8 Hal yang Sering Ditanyakan Tentang Antibiotik Anak

8 Hal yang Sering Ditanyakan Tentang Antibiotik Anak

Penyakit

Siapa yang tidak kenal dengan antibiotik? Obat ini sangat umum diresepkan ketika anak Anda mengalami demam, batuk, atau penyakit infeksi lainnya. Antibiotik diberikan ketika anak Anda mengalami penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, bukan virus. Jadi, antibiotik anak tidak dapat diresepkan untuk semua penyakit. Sebelum meresepkan antibiotik, dokter anak Anda akan mencari tahu apakah itu obat tersebut tepat untuk mengobati infeksi anak Anda.

8 Hal yang sering ditanyakan tentang antibiotik anak

American Academy of Pediatrics (AAP) telah merangkum beberapa pertanyaan umum tentang penggunaan antibiotik anak. Apa sajakah itu?

  1. Kenapa antibiotik anak tidak diberikan ketika sedang pilek?

Pilek disebabkan oleh infeksi virus, bukan bakteri. Antibiotik digunakan khusus untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Secara umum, gejala flu adalah pilek, batuk, dan hidung tersumbat. Kondisi ini dapat sembuh tanpa menggunakan obat apa pun.

  1. Bukankah beberapa gejala flu disebabkan oleh infeksi bakteri?

Dalam kebanyakan kasus, infeksi bakteri tidak dapat bergabung dengan infeksi virus. Jika dipaksakan minum antibiotik anak, dapat menyebabkan infeksi oleh bakteri yang sudah resisten. Selain itu, anak Anda mungkin akan mengalami diare atau efek samping lainnya.

  1. Bukankah pilek juga merupakan tanda infeksi bakteri?

Lendir kuning atau hijau yang keluar di hidung belum tentu menandakan anak Anda membutuhkan antibiotik. Selama itu gejala flu biasa, lendir dari hidung biasanya mengental dan berubah dari bening menjadi kuning atau hijau. Gejala pilek sering berlangsung selama 10 hari.

Adapun sinusitis juga menunjukkan gejala berupa pilek, tetapi peradangan pada sinus ini bisa disebabkan oleh bakteri. Meskipun virus atau alergi adalah penyebab utamanya. Anda mungkin akan melihat tanda-tanda tertentu bahwa bakteri mungkin adalah penyebab sinusitis anak Anda. 

Jika anak Anda menderita flu biasa disertai dengan batuk dan pilek yang berlangsung lebih dari 10 hari, atau mengeluarkan lendir kuning atau hijau kental dan demam tinggi dari selama 3 – 4 hari, kemungkinan besar penyebabnya adalah bakteri. Dokter anak Anda mungkin akan meresepkan antibiotik jika kondisinya memang seperti itu.

  1. Apakah antibiotik anak juga digunakan untuk infeksi telinga?

Sebagian besar infeksi telinga disebabkan oleh virus dan tidak memerlukan antibiotik. Namun, jika dokter anak Anda mencurigai adanya infeksi telinga oleh bakteri, mungkin akan meresepkan antibiotik anak. Tanda-tandanya meliputi demam tinggi, sakit telinga yang lebih parah, dan infeksi di kedua gendang telinga. 

  1. Bisakah antibiotik digunakan untuk mengobati semua sakit tenggorokan?

Jawabannya adalah tidak, karena lebih dari 80% sakit tenggorokan disebabkan oleh virus. Jika anak Anda mengalami sakit tenggorokan, pilek, dan batuk yang menggonggong, kemungkinan penyebabnya adalah virus. Antibiotik anak hanya boleh digunakan untuk mengobati sakit tenggorokan yang disebabkan oleh streptokokus grup A. Kondisi ini disebut juga dengan radang tenggorokan. Umumnya, dokter akan melakukan tes strep untuk memastikannya.

  1. Apakah antibiotik menyebabkan efek samping?

Efek samping dari antibiotik dapat terjadi pada 1 dari 10 anak yang mengonsumsinya, meliputi ruam, reaksi alergi, mual, diare, dan sakit perut. Jadi, pastikan Anda memberi tahu dokter jika anak Anda pernah mengalami gejala tersebut saat minum antibiotik sebelumnya.

  1. Berapa lama antibiotik bekerja?

Umumnya, infeksi yang disebabkan oleh bakteri akan membaik dalam waktu 48 hingga 72 jam setelah memulai antibiotik. Namun, jika ternyata tidak menunjukkan perbaikan dalam waktu tersebut, maka segera hubungi dokter untuk memeriksanya lebih lanjut. 

  1. Bagaimana bisa antibiotik menyebabkan bakteri resisten?

Ini terjadi ketika antibiotik anak digunakan secara tidak tepat. Penggunaan berulang dan penyalahgunaan antibiotik dapat menyebabkan bakteri resisten. Artinya, bakteri tidak dapat dimatikan oleh antibiotik yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi bakteri tersebut. Bakteri akan jadi lebih kebal dan dapat menyebar ke orang lain.

Tips menggunakan antibiotik anak dengan aman

Untuk memastikan antibiotik anak benar-benar aman dan bekerja secara efektif, terapkan beberapa tips berikut ini: 

  • Minum obat sesuai petunjuk dari dokter.
  • Jangan berikan antibiotik anak Anda untuk saudara atau temannya, karena belum tentu sama dan berisiko membahayakan kesehatan. 
  • Simpan antibiotik dan obat lainnya di tempat yang aman. 
  • Buang sisa antibiotik dan obat resep lainnya, jangan disimpan untuk diminum lagi. Anda juga bisa menyerahkannya ke rumah sakit agar dibuang sesuai dengan prosedur rumah sakit.
Read More
antibiotik untuk sipilis

Antibiotik untuk Sipilis, Efektifkah?

Penyakit

Penisilin merupakan antibiotik untuk sipilis yang sampai saat ini masih dipercaya mampu memulihkan penyakit tersebut sesegera mungkin. Tentu saja pemulihan penderita sipilis dengan penggunaan antibiotik berkejaran dengan waktu. Semakin cepat waktu pengobatan dan pemberian antibiotik untuk sifilis, penderita akan lebih cepat pulih. Sementara itu, semakin lama waktu pengobatan dan pemberian antibiotik, penyakit sipilis yang diderita akan tergolong parah dan lama untuk dipulihkan.

