.

Dalam jangka pendek, dampak pengangguran mungkin tidak akan terlalu terasa. Namun jika pekerjaan baru tidak kunjung datang dalam jangka waktu panjang, kesehatan mental pun bisa terganggu. Penelitian membuktikan, dampak pengangguran dalam jangka panjang bisa mengakibatkan stres hingga depresi. Bahkan, kondisi ini dapat berujung pada kematian, entah itu diakibatkan oleh munculnya berbagai penyakit fisik seperti serangan jantung maupun keinginan untuk bunuh diri. Dampak pengangguran ini bisa muncul karena berbagai hal, seperti berikut ini.

  1. Penurunan standar hidup

Menjadi pengangguran dipastikan membuat standar hidup menurun drastis. Apalagi jika tempat bekerja sebelumnya memberi fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari uang makan hingga jaminan asuransi.

  1. Rasa tidak aman terhadap kondisi finansial

Sekalipun bukanlah orang yang suka berfoya-foya, terjadinya penurunan pemasukan secara drastis sangat wajar membuat cemas. Rasa khawatir yang berlangsung terus-menerus bukan tidak mungkin akan menggoyahkan kesehatan mental.

  1. Penurunan kepercayaan diri

Pengangguran kerap identik sebagai orang yang tidak berguna. Bila berlangsung terus-menerus, stigma itu akan menurunkan kepercayaan diri.

  1. Merasa tidak punya teman

Dampak pengangguran juga akan terasa pada hubungan sosial, yakni ketika tidak lagi bisa bersosialisasi dengan rekan kerja secara intens. Di kemudian hari, sangat mungkin timbul perasaan tidak disenangi dan minder. Dampak pengangguran yang dirasakan seseorang mungkin berbeda-beda, karena banyak faktor. Misalnya dari segi gender, laki-laki cenderung lebih rentan stres karena kondisi finansial yang tidak lagi stabil setelah di-PHK, sedangkan wanita lebih rentan stress karena tidak lagi memiliki koneksi sosial.

  1. Menimbulkan Persepsi Negatif

Sebuah ulasan dalam jurnal “Procedia Engineering” menyebut, menganggur bisa menyebabkan persepsi negatif, yang dapat termanifestasi menjadi kecemasan, depresi, perasaan melankoli, rasa ketergantungan, ketidakmampuan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari, dan ketidakpuasan diri.

  1. Rusaknya Hubungan

Hubungan dengan pasangan, baik pacaran, tunangan, atau sudah menikah, bisa terpengaruh. Umumnya, dampaknya paling dirasakan oleh pasangan menikah karena bisa terjadi perceraian, khususnya bila pria yang terlalu lama menganggur.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) setidaknya terdapat 6,88 juta penduduk yang masuk kategori pengangguran di Indonesia. Jumlah ini meningkat sekitar 60.000 orang dibanding periode yang sama pada 2019. Sayangnya, tingkat pengangguran di Tanah Air tampaknya akan bertambah seiring dengan penurunan pertumbuhan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Kementerian Keuangan RI memprediksi kenaikan tingkat pengangguran akibat pandemi bisa mencapai 5,23 juta orang. Mendapatkan pekerjaan baru di era pandemi mungkin akan lebih sulit dibanding sebelumnya. Anda bahkan mungkin harus menurunkan standar gaji atau melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan passion terdahulu.

Read More
Rasa Nyeri Dada Tengah, Kenali 12 Penyebabnya

Rasa Nyeri Dada Tengah, Kenali 12 Penyebabnya

Penyakit

Pernahkah Anda mengalami nyeri dada tengah yang terasa hingga punggung? Biasanya kondisi ini disebabkan oleh berbagai kondisi seperti kondisi ringan hingga yang parah.

Untuk menentukan kondisi yang menyebabkan nyeri dada tersebut ringan atau serius, tentu harus mengetahui apa penyebabnya. 

Penyebab Nyeri Dada Tengah

Umumnya, masalah dada terasa nyeri di bagian tengah bahkan hingga punggung ini disebabkan oleh masalah organ tubuh bagian dalam, misalnya jantung maupun paru-paru. 

