Awas Penis Patah! Penyebab dan Gejalanya

Hidup Sehat Penyakit

Penis patah adalah salah satu kondisi yang paling ditakuti oleh kaum Adam. Meskipun jarang ditemukan, penis patah merupakan cidera yang mengkhawatirkan dan dapat terjadi saat Anda melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Berbeda dengan tulang yang patah, penis patah muncul karena dua daerah penis yang bertanggung jawab akan terjadinya ereksi, yaitu selubung penis dan korpora cavernosa pecah. Karena cidera ini dapat menyebabkan kerusakan pada fungsi kandung kemih dan reproduksi/seksual seorang pria dalam waktu yang lama, sangat penting bagi Anda untuk segera mendapatkan perawatan medis apabila Anda menderita penis patah. Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah, apa penyebab penis patah dan gejala apa saja yang muncul saat cidera ini terjadi? Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendalam.

Penyebab penis patah

Penis memiliki daerah jaringan yang berbentuk seperti spons yang disebut dengan korpus cavernosa. Saat seorang pria memiliki ereksi, darah yang ada di penis berpusat di daerah tersebut. Saat penis ereksi, satu atau kedua sisi korpus cavernosa dapat putus, sehingga menyebabkan penis patah. Penis patah pada umumnya hanya akan terjadi saat penis seorang pria mengalami ereksi. Penis yang lembek atau tidak mengalami ereksi biasanya tidak menyebabkan penis patah karena korpus cavernosa tidak mengalami pembesaran dibandingkan dengan penis yang ereksi. Dalam satu ulasan studi, penyebab utama penis patah di Amerika Serikat terjadi saat melakukan hubungan seksual. Cidera biasanya terjadi saat seorang pria melakukan dorongan saat berhubungan badan pada tulang kemaluan atau perineum, yang dapat menyebabkan korpus cavernosa patah atau putus. Tidak perlu hubungan yang kasar untuk mematahkan penis. Tidak berada pada posisi yang benar saat melakukan hubungan intim dapat menyebabkan penis mengenai tulang dan dengan dorongan yang keras dapat membuat penis patah. Selain itu, penis patah juga dapat terjadi akibat berguling di tempat tidur saat memiliki ereksi, terpukul benda saat ereksi, dan terjatuh menghantam tanah saat ereksi.

Gejala Penis Patah

Penis patah merupakan sebuah cidera yang sangat menyakitkan dan biasanya terjadi pada 2/3 bagian bawah penis. Gejala yang ditimbulkan saat seseorang menderita penis patah adalah penis yang berdarah, munculnya lebam berwarna kehitaman atau gelap pada bagian penis, memiliki masalah saat buang air kecil, Anda mendegar suara patah atau retak, tidak. bisa ereksi, rasa sakit mulai dari yang ringan hingga berat. Menurut penelitian, gejala penis patah yang tidak disertai dengan suara patah atau retak atau hilangnya kemampuan untuk ereksi dapat disebabkan karena cidera berbentuk lain.

Menurut dokter, penis patah biasanya akan membuat penis berbentuk seperti “kelainan bentuk terong”. Kondisi ini membuat penis terlihat bengkak dan berwarna ungu kehitaman. Gejala lain, yang jarang terjadi, saat penis patah termasuk pembengkakan pada skrotum dan darah pada urin. Kondisi lain yang memberikan gejala menyerupai penis patah adalah keusakan pada pembuluh darah dan arteri pada penis, dan rusaknya ligamen suspensori. Dokter dapat melakukan teknik penciteraan dan melakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan perbedaan antara kondisi-kondisi tersebut.

Apabila seorang pria mencurigai dirinya menderita penis patah, segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan secepatnya. Dokter menganggap penis patah merupakan sebuah kondisi darurat karena penis patah memiliki potensi dalam memberikan dampak terhadap kondisi kesehatan seksual seseorang, dan mengganggu fungsi kemih secara permanen. Apabila perawatan dapat didapatkan dengan cepat, dokter akan lebih mudah mengobatinya dan penderita penis dapat dapat sembuh dengan tuntas.

Read More

Penyebab dan Perawatan Rambut Rontok

Penyakit

Menurut Akademi Dermatologi Amerika, terdapat lebih dari 80 juta pria dan wanita yang menderita rambut rontok bawaan atau biasa disebut dengan istilah alopecia. Alopecia dapat berdampak pada rambut di kepala Anda atau di bagian tubuh lain. Rambut rontok ini sering terjadi pada orang dewasa. Namun rambut rontok berlebih juga dapat terjadi pada anak-anak. Pada umumnya, seseorang akan kehilangan rambut 50 hingga 100 helai rambut setiap harinya. Dan ini merupakan sebuah kondisi yang normal. Rambut baru akan mengganti rambut yang hilang. Namun pada beberapa orang, rambut akan berhenti tumbuh dan menyebabkan kebotakan. Tergantung pada penyebabnya, rambut rontok dapat menjadi sebuah kondisi yang permanen ataupun sementara. Apabila Anda merasa kehilangan rambut lebih daripada biasanya, diskusikan dengan dokter. Dokter akan memeriksa dan mendiagnosa penyebab rambut rontok serta merekomendasikan rencana perawatan yang dibutuhkan.