Umumnya penisilin akan disuntikkan kepada pasien yang menderita sifilis dengan dosis tunggal atau cukup satu kali. Namun, kondisi tersebut hanya efektif menghasilkan manfaat pada pasien sifilis yang baru masuk stadium awal. Lain cerita jika pasien sipilis atau raja singa sudah terlambat dideteksi dan sudah mengakibatkan kerusakan organ. Pada pasien-pasien yang demikian diperlukan tambahan dosis antibiotik guna bisa memulihkan kondisinya.

Antibiotik untuk sipilis ini dapat diberikan kepada siapa saja. Bahkan, ibu hamil yang terbukti mengalami sipilis juga bisa mendapatkan pengobatan dengan suntikan penisilin. Bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita sipilis juga dianjurkan segera mendapat suntikan antibiotik guna menghindari kerusakan organ yang tidak diinginkan.

Setelah disuntik antibiotik penisilin, beberapa penderita sifilis bisa merasakan reaksi Jarisch-Herxheimer. Reaksi ini dapat menimbulkan gejala berupa demam, sakit kepala, dan nyeri otot atau nyeri sendi. Reaksi ini bukan kondisi yang serius dan biasanya hanya berlangsung selama satu hari.

Mengenal Sipilis

Sifilis merupakan salah satu jenis infeksi menular seksual. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Tanda pertama sifilis umumnya berupa luka kecil yang tidak menimbulkan rasa sakit. Luka ini bisa muncul di organ seksual, rektum, atau dalam mulut.

Gejala awal yang teramat minim ini membuat kebanyakan orang tidak menyadari dirinya terkena sipilis. Alhasil, ketika mereka menjumpai dokter dan terdiagnosis sipilis, tahapannya sudah lanjut dan harus mendapat suntikan antibiotik untuk sipilis dengan dosis yang lebih besar.

Sipilis bukanlah penyakit langka. Angka infeksinya mencapai 18 juta kasus di seluruh dunia. Sementara itu, infeksi menular seksual lainnya secara total mencapai 357 kasus. Artinya, hampir 5 persen penduduk dunia pernah menderita infeksi menular seksual, tidak terkecuali sipilis.

Dalam menentukan positif tidaknya seorang pasien menderita sipilis, dokter akan menguji sampel darah dan cairan serebrospinal.

Tes darah dilakukan unutk memastikan ada tidaknya antibodi yang diproduksi tubuh untuk melawan infeksi dari Treponema pallidum. Antibodi terhadap bakteri penyebab sifilis tetap berada di tubuh Anda selama bertahun-tahun sehingga tes ini dapat digunakan untuk menentukan infeksi saat ini atau sebelumnya. Sementara itu, tes cairan serebrospinal dilakukan jika diduga Anda mengalami komplikasi sistem saraf akibat sifilis.

Efek Samping Antibiotik

Bagaimanapun, penisilin yang merupakan antibiotik untuk sipilis merupakan obat keras. Obat ini akan cukup efektif memulihkan infeksi bakteri penyebab sipilis. Namun, waspadai pula efek samping yang bisa timbul dari penggunaannya.

Efek samping dari penggunaan penisilin bisa terjadi dalam 24 jam pertama setelah dimulainya terapi antibiotik. Efek samping tersebut dikenal sebagai reaksi Jarisch-Herxheimer. Reaksi ini menimbulkan demam akut yang sering disertai sakit kepala dan mialgia,

Reaksi Jarisch-Herxheimer sering dialami oleh orang-orang yang menderita sifilis dini. Reaksi inilah yang harus diantisipasi oleh pengguna antibiotik untuk sipilis bagi ibu hamil. Pasalnya, reaksi Jarisch-Herxheimer bisa memicu persalinan dini atau menyebabkan gawat janin pada wanita hamil.

Penanganan Penunjang

Antibiotik untuk sipilis memang dapat mematikan infeksi dari bakteri penyebab infeksi menular seksual ini. Akan tetapi, terapi penyakit raja singa ini juga mesti ditunjang dengan puasa aktivitas seksual. Penderita sipilis disarankan tidak melakukan hubungan seksual selama pengobatan dan terapi tengah berlangsung. Tujuannya untuk mencegah penularan.

Ketika sudah dinyatakan sembuh, bukan berarti penderita bisa bebas dari kontrol dokter. Penderita tetap diminta menjalani tes darah secara berkala. Tujuannya untuk memastikan infeksi bakteri tersebut sudah sembuh total.

Read More
Inilah Penyebab Bintik Merah di Kaki, Jangan Sepelekan!

Inilah Penyebab Bintik Merah di Kaki, Jangan Sepelekan!

Kesehatan Kulit

Bintik merah di kaki Anda bisa saja disebabkan oleh reaksi terhadap sesuatu, seperti jamur, serangga, atau kondisi kesehatan Anda sebelumnya. Kondisi ini tidak boleh Anda sepelekan, karena bisa mengindikasikan adanya kondisi serius yang sedang terjadi. Jika Anda mengalami bintik merah di kaki yang tidak kunjung hilang atau bahkan semakin parah, segeralah periksakan ke dokter untuk menentukan penyebab dan pengobatannya.

Penyebab munculnya bintik merah di kaki

Penyebab bintik merah di kaki Anda bisa saja karena:

  1. Gigitan serangga

Bintik-bintik merah di kaki dapat disebabkan oleh gigitan serangga, seperti chigger, nyamuk, atau semut api. Gigitan ini bisa menghasilkan satu atau beberapa benjolan merah di kulit Anda. Jika penyebabnya adalah gigitan serangga, Anda bisa menggunakan obat-obatan yang dijual bebas (OTC), seperti krim atau losion kortikosteroid, untuk meredakan rasa gatalnya.

  1. Psoriasis

Jika Anda memiliki riwayat psoriasis, maka bisa saja bintik merah di kaki Anda adalah gejala baru dari penyakit tersebut. Namun, jika Anda tidak memiliki riwayat psoriasis, bintik merah ini mungkin sebagai gejala awalnya. Umumnya, pemicu psoriasis meliputi udara yang kering, infeksi, tersengat sinar matahari, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Selain bintik merah, Anda mungkin juga merasakan gatal-gatal di kaki Anda.