Kerap pula nyaeri dada tengah ini diikuti oleh sesak nafas, nyeri yang menjalar hingga ke leher dan punggung, serta rasa terbakar. Berikut penyebab nyeri dada tengah yang perlu Anda ketahui.

  1. Serangan Jantung

Serangan jantung merupakan kondisi ketika aliran darah ke jantung tersumbat karena plak di dinding pembuluh darah atau adanya bekuan darah. 

Lalu, ketika aliran darah tersumbat dan jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup, biasanya akan muncul rasa nyeri dada yang menjalar ke leher hingga punggung. Kondisi ini harus segera ditangani oleh dokter dengan segera karena merupakan kondisi darurat medis.

  1. Angin Duduk

Angin duduk atau dikenal dengan istilah angina, adalah rasa nyeri yang biasanya muncul dikarenakan jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup. Angina ini bisa terjadi ketika Anda memaksakan diri untuk beraktivitas fisik dan bahkan muncul saat Anda sedang beristirahat.

Angina ini juga memberikan efek rasa nyeri dada tengah yang juga menyebar ke leher dan punggung. Jika Anda mengalami angin duduk ini, haruslah waspada karena bisa jadi pertanda Anda berisiko terkena serangan jantung.

  1. Emboli Paru

Emboli paru adalah penyakit ketika pembuluh darah di paru-paru tersumbat akibat terlepasnya bekuan darah, lalu mengalir ke paru-paru dan terperangkap di salah satu pembuluh darahnya.

Biasanya rasa sakit akibat emboli paru ini terasa di bagian dada tengan hingga ke punggung dan bisa juga menyebar ke leher dan bahu.

  1. Perikarditis

Perikarditis adalah kondisi saat perikardium mengalami peradangan akibat infeksi atau penyakit autoimun. Rasa sakit yang terasa juga sama, nyeri dada tengah dan menyebar ke bagian leher, bahu kiri, hingga punggung.

  1. Aneurisma Aorta

Aneurisma aorta terjadi ketika dinding aorta melemah karena kondisi medis atau mengalami cedera. Jika ini terjadi, penderita akan merasa nyeri dada dan punggung. Bahkan jika aorta pecah, dapat mengancam keselamatan jiwa.

  1. Pleurisi

Pleurisi adalah peradangan pleura, yaitu membran dua lapis yang menyelimuti rongga dada dan paru-paru. Ketika kedua membran tersebut saling bergesekan, maka penderitanya akan merasa nyeri dada tengah dan ke punggung.

  1. Tukak Lambung

Tukak lambung adalah luka yang terjadi pada sistem pencernaan akibat infeksi bakteri Helicobacter pylori. Penderita tukak lambung akan merasa nyeri ulu hati di bagian dada dan perut.

  1. Batu Empedu

Batu empedu juga bisa membuat dada terasa nyeri. Batu empedu ini adalah kondisi di mana adanya penumpukan batu yang terbentuk di empedu.

  1. Nyeri Ulu Hati

Heartburn atau nyeri ulu hati adalah munculnya sensasi terbakar di bagian dada akibat naiknya asam lambung hingga ke kerongkongan.

  1. Cedera Otot

Nyeri dada tengah juga bisa disebabkan oleh cedera otot. Rasa nyeri akibat cedera otot ini akan terasa semakin memburuk ketika tubuh digerakkan.

  1. Pankreatitis

Pankreas merupakan organ tubuh yang bertugas memproduksi enzim pencernaan dan mengontrol gula darah. Pankreatitis adalah kondisi ketika organ tersebut terjadi peradangan. KOndisi ini akan menimbulkan rasa nyeri di perut, dada, hingga punggung.

  1. Kanker

Ternyata nyeri dada tengah juga bisa disebabkan oleh kanker paru-paru dan kanker payudara.

Read More
Kanker serviks merupakah salah satu jenis kanker yang sering terjadi dan menyebabkan kematian

Berikut 10 Gejala Kanker Serviks, Apakah Anda Mengalaminya?

Kesehatan Wanita

Kanker serviks merupakah salah satu jenis kanker yang sering terjadi dan menyebabkan kematian. Di Indonesia, kanker serviks masuk dalam urutan kedua dari 10 kanker yang banyak terjadi. Kasus kanker serviks akan berdampak besar pada kualitas hidup penderitanya, keluarganya, dan tentunya, tidak membutuhkan biaya yang sedikit. Oleh sebab itu, penting untuk Anda memahami penyebab dan gejala awal kanker serviks agar dapat melakukan pencegahan maupun pengobatan sejak dini. 