Penyebab rambut rontok

Dokter ahli kulit akan menentukan penyebab utama rambut rontok. BIasanya, yang sering umum terjadi, rambut rontok pada pria dan wanita disebabkan karena kebotakan turun-menurun. Apabila Anda memiliki riwayat kebotakan pada keluarga, Anda mungkin akan memiliki risiko kerontokan rambut jenis ini. Beberapa hormon sex juga dapat memicu rambut rontok bawaan dan hal ini dapat dimulai saat seseorang menginjak pubertas. Selain itu, penyakit-penyakit serius, operasi, dan kejadian traumatis dapat memicu rambut rontok. Akan tetapi, biasanya rambut akan tumbuh dengan sendirinya tanpa perlu adanya perawatan.

Perubahan hormon juga dapat menyebabkan rambut rontok sementara. Perubahan hormon dapat terjadi pada ibu hamil, ibu melahirkan, berhenti menggunakan pil KB, dan menopause. Apabila Anda menderita penyakit tertentu, obat-obatan untuk mengobati penyakit tersebut dapat menyebabkan rambut rontok. Penyakit tersebut seperti penyakit thyroid, penyakit alopecia (penyakit autoimun yang menyerang folikel rambut) dan infeksi kulit kepala. Penyakit-penyakit yang dapat meninggalkan bekas luka seperti lichen planus dapat menyebabkan kerontokan rambut secara permanen akibat luka yang ditimbulkan. Rambut rontok juga dapat disebabkan oleh pengobatan untuk penyakit kanker, tekanan darah tinggi, arthritis, depresi, dan gangguan jantung. Syok emosi dan fisik dapat memicu rambut rontok, seperti kehilangan anggota keluarga, turunnya berat badan dengan drastic, dan demam tinggi. Kekurangan protein, zat besi, dan nutrisi lain juga dapat menyebabkan rambut semakin menipis.

Perawatan rambut rontok

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi rambut rontok dan menstimulasi pertumbuhan rambut kembali. Salah satunya adalah dengan makan makanan dengan gizi yang lengkap serta seimbang. Beberapa vitamin yang penting untuk pertumbuhan rambut, seperti:

  • Vitamin C. Vitamin ini penting untuk membangun kolagen, jaringan penghubung kulit yang ditemukan di folikel rambut. Makanan yang banyak mengandung vitamin C seperti buah sitrus, brokoli, dan stroberi.
  • Vitamin B. Vitamin kompleks ini dapat meningkatkan kesehatan metabolisme, dan menjaga kesehatan kulit dan rambut. Vitamin B banyak ditemukan di sayuran berdaun gelap, kacang-kacangan, polong-polongan, dan alpukat.
  • Vitamin E. Vitamin ini mengandung antioksidan ampuh yang dapat menyehatkan kulit kepala. Makanan-makanan yang kaya vitamin E seperti biji bunga matahari, bayam, minyak zaitun, brokoli, dan udang.

Apabila Anda mendapatkan cukup nutrisi dari makanan-makanan tersebut di atas, konsultasikan dengan dokter perlu tidaknya Anda membutuhkan suplemen. Dokter akan mendiskusikan pilihan dan rekomendasi dosis terbaik untuk Anda. Jangan pernah menambahkan suplemen bernutrisi apapun pada rutinitas Anda tanpa pengawasan dokter. Diet yang tepat dan gaya hidup sehat dapat membantu Anda mengatasi rambut rontok.

Read More

Faktor Umur, Alasan Sulitnya Menjaga Berat Badan Ideal

Uncategorized

Banyak orang bertanya-tanya: Berapa berat badan ideal yang seharusnya saya miliki? Namun, tidak ada angka pasti berat badan ideal. Menentukan berat badan ideal dipengaruhi banyak faktor seperti usia, tinggi badan, jenis kelamin, bentuk tubuh, dan lainnya.

Penelitian menunjukkan bahwa banyak orang mengalami kenaikan berat badan seiring bertambahnya usia dari dewasa muda hingga usia pertengahan. Sebaliknya, menurunkan berat badan di usia 30-an dan 40-an tahun lebih sulit daripada saat Anda masih muda.