  1. Penyakit tangan, kaki, dan mulut

Jika bintik merah di kaki muncul pada anak usia kurang dari 5 tahun, maka kemungkinan besar itu adalah penyakit tangan, kaki, dan mulut. Ini adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang ditularkan dari orang ke orang. Gejala lain yang mungkin akan dirasakan adalah demam, kurang nafsu makan, sakit tenggorokan, dan terasa sakit. Pengobatan umumnya bertujuan mengatasi gejalanya dengan obat pereda nyeri atau demam, seperti ibuprofen atau acetaminophen. 

  1. Lepuh

Jika bintik merah yang muncul berisi cairan bening atau darah, maka kemungkinan besar Anda mengalami lepuh. Ini terjadi akibat gesekan atau tekanan yang terjadi terus-terusan di kulit. Kaki yang melepuh bisa disebabkan oleh terbakar sinar matahari, berkeringat, memakai sepatu ketat, reaksi alergi, atau keracunan. Hal yang perlu Anda perhatikan adalah jangan pecahkan lepuh atau menarik kulit dari bagian atas melepuh, agar tidak semakin parah. 

  1. Reaksi alergi

Sudah bukan hal yang asing lagi jika melihat reaksi alergi berupa bintik-bintik merah di badan, ruam merah, bengkak, dan terasa gatal. Jika Anda mengalami bintik merah di kaki karena alergi, penting sekali untuk mengetahui pemicu reaksi alergi tersebut. Obat-obatan yang mungkin diresepkan oleh dokter Anda, termasuk fexofenadine, loratadine, diphenhydramine, brompheniramine, klorfeniramin, clemastine, atau cetirizine.

  1. Melanoma

Bintik merah di kaki Anda juga bisa mengindikasikan penyakit melanoma tahap awal. Jika Anda didiagnosis dokter mengalami melanoma dengan gejala seperti ini, maka ini adalah tahap yang paling bisa diobati. Periksakan diri Anda ke dokter secara teratur untuk kemungkinan tanda-tanda melanoma lainnya. Semakin cepat melanoma diobati, akan semakin baik tingkat kesembuhannya.

  1. Kaki atlet

Kaki atlet adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh infeksi jamur yang terjadi di antara jari-jari kaki dan kaki. Bagian ini akan tampak merah, bersisik, dan dapat terjadi hanya di satu titik atau menyebar ke seluruh bagian kaki. Ada beberapa cara mencegah kaki atlet, yaitu:

  1. Jangan memakai sepatu yang kesempitan.
  2. Keringkan kaki Anda setelah mencucinya.
  3. Pakailah sandal jepit di kamar mandi bersama.
  4. Jangan berbagi kaus kaki ataupun handuk.

Jika Anda mengalami kaki atlet yang ringan, dokter Anda mungkin merekomendasikan salep atau bedak antijamur yang dijual bebas. Namun, jika perawatan tersebut tidak efektif, dokter Anda mungkin meresepkan obat topikal atau pil antijamur untuk mengatasinya.

Inilah beberapa penyebab munculnya bintik merah di kaki Anda dan cara mengatasinya. Bagi orang awam, ini mungkin hal yang sepele atau sekedar gigitan serangga biasa. Padahal, bisa menjadi pertanda adanya suatu kondisi yang lebih serius. Jika Anda merasakan bintik merah di kaki tidak kunjung hilang, semakin parah, dan disertai gejala lainnya, maka periksakan ke dokter untuk ditangani dengan tepat.

Read More

Oil Pulling: Definisi, Manfaat, dan Cara Melakukannya

Hidup Sehat

Mungkin baru-baru ini Anda mendengar dari kerabat atau teman-teman tentang oil pulling. Sebenarnya, oil pulling bukanlah hal yang baru, melainkan pengobatan tradisional sejak ribuan tahun yang berasal dari India. Seiring berjalannya waktu, pengobatan ini menyebar ke berbagai wilayah dan semakin populer karena manfaat yang diklaimnya. Bahkan, oil pulling sudah banyak tersedia di toko-toko grosir atau online. Anda pun tidak perlu menambahkan bahan-bahan lainnya, karena produk ini ready to use.

Apakah oil pulling ini?

Oil pulling adalah aktivitas membersihkan mulut atau berkumur dengan minyak kelapa yang mirip dengan obat kumur, tetapi dilakukan dalam waktu yang lebih lama. Sebagian besar, orang-orang yang melakukan teknik oil pulling mengoleskan satu sendok makan minyak kelapa di mulut. Kemudian, didiamkan selama 15 – 20 menit untuk mendapatkan manfaatnya.

Cara kerja oil pulling cukup sederhana. Ketika Anda mengoleskan minyak kelapa di sekitar mulut, bakteri-bakteri di mulut akan tersapu dan larut dalam minyak tersebut. Sebenarnya, teknik oil pulling tidak harus menggunakan minyak kelapa, karena bakteri bisa larut dalam hampir semua minyak. Namun, minyak kelapa banyak dipilih karena sifat antimikroba dan rasanya yang enak.

Berbagai manfaat oil pulling untuk kesehatan mulut

Minyak kelapa yang digunakan dalam teknik oil pulling memiliki beberapa manfaat kesehatan, termasuk mengurangi peradangan dan melawan bakteri berbahaya. Berikut beberapa manfaat oil pulling yang akan Anda peroleh:

  • Membasmi bakteri berbahaya di mulut.

Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Contemporary Dental Practice tahun 2016, oil pulling dapat mengurangi jumlah bakteri dalam air liur dan menjaga kebersihan mulut. Lebih lanjut, peneliti tersebut menyampaikan bahwa minyak kelapa adalah alternatif yang aman sebagai obat kumur.

  • Meredam bau mulut.

Bau mulut biasanya muncul saat Anda tidak menjaga kebersihan mulut dengan baik, mengalami infeksi, atau gusi bengkak. Sebuah penelitian tahun 2011 menunjukkan bahwa oil pulling adalah alternatif alami dan efektif untuk mengurangi bau mulut.