Mengenal kanker serviks

Kanker serviks adalah kanker yang menyerang sel-sel serviks di bawah rahim yang terhubung langsung dengan vagina. Kanker serviks terjadi saat sel-sel serviks yang sehat mengalami mutasi DNA. Hal ini akan membuat sel-sel sehat yang tumbuh dan berkembang biak pada kecepatan tertentu, akhirnya mati pada waktu yang ditentukan. 

Mutasi DNA akan menyebabkan pertumbuhan sel di luar kendali atau abnormal, dan parahnya, sel-sel ini tidak mati. Awalnya, sel-sel abnormal yang terakumulasi akan membentuk massa (tumor). Kemudian, sel kanker ini akan menyerang jaringan di sekitarnya dengan cara melepaskan ‘diri’ dari massa (tumor) untuk menyebar (bermetastasis) ke jaringan lain di tubuh.

Penyebab kanker serviks

Penyebab pasti kanker serviks sebenarnya belum diketahui, tetapi para ahli meyakini bahwa ada peran HPV dalam kasus ini. Strain human papillomavirus (HPV) menular secara seksual, seperti dari anal, oral, atau vaginal sex. National Cervical Cancer Coalition menyatakan bahwa 99 persen kanker serviks disebabkan oleh HPV.

Saat tubuh terinfeksi HPV, sistem imun tubuh akan menyerang virus tersebut. Sayangnya, pada sebagian kecil orang, virus ini dapat bertahan hingga bertahun-tahun lamanya dan menyebabkan sel serviks berubah menjadi sel kanker.

Faktor risiko kanker serviks

Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terserang kanker serviks pada perempuan, yaitu:

  • Suka berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seksual.
  • Melakukan aktivitas seksual pada usia dini dapat meningkatkan risiko HPV.
  • Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) lainnya, seperti gonore, HIV/AIDS, klamidia, dan sifilis dapat meningkatkan risiko HPV.
  • Lemahnya sistem kekebalan tubuh.
  • Kebiasaan merokok. 
  • Terpapar obat pencegah keguguran. Hal ini dikaitkan dengan seorang ibu yang mengonsumsi obat diethylstilbestrol (DES) saat hamil pada tahun 1950-an, maka Anda mungkin memiliki risiko jenis kanker serviks tertentu, yang disebut adenokarsinoma sel bening.

Tanda awal kanker serviks

Umumnya, gejala kanker serviks tidak akan muncul hingga berada di stadium lanjut. Tidak sedikit pula yang menganggap gejala awal kanker serviks ini berkaitan dengan kondisi lainnya, seperti siklus menstruasi atau infeksi saluran kemih. 

Berikut beberapa gejala awal yang terkait kanker serviks.

  1. Perdarahan abnormal, seperti perdarahan setelah menstruasi, melakukan hubungan seksual, melakukan pemeriksaan panggul, atau menopause.
  2. Keputihan yang tidak biasa, baik jumlah, konsistensi, warna, atau baunya.
  3. Mengalami nyeri di bagian panggul.

Beberapa gejala yang mungkin muncul saat kanker telah menyebar ke jaringan terdekat, seperti:

  1. Buang air kecil terlalu sering dan terasa sakit.
  2. Nyeri atau sakit punggung atau kaki bengkak.
  3. Diare, sembelit, atau perdarahan saat buang air besar.
  4. Tubuh lelah dan terasa sakit-sakit.
  5. Nafsu makan berkurang.
  6. Perut bengkak.
  7. Mual atau muntah.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, maka segera bicarakan dengan dokter Anda untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dengan kanker serviks.

Catatan

Gejala kanker serviks dapat lebih parah bergantung pada jaringan dan organ tempat sel kanker menyebar. Oleh sebab itu, disarankan kepada seluruh perempuan untuk menjalani pemeriksaan panggul dan tes Pap secara teratur. Hal ini dapat mendeteksi adanya kanker serviks pada tahap awal ketika masih dapat diobati.

Read More