Menurut para ahli, karena berbagai alasan, lebih sulit bagi pria dan wanita untuk menurunkan berat badan saat Anda mulai memasuki usia paruh baya daripada menurunkan berat badan saat masih muda.

Faktor-faktor di balik kenaikan berat badan pada usia paruh baya adalah faktor biologis serta kaitannya dengan gaya hidup.Seiring bertambahnya usia, tubuh Anda tidak merespons dengan cara yang sama dalam upaya penurunan berat badan.

Berikut 5 alasan mengapa sulit menurunkan berat badan dengan bertambahnya usia:

  1. Anda Mengalami Kehilangan Otot Terkait dengan Usia

Jumlah otot tanpa lemak yang kita miliki secara alami mulai menurun 3-8% per dekade setelah usia 30 tahun, menurut hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Current Opinion in Clinical Nutrition and Metabolic Care. Proses hilangnya massa dan kekuatan otot ini disebut sebagai sarcopenia.

Hasil penelitian tersebut menemukan bahwa massa otot tergantikan oleh lemak. Ini terjadi bahkan jika Anda berolahraga secara teratur karena otot menggunakan lebih banyak kalori daripada lemak. Dengan lebih sedikit massa otot dan lebih banyak lemak akan memperlambat metabolisme tubuh Anda Sehingga kita semakin sulit mencapai berat badan ideal.

  1. Anda Menjalani Perubahan Hormon Normal

Baik pria maupun wanita mengalami perubahan kadar hormon sebagai bagian dari penuaan. Itulah mengapa para lansia mudah sekali mengalami kenaikan berat badan.

Bagi wanita, menopause – yang paling sering terjadi antara usia 45 hingga 55 – menyebabkan penurunan signifikan dalam estrogen sehingga menyebabkan penumpukan lemak di perut. Pergeseran dalam penyimpanan lemak ini dapat membuat kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2.

  1. Metabolisme Anda Lebih Lambat dari Sebelumnya

Penurunan massa otot menyebabkan metabolisme tubuh melambat sehingga memengaruhi proses perubahan kalori menjadi energi. Memiliki lebih banyak lemak dan lebih sedikit otot mengakibatkan kurangnya pembakaran kalori. Terlebih lagi, banyak orang menjadi kurang aktif seiring bertambahnya usia, yang juga memperlambat metabolisme Anda. Namun usia bukanlah satu-satunya hal yang menentukan tingkat metabolisme Anda – ukuran tubuh dan jenis kelamin Anda juga berperan. Begitu juga kondisi kesehatan tertentu.

  1. Anda Lebih Diam dan Lebih Tertekan

Pada saat Anda telah mencapai usia empat puluhan dan lima puluhan, karir Anda kemungkinan besar menjadi lebih baik daripada sebelumnya, sementara hal tersebut dapat menimbulkan beberapa tantangan dalam penurunan berat badan. Salah satunya, Anda cenderung bergerak lebih sedikit, Anda duduk di meja selama delapan jam atau lebih dalam sehari, dan mengonsumsi begitu banyak makanan bahkan camilan di piring Anda sehingga tidak ada waktu untuk berjalan-jalan atau berolahraga selama hari kerja. Dan Anda mungkin mengalami lebih banyak stres terkait pekerjaan atau kehidupan, yang dapat meningkatkan kadar hormon ghrelin, yang membuat Anda lebih lapar.Di usia 40 hingga 50-an, karir Anda sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap kemampuan meraih berat badan ideal. Anda cenderung lebih sedikit bergerak, duduk di kursi selama 8 jam sehari (bahkan lebih!), dan mengonsumsi banyak makanan. Anda juga tidak lagi meluangkan waktu untuk berolahraga saat hari kerja. Selain itu, stres karena pekerjaan atau kehidupan ternyata dapat meningkatkan hormon ghrelin yang membuat Anda jadi semakin sering lapar.

  1. Anda Mengalami Perubahan Gaya Hidup

Beberapa alasan dalam kenaikan berat badan di usia paruh baya berkaitan dengan perubahan cara dan gaya hidup Anda ketika memasuki usia tiga puluhan. Biasanya gaya hidup berubah seiring dengan perubahan status dari lajang menjadi berkeluarga. Perubahan ini menuntut tanggung jawab sekaligus menyita waktu. Akibatnya Anda tak lagi sempat berolahraga dan semakin jauh dari harapan mencapai berat ideal. Sekarang adalah saatnya untuk memulai gaya hidup sehat. Jangan tunda lagi, mulailah dengan perubahan-perubahan kecil seperti membiasakan diri berjalan kaki selama 30 menit setiap hari atau memperbanyak sayuran dalam menu harian. Secara perlahan, Anda akan menuju berat badan ideal asalkan memiliki niat dan usaha.

Read More