  • Mencegah gigi berlubang.

Gigi berlubang bisa disebabkan oleh penumpukan bakteri di gigi, malas menyikat gigi, dan terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman manis. Teknik oil pulling dapat mengurangi jumlah bakteri berbahaya di mulut, sehingga membantu mencegah gigi berlubang. Selain menyikat dan membersihkan gigi dengan benang, oil pulling bisa menjadi cara tambahan untuk menjaga kesehatan mulut Anda lebih optimal.

  • Mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan gusi.

Plak gigi mengandung bakteri yang bisa menyebabkan radang gusi. Ini ditandai dengan gusi Anda jadi merah, bengkak, dan mudah berdarah. Sebuah penelitian tahun 2015 menunjukkan bahwa oil pulling dengan minyak kelapa bisa mengurangi plak dan membantu mencegah peradangan gusi akibat plak.

Beberapa klaim menyimpang tentang oil pulling

Tidak sedikit kesalahpahaman yang beredar di tengah-tengah masyarakat tentang oil pulling. Salah satunya adalah klaim bahwa oil pulling dapat memutihkan gigi. Faktanya, hingga saat ini tidak ada penelitian yang membuktikan hal tersebut. Selain itu, klaim bahwa oil pulling bisa mendetoksifikasi darah juga tidaklah benar. Intinya, penelitian ilmiah terkait oil pulling hanya menunjukkan obat ini membantu mengatasi masalah yang terjadi di mulut.

Cara melakukan oil pulling

Berikut ini cara sederhana melakukan teknik oil pulling, yaitu:

  1. Ambil sekitar satu sendok makan minyak kelapa dan oleskan di mulut Anda.
  2. Lalu, kumur-kumur dengan minyak tersebut selama sekitar 15 – 20 menit.
  3. Setelah itu, buang minyaknya dan segera gosok gigi.

Anda bisa melakukan oil pulling saat mandi pagi atau sore hari. Perlu dicatat bahwa kegiatan ini tidak disarankan jika Anda memiliki alergi kelapa atau minyak kelapa. Tentunya, untuk menghindari kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi. Jangan lupa, oil pulling berperan sebagai tindakan tambahan, bukan untuk menggantikan menyikat gigi, flossing, atau perawatan mulut lainnya.

Read More
ingus bau

Ingus Bau pada Anak Pertanda Benda Asing Masuk Hidung?

Penyakit

Gangguan kesehatan atau penyakit yang dialami anak-anak seringkali susah dideteksi, terlebih jika orang tua tidak mampu mencari tahu lebih dalam. Anak-anak terutama balita memiliki rasa penasaran yang cukup tinggi. Mereka mempunyai kebiasaan memasukkan benda asing ke mulut, bahkan hidung. Kondisi ini tidak bisa dianggap remeh karena dapat mengakibakan gangguan serius. Salah satu cara untuk mengetahui adanya benda asing masuk ke hidung yaitu keluarnya ingus yang beraorama tidak sedap.  

Apa saja tanda-tandanya?

Benda asing yang masuk hidung secara alami akan dilokalisir oleh tubuh dengan cara tubuh memproduksi lendir berlebihan, berwarna kehijauan, dan berbau busuk. Masuknya benda asing akan menyebabkan infeksi di dalam hidung. Kejadian ini biasanya terjadi pada anak-anak berumur 1-3 tahun karena rasa penasaran mereka yang masih cukup tinggi Beberapa kasus diantaranya ditemukan pada anak yang mengalami keterbelakangan mental.

Benda asing akan dibungkus mineral kalsium sehingga terbentuk rhinolit jika berada di dalam hidung dalam waktu yang lama. Benda asing yang masuk hidung bisa berupa manik-manik, kelereng, batu kecil, atau bahkan koin. Berdasarkan Journal Hindiawi, rinolit mungkin akan bertambah besar jika tidak segera dikeluarkan dan mengakibatkan keluhan yang lebih berat seperti nyeri wajah, sakit kepala, dan gangguan pernapasan. Jika terdapat benda asing masuk hidung, anak akan menunjukkan ketidaknyamanan dengan tanda-tanda berikut ini:

  • Mengaku sulit bernafas
  • Nafas bunyi atau berisik
  • Nyeri sekitar hidung
  • Hidung meler terus menerus, biasanya hanya terjadi pada salah satu lubang hidung
  • Ingus bau
  • Mimisan

Bagaimana cara mengeluarkan benda asing?

Orang tua sebaiknya tidak panik saat mengetahui terdapat benda asing masuk ke dalam hidung anak serta usahakan untuk tidak mengambil benda mengguanakan cotton buds atau benda panjang lainnya karena bisa mengakibatkan benda masuk terlalu dalam. Berikut ini cara yang bisa dilakukan orang tua:

  1. Cek apakah terdapat benda asing di dalam hidung. Anda bisa menanyakan kepada anak benda apa yang telah dimasukkan. Jika benda tersebut mengandung bahan kimia, seperti baterai segera bawa ke rumah sakit karena akan mengakibatkan keracunan dalam waktu singkat.
  2. Tenangkan anak dan ajari cara bernafas menggunakan mulut. Kebanyakan anak justru menghirup lebih dalam jika mengetahui ada yang mengganjal di dalam rongga hidung mereka. Peluk anak dan jelaskan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
  3. Minta anak duduk dan mencondongkan badan ke depan. Sebaiknya tidak meminta anak berbaring. Dengan mencondongkan badan ke depan, gaya gravitasi akan membantu mengeluarkan benda asing.
  4. Lakukan pengecekan secara visual. Gunakan senter untuk penerangan. Jika tidak menemukan benda apapun di dalam hidung, segera hubungi dokter untuk tindakan lanjutan.
  5. Minta anak untuk meniup lewat hidung. Anda bisa membantunya dengan menutup lubang hidung satunya.
  6. Mencoba mengeluarkan benda dengan penjempit tumpul dan lembut. Hal ini dilakukan jika Anda menemukan benda berukuran cukup besar di dalam hidung. Hindari jika benda asing berukuran kecil karena dapat semakin mendorongnya masuk lebih dalam.

Cara-cara tersebut mungkin akan berhasil untuk kondisi tertentu, tapi akan lebih aman jika memeriksakannya ke dokter. Apabila terjadi rinolith berukuran besar, dokter akan melakukan pemindaian melalui endoskopi, kemudian dilanjutkan operasi jika diagnosa telah terbukti.

Ciri-ciri penyakit berdasarkan warna ingus Ingus yang berwarna bening dan jernih merupakan lendir normal, meskipun tergantung berapa banyaknya lendir yang dihasilkan. Meskipun warna ingus bening tidak selamanya menjamin kesehatan Anda, beberapa kasus menunjukkan ingus bening menjadi pertanda alergi sinusitis jika disertai keluhan lainnya. Apabila berwarna putih atau kuning kehijauan, artinya Anda sedang flu. Warna merah atau oranye kecoklatan menandakan iritasi atau luka di dalam saluran pernapasan. Warna hitam menandakan Anda merupakan perokok aktif. 

Read More

Skrining Corona Lebih Aman dengan Drive Thru Rapid Test COVID 19

Hidup Sehat

Jika Anda termasuk ke dalam kelompok individu yang berisiko tinggi tertular COVID-19, segera lakukan skrining, sehingga dapat memperoleh pengobatan lebih maksimal. Jika Anda khawatir tertular ketika harus ke rumah sakit untuk melakukan rapid test, pilihlah layanan drive thru rapid test COVID 19

Kelompok yang perlu melakukan rapid test COVID-19

Rapid test corona direkomendasikan untuk individu dengan kondisi tertentu, seperti:

  • Orang dalam pemantauan (ODP), merujuk pada individu yang pernah berkunjung ke wilayah pusat penyebaran virus corona maupun individu yang pernah kontak langsung dengan pasien positif corona. 
  • Pasien dalam pengawasan (PDP), merujuk pada individu yang sudah pernah dirawat oleh tenaga kesehatan (pasien) dengan gejala, seperti sesak napas, demam, batuk, pilek.
  • Orang tanpa gejala (OTG), merujuk pada individu yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif COVID-19 dalam 7 hari dan individu dengan risiko tertular, seperti petugas kesehatan
  • Individu dengan profesi yang mengharuskan untuk keluar rumah dan berhubungan langsung dengan banyak orang, seperti kurir, pengemudi ojek maupun taksi online, petugas bandara, dan lainnya.

Pada dasarnya, prosedur rapid test yang diberikan akan sama seperti Anda melakukan pemeriksaan di rumah sakit atau klinik. Perbedaannya, yaitu Anda tidak perlu repot-repot untuk mengantre dan berkerumun dengan orang lain, karena pengambilan sampel dilakukan tanpa perlu keluar dari kendaraan.

Prosedur rapid test COVID-19

Mungkin Anda sudah sering mendengar tentang rapid test COVID-19 dan rapid swab test. Namun, sudah pahamkah Anda perbedaan di antara keduanya?

  1. Rapid test COVID-19

Prosedur rapid test COVID-19 dilakukan dengan pengambilan sampel darah pasien. Langkah prosedur skrining corona ini, antara lain:

  • Petugas kesehatan membersihkan area tempat pengambilan darah dengan cairan antiseptic agar steril dan mencegah timbulnya infeksi.
  • Lengan atas pasien diikat dengan perban elastis, sehingga aliran darah dapat terkumpul dan pembuluh darah vena lebih mudah ditemukan.
  • Setelah vena ditemukan, darah diambil dengan jarum melalui pembuluh darah.
  • Darah ditampung pada tabung yang dipasang di belakang jarum suntik.
  • Jarum dilepas dan bagian bekas area pengambilan darah ditutup dengan perban.

Di samping itu, pengambilan darah dapat dilakukan dengan proses tes golongan darah menggunakan jarum yang disuntikkan di ujung jari pasien. Darah yang keluar tersebut akan diteteskan pada alat rapid test dan hasilnya dapat diketahui dalam beberapa menit.

Kini, terdapat pula rapid test antibodi serologi yang merupakan metode skrining corona terbaru. Dikembangkan oleh perusahaan asal Swiss, Roche, prosedur ini dikenal dengan Roche Elecsys Anti-SARS-CoV-2 yang juga menggunakan sampel darah. Tingkat keakuratan hasil dari tes antibodi serologi COVID-19 ini dapat mencapai 90% ke atas.

  1. Rapid swab test corona

Prosedur rapid swab test corona menggunakan sampel lendir dari dalam hidung atau tenggorokan. Tenaga kesehatan menggunakan alat khusus seperti cotton bud, namun dengan tangkai yang lebih panjang untuk mengambil sampel lendir ini.

Alat swab test yang digunakan tadi, dimasukkan ke dalam tabung khusus untuk kemudian dianalisis.

Layanan drive thru rapid test antibodi serologi COVID-19

Eka Hospital BSD menyediakan layanan skrining corona dengan teknologi terbaru dari Swiss dengan harga 150 ribu. Pemeriksaan dapat dilakukan dari Senin-Minggu pada pukul 09.00-17.00.

Eka Hospital BSD merupakan rumah sakit tipe B yang terletak di Central Business District (CBD) Lot IX Jalan Boulevard BSD Timur yang telah terakreditasi secara internasional oleh internasional oleh Joint Commission International (JCI) sejak 2010. 

Eka Hospital BSD juga menyediakan pemeriksaan swab atau Polymerase Chain Reaction (PCR) COVID-19.

Pendaftaran dan booking jadwal drive thru rapid test antibodi serologi COVID-19 dapat dilakukan di SehatQ melalui nomor (021) 3199 0388 dan WhatsApp +62 812-8858-8167. 

Read More

Penelitian Mengenai Percobaan Bunuh Diri

Kesehatan Mental

Sebuah penelitian baru menunjukkan, orang melakukan percobaan bunuh diri karena mereka tidak dapat menahan rasa sakit psikologis mereka dan ragu apakah kondisi tersebut akan menjadi lebih baik.

Rasa sakit yang bercampur dengan rasa bersalah, amarah, dan penyesalan menghasilkan psikologis yang pahit, yang rasanya perlu waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk dihilangkan.

Mungkin tidak ada tanda peringatan yang jelas mengenai percobaan bunuh diri pada seseorang dan Anda mungkin bertanya-tanya petunjuk apa yang mungkin Anda lewatkan. Seringkali, banyak faktor bergabung untuk menuntun seseorang pada keputusan untuk bunuh diri.

Satu pertanyaan yang ditanyakan setiap orang tanpa kecuali adalah, kenapa? Mengapa teman, anak, orang tua, pasangan, atau saudara mereka bunuh diri? Bahkan ketika catatan yang menjelaskan alasan percobaan bunuh diri ditemukan, pertanyaan yang tertinggal biasanya tetap ada. 

Orang yang ingin atau melakukan percobaan bunuh diri pada umumnya, mereka merasa cukup putus asa sampai ingin mati, tetapi mengapa mereka merasakan itu? 

Berdasarkan hasil penelitian E. David Klonsky, psikolog di University of British Columbia di Kanada, terdapat dua motivasi yang diterapkan pada semua orang yang mencoba melakukan percobaan bunuh diri, antara lain rasa sakit psikologis yang tak tertahankan dan keputusasaan bahwa segala sesuatunya akan menjadi lebih baik.

Berikut hasil penemuan yang dapat diaplikasikan pada dokter yang mencoba mengidentifikasi pasien mana yang paling beresiko untuk bunuh diri:

  • Sakit yang hebat

Penelitian sebelumnya sering berfokus pada bagaimana demografi atau genetika dapat berperan dalam risiko bunuh diri. Misalnya, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak dengan autisme memiliki resiko bunuh diri yang lebih tinggi, dan penelitian terbaru menemukan peningkatan tajam angka bunuh diri di kalangan baby boomer. Depresi juga terkait dengan bunuh diri.

Tetapi generalisasi yang luas seperti itu tidak memberikan panduan yang berguna bagi dokter untuk mengidentifikasi pasien yang paling beresiko.

Untuk melakukannya, peneliti pertama-tama harus mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang membuat orang mencoba bunuh diri. Sebagian besar hasil penelitian menunjukkan banyak sekali, orang-orang mengatakan mereka mencoba bunuh diri karena tekanan psikologis yang tak tertahankan. Sebagian besar juga telah memikirkan tentang bunuh diri selama bertahun-tahun.

  • Keberanian

Namun, mungkin ada lebih perbedaan antara orang yang berpikir tentang bunuh diri dan orang yang melakukan percobaan bunuh diri. Penelitian lain menunjukkan bahwa orang yang menderita depresi yang tidak melakukan percobaan bunuh diri mungkin sama tidak bahagia dan putus asa, tetapi lebih takut akan gagasan itu daripada mereka yang mencoba bunuh diri.

Tetapi orang yang mencoba bunuh diri tidak begitu takut akan rasa sakit dan kematian.  Orang yang memiliki riwayat memotong diri sendiri, misalnya, mungkin tidak terlalu takut untuk mencoba bunuh diri dibandingkan mereka yang tidak. Oleh karena itu, rasa keterhubungan dengan orang lain dengan keluarga, komunitas, dengan teman  adalah faktor pelindung penting yang membuat orang terikat pada kehidupan dan ingin hidup meskipun mereka memiliki keputusasaan atau rasa sakit.

Percobaan bunuh diri merupakan hal yang serius. Jika Anda memiliki pikiran untuk bunuh diri atau orang yang Anda cintai berada dalam bahaya, segera caru bantuan dari ahli medis atau kesehatan mental.

Read More
Benarkan Pasif Agresif Termasuk Gangguan Kepribadian?

Benarkan Pasif Agresif Termasuk Gangguan Kepribadian?

Kesehatan Mental

Belakangan ini mungkin Anda sering mendengar istilah pasif agresif, baik di lingkungan pertemanan maupun lingkungan pekerjaan. Namun, apa sebenarnya pasif agresif itu sendiri? Dan, benarkah hal tersebut termasuk dalam gangguan kepribadian?

Apa itu pasif agresif?

Perilaku pasif agresif adalah pola mengungkapkan perasaan negatif secara tidak langsung alih-alih menangani secara terbuka. Orang dengan perilaku ini secara teratur akan menunjukkan penolakan terhadap permintaan atau tuntutan dari keluarga dan individu lain sering kali menunda-nunda, mengungkapkan sifat cemburu, atau bertindak keras kepala. 

Tanda-tanda khusus dari perilaku ini meliputi: 

  • Membenci atau langsung menentang instruksi orang lain, meskipun mereka mungkin masih melakukan apa yang diperintahkan
  • Penundaan dan kesalahan yang disengaja sebagai tanggapan atas tuntutan orang lain
  • Sikap sinis, sarkastik, argumentatif atau bermusuhan
  • Sering mengeluh tentang perasaan kurang dihargai atau ditipu
  • Mengkritik orang lain

Meskipun perilaku ini dapat menjadi ciri dari berbagai kondisi kesehatan mental, namun itu tidak dianggap sebagai penyakit mental yang berbahaya. Akan tetapi, perilaku ini dapat mengganggu hubungan dan menyebabkan kesulitan dalam pekerjaan. Jadi, pasif agresif bukanlah penyakit mental. Tetapi, orang dengan kondisi kesehatan mental mungkin dapat bertindak seperti itu. 

Penyebab 

Kemarahan, frustasi, dan ketidaksenangan adalah emosi yang normal. Orang yang mengandalkan agresi pasif daripada komunikasi langsung untuk menunjukkan emosi ini sering kali tumbuh dalam keluarga di mana perilaku tersebut biasa terjadi. 

Atau, mereka mungkin bertindak seperti itu karena membantu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka mungkin melakukan untuk menghindari konfrontasi. Pasalnya, banyak orang hanya pasif agresif dalam beberapa situasi misalnya saja, di tempat kerja-tetapi tidak dalam situasi lain. Peneliti juga menghubungkan perilaku pasif-agresif dengan:

  • Gangguan kecemasan 
  • ADHD
  • Depresi
  • Penyalahgunaan zat
  • Gangguan kepribadian

Bagaimana mengatasinya?

Jadi, apa yang akan Anda lakukan jika berhadapan dengan teman, rekan kerja, atau bahkan dengan pasangan yang sering kali berperilaku pasif-agresif? Nah, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengenali tanda-tanda perilaku tersebut. Merajuk, memuji dengan kasar, menunda-nunda, menarik diri, dan menolak untuk berkomunikasi adalah tanda-tanda agresi pasif. 

Ketika orang lain bertindak seperti itu, cobalah untuk menahan amarah Anda. Sebaliknya, tunjukkan perasaan orang lain dengan cara yang tidak menghakimi. Jika Anda berurusan dengan seorang anak yang jelas-jelas kesal karena harus melakukan pekerjaan rumah atau melakukan hal lain. 

Kenali perilaku Anda

Memang lebih mudah mengenali perilaku agresivitas pasif orang lain, tetapi bagaimana jika perilaku tersebut terjadi pada diri Anda? Cobalah mundur selangkah dan lihat perilaku Anda sendiri dengan pandangan yang tidak memihak. 

  • Apakah Anda sering merajuk saat tidak bahagia dengan orang lain?
  • Apakah Anda menghindari orang yang membuat Anda kesal?
  • Apakah Anda pernah berhenti berbicara dengan orang lain saat Anda marah kepada mereka?
  • Apakah Anda menunda melakukan sesuatu sebagai cara untuk menghukum orang lain?
  • Apakah Anda terkadang menggunakan sarkasme untuk menghindari percakapan yang bermakna?

Jika Anda merasa bahwa perilaku pasif agresif dapat merusak hubungan Anda, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengubah cara Anda dalam berhubungan dengan seseorang. Berikut beberapa cara untuk mengatasi perilaku Anda. 

  • Tingkatkan kesadaran diri Anda. Tindakan pasif agresif terkadang berasal dari kurangnya pemahaman yang baik tentang mengapa Anda kesal atau apa yang Anda rasakan. Mulailah untuk memperhatikan apa yang sedang terjadi saat Anda bereaksi terhadap orang dan situasi yang berbeda. 
  • Beri diri Anda waktu untuk membuat perubahan. Mengenali perilaku Anda sendiri adalah langkah awal yang baik menuju perubahan, tetapi mengubah pola dan reaksi Anda dapat memakan waktu.
  • Berlatihlah mengekspresikan diri Anda. Memahami emosi Anda dan belajar mengekspresikan perasaan dengan tepat adalah langkah penting untuk mengakhiri perilaku tersebut. Konflik adalah bagian hidup yang tidak dapat dihindari, tetapi mengetahui cara menyatakan perasaan dengan benar lebih efektif dan dapat menghasilkan resolusi yang lebih baik. 

Seperti yang kita ketahui bersama, perilaku pasif agresif bisa merusak, tetapi kemungkinan besar kita semua dapat merespon dengan cara seperti itu. Meskipun begitu, perilaku ini dapat menjadi ciri dari berbagai kondisi kesehatan mental, seperti ADHD, gangguan kecemasan, serta depresi. Jika perilaku ini semakin memburuk dan merusak hubungan pertemanan serta dengan rekan kerja, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan ahlinya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Read More

Alergi Cat Rambut

Kulit & Kecantikan

Setiap orang memiliki reaksi alergi yang berbeda. Ada berbagai benda yang dapat membuat mereka terkena alergi. Salah satu alergi yang bisa terjadi adalah alergi cat rambut. Pada dasarnya, seseorang yang terkena alergi cat rambut disebabkan oleh penggunaan zat kimia tertentu. Alergi cat rambut tidak hanya terjadi di bagian kepala penderita, namun juga bisa terjadi di bagian pernafasan.

Dampak Pada Tubuh

Seseorang yang mengalami alergi cat rambut akan mengalami perubahan pada bagian tubuh tertentu. Hal tersebut membuat ketidaknyamanan pada penderita. Alergi cat rambut dipengaruhi oleh adanya kandungan Para-phenylenediamine (PPD).

Sebuah penelitian juga menyatakan bahwa prevalensi alergi cat rambut yang disebabkan oleh kandungan PPD di Asia mencapai 4,3%. Meskipun persentasenya kecil, hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa alergi cat rambut juga dipengaruhi oleh kandungan amonia, resorcinol, dan peroksida.

Jika seseorang memiliki reaksi alergi terhadap cat rambut, mereka menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Gatal.
  • Ruam.
  • Pembengkakan pada bagian mata, mulut, tangan, dan kaki.
  • Kesulitan bernafas.
  • Sakit perut.
  • Mual.
  • Muntah.

Selain gejala di atas, jika tubuh mengalami alergi cat rambut, PPD bereaksi dengan sistem pertahanan dan kekebalan tubuh. Hal tersebut dapat menyebabkan tubuh menghasilkan zat yang dapat memicu peradangan berupa sitokin.

Tidak hanya itu, jika tubuh terpapar zat PPD, tubuh akan mengeluarkan zat tertentu ke dalam aliran darah. Zat tersebut menghasilkan histamin pada tubuh. Histamin merupakan kandungan yang dapat menyebabkan alergi pada tubuh.

Cara Mengatasi Alergi

Seseorang bisa terkena alergi cat rambut 48 jam setelah menggunakan cat tersebut. Namun, sebagian orang bisa terkena alergi dalam waktu yang lebih singkat. Oleh karena itu, jika Anda menggunakan cat rambut dan terkena alergi terhadap cat tersebut, berikut adalah cara-cara yang sebaiknya Anda lakukan untuk mengatasi masalah tersebut:

  • Bilas rambut dan kulit kepala dengan shampo yang lembut atau tanpa busa, atau shampo yang menggunakan kortikosteroid. Hal tersebut dapat menghilangkan cat rambut dan mencegah alergi pada bagian kepala.
  • Gunakan larutan hidrogen peroksida pada kulit yang mengalami iritasi. Anda juga jangan menggunakan bahan tersebut jika Anda memiliki luka terbuka.
  • Gunakan larutan kalium permanganat ke dalam air untuk mencegah PPD bereaksi terhadap tubuh.
  • Gunakan campuran antara jeruk nipis dengan minyak zaitun untuk membuat kulit lembut dan mencegah kekeringan pada kulit.
  • Gunakan krim kortikosteroid untuk mengatasi gatal dan ruam pada kulit.
  • Gunakan obat antihistamin untuk mengurangi produksi histamin pada tubuh.

Pilihan Cat Rambut Yang Bisa Digunakan

Jika Anda ingin mengecat rambut, Anda sebaiknya hindari cat rambut yang menggunakan zat PPD dan gunakan alternatif sebagai berikut:

  • Tumbuhan

Anda bisa gunakan bahan-bahan alami yang berasal dari tumbuhan. Contoh-contoh tumbuhan yang bisa Anda gunakan adalah daun kembang sepatu dan daun narwastu. Selain tidak menimbulkan alergi pada tubuh, bahan yang berasal dari tumbuhan juga dapat menggelapkan warna pengguna. Jika Anda memiliki uban pada rambut, Anda bisa gunakan bahan tersebut.

  • Cat rambut tanpa PPD

Walaupun cat rambut PPD dapat membuat rambut terlihat alami, hal tersebut juga dapat membahayakan tubuh. Oleh karena itu, Anda sebaiknya gunakan cat rambut tanpa zat PPD. Anda bisa gunakan cat rambut yang mengandung zat para-toluenediamine sulfate (PTDS).

Kesimpulan

Alergi cat rambut dapat menyebabkan berbagai gejala pada tubuh, baik ringan maupun berat. Untuk mencegah masalah seperti ini, Anda sebaiknya lakukan cara-cara yang disebutkan di atas. Jika Anda telah mencoba cara-cara di atas, namun kondisi tubuh tidak membaik, Anda sebaiknya periksa ke dokter.

Read More

Mengapa Keguguran Tanpa Kuret Bisa Terjadi? Simak Ciri-Cirinya

Uncategorized

Sebanyak 50% perempuan yang mengalami keguguran tidak melalui proses kuret. Biasanya, keguguran tanpa kuret terjadi di kehamilan kurang dari 10 minggu, pendapat lain ada yang menyebutkan kurang dari 12 minggu. Jika lebih dari itu kemungkinan rahim harus dikuret untuk mengeluarkan sisa-sisa kehamilan.  

Penyebab keguguran tanpa kuret

Sebagian besar keguguran terjadi karena jumlah kromosom yang tidak normal sehingga janin tidak bisa berkembang sempurna. Secara umum, penyebab keguguran diantaranya:

  • Ketidaknormalan kadar hormon ibu
  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Paparan racun dari lingkungan atau tempat kerja, seperti radiasi
  • Infeksi 
  • Ketidaknormalan kondisi rahim
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu

Perilaku kurang sehat juga bisa menyebabkan keguguran seperti merokok, mengonsumsi alkohol, atau penggunaan obat-obatan terlarang (narkotika). Kandungan nikotin dan bahan kimia lain dalam rokok bisa mengakibatkan janin kekurangan oksigen. 

Meskipun demikian, Anda tidak perlu menyalahkan diri sendiri karena keguguran di awal kehamilan. Peristiwa tersebut sejatinya di luar kontrol manusia. Anda sebaiknya tetap menjaga kesehatan mental, salah satunya melalui pemberian dukungan dari pasangan atau orang-orang terdekat. 

Bagaimana ciri-cirinya?

Ciri-ciri keguguran yang terjadi di setiap perempuan berbeda-beda, tingkat kesakitannya pun tidak bisa disamaratakan. Beberapa perempuan mengalami kram dan nyeri perut seperti menstruasi namun lebih parah. Bercak merah atau pendarahan dari vagina disertai gumpalan yang lebih banyak dan lebih lama juga bisa terjadi. Gumpalan tersebut kemungkinan merupakan jaringan janin yang gagal berkembang. 

Perempuan dengan kehamilan sehat juga ada yang mengalami kram dan pendarahan, namun tidak terjadi keguguran. Ciri-ciri fisik tidak bisa dijadikan acuan apakah perempuan tersebut keguguran atau tidak. Sebaiknya lakukan pemeriksaan dokter untuk dicek menggunakan USG agar lebih jelas. 

Kapan harus menemui dokter?

Jika janin terbukti masih di dalam rahim dan belum keluar, sementara dokter telah mendiagnosis terjadinya keguguran, maka dokter akan memberikan hormon prostalgandin yang memicu terjadinya keguguran. Beberapa jam kemudian akan keluar gumpalan-gumpalan disertai darah serta kram perut.

Setidaknya Anda harus melakukan pengecekan kondisi kesehatan lagi dalam rentang waktu kurang dari 6 minggu pasca keguguran. Dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk melakukan beberapa tes seperti:

  • Golongan resus- jika Anda memiliki resus negatif kemungkinan dokter akan merekomendasikan injeksi anti-D
  • Kadar hemoglobin darah- jika Anda terbukti mengalami anemia (kekurangan kadar hemoglobin) dokter akan menyarankan melakukan diet dan memberikan tablet zat besi

Diet anemia harus mengandung makanan dan minuman tinggi zat besi, seng, asam folat, vitamin A, serta vitamin C. Hindari konsumsi te bersamaan dengan makanan dan minuman tersebut karena akan menghambat penyerapannya.  

Kapan kemungkinan bisa hamil lagi? 

Kesuburan akan kembali secepatnya pasca keguguran sehingga kehamilan bisa saja terjadi. Akan tetapi, kehamilan dengan jarak yang dekat setelah keguguran akan meningkatkan risiko Anda mengalami keguguran lagi. 

Dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan, sebaiknya tunda melakukan hubungan seks setidaknya selama 2 minggu setelah keguguran. Gunakan alat kontrasepsi jika Anda belum siap hamil. 

Kehamilan setelah keguguran harus direncanakan dengan benar. Pastikan Anda dan pasangan telah siap secara fisik dan mental. Dokter akan memberikan dukungan emosional dan informasi mengenai rencana kehamilan nanti jika sudah siap. Selain itu, pola hidup sehat juga harus dilakukan untuk membantu memulihkan keadaan serta mempersiapkan kehamilan berikutnya.

Read More